System Sang Immortal

System Sang Immortal
Masalah Di Pelelangan Budak


Saat ini Manajer A sedang menampilkan budak ke-17. Banyak dari mereka yang menawarkan harga fantastis untuk menawarkan budak tersebut.


Manajer A hanya tersenyum lebar ketika mengetahui ke-17 budak yang dia lelang telah terjual semua, Ia sengaja menempatkan budak terlemah di bagian pertama agar para peserta menyimpan uang-nya untuk bagian akhir.


Meskipun begitu tidak semua peserta menunggu bagian akhir, Mereka rela menghabiskan uang-nya di bagian awal dan tengah, Karena mereka tau kalau budak bagian terakhir akan menjadi perebutan para Kultivator kuat dan bangsawan berpengaruh.


~Tok~


~Tok~


~Tok~


Manajer A mengetuk palu kayu tiga kali ke meja dan mengatakan dengan lantang, "Budak ke-17 telah dibeli oleh peserta no.19!"


Suara Manajer A menggema ke seluruh ruangan dan beberapa saat setelah Manajer A mengambil nafas, Ia melanjutkan perkataan-nya, "Baik-lah... Kini hanya tersisa 3 budak saja dan mereka adalah hidangan utama untuk pelelangan ini! Jadi, Jangan ragu untuk menawar harga karena mereka akan berguna bagi kalian di masa depan nanti!" Ucap Manajer A dengan semangat dan di sambut dengan tepuk tangan meriah.


~Plok~


~Plok~


~Plok~


Beberapa saat kemudian suara tepuk tangan mulai menghilang, Manajer A yang menyadari itu langsung menyuruh algojo untuk membawa budak ke-17 ke belakang panggung sekalian mengeluarkan budak ke-18.


Algojo yang menerima perintah dengan segera membawa penjara besi yang berisi budak ke-17, Ia kemudian berjalan ke belakang panggung lalu menaruh penjara besi yang berisi budak ke-17. Ia berjalan ke arah yang lain lalu mengambil penjara besi berwarna merah, Dia dengan segera membawa-nya ke tengah panggung.


Manajer A yang melihat penjara besi berwarna merah telah berada di tengah panggung langsung mendekati-nya, Ia melirik penjara merah tersebut sebentar lalu mengalihkan pandangan-nya ke arah peserta.


Manajer A menunjuk ke arah penjara merah tersebut sambil tersenyum lebar, "Seorang iblis yang kami dapatkan di Hutan Kematian! Dia saat ini berada di ranah Immortal! Mempunyai kekuatan yang bahkan seorang legenda saja sulit untuk menghadapi-nya!"


"Namun saat ini sang iblis sedang tertidur dan dia diperkirakan akan terbangun sebentar lagi, Tetapi jangan takut dulu... Karena kita mempunyai pelindung yang sedang mengawasi kita!"


"Mulai sekarang tawarkan harga kalian! Dimulai dari 25.000 koin emas!" Ucap Manajer A menjelaskan dengan lantang.


Para peserta langsung bergemuruh dan mulai menawarkan koin emas dengan cepat.


"50.000!"


"75.000!"


"100.000!"


Para peserta mulai bersaing secara sengit, Sedangkan Fang Lin hanya diam dan mengamati pelelangan, "Hebat sekali tempat ini dapat menemukan seorang iblis tingkat Immortal" Ucap Fang Lin berdecak kagum.


Sebelum-nya Manajer A mengatakan kalau ada yang mengawasi tempat ini dan itu artinya orang di balik pelelangan ini adalah seseorang yang kuat.


Fang Lin menyebarkan kesadaran-nya karna diri-nya cukup penasaran dengan sosok tersebut.


~Whooosshh~


Kesadaran-nya seketika menyebar luas ke seluruh ruangan. Ia tidak mendapati sesuatu yang spesial kecuali sebuah artefak layak-nya pengintai berada di pojok ruangan.


"Hmm... Apakah dia mengawasi pelelangan lewan situ?" Batin Fang Lin mencoba menebak sambil menaik-kan satu alis-nya.


Fang Lin menarik kesadaran-nya kembali dan mengangkat pundak-nya, "Sudah-lah... Nanti dia juga akan muncul jika aku membunuh mereka semua" Batin Fang Lin santai dan mulai mengamati kembali pelelangan.


"475.000!"


"500.000!"


"Gila... Itu adalah budak termahal yang pernah aku lihat"


"Hahahaha kau benar, Dengan uang segitu bahkan membangun desa yang makmur adalah perkara yang mudah"


"Ini baru satu dari 3 budak utama, Aku pikir 2 budak lain-nya akan lebih mahal dari ini"


Suara-suara bisikan langsung memenuhi ruangan tersebut, Sebagian dari mereka menyayangkan jika uang sebesar itu hanya digunakan untuk membeli budak.


Disaat bisikan-bisikan itu terjadi, Tiba-tiba suara amukan terdengar dari penjara besi. Penjara besi mulai bergoyang-goyang dan menandakan kalau iblis tersebut sudah bangun dari tidur-nya.


~BANG~


~BANG~


Iblis tersebut mencoba menghancurkan penjara besi merah, Namun usaha-nya sia-sia karena penjara besi tersebut adalah artefak tingkat Bumi yang bahkan seorang Immortal tidak dapat membuka-nya.


Di sisi lain, Manajer Z sedikit terkejut ketika melihat iblis itu sudah terbangun, Ia mendekati penjara besi tersebut dan melihat sang iblis kini sedang menatap-nya dengan tatapan marah.


"Kau manusia... Aku akan membunuh-mu, Lihat saja nanti! Aku akan benar-benar membunuh-mu bajing*n!" Ucap suara berat yang keluar dari iblis tersebut.


Manajer A yang mendengar perkataan iblis tersebut hanya tersenyum lebar seperti mengejek, "Coba saja kalau bisa, Hahahaha..." Ucap Manajer A lalu tertawa mengejek.


Mata iblis tersebut me-merah ketika mendengar jawaban Manajer A, Aura gelap seketika mengelilingi-nya dan membuat Manajer A mundur beberapa langkah.


~BANGGG~


Penjara besi merah yang mengurung iblis tersebut langsung meledak dan beberapa saat kemudian menampilkan sosok iblis yang menyeramkan.


Para peserta yang melihat itu langsung kabur dan beberapa dari mereka langsung bersiaga untuk bertarung.


Fang Lin yang melihat iblis itu mengamuk hanya diam, Ia memilih untuk duduk diam dan memejamkan mata-nya.


Fang Lin memilih diam karena diri-nya merasakan aura yang kuat sedang melesat cepat ke arah iblis tersebut.


Benar saja, Tiba-tiba sebuah lesatan berwarna hijau muncul dan menabrak iblis tersebut, Sang iblis yang telat menyadari hanya bisa bertahan sebisa mungkin.


Namun usaha-nya sia-sia karena lesatan tersebut lebih cepat dari reflek-nya, Tubuh-nya langsung terpental dan menabrak sebuah tembok batu di samping panggung.


~BOOM~


Seketika tembok batu langsung hancur saat sang iblis menabrak-nya. Di sisi lain, Seorang kakek tua berjubah hijau mewah menatap sinis Manajer A yang sedang melamun disana.


"Dasar bocah sialan, Melakukan provokasi kepada iblis, Apakah kau bodoh?!!" Teriak kakek tua tersebut dengan nada marah.


Manajer A langsung tersadar dari keterkejutan-nya, Ia dengan segera menunduk-kan kepala-nya hingga badan dengan tubuh yang dipenuhi keringat dingin, "M-maafkan s-saya tuan, S-saya pikir penjara besi yang tuan beri dapat menahan iblis tersebut" Ucap Manajer A dengan nada terbata-bata.


Kakek tua yang sering di sapa Jin Mu itu hanya bisa berdecak kesal ketika mendengar jawaban Manajer A, Ia lalu melirik ke arah bangku peserta dan mendapati beberapa kultivator kuat yang sudah siap untuk bertarung.


Ji Mu mengerutkan alis-nya ketika melihat seorang pemuda bertopeng hitam yang sedang duduk santai di bangku kelas 1, Ia lalu melirik ke arah Manajer A dan berniat menyuruh-nya untuk mengamankan para peserta, "Urus seluruh peserta dan suruh mereka untuk mengungsi sementara, Biar aku saja yang akan mengurus iblis itu" Ucap Jin Mu dengan nada memerintah.


Mananjer A hanya bisa mengangguk patuh dan melesat ke arah bangku peserta, Ia saat ini memprioritaskan bangku kelas 1 hingga 3 terlebih dahulu untuk diamankan.


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.