System Sang Immortal

System Sang Immortal
Invasi Peserta Turnamen Semesta VI


Meskipun hanya melawan satu orang tetapi Heng Zhanjin dan Leng Jin tidak mampu mendominasi pertarungan, mereka berdua malah yang dipojokan dalam kurun waktu beberapa jam saja.


Sementara itu, Fang Lin mengamati pertempuran tersebut dari dunia Abyss. Ia sedari awal sudah memperkirakan kalau mereka berdua tidak akan bisa membuat Yun Shandes terpojok, alasannya membiarkan keduanya bertarung dengan orang itu supaya hasrat kemarahan mereka bisa terpuaskan.


"Mungkin aku perlu memanggil komandan bayangan untuk membantu mereka." Fang Lin bergumam kecil, lalu melirik istrinya yang masih menyembuhkan kelima Absolute itu, "Apakah kamu baik-baik saja? Kalau semisalnya lelah, tunda penyembuhan mereka dan beristirahatlah sementara waktu."


"Aku baik-baik saja, kenapa kamu selalu mengkhawatirkan hal-hal remeh?" Yue bertanya sambil menatap suaminya dengan dalam.


"Karena aku adalah suamimu, aku tidak tega melihat salah satu istriku kelelahan karena perbuatanku." jawab Fang Lin dengan tenang.


"Hahahaha kamu cukup protektif, ya?" Yue tertawa pelan saat membalasnya.


"Begitukah...?" Fang Lin sedikit memiringkan kepalanya karena tidak merasa dirinya demikian.


"Jangan mencintai sesuatu terlalu dalam, kalau semisalnya kamu kehilangan salah satu dari mereka maka kesedihan tanpa akhir akan terus menghantuimu..." Yue memberikan saran sambil memperlihatkan senyum lembutnya.


Fang Lin terdiam sejenak ketika mendengar itu, perkataan Yue memang tidak salah tetapi dirinya enggan menerimanya.


"Jangan berkata seperti itu, aku akan melindungi kalian dari semua masalah yang ada." ucap Fang Lin sambil menggelengkan kepalanya pelan.


"Dunia tidak semudah itu, sayang. Jika kamu berpikir seperti itu, maka kamu hanyalah seorang Absolute yang naif." Yue membalas, lalu menghela nafas panjang, "Absolute seperti kita memang abadi, tapi bukan berarti kita mampu menghindari kematian. Aku berharap, kamu bisa menerima apa yang sudah terjadi dan terus melangkah maju dengan penuh semangat."


Fang Lin kali ini tidak membalas perkataan Yue, ia sendiri sudah pernah merasakan apa yang namanya kehilangan dan itu sangat menyakitkan sehingga membuatnya sempat berpikir kalau kematian bukanlah hal yang buruk.


"Yue'er benar, dunia tidak akan melunak ketika aku kehilangan orang-orang yang aku cintai." Fang Lin berkata dalam hati sembari mengingat apa yang terjadi pada kehidupan pertamanya, "Jadi dalam keadaan apapun itu, aku harus siap kehilangan orang-orang di sekitarku, ya?"


Fang Lin sebenarnya tidak bisa menerima pemikiran itu, tapi kalau dirinya terus terjebak dan berpikir bisa melindungi semuanya maka itu akan menjadi racun untuk dirinya sendiri.


Setelah cukup lama larut dalam pikirannya, Fang Lin membalas demikian sembari menganggukkan kepalanya.


Yue tersenyum mendengarnya dan ia kembali memfokuskan dirinya dalam penyembuhan kelima Absolute itu.


Fang Lin sendiri juga memperhatikan kembali pertempuran yang ada di dalam domain Penjara Es Suci.


"Mereka tidak akan bisa..." pikir Fang Lin setelah melihat kondisi dari kedua bawahannya itu, tanpa banyak berpikir lagi dirinya langsung memasukkan tiga Absolute bayangan ke dalam domain dan menarik dua bawahannya itu.


Ketika itu terjadi, raut wajah mereka berdua menjadi muram dan takut.


"Maafkan kami, Tuan." Heng Zhanjin yang paling pertama berbicara, dan selanjutnya Leng Jin yang mengeluarkan kata hampir serupa.


"Tidak masalah, lawan kalian adalah peserta peringkat pertama dari Turnamen Semesta dan kekalahan bukanlah hal memalukan bagi kalian." ucap Fang Lin sambil tersenyum, lalu menyembuhkan luka mereka menggunakan Api Putih, "Apakah kalian masih ingin bertarung dengannya?"


"Jika itu diizinkan, kami berdua akan senang hati melakukannya." Leng Jin menjawab, mewakili temannya.


"Aku menyukai semangat kalian." Fang Lin mengangguk puas, lalu melanjutinya, "Karena sekarang kita berada di Dunia Abyss, lebih baik kalian memulihkan energi di sini. Rencana ini akan berlangsung cukup lama, jadi tidak perlu terburu-buru..."


"Kami mengerti, Tuan!" mereka berdua menjawab secara serempak.


Fang Lin tersenyum senang, dan mereka berdua turun ke daratan yang sudah mati lalu mulai memulihkan energi di sana.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.