System Sang Immortal

System Sang Immortal
Akhir Yun Shandes


Fang Lin kembali memperhatikan pertempuran yang ada di domain Penjara Es Suci, ia bisa mendapati raut wajah Yun Shandes memburuk karena harus dihadapkan oleh tiga Absolute bayangan. Bukan berarti karena dia kalah dalam hal kekuatan tempur akan tetapi mereka adalah musuh yang sangat merepotkan karena selain sulit untuk dibunuh, teknik Mencuri Jiwa Dewa miliknya tidak bisa digunakan pada mereka.


"Dia sudah benar-benar terpojok..." Fang Lin bergumam, kemudian memasukkan sisa Absolute bayangannya ke dalam sana supaya bisa mempercepat rencananya.


Pertempuran antara Yun Shandes dan kesembilan Absolute bayangan berlangsung selama enam bulan lebih lamanya. Saat ini, Peserta Turnamen Semesta itu terlihat sangat kelelahan dan telah kehabisan sebagian besar energi dalam tubuhnya.


"Tidak berguna, aku sudah mengeluarkan semua yang kupunya tapi tidak ada satupun yang membuahkan hasil. Dan lagi, domain ini terus beregenerasi ketika sudah mencapai batasnya, jadi sudah masuk kategori mustahil untuk keluar dari sini." Yun Shandes bergumam dengan nafas yang memburu, "Bajingan itu, dia menyiapkan rencana ini dengan sangat sempurna. Apa saja yang telah dia lewati selama ini sampai punya pemikiran semacam ini?"


Yun Shandes sudah tidak memiliki harapan untuk keluar dari sini, ia bahkan sama sekali tak berpikir bisa mengalahkan satu dari kesembilan Absolute bayangan yang telah menjadi lawannya di tempat ini.


"Tsk, apanya yang peringkat satu? Aku kalah tanpa mendapatkan perlawanan yang layak darinya." Yun Shandes berdecak kesal, lalu memainkan cambuknya dengan tenang dan menciptakan pertahanan sederhana, "Aku benci mengatakan ini, tapi sudah tidak ada lagi yang bisa kuperbuat. Aku mengakui kekalahanku, datanglah dan lenyapkan diriku sampai tak tersisa."


Yun Shandes membuat pernyataan dengan suara yang telah dialiri oleh energi semesta murni.


Sesaat setelah itu terjadi, kesembilan bayangan Absolute berhenti menyerang dan mereka langsung berlutut setelah kemunculan Fang Lin tepat di hadapan Yun Shandes.


"Tak kusangka kau akan mengatakan itu." ucap Fang Lin dengan tenang, ia tentu masih bersikap waspada untuk berjaga-jaga apakah ini termasuk dalam permainannya atau tidak.


"Aku sudah kalah, tidak ada yang bisa kulakukan sekarang..." Yun Shandes membalas, nadanya terdengar acuh tak acuh.


Fang Lin tidak mengatakan apa-apa selama beberapa waktu sebelum mengeluarkan pedang Pembunuh Absolute dari inventory, "Sebenarnya masih ada mereka yang ingin menghajarmu habis-habisan, tapi kesempatan ini tidak boleh disia-siakan, bukan?" ucap Fang Lin sambil menyeringai kecil.


"Terserah apa katamu, dan selamat karena kau akan menjadi peserta yang menduduki peringkat pertama." Yun Shandes memasang ekspresi datar seolah ia tidak peduli lagi dengan dirinya.


"Kau..." Fang Lin sedikit sulit mempercayai tingkah laku Yun Shandes, padahal kalau dilihat dari sifatnya dia tidak akan melakukan hal ini.


"Apa? Kenapa lama sekali menghabisiku?" Yun Shandes sedikit memperlihatkan ekspresi kesal.


"Sepertinya kau sudah gila..." Fang Lin mengangkat pedang Penbunuh Absolute ke atas, "Apa ada kata-kata terakhir?"


"Tidak ada, bajingan. Itu kata-kata terakhirku..." jawab Yun Shandes, tatapan matanya terlihat sangat kuat.


Fang Lin sedikit memiringkan kepalanya, lalu mengayunkan pedang Pembunuh Absolute secara vertikal dan membelah tubuh serta jiwa Yun Shandes menjadi dua.


Sraaash!


Setelah berhasil terbelah menjadi dua, tubuh serta jiwa Yun Shandes berubah menjadi prismatik cahaya dan perlahan lenyap di udara.


Fang Lin terdiam sejenak memandangi itu, lalu bergumam, "Xu Yuan jauh lebih berbahaya daripada dirimu."


Setelah memastikan kalau jiwa Yun Shandes sudah benar-benar lenyap, Fang Lin memasukkan kembali pedang Pembunuh Absolute bersamaan dengan makhluk bayangan yang ada di sana.


Fang Lin menghilangkan domain Penjara Es Suci, kemudian menghubungi Yue kalau Yun Shandes telah dikalahkan olehnya. Ia juga mengabarkan berita tersebut pada Heng Zhanjin dan Leng Jin, keduanya tampak sedikit kecewa namun tidak mengeluh sedikitpun.


Yue saat ini berada di salah satu ruangan Istana Es dan sedang beristirahat, ia tentu saja senang mendengar kabar itu dari suaminya tetapi dirinya juga tampak sedikit terkejut karena Yun Shandes menyerah begitu saja.


"Mentalnya sudah hancur, situasi dan kondisinya terus memburuk setiap harinya. Aku mungkin juga akan menyerah kalau berada di posisi itu, karena sia-sia saja jika berjuang tanpa membuahkan hasil sedikitpun." Fang Lin memberikan pendapatnya dengan tenang.


Yue menganggukkan kepalanya paham, lalu berkata, "Kalau begitu, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?"


"Aku belum memikirkannya, mungkin untuk sementara waktu aku akan beristirahat sambil memulihkan energi milikku." jawab Fang Lin sembari menatap langit biru di Dunia Abyss.


"Aku mengerti, sampai jumpa."


"Ya, sampai jumpa."


Fang Lin memutuskan telepatinya, lalu menghembuskan nafas panjang dari mulutnya, "Sudah cukup lama aku tidak merasakan ketenangan seperti ini..." Fang Lin bergumam, dan dirinya menatap langit dalam waktu yang cukup lama.


Fang Lin kemudian membatalkan semua tekniknya yang masih aktif sampai sekarang, lalu dirinya melakukan skill teleportasi ke portal menuju kubah lain.


"Hm, apa yang harus kulakukan dengan ini...?" Fang Lin bertanya-tanya dalam hati, lalu melanjutinya, "Sebenarnya aku tidak perlu khawatir lagi karena portal ini hanya terhubung dengan satu kubah saja, tapi tidak ada salahnya memasang pelindung untuk mengantisipasi variabel tak terduga."


Fang Lin menggunakan teknik Cahaya Segel Aurora untuk menghalangi akses portal itu, meskipun ia baru menguasai beberapa belas persen saja tetapi itu sudah lebih dari cukup untuk menghalangi mereka yang ingin memasuki kubah ini.


Setelah mengaktifkan teknik Cahaya Segel Aurora, Fang Lin kembali ke Dunia Jiwanya untuk beristirahat. Dia langsung teleportasi ke ruangan Istana Es dan menemukan Yue sedang bermeditasi di atas tempat tidur yang megah.


Fang Lin tidak mau mengganggu jadi dirinya pindah ke ruangan lain kemudian merebahkan dirinya di atas tempat tidur, helaan nafas panjang keluar dari mulutnya lalu matanya perlahan mulai terpejam.


***


Selama ratusan ribu tahun lamanya, Fang Lin melakukan berbagai macam pekerjaan di Dunia Jiwa sekaligus memperkuat pondasi dirinya di Dunia Abyss. Ia telah berhasil menguasai sepenuhnya teknik Cahaya Segel Aurora dan kini sedang mempelajari teknik tingkat Kosmis lainnya.


Sekarang umurnya semenjak bereinkarnasi sudah tepat di angka 900 ribu tahun, dan Turnamen Semesta akan dimulai dalam waktu 100 ribu tahun lagi.


Lalu, kekuatan tempurnya saat ini sudah meningkat drastis dari sebelumnya karena selain jumlah bayangan Absolute yang bertambah, beberapa bawahan Fang Lin juga sudah berhasil mencapai ranah Absolute. Mereka di antara lain adalah Diablo, Yun Feng, Yang Jian, Bai Hu dan Khatz.


Kebanyakan bawahannya sudah berada di ranah Supreme Being tingkat Puncak, begitupula dengan keluarganya. Meskipun masih tidak mungkin untuk mencapai ranah Absolute sebelum Turnamen Semesta dimulai tetapi itu adalah pencapaian yang luar biasa bagi mereka.


Sementara itu, hubungan Fang Lin dengan kedelapan Absolute yang mengabdi pada Celestial Absolute mulai membaik. Mereka memang masih belum mengakuinya sebagai Tuan atau pewaris Celestial Absolute, namun mereka berjanji akan membantunya melawan peserta Turnamen lainnya ketika Turnamen Semesta berlangsung.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.