System Sang Immortal

System Sang Immortal
Perang Melawan Alam Dewa V


Setelah cukup lama melayangkan tinjunya kepada roh Yuan Zhong, Li Zu Xing berbalik dan terbang mendekati Fang Lin kembali.


"Kau masih tidak ingin menjawab?" Tanya Li Zu Xing sambil tersenyum tipis.


Fang Lin menggertakkan giginya karna marah dan ketika dirinya ingin mengatakan sesuatu, tubuh Shen Liang mengeluarkan cahaya emas yang begitu terang.


Semuanya tentu terkejut dengan tindakan Shen Liang, kecuali Sun Wukong.


Li Zu Xing sendiri berbalik, matanya menyipit karena cahaya emas tersebut benar-benar menyilaukan matanya.


"Shen Liang! Apa yang kau lakukan?!" Tanya Li Zu Xing berteriak kesal.


Sesaat setelah berteriak seperti itu, sebuah Laser Pembunuh yang memiliki daya serang kuat mengarah ke arah Li Zu Xing berada, tetapi Xuan Wu yang menyadarinya langsung menggunakan tempurungnya sebagai tameng.


Boom!


Ledakan dahsyat terjadi dan Xuan Wu terpental ke daratan dengan sangat cepat.


Tentu hal tersebut membuat banyak orang terkejut, tidak terkecuali Shen Liang sendiri karena serangan tersebut bukan berasal dari dirinya.


"Kalian berani sekali melakukan tindakan seperti itu kepada tuanku?! Terimalah akibatnya!!" Xiao Chen yang berjarak ratusan meter dari mereka langsung melesat maju ke depan.


Para Binatang Primordial langsung bersiaga, mereka menggunakan kesadaran mereka untuk mengetahui keberadaan makhluk bayangan itu.


Shen Liang yang masih mengeluarkan cahaya emas dari tubuhnya hanya diam mendapati kedatangan Xiao Chen, ia langsung menelepatinya dan meminta untuk tidak menyerangnya karena dirinya berada di pihak yang sama.


Xiao Chen tentu mengetahuinya, ia menyerang kelima Binatang Primordial sekaligus serta dua orang lainnya yang tidak lain adalah anak-anak dari Kaisar Dewa.


Fang Lin yang melihat Xiao Chen datang menyelamatkannya langsung tersenyum tipis, pupil matanya yang sebelumnya berwarna biru safir kini digantikan menjadi pupil mata berwarna merah yang memiliki simbol asing.


"Hancurkan!" Fang Lin berteriak lantang dan dalam sekejap Rantai Surga yang mengikatnya hancur tak tersisa.


Li Zu Xing yang mendengar sesuatu dibaliknya langsung berbalik, matanya melebar ketika mendapati Fang Lin yang kini sedang melayangkan tinjunya.


Bam!


Li Zu Xing terpental ke belakang dengan sangat cepat dan menabrak daratan yang dipenuhi pasukan Alam Dewa.


Mengetahui itu para Binatang Primordial langsung menatap ke lokasi Kaisar Dewa sebelumnya, mereka begitu terkejut ketika mendapati Fang Lin yang sedang menggenggam dua pedang.


"Halo... Bagaimana kabar kalian?" Fang Lin tersenyum tipis dan langsung melesat ke arah mereka untuk membantu Xiao Chen.


Shen Liang yang melihat Fang Lin lepas dari ikatan Rantai Surga langsung tertawa pelan, cahaya yang keluar dari tubuhnya perlahan meredup dan membuat semua orang yang ada di sana dapat melihat kembali seperti biasanya.


"Fang Lin, kau memang muridku yang paling menakutkan..." Shen Liang membatin dan menjauh ratusan ribu kilometer dari sana.


Di sisi lain, Sun Wukong yang melihat keadaan menjadi kacau langsung memasukkan kembali roh Yuan Zhong ke dalam botol penyegel, ia kemudian menyimpan botol tersebut dibalik zirah perangnya lalu melesat ke arah Fang Lin.


Fang Lin dan Xiao Chen saat ini melawan seluruh Binatang Primordial yang tersisa kecuali Shen Liang, jejak pertarungan mereka membentuk struktur geometrik cahaya yang memenuhi langit sejauh puluhan ribu kilometer.


Pasukan bayangan Fang Lin yang tadinya menghilang kembali muncul di medan perang, mereka semua langsung menyerang pasukan Alam Dewa secara membabi buta.


Di daratan, Kaisar Dewa bangkit berdiri dan melayang, tidak jauh darinya terdapat Xuan Wu yang sedang bersiap untuk bertarung.


Li Zu Xing kemudian menatap ke langit, lebih tepatnya ke arah pertarungan Fang Lin dan juga Xiao Chen dengan Binatang Primordial, "Bajingan itu... Sebenarnya kekuatan macam apa yang dia miliki? Sampai-sampai bisa menghancurkan Rantai Surga." Li Zu Xing bertanya-tanya, ia mengeluarkan tongkat emas dari Dunia Jiwa lalu melesat ke pertarungan untuk membantu Binatang Primordial serta anak-anaknya.


Xuan Wu yang melihat Kaisar Dewa melesat, langsung mengikutinya dari belakang, ia dalam bentuk manusia agar bisa bertarung lebih leluasa.


Kedatangan Kaisar Dewa dan juga Xuan Wu tidak membuat Fang Lin gentar sama sekali, ia meningkatkan kecepatan dan juga kekuatannya berkali-kali lipat dari sebelumnya.


Bam!


Bam!


Di sisi lain, Xiao Chen sedikit kesulitan melawan anak-anak dari Kaisar dan beberapa Binatang Primordial, ia mengeluarkan beberapa jurus dan membuat beberapa dari mereka terpental jauh.


Xiao Chen sebenarnya sudah mendapatkan banyak luka dari mereka, tetapi karena dirinya adalah makhluk bayangan, luka yang ia terima dapat beregenerasi dengan cepat.


"Fang Lin... Dasar bajingan sialan. Di pertarungan ini kau tidak akan bisa selamat keparat!" Sun Wukong berteriak sembari melancarkan serangan yang begitu cepat.


Fang Lin tersenyum tipis mendengarnya, "Kau yang sekarang bukan apa-apa di mataku..." Fang Lin membalas dan menyerang Sun Wulong sampai membuat manusia setengah kera itu terpental ke daratan.


Yang tersisa sekarang hanyalah Li Zu Xing dan Xuan Wu, kerja sama keduanya sangatlah buruk dan membuat Fang Lin dengan mudah memojokkan mereka berdua.


"Xuan Wu! Pergilah dan serangan bayangan itu saja! Kau hanya menghalangiku saja!" Li Zu Xing berkata lewat telepati.


Xuan Wu tentu langsung mematuhinya, karena apa yang dikatakan Kaisar Dewa adalah kebenaran, ia hanya menghambatnya bertarung melawan Fang Lin.


Perginya Xuan Wu membuat pertarungan Li Zu Xing dengan Fang Lin seimbang, keduanya bertarung dengan kecepatan yang melebihi cahaya dan sesekali ketika serangan mereka bertemu dapat menciptakan gelombang yang dapat membunuh kultivator tingkat Dewa sekalipun.


Sun Wukong kembali mengikuti pertempuran melawan Fang Lin, kecepatan serangannya setara dengan Kaisar Dewa dan membuat Fang Lin kerepotan karena kerja sama keduanya bisa dibilang sangat baik.


Xiao Chen yang mengetahui tuannya sedang kesulitan tidak bisa berbuat apa-apa, karena posisinya sekarang juga sama-sama sulit.


Fang Lin mengeluarkan aura Naga miliknya untuk memperlambat gerakan mereka, tetapi auranya tidak berpengaruh terlalu banyak.


"Sialan, aku semakin terpojok." Fang Lin diam-diam berdecak kesal dan kemudian menggunakan jurus Klon Tak Terbatas.


Fang Lin menciptakan ribuan klon untuk membantunya melawan mereka berdua, tetapi Li Zu Xing yang mengetahuinya tidak tinggal diam, ia juga menciptakan klon dirinya dengan jumlah yang sama seperti Fang Lin.


Fang Lin tidak menghiraukan perkataan Dewa Kera, ia kemudian menciptakan Domain Penjara Es Suci dan membuat keduanya terkurung di dalam sana.


"Selamat atas kekalahan kalian..." Fang Lin tertawa pelan usai mengatakannya.


Tentu mengetahuinya membuat Kaisar Dewa dan Sun Wukong terkejut bukan main, "Bajingan sialan, tidak pernah terlintas sedikitpun kalau hukum yang ditiadakan oleh penghalang itu tidak berlaku padamu." Sun Wukong mengumpat kesal.


"Ternyata benar, kau masih dapat menggunakan hukum yang telah ditiadakan oleh penghalang yang diciptakan orangmu (Yue)." Li Zu Xing tentu sudah memperkirakan hal ini.


Sesaat setelah mengatakannya, tubuh Li Zu Xing mengeluarkan cahaya emas yang begitu terang, lalu meledak sampai-sampai membuat Fang Lin dan Sun Wukong terpental hingga menabrak dinding domain.


Kepulan asap menyelimuti domain Penjara Es Suci, namun dalam sekejap langsung dihilangkan oleh Fang Lin.


Mata Fang Lin sedikit melebar ketika mendapati Li Zu Xing mengenakan mahkota emas dan juga zirah emas yang begitu mewah, matanya mengeluarkan cahaya putih tanpa adanya pupil mata sedikitpun.


Aura yang dikeluarkan Li Zu Xing begitu agung sampai-sampai aura Naga milik Fang Lin menghilang dalam sekejap.


Domain Penjara Es bergetar pelan dan membuat Fang Lin sedikit melebarkan matanya, ia cukup terkejut karena baru pertama kali Domainnya bergetar pelan.


"Aku tidak menyangka, aura milikku yang bahkan dapat menggetarkan Alam Semesta tidak terlalu berpengaruh di dalan domain ini." Suara berat keluar dari mulut Li Zu Xing.


Sun Wukong sendiri tersenyum tipis ketika melihat Kaisar Dewa menggunakan 50% kekuatannya, "Dia sudah serius... Bersiaplah Fang Lin." Sun Wukong berkata dengan suara lantang, ia bangkit berdiri lalu menggunakan Transformasi Raja Dewa Kera miliknya.


Boom!


Ledakan gelombang terjadi sekali lagi, tetapi tidak sedahsyat Li Zu Xing yang dapat menggetarkan domain Penjara Es Suci meskipun pelan.


Aura ungu gelap merembes keluar dari tubuh Sun Wukong, tingkat kultivasinya yang sebelumnya berada di ranah Dewa Bumi langsung naik ke ranah Dewa Tertinggi Level 39.


Fang Lin yang melihat perubahan mereka berdua hanya diam, ia bangkit berdiri lalu menghela nafas panjang, "Segel pertama Ashura, Aura Perang Ashura." Gumam Fang Lin dengan suara pelan.


Dalam sekejap aura merah merembes keluar dari tubuh Fang Lin serta kekuatan fisiknya meningkat berkali-kali lipat dari sebelumnya.


"Segel keempat Ashura, Langkah Ashura." Fang Lin kembali bergumam lalu melangkahkan satu kakinya ke depan.


Bamm!


Gelombang yang begitu dahsyat keluar dari langkahnya dan membuat Li Zu Xing serta Sun Wukong terpental ke belakang sampai menabrak dinding domain yang sudah meluas.


Di sisi lain, Fang Lin mengeluarkan darah dari mulutnya, tekanan saat menggunakan jurus ini sangat dahsyat sampai membuat pembuluh darahnya pecah.


Untung saja Fang Lin memiliki regenerasi yang membuatnya pulih dalam sekejap mata.


Li Zu Xing tersenyum kecut melihat Fang Linn menggunakan segel Ashura, "Ternyata Yuan Zhong juga memberikan teknik semacam ini pada pewarisnya. Sialan, aku menyesal karena memberikannya teknik Segel Ashura sebagai hadiah penghargaan untuknya (Yuan Zhong)." Diam-diam Li Zu Xing menyesal dalam hati.


Setaunya Segel Ashura mustahil untuk dikuasai bahkan bagi Absolute Universe yang memiliki skill menyalin, tetapi bagaimana mungkin seorang bocah yang bahkan umurnya tidak sampai 11 ribu tahun bisa menguasainya?


Sepertinya ia (Li Zu Xing) mulai menyadari rasanya ketidakadilan dalam kehidupan.


Li Zu Xing kemudian bangkit berdiri, begitu juga dengan Sun Wukong. Keduanya yang berjarak puluhan kilometer saling memandang satu sama lain.


Beberapa saat kemudian, mereka berdua menganggukkan kepala secara bersamaan.


Aura emas milik Li Zu Xing semakin merembes keluar dari tubuhnya dan membuat domain Penjara Es Suci kembali bergetar pelan, sedangkan Sun Wukong memunculkan siluet Dewa Buddha tepat di belakang punggungnya.


Sesaat setelah itu, mereka berdua melesat dengan cepat ke arah Fang Lin, tetapi pria tampan berjubah hitam itu kembali melangkahkan kakinya.


Bam!


Gelombang dahsyat kembali muncul, namun untuk kali ini gelombang tersebut sama sekali tidak berpengaruh kepada Li Zu Xing dan juga Sun Wukong.


Bersambung....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


Numpang Promosi Novel! Mulai Update Januari Nanti!


Novel: Legenda Raja Kultivator.


Keabadian? Bukanlah Tujuan Utamaku.


Kekayaan dan Kekuasaan? Itu juga bukan tujuanku.


Tujuanku yang sebenarnya adalah Kekuatan!


Menjadi yang terkuat hingga dijuluki Raja Kultivator adalah suatu kepuasan bagi seorang kultivator bernama Xiao Chen.


Namun kekuatannya yang sekarang bagaikan semut yang bahkan tidak pantas dipandang oleh kultivator-kultivator kuat dari berbagai macam Dunia.


Hingga akhirnya dia tersadar setelah kematian menghampirinya.


Xiao Chen bertekad dalam hatinya untuk menjadi yang terkuat dan melampaui semua orang, namun untuk menjadi apa yang diinginkannya tidaklah mudah.


Banyak jalan berduri dan lautan darah yang harus dilewatinya!


Akankah Xiao Chen berhasil melewati itu semua? Dan menjadi yang terkuat di Alam Semesta?