
Mansion Fang Qin.
Saat ini Fang Lin, Fang Ji dan Yun Feng berada di depan pintu mansion Fang Qin. Fang Lin sendiri mengetuk pintu mansion tersebut dan beberapa saat kemudian pintu-nya perlahan terbuka.
"Guru!" Ucap Li Fan sambil menangkupkan tangan-nya.
Fang Lin mengangguk-kan kepala-nya pelan dan tersenyum, Ia masuk ke dalam mansion dan melihat ke sekeliling-nya, "Dimana ayah dan ibu? Aku tidak merasakan kehadiran mereka berdua di mansion ini" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran sambil berjalan menuju sofa di ruang tengah.
"Mereka sedang berburu, Guru..." Jawab Li Fan cepat.
Fang Lin yang mendengar-nya sedikit mengangkat satu alis-nya, "Berburu? Untuk apa? Bukan-kah di kota ada yang menjual bahan makanan?" Tanya Fang Lin kembali dengan nada heran.
Mendengar itu Li Fan mengangkat pundak-nya tidak tau, "Mungkin Paman dan Bibi sekalian berlatih?" Balas Li Fan dengan nada ragu.
"Ya, Lupakan saja... Aku kesini ingin bertemu dengan-mu" Ucap Fang Lin lalu menimpali-nya, "Aku akan melatih-mu secara langsung, Apakah kau bersedia?" Timpal Fang Lin bertanya
Mendengar itu tentu membuat Li Fan terkejut, "Serius guru?!" Tanya Li Fan memastikan.
Fang Lin mengangguk-kan kepala-nya dan tersenyum, "Tentu... Dan kita akan berlatih bersama Yun Feng dan juga Fang Ji..." Ucap Fang Lin lalu duduk di salah satu sofa.
Li Fan langsung tersenyum lebar mendengar-nya, Ia sekali lagi menangkupkan tangan-nya dan berkata dengan lantang, "Aku akan berlatih dengan baik, Guru!"
"Hahaha... Bagus, Kalau begitu kita akan menunggu ayah dan ibu kembali, Aku akan ijin pamit kepada mereka terlebih dahulu" Ucap Fang Lin dan di-angguki cepat oleh Li Fan.
Li Fan duduk di dekat Fang Lin dengan senyuman lebar di wajah-nya, Ia saat ini tidak sabar untuk di latih oleh guru-nya itu.
.....
Beberapa Jam Kemudian.
Pintu mansion yang tertutup tiba-tiba saja terbuka dan beberapa saat setelah itu muncul Fang Qin dan juga Xia Mei.
"Fang'er?! Apakah itu kau?" Tanya Xia Mei memastikan.
Fang Lin sendiri langsung berdiri dan di-ikuti oleh Li Fan, "Tentu..." Jawab Fang Lin singkat sambil tersenyum lembut.
Mendengar itu Xia Mei langsung berlari kecil ke arah anak-nya itu dan langsung memeluk-nya, "Bagaimana kabar-mu? Apakah kau baik-baik saja selama ini?" Tanya Xia Mei dengan suara pelan.
Fang Lin mengangguk-kan kepala-nya pelan dan membalas pelukan ibu-nya, "Aku baik-baik saja... Ibu sendiri bagaimana?" Tanya Fang Lin.
Xia Mei melepaskan pelukan-nya dan mengangguk-kan kepala-nya cepat, "Ibu juga baik-baik saja, Nak..." Jawab Xia Mei sambil tersenyum.
"Kapan kamu kembali, Nak?" Fang Qin bertanya saat sudah dia sudah sampai di ruang tengah.
"Baru beberapa jam yang lalu, Ayah..." Jawab Fang Lin sambil menatap ayah-nya.
Mendengar jawaban anak-nya Fang Qin mengangguk-kan kepala-nya paham, Ia lalu duduk di sofa dan di-ikuti oleh istri serta anak-nya.
"Ayah, Aku disini ingin mengambil Li Fan dan melatih-nya..." Ucap Fang Lin memulai obrolan.
"Hmm? Apakah sekarang kau sudah tidak sibuk lagi?" Tanya Fang Qin dengan alis ter-angkat.
Fang Lin kembali mengangguk-kan kepala-nya dan berkata, "Ya, Ayah... Setelah rapat besok selesai, Aku memiliki waktu luang yang cukup banyak... " Jawab Fang Lin dengan nada tenang.
"Yasudah jika itu mau-mu..." Balas Fang Qin lalu menatap ke arah Li Fan yang berada di sebelah anak-nya, "Berlatih-lah dengan benar, Fan'er... Jangan bermalas-malasan" Ucap Fang Qin memberi nasihat.
Li Fan tersenyum lalu mengangguk-kan kepala-nya cepat, "Tentu saja Paman! Aku akan berlatih dengan giat!" Jawab Li Fan dengan nada semangat.
Mendengar Li Fan begitu bersemangat Fang Qin hanya tertawa pelan, Ia kembali menatap Fang Lin lalu meminta-nya untuk menceritakan pengalaman-nya di luar sana.
Fang Lin sendiri yang mendengar itu langsung menceritakan tentang diri-nya saat berada di Alam 100 Pelangi, Tidak lupa ia menceritakan tentang Zhou Fan si Kaisar Iblis yang kini telah menjadi bawahan-nya.
Di saat mendengar cerita Fang Lin, Semua orang yang ada di sana terkejut, Tidak terkecuali Yun Feng dan juga Fang Ji.
Bagaimana mungkin mereka tidak bisa untuk tidak terkejut ketika mengetahui kalau Fang Lin dapat menjadikan Kaisar Iblis sebagai bawahan-nya hanya dalam kurun waktu beberapa menit.
Usai menceritakan itu semua, Fang Lin dapat mengetahui kalau semua orang yang ada disekitar-nya kini sedang menatap-nya dengan tatapan terkejut sekaligus takjub.
"Astaga, Nak... Kau benar-benar..." Fang Qin tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena ia terlalu takjub dengan anak-nya.
"Nak, Ibu ingin bertanya serius dengan-mu..." Ucap Xia Mei lalu menimpali-nya, "Bagaimana kau bisa memiliki bakat yang tinggi? Sedangkan ayah dan ibu saja tidak memiliki bakat yang bagus... " Timpal Xia Mei bertanya.
"Emm... Aku tidak tau pasti bu, Tetapi setelah aku pulang dari bukit hijau, Aku merasa kalau bakat yang ku-miliki meningkat pesat" Jawab Fang Lin berbohong. Ia tidak ingin keberadaan system milik-nya diketahui oleh ayah dan ibu-nya, Karena ia tidak mau kalau rahasia semacam itu diketahui oleh seseorang.
Meskipun Fang Qin dan Xia Mei adalah orang tua-nya, Namun bukan berarti rahasia tentang system akan terus aman kalau mereka mengetahui-nya.
Mendengar jawaban anak-nya Xia Mei diam-diam menghela nafas pelan, Ia yakin kalau itu bukan-lah jawaban yang sebenar-nya. Meskipun begitu ia tidak akan memaksa anak-nya untuk memberitahu hal tersebut karena ia tau kalau Fang Lin memiliki alasan untuk tidak mengatakan rahasia milik-nya.
Sedangkan Fang Qin hanya diam mendengar percakapan mereka berdua, Ia memilih untuk diam walaupun ia juga penasaran dengan hal itu.
Di sisi lain, Fang Lin langsung berdiri ketika suasana menjadi hening, "Kalau begitu aku pamit dulu ayah, Ibu..." Ucap Fang Lin dan di-angguki oleh mereka berdua.
"Ya, Nak... Kalian berdua berhati-hati lah saat latihan..." Ucap Fang Qin sambil tersenyum.
"Jangan lupa kabari ibu jika ada waktu luang..." Sambung Xia Mei.
"Baik..." Balas Fang Lin dengan nada tenang.
~Whoooshhh~
Seketika Fang Lin, Fang Ji, Li Fan dan Yun Feng menghilang dari ruang tengah. Melihat kepergian anak-nya Fang Qin menghela nafas pelan, Ia lalu menatap istri-nya sambil tersenyum, "Sayang, Sudah lama sekali kita tidak melakukan kultivasi ganda... Apakah kau menginginkan-nya? Hehehe...." Tanya Fang Qin dengan tawa nakal.
Wajah Xia Mei langsung memerah ketika mendengar-nya, Ia memalingkan wajah-nya dan berkata, "A-ayo"
Mendengar jawaban istri-nya, Fang Qin tersenyum lebar dan dengan segera menggendong Xia Mei, Ia dengan cepat berjalan ke salah satu ruangan kosong.
***
Di Sebuah Ruang Hampa.
Fang Lin, Fang Ji, Li Fan dan Yun Fen muncul di kekosongan tanpa batas. Melihat semuanya berwarna putih tentu membuat Li Fan terkejut, "Tempat apa ini guru?! Kenapa tidak ada apapun disini?" Tanya Li Fan dengan nada penasaran. Ia bertanya seperti itu karena diri-nya baru pertama kali datang ke tempat semacam ini.
Mendengar itu Fang Lin tersenyum tipis, "Ini adalah dimensi yang ku-buat sendiri, Semacam dunia kecil..." Jawab Fang Lin memberitahu.
Meskipun diri-nya dapat membuat ribuan dimensi dalam sekejap, Namun ia belum bisa mengatur waktu yang ada di dimensi-nya, "Sepertinya aku perlu naik ke ranah yang lebih tinggi agar bisa mengatur waktu dimensi milik-ku..." Gumam Fang Lin pelan. Karena semakin tinggi ranah yang ia miliki maka semakin banyak juga keuntungan yang ia dapat.
"Sebelum kita latihan, Kau Yun Feng bersihkan diri-mu terlebih dahulu..." Ucap Fang Lin saat melihat tubuh Yun Feng yang di penuhi darah kering.
Yun Feng yang mendengar-nya langsung mengangguk-kan kepala-nya paham, "Baik, Tuan..." Ucap Yun Feng dan seketika bola air muncul lalu menelan diri-nya.
Bola air tersebut berputar cepat seperti pusaran dan membuat noda darah yang ada di bulu Yun Feng perlahan menghilang.
Fang Lin yang melihat itu hanya diam, Ia kemudian menciptakan sebuah batu besar yang berbentuk gunung di tangan kanan-nya lalu menoleh ke arah Li Fan, "Angkat batu ini dan bawa lari hingga 1 juta kilometer dari sini, Setelah sampai kau boleh istirahat selama 1 hari dan setelah itu kembali kesini" Ucap Fang Lin sambil mengulurkan gunung yang ada di telapak tangan-nya.
Mendengar itu Li Fan langsung menelan ludah kasar, "Guru, Bukan-kah batu itu terlihat berat? Dan lagi kenapa aku harus mengangkat-nya sambil berlari hingga 1 juta kilometer?" Tanya Li Fan yang cukup gugup.
"Hmm? Batu ini hanya memiliki berat sekitar 100 Juta ton? Dan aku menyuruh-mu melakukan itu karena ingin meningkatkan stamina yang kau miliki" Jawab Fang Lin santai. Ia melakukan ini juga karena tubuh spesial yang dimiliki oleh Li Fan, Tubuh Supreme Being milik Li Fan lebih cocok melakukan latihan fisik daripada berkultivasi.
"Hanya? Guru bilang hanya 100 Juta Ton?!" Li Fan tidak bisa berkata-kata lagi atas kegilaan yang dimiliki oleh guru-nya. Ia baru saja naik ke ranah Asal Mula dan pondasi yang ia miliki belum stabil sama sekali, Akan tetap Fang Lin sudah menyuruh-nya untuk mengangkat sebuah batu yang memiliki berat 100 juta ton? Itu gila!
"Lakukan saja... Kau ingin kuat bukan? Lagipula aku tidak akan memberikan latihan yang tidak bisa dilakukan oleh murid-ku" Balas Fang Lin dengan nada santai.
Li Fan yang mendengar-nya hanya diam, Ia menghela nafas panjang secara perlahan lalu berjalan mendekati guru-nya.
"Lepaskan batu-nya guru..." Ucap Li Fan dan di-angguki oleh Fang Lin.
Fang Lin langsung melepaskan batu tersebut, Sedangkan Li Fan mengangkat kedua tangan-nya ke atas yang sudah dilapisi oleh sebuah Qi.
~Bughhhh~
Wajah Li Fan mengeras ketika ia mengangkat batu besar tersebut, "Ugh... Ini sangat berat" Batin Li Fan dengan nada serius.
Li Fan menarik nafas-nya secara perlahan lalu mulai berjalan selangkah demi selangkah, Ia berjalan dan perlahan mulai berlari.
Fang Lin yang melihat Li Fan mulai berlari sambil mengangkat batu tersebut langsung tersenyum tipis, Ia mengirim salah satu boneka bayangan milik-nya untuk mengawasi Li Fan jika sesuatu yang tidak di-inginkan terjadi.
Di sisi lain, Yun Feng dan Fang Ji hanya bisa menelan ludah kasar ketika melihat Li Fan mengangkat batu sebesar dan seberat itu, "Aku ragu kalau aku bisa mengangkat batu seberat itu jika berada di ranah Asal Mula" Batin Yun Feng dan ia diam-diam merasa takjub kepada Li Fan.
Fang Lin yang melihat Li Fan sudah menjauh langsung membuat wadah es berbentuk lingkaran yang memiliki diameter sebesar 20 meter, Ia mengangkat satu tangan-nya ke arah wadah es tersebut dan tak lama setelah itu telapak tangan-nya mengeluarkan sebuah lava api yang sangat panas.
Lava api tersebut mengarah ke wadah es di depan Fang Lin seperti sebuah air terjun.
"T-tuan... Anda tidak berpikir untuk menyuruh-ku masuk ke dalam wadah tersebut bukan?" Tanya Yun Feng dengan nada gugup.
Fang Lin yang mendengar-nya langsung tersenyum tipis, "Ini bukan untuk-mu, Tetapi untuk Fang Ji" Jawab Fang Lin santai.
"Eh?! Aku?! Tuan! Anda sedang bergurau bukan?" Tanya Fang Ji dengan nada terkejut.
"Hmm? Aku sama sekali tidak bergurau... Dan sekarang aku sedang menyiapkan latihan untuk-mu" Jawab Fang Lin kembali dengan nada santai.
Mendengar itu Fang Ji sekali lagi menelan ludah dengan kasar, "Tapi tuan, Bukan-kah latihan yang anda berikan sedikit berlebihan? Tingkat tubuh-ku masih berada di Fana level 5 dan jika aku masuk ke dalam kolam lava itu, Aku bisa saja hangus terbakar" Balas Fang Ji menjelaskan.
"Kau tidak perlu khawatir tentang itu, Lava ini sedikit berbeda dari yang biasa-nya... Karena jika kau berendam di lava ini, Pemahaman elemen api yang kau miliki akan meningkat dengan pesat" Ucap Fang Lin lalu menimpali-nya dengan cepat, "Dan lava ini juga tidak sepanas lava seperti biasa-nya" Timpal Fang Lin menjelaskan.
Mendengar itu Fang Ji hanya diam, Ia tidak tau sepanas apa lava tersebut, Namun ia mau tak mau harus berendam karena ini adalah pelatihan yang diberikan oleh tuan-nya.
Saat wadah es tersebut sudah ter-isi penuh dengan lava, Fang Lin langsung menyuruh Fang Ji untuk berendam di kolam lava tersebut sembari berkultivasi.
Fang Ji sendiri langsung mengangguk-kan kepala-nya patuh, Ia dengan segera terbang ke atas wadah yang ber-isi lava api, "Semoga saja aku tidak mati..." Batin Fang Ji berharap sambil melapisi tubuh-nya dengan Qi.
~Bluppp~
Fang Ji dengan cepat masuk ke dalam kolam lava di bawah-nya dan seketika rasa panas menyelimuti tubuh-nya, "Ini panas..." Gumam Fang Ji pelan. Meski begitu ia masih dapat menahan-nya selama ada Qi yang menyelimuti tubuh-nya.
Di sisi lain, Fang Lin yang melihat Fang Ji masuk ke dalam kolam lava di depan-nya hanya diam, "Yue, Apakah latihan ini benar-benar efektif untuk Fang Ji?" Tanya Fang Lin memastikan.
[Ya, Tuan... Memang-nya ada apa?]
"Tidak ada..." Jawab Fang Lin sambil menggelengkan kepala-nya pelan.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.