System Sang Immortal

System Sang Immortal
Mendatangi Istana Hitam


Fang Lin kemudian menyingkirkan seluruh pertanyaan yang ada di kepalanya itu, lalu melakukan transmisi suara dengan Yue untuk memberitahu kabar kalau dirinya sudah membunuh Xu Yuan.


"Apa ada sesuatu yang terjadi, Gege?" Yue bertanya lebih dulu setelah telepati mereka berdua terhubung.


Fang Lin sedikit mengangkat alisnya, "Oh, kamu mulai memanggilku 'Gege'..."


"Ah... Apakah itu berlebihan?" Tanya Yue sedikit murung.


"Tidak, tidak. Itu terdengar manis..." Jawab Fang Lin sambil terkekeh pelan.


"Astaga, kamu sudah mulai berani menggombal." Yue berkata dengan suara malu.


Fang Lin tersenyum, "Oh, ya. Aku sudah berhasil mengalahkan Xu Yuan... Meskipun aku sudah melenyapkan tubuh dan jiwanya, akan tetapi kesadarannya masih terjebak ke dalam ilusiku." Ucap Fang Lin menjelaskan, "Apa yang kulakukan tidak masalah, kan?"


"Ya, itu tidak apa. Berarti sekarang, Gege sudah resmi menjadi penguasa di kubah ini..."


Fang Lin menghela nafas lega ketika mendengar itu, "Kira-kira, berapa lama lagi Turnamen Semesta akan dimulai?"


"Masih sangat lama. Mungkin, sekitar 988 ribu tahun lagi..." Jawab Yue dan dengan segera menimpalinya, "Dalam jangka waktu itu, Yue harap tuan gunakan waktu sebaik mungkin. Sebab, peserta yang nantinya akan tuan hadapi. Semuanya akan setara dengan Para Absolute, dan bukan hal yang mustahil jika mereka lebih kuat dari ranah Absolute."


"Aku mengerti, Yue. Aku akan menggunakan waktuku sebaik mungkin..." Fang Lin tersenyum.


Obrolan mereka berdua kemudian berakhir.


Fang Lin menghela nafas panjang dengan kedua tangan yang mengepal erat. Dia sebenarnya ingin hidup damai di kehidupan keduanya ini, tetapi siapa sangka kalau dirinya ditakdirkan menjadi salah satu Peserta Turnamen Semesta yang membuatnya tidak bisa hidup tenang.


"Keparat.... Siapa sebenarnya yang membuat Turnamen semacam ini? Apa untungnya bagi dia melakukan itu?" Fang Lin merasa marah, tanpa sadar aura membunuhnya yang pekat merembes keluar dari tubuhnya.


"Ah, sial. Amarahku di luar kendali lagi..." Fang Lin memegang wajahnya dengan tangan kanan, aura membunuhnya yang merembes keluar langsung menghilang.


Fang Lin menarik nafasnya dalam-dalam, lalu membuangnya lewat mulut. Dia kemudian memejamkan mata sambil menyebarkan Kesadaran Spiritualnya, ia berniat untuk mencari Istana Hitam dan juga bawahan langsung Xu Yuan.


.....


Satu bulan berlalu.


Fang Lin kembali membuka matanya, ia menghela nafas pendek dan menghilang dari tempatnya dalam sekejap.


***


Istana Hitam, ruangan raja.


Ling Ning Qian adalah Istri dari seorang pria bernama Xu Yuan. Saat ini, dia sedang duduk di kursi sebelah singgasana kosong dengan raut wajah khawatir.


Di dalam ruangan itu, Weng Hao dan ketujuh pilar High Fiend Moon sedang menunggu kabar dari raja mereka, raut wajah mereka juga tampak khawatir.


"Sudah cukup lama sejak Jong Hyun pergi. Kemana pak tua itu sekarang? Kenapa dia masih belum mengabari kita?" Seorang pria berjubah merah bertanya dengan nada kesal. Dia adalah Wung Chien, seorang iblis tingkat tinggi yang tidak kenal takut.


"Entahlah... Tapi, sejak beberapa hari yang lalu perasaanku sudah tidak enak." Jawab seorang pria pendek, berambut biru cerah. Dia adalah Long Yu, seorang manusia setengah Naga yang sangat kuat.


Di sisi lain, Weng Hao menyuruh mereka untuk diam, karena ratu sama sekali tidak menyukai suasana ramai.


Beberapa jam berlalu. Istana Hitam tiba-tiba saja bergetar hebat, para pilar langsung mengelilingi sang ratu dengan senjata yang sudah digenggam erat oleh mereka.


Bam!


"Ah, jadi kalian bawahan Xu Yuan..." Ucap Fang Lin dengan suara tenang.


Sesaat setelah mengatakan itu, salah satu high pilar langsung melesat maju dan menyerang Fang Lin, tentu saja itu mengejutkan para pilar yang lainnya.


"Oi, bodoh! Hentikan itu!"


Ketika pilar itu sudah berada beberapa meter di depan Fang Lin, tiba-tiba saja tubuhnya meledak menjadi potongan-potongan daging dan darahnya langsung mengotori lantai ruangan itu.


Apa yang terjadi pada pilar itu membuat semua orang terkejut, mulut merea terbuka karena tak percaya kalau High Pilar dapat terbunuh dalam sekejap mata.


Ling Ning Qian berdiri, tatapannya menyorot Fang Lin dengan dingin seakan ingin mencabiknya hingga tak tersisa, "Dimana dia?" Tanyanya dengan suara berat.


Sudut bibir Fang Lin sedikit terangkat, "Sayang sekali, kalian sudah tidak akan bertemu dengan dia lagi..."


Ling Ning Qian melebarkan mata, sesaat setelah itu ekspresinya menjadi datar.


Fang Lin sedikit mengangkat alisnya, "Kau pintar dalam mengendalikan ekspresi, ya. Tapi, sayangnya tidak dengan emosimu..." Ucap Fang Lin ketika melihat air mata yang turun dari pelupuk mata wanita cantik itu.


Ling Ning Qian memang memasang raut wajah yang datar, tetapi perasaannya saat ini benar-benar kacau.


"Nona... Apa yang harus kita lakukan?" Weng Hao merasa sangat khawatir dengan sang ratu. Dia sendiri tentu sangat sedih mendengar Rajanya yang sudah tiada, tetapi sekarang bukan waktu untuk mengeluarkan emosinya.


"Kita akan mati jika menyerang, mundur juga bukanlah hal diinginkan Raja." Long Yu berkata, sambil menyembunyikan kedua tangannya yang bergetar hebat.


"Aku tidak menyangka sang Raja akan kalah..." Wung Chien tersenyum lebar, "Kalian, pergilah dari sini. Aku akan menahannya..."


Wung Chien menciptakan Array pertahanan tingkat Dewa yang melindungi Ratu dan juga para pilar, ia kemudian berjalan keluar dari Array tersebut sambil tersenyum lebar.


Fang Lin yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya pelan, "Setelah aku mengalahkan tuanmu, kau masih bisa berpikir untuk mengulur waktu? Haah.. Kau ini bodoh atau idiot?"


Sebelum Fang Lin masuk ke Istana Hitam, dirinya sudah lebih dulu menciptakan domain Penjara Es Suci. Jadi, mereka tidak akan bisa kabur menggunakan teleportasi dan hanya memiliki satu pilihan saja yaitu, melawan musuhnya.


Senyuman di wajah Wung Chien memudar, ia baru menyadari kalau teleportasi sudah tidak bisa digunakan, "Sial. Jadi ini akhirnya..." Gumamnya pelan, aura iblis yang begitu menakutkan kemudian merembes keluar dari tubuhnya.


Wung Chien menoleh ke belakang, melihat raut dan juga para High Pilar, "Senang bisa bertemu kalian..."


Whoosh!


Iblis itu langsung menghilang dalam sekejap dari tempatnya, lalu kembali muncul tidak jauh dari tempat Fang Lin.


Wu Chien kemudian mengangkat senjatanya, bersiap untuk mengayunkannya ke arah Fang Lin. Dan kejadian yang sama kembali terulang, tubuh dari iblis itu langsung meledak menjadi potongan-potongan daging.


Long Yu menggertakkan gigi melihat temannya itu mati, amarahnya memuncak dan tanpa sadar aura membunuhnya merembes keluar dari tubuhnya.


Perlahan array tingkat dewa yang diciptakan oleh Wu Chien lenyap, dan tidak ada satupun dari mereka yang bergerak.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


Saya selaku Author System Sang Immortal ingin mengucapkan, selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang merayakan.


Author harap kalian dapat puasa penuh, kecuali untuk para perempuan. Dan, jangan lupa untuk melakukan ibadah yang wajib dilakukan :)