
Fang Lin yang mendengarkan seluruh cerita yang diceritakan Shui Ru menjadi merasa bersalah, Ia paham rasanya tinggal di tempat yang dia tidak kenal terlebih lagi hanya sendirian ditempat itu.
Fang Lin langsung mengelus kepala Shui Ru dengan pelan, "Maafkan aku karena terlalu sibuk dengan urusanku dan membiarkan dirimu tinggal sendirian di tempat yang tidak kau kenal" Ucap Fang Lin dengan nada menyesal
Shui Ru yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya berkali-kali, "Ini bukan sepenuhnya kesalahan Fang Gege" Ucap Shui Ru sambil tersenyum.
Fang Lin hanya tersenyum mendengar itu kemudian bangun dari duduknya, Ia lalu menatap kedua wanita cantik yang sedang duduk di bangku kayu, "Kalian ingin jalan-jalan?" Tanya Fang Lin sambil tersenyum.
Mue Lian dan Shui Ru yang mendengar itu langsung menatap satu sama lain dan menganggukkan kepala pelan secara bersamaan, "Em, Aku mau" Jawab Mue Lian sambil tersenyum lalu berdiri.
Shui Ru sendiri hanya menganggukkan kepalanya dan ikut berdiri bersama Mue Lian, Ia lalu berjalan ke arah Fang Lin dan menggandengnya tangan kanannya dengan cepat.
Di sisi lain, Mue Lian yang melihat itu langsung berlari kecil dan menggandeng tangan kiri Fang Lin, "Hmmph... Saudari Ru, Kamu cepat seperti biasanya" Ucap Mue Lian mendengus kesal.
"Hahaha... Kau akan terbiasa dengan tingkahku ini, Saudari Lian" Jawab Shui Ru sambil tertawa pelan untuk menanggapi itu.
Sedangkan Fang Lian yang melihat kelakuan mereka berdua hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, Ia lalu berjalan ke arah luar gua bersama Mue Lian dan Shui Ru.
.....
Saat berjalan-jalan, Fang Lin memilih untuk tidak memasuki hutan terlarang kembali, Bukannya karena dia tidak suka atau sombong, Tetapi karna dirinya belum terbiasa jika disapa oleh penghuni hutan terlarang layaknya raja di sebuah kerajaan.
Fang Lin, Mue Lian dan Shui Ru terus berjalan meskipun langit sudah malam, Memang sedikit gelap ketika mereka bertiga sedang berjalan-jalan tetapi berkat elemen api Fang Lin suasana menjadi tidak begitu gelap saat dia membuat sebuah api yang cukup besar disekitarnya.
"Ini sedikit membosankan, Apakah kau tau saran yang bagus Yue?" Tanya Fang Lin ke Yue tanpa bisa didengar oleh kedua calon istrinya.
[Hmm... Tuan mungkin bisa menonton sebuah film di tempat yang bagus agar lebih nyaman untuk di tonton]
Fang Lin yang mendengar itu sedikit menaikkan satu alisnya, "Film? Apa itu?" Tanya Fang Lin dengan nada heran, Dirinya belum pernah mendengar kata film, Meskipun dia sudah sering membaca banyak buku di perpustakaan.
[Mungkin tuan tau sebuah teater? Hal itu mirip dengan 'Film', Cuma perbedaan mereka sedikit jauh sebab Film dapat ditonton dari sebuah layar sedangkan teater hanya bisa ditonton secara langsung]
Fang Lin yang mendengar penjelasan dari Yue langsung berpikir, "Film ya... Mungkin sedikit menarik" Batin Fang Lin sambil menyunggingkan senyum tipisnya.
"Lalu, Bagaimana caranya aku menonton film?" Ucap Fang Lin kembali bertanya.
[Tuan hanya perlu membeli sebuah Artefak yang bernama 'Bola Film' di shop, Lalu tuan tinggal mengatakan kategori film yang ingin tuan tonton dan setelah itu 'Bola Film' akan secara otomatis menampilkan tontonan film yang terbaik]
Fang Lin hanya menganggukkan kepalanya mendengar itu lalu berhenti dan menatap satu persatu kedua wanita yang sedang di dekatnya, "Kalian ingin menonton sesuatu?" Tanya Fang Lin sambil tersenyum.
Shui Ru yang mendengar itu langsung bereaksi, "Menonton apa? Memangnya ada sesuatu yang menarik didekat sini?" Tanya Shui Ru yang penasaran dan diangguki oleh Mue Lian yang ikut penasaran juga.
"Kita akan menonton sebuah film" Jawab Fang Lin lalu melepaskan gandengan dari kedua wanita cantik di sampingnya, Kemudian berjalan sedikit kedepan dan berbalik melihat keduanya.
Mue Lian yang mendengar itu sedikit memiringkan kepalanya, "Film? Apa itu Fang Gege?" Tanya Mue Lian dengan nada penasaran.
Mendengar penjelasan dari Fang Lin membuat kedua wanita didepannya semakin penasaran, Mereka kembali bertanya mengenai 'Film' yang dikatakan oleh Fang Lin dan membuat Fang Lin menjelaskan semua yang dia tau.
.....
Setelah mendengar penjelasan tentang Film dari Fang Lin membuat mereka berdua makin penasaran dan ingin melihatnya secara langsung.
Mue Lian dan Shui Ru langsung sepakat untuk menonton film, Sedangkan Fang Lin yang mendengar itu langsung tersenyum, Kemudian memegang pundak mereka berdua lalu berteleportasi.
***
Di sebuah pantai, Dataran tinggi.
Tiba-tiba muncul ketiga manusia bersamaan dengan bola api kecil di dataran tinggi yang sedang menghadap ke laut. Mereka adalah Fang Lin, Mue Lian dan Shui Ru.
Saat sampai disana, Fang Lin membeli sebuah tempat duduk yang empuk dan cukup luas di shop, Kemudian mengeluarkan dari inventory.
"Kalian duduklah disana terlebih dahulu, Aku akan menyiapkan filmnya" Ucap Fang Lin menatap kedua wanita didepannya sambil menunjukkan sofa didekatnya.
Mue Lian dan Shui Ru hanya mengangguk patuh dan langsung menduduki sofa yang berada didekat Fang Lin.
Setelah duduk di sofa, Mereka berdua lalu saling bercerita sebentar tentang film dengan nada antusias, Mereka tidak sabar ingin menonton film yang dimaksud oleh Fang Lin.
Di sisi lain, Fang Lin langsung membeli Bola Film berwarna hitam polos di shop dan mengeluarkannya dari inventory, Ia lalu kembali bertanya kepada kedua wanita cantik yang sedang duduk di sofa, "Kalian lebih suka menonton tentang apa?" Tanya Fang Lin dengan nada heran.
Mue Lian yang mendengar itu langsung mengangkat satu tangannya, "Aku suka menonton yang romantis!" Jawab Mue Lian dengan nada antusias.
Sedangkan Shui Ru sedikit tersenyum tipis, "Kalau aku lebih suka tentang pembunuhan hehehe" Jawab Shui Ru dengan tawa psikopatnya.
Fang Lin yang mendengar itu sedikit terkejut lalu menggelengkan kepalanya pelan, Dia kemudian menatap bola film yang berada digenggaman tangan kanannya dan mengatakan, "Tampilkan film pembunuhan yang terdapat adegan romantisnya"
Seketika bola film melayang ke arah belakang sofa dan menampilkan sebuah layar hologram tepat didepan sofa.
Bola film tersebut lalu memulai film yang Fang Lin minta. Di sisi lain, Fang Lin yang melihat itu langsung duduk di tengah kedua wanita cantik tersebut dan mematikan api yang dia buat agar suasana menjadi sedikit mendukung.
Beberapa menit berlalu, Saat mereka bertiga menonton film, Fang Lin sedikit aneh dengan wajah dari pemeran film tersebut, "Wajah mereka sedikit berbeda dari kebanyakan orang yang pernah kutemui" Batin Fang Lin saat melihat wajah pemeran utama tersebut.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
NOTE: Wajah yang Fang Lin maksud tuh, Wajah orang korea.
Oh ya satu lagi, Author jarang up karna pengen nabung chapter untuk bulan depan, Karna author pengen targetin 60k kata untuk bulan depan, Biar bisa digaji wkwkwk.