
Xiao Chen kembali terdiam ketika mendengar perkataan gurunya, "Aku tau... Tetapi kita tidak ada pilihan lain bukan selain memberitahunya? Meskipun aku akan mati tetapi setidaknya aku ingin Xia Mei tetap hidup." Xiao Chen mengatakan ini dengan suara pelan.
"Bodoh! Itu tidak ada bedanya! Jika kau memberitahu identitas orang itu, maka keluargamu tidak akan aman di masa depan!" Ju Lao Zi berteriak dan membuat Xiao Chen terdiam.
Beberapa saat kemudian, Xiao Chen menatap Fang Lin dengan tatapan kosong, "Hey... Aku akan mengatakan semuanya, tetapi bisakah kau menjamin keselamatan keluarga serta pengikut ku?" Tanya Xiao Chen dengan nada datar.
Fang Lin yang mendengar itu langsung mengangkat pundaknya, "Itu semua tergantung mereka sendiri. Jika mereka berubah haluan dan menjadi pengikut ku, aku sebisa mungkin akan melindungi mereka." Jawab Fang Lin menjelaskan.
"Itu sudah lebih dari cukup..." Xiao Chen tersenyum dan ia mulai menjelaskan awal mula dirinya bertemu dengan orang itu sesingkat mungkin.
***
Xiao Chen, Mei Yi, Ji Feng dan Ju Lao Zi. Mereka berempat adalah kelompok yang berasal dari sekte Lembah Petir.
Kelompok tersebut dipimpin oleh Ju Lao Zi yang dikenal sebagai tetua ke-7 dari sekte Lembah Petir. Mereka semua melakukan perjalanan ke kerajaan Zhou untuk mengikuti sebuah turnamen.
Setelah mereka sampai di kerajaan Zhou dan mengikuti turnamen tersebut, awalnya tidak ada masalah sedikitpun hingga akhirnya beberapa kelompok aliran hitam membuat masalah dan mengacaukan turnamen tersebut.
Seluruh orang yang berasal dari aliran putih mau tak mau harus mengalahkan mereka dan butuh waktu beberapa hari bagi mereka untuk mengusir para kelompok aliran hitam itu.
Ji Feng adalah salah satu korban yang gugur di kekacauan tersebut, sedangkan Xiao Chen dinobatkan sebagai pahlawan karena dia telah berhasil membunuh 30% orang-orang yang berasal dari aliran hitam.
Usai menguburkan seluruh korban yang telah gugur di kekacauan itu, satu persatu kelompok aliran putih kembali ke tempat mereka masing-masing.
Sampai akhirnya kelompok Ju Lao Zi, Xiao Chen dan Mei Yi pulang ke sekte Lembah Petir. Saat di perjalanan pulang kelompok mereka dihadang oleh seorang pria bertudung.
Mereka bertiga dibuat pingsan oleh pria bertudung tersebut hanya dalam sekali gerakan dan mereka dibawa ke tempat yang tidak mereka ketahui.
Di tempat yang berbeda, Mereka bertiga terbangun dan mendapati kalau mereka berada di sebuah ruangan yang begitu megah, terdapat pilar-pilar di sekitar mereka yang mengandung energi mengerikan.
Tepat di depan mereka terdapat sebuah singgasana yang diduduki oleh seorang pria tampan dengan sepasang sayap putih di punggungnya, sosok tersebut mengeluarkan aura yang begitu agung serta mendominasi dan membuat lutut mereka bertiga bergetar hebat.
Sosok tersebut berdiri dari singgasananya dan berjalan mendekati mereka bertiga, tidak ada satupun dari mereka yang bersuara bahkan mereka bernapas dengan hati-hati agar sosok tersebut tidak tersinggung.
"Kau adalah seorang reinkarnator bukan?" Sosok tersebut bertanya dengan suara yang begitu halus dan lembut.
Ju Lao Zi dan Mei Yi tentu kebingungan mendengar itu, sedangkan Xiao Chen melebarkan matanya karena sosok didepannya mengetahui dirinya adalah seorang reinkarnator.
"B-bagaimana kau bisa tau?" Xiao Chen bertanya dengan suara yang bergetar ketakutan.
Sosok pria tersebut tersenyum tipis dan berkata, "Kau tidak perlu mengetahuinya. Aku disini ingin menyatakan kalau dirimu telah dinobatkan sebagai salah satu peserta turnamen semesta."
"P-peserta t-urnamen semesta?! A-apa itu?" Xiao Chen kembali bertanya dengan nada hati-hati.
Ju Lao Zi, Mei Yi dan Xiao Chen hanya bisa menelan ludah mereka secara kasar. Di setiap kata yang dikeluarkan Michael mengandung aura yang tidak dapat dijelaskan oleh kata-kata dan membuat mereka lemas setiap mendengarnya.
Michael sendiri hanya tersenyum melihat raut wajah kebingungan mereka, "Aku akan menjelaskan semuanya besok, sekaligus latihan pertama kalian. Sekarang beristirahat lah." Michael berkata dengan suara tenang dan seketika pandangan mereka bertiga berubah menjadi gelap.
Beberapa Bulan Berlalu, Ju Lao Zi, Mei Yi dan Xiao Chen kurang lebih sudah mengetahui kenapa mereka bertiga dibawa kesini. Sebenarnya yang Michael inginkan hanyalah Xiao Chen karena dia yang menjadi peserta turnamen semesta, hanya saja ia mengizinkan Ju Lao Zi dan Mei Yi untuk ikut latihan karena cepat atau lambat orang-orang yang berhubungan dengan Xiao Chen akan mengetahui kalau Xiao Chen telah menjadi salah satu peserta turnamen semesta.
Xiao Chen, Mei Yi dan Ju Lao Zi berlatih di ruang hampa yang dibuat oleh Michael, mereka bertiga berlatih selama puluhan ribu tahun di sana tanpa mengenal waktu.
Hingga akhirnya Xiao Chen memasuki ranah Dewa dan membuat mereka bertiga mengakhiri latihan tersebut. Michael sudah berjanji pada mereka kalau dia akan menghentikan latihan mereka jika Xiao Chen sudah memasuki ranah Dewa.
"Terima kasih atas semua yang kau ajarkan pada kami, Guru!" Xiao Chen menundukkan kepalanya sembari menangkupkan tangannya, Ia mengatakan hal itu dengan tulus ditemani senyuman tipis diwajahnya.
Ju Lao Zi dan Mei Yi juga ikut berterima kasih pada Michael dengan tulus.
Michael sendiri hanya tersenyum ketika mendapatkan ungkapan terima kasih dari mereka bertiga, "Tentu saja... Gunakan kekuatan yang kalian dapatkan untuk melindungi orang baik, dan jangan lupa untuk tidak mengatakan identitas ku bahkan ke orang terdekat kalian sekalipun" Michael berkata dengan nada tenang.
"Baik guru! Kami tidak akan mengatakan apapun tentang anda, bahkan jika nyawa kami menjadi taruhan." Mereka bertiga berkata dengan serempak kepada Michael.
"Bagus. Xiao Chen, aku berharap besar padamu... Seluruh berkah yang kuberikan, tolong gunakan dengan baik." Michael memberi ucapan perpisahan pada muridnya itu.
"Tenang saja guru, Aku tidak akan semena-mena meski hanya aku yang mendapatkan berkah dari anda." Jawab Xiao Chen sambil tersenyum lebar.
"Em, kalau begitu pergilah dan cari pengikut sebanyak-banyaknya untuk berperang melawan peserta turnamen semesta yang lain." Ucap Michael dan seketika pandangan mereka bertiga menggelap.
Mereka bertiga membuka mata secara bersamaan dan mendapati mereka yang sedang tertidur di bawah pohon besar.
"Kita kembali?" Xiao Chen bergumam dan kemudian mengecek kekuatan miliknya, Ia melakukan itu untuk memastikan apakah yang dilewatinya selama ini adalah mimpi atau bukan.
"Ternyata itu semua bukan mimpi... Aku dapat merasakan energi semesta yang melimpah mengalir di dalam tubuhku." Xiao Chen berkata dengan senyum puas di wajahnya.
Ju Lao Zi dan Mei Yi juga mengecek kekuatan mereka dan mendapati kalau kekuatan yang mereka latih selama puluhan ribu tahun di ruang hampa tidak menghilang.
Usai mengecek kekuatan mereka masing-masing, Xiao Chen berdiri dan mengajak mereka berdua untuk kembali ke sekte.
Pertama-tama yang Xiao Chen lakukan adalah kembali ke sekte Lembah Petir dan mengambil alih sekte tersebut, Ia akan merekrut orang-orang yang ingin mengikutinya dan membuang orang yang tidak mau ikut dengannya.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
NOTE: Chapter selanjutnya udah balik ke Fang Lin lagi. Chapter ini khusus untuk identitas Michael.