
"Tidak seperti terakhir kali, sepertinya kau membawa pasanganmu..." Ming Qaoshi melirik Yue, ia sendiri merasa terpana dengan kecantikannya.
"Namaku adalah Yue, aku istrinya Fang Lin." Yue menangkupkan tangannya sembari tersenyum.
Ming Qaoshi ikut memperkenalkan dirinya tetapi dia tidak menangkupkan tangannya seolah perkenalan tersebut hanya sebatas pertukaran nama dengan orang asing.
"Jadi, apa yang membuatmu kemari?" tanya Ming Qaoshi penasaran.
"Kau masih ingat dengan kesepatakan kita, bukan? Aku di sini ingin meminta tolong padamu..." ucap Fang Lin tanpa basa-basi.
"Oh, apa itu...?" Ming Qaoshi sedikit memperlihatkan ekspresi tertarik.
"Aku ingin masuk ke Land of Destruction bersamanya." ucap Fang Lin memberitahu keinginannya.
Alis Ming Qaoshi sedikit terangkat, dan bertanya, "Apa yang membuatmu ingin pergi ke sana?"
"Ada sesuatu yang ingin kucari..." jawab Fang Lin tenang.
"Sesuatu yang kau cari? Dari yang kutau, tidak ada apapun di sana selain daratan mati dan Kristal Energi tingkat Imperial." Ming Qaoshi sedikit memiringkan kepalanya, memasang ekspresi kebingungan.
"Apakah kau mengetahuinya, Guard Emperor?" Fang Lin sedikit memandang tajam anak kecil itu.
"Huh, apa maksudmu?" Ming Qaoshi mengerutkan alisnya.
Fang Lin terdiam sejenak sebelum menghela nafas panjang, "Hentikan sandiwaramu, aku tidak mau membuang waktu lebih lama lagi."
"Ketahuan rupanya, ya?" Ming Qaoshi tersenyum pahit, lalu melanjutinya dengan ekspresi yang serius, "Apa alasanmu berbohong mengenai portal hitam? Apakah kau ingin menguasainya seorang diri?"
Fang Lin tersenyum tipis, ia tidak menjawab dan bertanya, "Apa yang kau lakukan kalau berada di posisiku saat itu?"
Ming Qaoshi membisu ketika mendapatkan pertanyaan tersebut, kemungkinan besar yang akan ia lakukan adalah sama seperti Fang Lin. Bagaimana tidak? Harta yang ditinggalkan oleh seorang Celestial Absolute adalah sesuatu yang nilainya benar-benar tidak bisa diucapkan dengan kata-kata, ia pastinya akan mempertaruhkan nyawa untuk menyembunyikan informasi semacam itu.
Melihat Ming Qaoshi tidak menjawab pertanyaannya membuat Fang Lin menggelengkan kepalanya pelan, "Karena kau sudah mengetahui fakta tentang portal hitam itu, tidak ada alasan bagimu untuk marah, bukan?"
"Yah, kau benar. Lagipula, aku sudah memutuskan untuk memberikannya padamu..." Ming Qaoshi mengangkat tangan kanannya ke depan dan muncul sebuah Giok berwarna hijau yang mempunyai bentuk seperti segitiga, "Aku sudah tidak tertarik mengambil harta itu, sudah ada banyak korban karenanya."
Fang Lin sedikit mengerut alisnya ketika mendegar itu, ketika ia ingin mengambil giok tersebut-- Ming Qaoshi menarik tangannya.
"Apa maksudmu?" kerutan di alis Fang Lin semakin menjadi.
"Katakan 'Tolong' agar kesepakatan kita selesai." Ming Qaoshi berkata demikian supaya dirinya tidak terikat dengan sumpah Dao of The Heavens lagi.
"Ah, begitu... Tolong berikan Giok itu." Fang Lin tanpa banyak berpikir langsung menurutinya.
"Baiklah, dengan begini kesepakatan kita selesai." Ming Qaoshi mengulurkan tangan kanannya, dan Fang Lin mengambil giok tersebut.
"Maafkan aku karena telah membohongimu." Fang Lin menangkupkan tangannya.
"Itu tidak masalah." Ming Qaoshi memahami posisi Fang Lin, kemudian ia bertanya, "Tapi apa yang kau lakukan setelah ini?"
"Kurasa kau sudah mengetahui jawabannya, bukan?" Fang Lin tersnyum tipis, dan Ming Qaoshi segera memasang raut wajah masam, "Sepertinya korban yang kau singgung sebelumya menyangkut Dunia Hanggu..."
"Dia menggila..." Ming Qaoshi berkata, suaranya cukup pelan dan sedih.
"Aku penasaran dengan awal mulanya, bisa kau ceritakan?" Fang Lin bertanya, anak kecil itu mengangguk pelan untuk menanggapinya.
***
Beberapa saat setelah kesepakatan antara Guard Emperor dan sekte Bintang Abadi selesai, entah dari mana asalnya ada rumor di Dunia Xiangu dan Dunia Hanggu mengenai kebenaran tentang portal hitam.
Awalnya Ming Qaoshi dan Ling Mo sama sekali tidak mempercayai rumor tersebut dan memilih untuk mengabaikannya, tetapi rumor itu tidak berhenti dan malah semakin besar sehingga membuat keduanya terpaksa untuk mencari tau siapa sosok yang menyebarkannya.
Sudah lama Ming Qaoshi dan Ling Mo mencari pelakunya tetapi tidak ada satupun orang yang mengaku, mereka selalu mengatakan kalau rumor itu berasal dari orang lain.
Ming Qaoshi dan Ling Mo tadinya mencurigai Fang Lin sebagai pelakunya, tetapi setelah memikirkan beberapa alasan membuat mereka berdua menyingkirkan kecurigaan itu.
Setelah waktu berlalu dan rumor yang membengkak sudah membuat banyak keributan dari berbagai pihak, Ling Mo memutuskan untuk pergi ke Alam 7 Harta Surgawi dan mencari Menara yang dimaksud oleh rumor tersebut.
Ling Mo pada saat itu begitu terkejut ketika menemukan sebuah Menara asing di dalam Alam 7 Harta Surgawi dan sebuah Giok yang dikatakan oleh rumor tersebut. Pikirannya menjadi kacau dan ada banyak sekali bisikan dari orang-orang di sekitarnya untuk mengambil alih tiga dimensi yang menjadi kunci menuju dimensi peninggalan Celestial Absolute.
Ming Qaoshi sendiri tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mendengar kabar tentang Menara di Alam 7 Harta Surgawi, pada saat itu juga dirinya langsung mengirimkan bawahan sebanyak mungkin ke Land of Destruction dan memerintahkan mereka untuk mencari Menara itu.
Karena di Land of Destruction tidak bisa menggunakan Kesadaran Spiritual, mereka membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menemukannya.
Usai ditemukannya Menara, Ming Qaoshi tanpa banyak berpikir langsung datang dan mengambil giok di dalam Menara tersebut
Ming Qaoshi jelas merasa tertarik dengan rumor itu, kalau dimensi peninggalan bekas Celestial Absolute memang ada maka ia tidak akan segan untuk menguasainya.
Namun Ming Qaoshi memikirkan dampak jika melakukan tindakan semacam itu, ia samar-samar bisa melihat masa depan yang mengerikan.
Ming Qaoshi akhirnya memutuskan untuk diam dan mengawasi situasinya terlebih dahulu. Rumor mengenal penemuan Menara dan Giok di Land of Destruction tersebar luas entah bagaimana caranya, tidak lama setelah itu Ling Mo yang tidak lain ada Patriark sekte Bintang Abadi menyatakan perang pada Dunia Xiangu.
Ming Qaoshi sebenarnya ingin mendiskusikan masalah ini dengan baik, tapi Ling Mo enggan untuk bertemu dan menutup mata serta telinganya ketika perang dimulai.
Perang itu berlangsung selama bertahun-tahun sampai akhirnya berakhir ketika pihak sekte Bintang Abadi mengalami banyak sekali kerugian, dan putri satu-satunya mengalami koma karena racun yang berasal dari orang Guard Emperor.
Karena hal itu, perang kembali terjadi setelah puluhan tahun lamanya. Ling Mo bersama sekte Bintang Abadi menyerang Dunia Xiangu dengan serangan beruntun, tetapi hasil dari perang kedua tidak berbeda jauh dengan hang pertama.
Akhirnya setelah perang kedua berakhir, Dunia Hanggu ditutup dan sekte Bintang Abadi harus memulihkan luka yang diterima dari dua perang yang terjadi dalam waktu berdekatan.
***
Mendengar cerita itu dari Ming Qaoshi membuat Fang Lin menganggukkan kepalanya beberapa kali, ia menyadari kalau sifat serakah yang berlebihan mampu membuatmu jatuh ke dalam jurang kegelapan tanpa ujung.
"Sepertinya ini akan sulit..." Fang Lin bergumam kecil, ia mungkin harus melewati beberapa hal yang merepotkan untuk mendapatkan Giok di tangan sekte Bintang Abadi, "Mungkin aku akan merepotkanmu kali ini." Fang Lin berkata demikian pada istrinya lewat telepati.
"Sejak awal aku sudah siap direpotkan olehmu, sayang." balas Yue cepat.
Fang Lin tidak menanggapi dan matanya teralih pada Ming Qaoshi, "Kalau begitu, aku akan pergi dari sini. Apakah kau punya kata-kata perpisahan? Sepertinya ini akan menjadi pertemuan terakhir kita..."
Ming Qaoshi sedikit melebarkan matanya sebelum senyum pahit terlihat jelas di wajahnya, "Kuharap kau tidak melenyapkan sekte Bintang Abadi."
Fang Lin sudah cukup curiga kalau Ming Qaoshi telah mengetahui basis kultivasinya sejak awal, dan jawaban yang diberikan oleh anak kecil itu menguatkan kecurigaannya.
"Yah, aku harap aku tidak perlu sampai melakukannya." Fang Lin membalas dengan santai, lalu menghilang dari sana dalam sekejap bersama Yue.
"Semoga saja..." Ming Qaoshi melepaskan kedua tangannya yang terlipat di belakang pinggang, dan menemukan kedua tangannya itu bergetar hebat, "Aku sudah cukup baik menahan kegugupanku sejauh ini."
Bersambung....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.