System Sang Immortal

System Sang Immortal
Membuat Pemukiman Baru Di Dunia Abyss


Selama beberapa ratus ribu tahun terakhir, Fang Lin terus memeriksa peringkat kekuatan tempur peserta Turnamen di Tugu Batu yang ada di luar angkasa Dunia Abyss. Sejauh yang ia lihat, peringkatnya cukup sering berubah tetapi masih masuk ke dalam angka sepuluh besar.


Alasan Fang Lin tidak menempati peringkat pertama karena dia tidak pernah mengeluarkan secara menyeluruh bawahan miliknya, ia hanya ingin tau berapa banyak kekuatan tempur yang dibutuhkan untuk bisa memasuki posisi sepuluh besar.


Saat ini Fang Lin menempati peringkat empat dengan adanya 17 Absolute bayangan yang bersamanya. Jika dibandingkan dengan beberapa ratus ribu tahun terakhir, mereka 'para peserta Turnamen Semesta' sudah berkembang sangat pesat.


"Hm, aku penasaran, apakah mereka juga melakukan hal yang serupa denganku?" Fang Lin bertanya-tanya setelah memerintahkan para bayangannya itu kembali, "Yah, itu bukanlah sesuatu yang tidak mungkin mereka lakukan."


Fang Lin cukup yakin kalau setidaknya ada satu orang yang melakukan cara seperti dirinya ini, dan ia jauh lebih penasaran dengan jumlah kekuatan tempur dari orang-orang semacam itu daripada mereka yang mengeluarkan semuanya sekaligus.


"Omong-omong, aku harus memperkuat pondasi kubah ini dan menciptakan pemukiman yang sempurna." Fang Lin bergumam kecil sembari menatap daratan padang rumput yang berada tepat di bawah kakinya.


Karena hukum Ruang akan dilarang selama Turnamen Semesta berlangsung, dan setiap makhluk di Dunia Abyss tidak bisa berpindah Dunia maka dirinya berniat menciptakan tempat tinggal untuk keluarga serta bawahannya.


Sebenarnya Fang Lin ingin keluarganya tidak ikut campur dalam Turnamen Semesta dan meminta mereka untuk keluar dari Dunia Abyss sebelum itu dimulai, namun sayangnya mereka menolak keras keinginannya tersebut karena ingin terus bersamanya dalam keadaan apapun.


Melalui skill Creator dan beberapa hukum lainnya, Fang Lin menciptakan ekosistem yang dulunya telah musnah karena ledakan dari pemukiman palsu. Lautan, gunung, danau, hutan, daratan salju dan lain-lain mulai tercipta dalam kurun waktu yang sangat singkat.


Fang Lin juga menciptakan berbagai jenis makhluk hidup untuk membantunya menghidupkan wilayah-wilayah yang baru saja ia ciptakan.


Setelah itu, Fang Lin menciptakan pemukiman di atas pada rumput tanpa ujung. Tentu saja yang ia ciptakan bukanlah pemukiman sederhana pada umumnya, ada banyak hal yang ditempatkan di sana supaya orang-orangnya tidak merasa bosan atau semacamnya.


Kemudian, Fang Lin menggunakan teknik Cahaya Segel Aurora untuk melindungi pemukiman tersebut. Ia juga menanamkan hukum Anti-Manipulasi dan membuat orang-orang yang tinggal di pemukiman itu tidak akan berpengaruh pada hukum Manipulasi Absolute.


Menyiapkan semua itu sampai ke detail terkecil membutuhkan waktu seharian untuk Fang Lin melakukannya, hembusan nafas panjang keluar dari mulutnya lalu matanya teralih ke langit dengan tenang.


"Sekarang tinggal menunggu waktu sampai saat itu tiba." Fang Lin bergumam kecil, lalu kembali melanjutinya, "Dan juga, aku harus menguasai teknik itu dengan sempurna sebelum Turnamen dimulai."


***


Setiap harinya Fang Lin dan orang-orang di sekitarnya terus mempersiapkan diri mereka untuk mengikuti Turnamen Semesta.


Sekarang tinggal beberapa bulan lagi sebelum Turnamen Semesta dimulai, dan Fang Lin sudah memindahkan semua bawahan serta keluarganya ke pemukiman yang sudah dirinya ciptakan seratus ribu tahun lalu.


Yue memberitahu kalau inventory dan shop tidak akan bisa digunakan setelah Turnamen Semesta dimulai karena 'Hukum Ruang' yang dilarang, jadi mau tak mau Fang Lin harus mengeluarkan semua barang-barang yang tersimpan di inventory dan menyimpannya di bangunan dekat tempat tinggalnya.


Saat ini, Fang Lin sedang berdiri tepat di depan bangunan yang menyimpan barang-barangnya. Di sekitar sana terdapat bangunan megah yang menjadi tempat tinggal keluarganya, setiap istrinya mempunyai Istana tersendiri untuk tempat mereka melakukan latihan tertutup.


"Sudah lama aku tidak menggunakan sarung pedang..." Fang Lin menjadi bernostalgia ketika melihat pedang Pembunuh Absolute tersarung di pinggang sebelah kanannya, "Ini cukup menyenangkan."


Pada saat Fang Lin hendak pergi dari sana, ia bisa melihat kalau ada seorang anak kecil sedang tersenyum lebar ke arahnya.


Anak kecil tersebut mempunyai rambut putih dengan mata berwarna biru safir seperti Fang Lin, sepasang telinga binatang terlihat jelas di kepalanya. Dia adalah Fang Lu Shen, anak dari Fang Li Dao dan Diao Chan, sekaligus cucu Fang Lin.


"Kakek!"


Fang Lu Shen mengangkat tangan kanannya untuk menyapa sembari berlari menghampiri.


"Shen'er! Cucuku tersayang!" Fang Lin mengangkat anak kecil itu, lalu membopongnya, "Ini masih sangat pagi, kenapa kamu sudah bangun?"


Fang Lin sedikit memiringkan kepalanya, karena setiap bangunan di pemukiman ini sudah dilapisi pelindung yang kedap suara jadi suara yang ada di dalam bangunan tidak akan bisa sampai keluar pelindung, begitupun sebaliknya.


Selain kedap suara, pelindung tersebut juga mampu menghalangi Kesadaran Spiritual makhluk hidup yang berasal dari luar. Namun, ada beberapa orang yang diberikan akses untuk menyebarkan Kesadaran Spiritual dengan bebas di pemukiman ini dan salah satunya adalah Fang Lin, penciptanya.


"Berisik, ya?" Fang Lin bisa menebak apa yang terjadi, jadi dirinya memutuskan untuk tidak menyebarkan Kesadaran Spritualnya, "Dasar, membiarkan anaknya berkeliaran tanpa pengawasan. Sepertinya aku harus menghukumnya..."


"Eh? Kakek ingin menghukum ayah?" tanya Fang Lu Shen, matanya sedikit berkaca-kaca seolah merasa sedih.


"Tidak, kamu salah dengar..." Fang Lin mengusap kepala Fang Lu Shen, lalu melanjutinya, "Omong-omong, ayo ikut kakek jalan-jalan. Sebentar lagi kakek akan sibuk loh, ada kemungkinan kita tidak bisa bertemu untuk sementara waktu."


"Oh, kakek mau perang, bukan?! Bolehkah aku ikut?!" Fang Lu Shen bertanya, nadanya terdengar antusias.


"Hahahaha... Kamu masih kecil, dan perang itu sama sekali tidak menyenangkan. Lebih baik kamu berlatih sampai bisa sekuat kakek!" jawab Fang Lin sembari tersenyum.


"Bagaimana aku bisa sekuat kakek?" Fang Lu Shen dengan buru-buru bertanya.


"Ada banyak hal yang dibutuhkan untukmu agar biasa sekuat kakek, tapi ada satu hal yang terus diingat, jangan pernah sekalipun merasa malas untuk latihan." ucap Fang Lin, lalu segera melanjutinya, "Meskipun bakatmu setinggi langit sekalipun, kamu akan tetap berada di bawah kalau terus bermalas-malasan."


"Begitu, ya?! Aku mengerti, kakek! Akan kuingat ini selamanya!" balas Fang Lu Shen, matanya terlihat berbinar dan ia melakukan gerakan seolah sedang antusias.


Fang Lin tersenyum tipis, ketika dirinya hendak pergi dari sana, ada suara yang memanggil dan membuatnya berhenti.


Pemilik suara tersebut tidak lain adalah Fang Li Dao, dia memperlihatkan senyum pahit ketika Fang Lin menoleh ke arahnya.


"S-selamat pagi, ayah." Fang Li Dao berkata dengan suara yang sedikit gugup.


"Oh, nak. Apa kamu sudah selesai bersenang-senang?" Fang Lin tersenyum tipis ketika menanyakan itu.


"Hiiik!" Fang Li Dao langsung tersentak, lalu menggelengkan kepalanya cepat, "Tidak, tidak. Jangan salah paham, ayah!"


"Yah, tidak perlu beralasan." Fang Lin menolak untuk mendengarnya, "Aku ingin membawa Shen'er jalan-jalan, kembalilah..."


"Ugh, aku mengerti, ayah." wajah Fang Li Dao sedikit memerah karena malu, kemudian berbalik dan berjalan dengan lesu.


Fang Lu Shen tersenyum dan melambaikan tangan kanannya ke arah ayahnya, "Sampai jumpa, ayah!"


"Ah, iya... Hati-hati, nak. Jangan sampai merepotkan kakek." Fang Li Dao berbalik sembari melambaikan tangannya.


"Hehehehe, baik!"


Setelah menjawab demikian, Fang Lin langsung menggunakan skill teleportasi dan membawa cucunya tersebut jalan-jalan.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.