
Fang Lin kemudian mendongakkan kepalanya ke atas dan mendapati sebuah pusaran di atas langit yang terus berputar, ia menghela nafas panjang lalu berkata, "Hentikan ini... Wahai Dewa Kera, Sun Wukong. Aku adalah pemimpin dari mereka semua dan aku memiliki alasan untuk mengambil alih Kerajaan ini."
Hening... Tidak ada jawaban sama sekali dari Dewa Kera setelah Fang Lin mengatakan itu, yang terdengar hanyalah suara gemuruh petir saja.
Beberapa saat kemudian, sebuah suara tiba-tiba saja muncul di langit, "Kau... Adalah penerus Dewa Perang?"
Fang Lin menganggukkan kepalanya pelan dan menjawab, "Benar..."
"Lalu?"
"Huh?" Fang Lin sedikit mengerutkan alisnya ketika mendengar itu.
"Lalu kenapa? Apakah kau berpikir kau dapat lolos dariku hanya karena kau adalah penerus dari Dewa Perang?" Ucap suara yang menggema itu dan dalam sekejap seluruh bangunan yang ada di Kerajaan Hezuo rata dengan tanah.
Yang tersisa sekarang hanyalah bangunan-bangunan yang berada di bagian dalam Supreme Barrier.
"Haah... Ini akan sulit." Fang Lin menghela nafas panjang setelah melihat kondisi yang ada di luar domain Supreme Barrier.
"Baiklah. Aku akui kesalahanku..." Ucap Fang Lin lalu menimpalinya dengan cepat, "Apa yang harus kulakukan supaya kau memaafkan kesalahanku?"
"...."
"Penggal kepalamu... Jika kau melakukannya, seluruh perbuatan yang telah dilakukan oleh anak buahmu akan kumaafkan."
Fang Lin terdiam ketika mendengarnya, ia kemudian menyimpan topeng hitam polos yang ada di tangannya dan disaat yang bersamaan muncul sebuah pedang berwarna hitam legam.
"Apakah kau berjanji akan menepati janjimu?" Tanya Fang Lin dengan kepala yang masih mendongak ke langit.
"Tentu saja... Tidak mungkin bagi Binatang Primordial semacamku tidak menepati janji."
Fang Lin menganggukkan kepalanya dan membalas, "Baiklah." Ia mengangkat pedang Raja Neraka ke atas lalu menundukkan kepalanya.
Slassh!
Dalam sekejap pedang yang ada di tangan Fang Lin menebas kepalanya sendiri.
Brugh.
Kepala Fang Lin jatuh ke tanah dan menggelinding di tanah.
Seluruh bawahan yang ada di kapal terbang Star Universe tidak bisa untuk tidak terkejut ketika melihat itu, hampir dari mereka semua berteriak memanggil tuan mereka.
"TUANNNN!!!!" Mereka berteriak secara serempak.
Mereka semua berniat untuk keluar dari Kapal Terbang untuk menghampiri tuan mereka itu, akan tetapi Diablo yang berada di ruangan pengendali kapal langsung mencegah mereka.
"Jangan ada yang keluar! Tuan akan baik-baik saja!" Diablo dengan suara tinggi berkata lewat telepati.
Para bawahan Fang Lin langsung terdiam ketika mendengarnya, tentu ucapan Diablo barusan membuat semuanya kebingungan.
"Apa maks-" Kata-kata Li Fan terhenti ketika melihat kepala gurunya kembali tumbuh dengan cepat.
Disaat yang bersamaan kepala Fang Lin yang berada di tanah mengeluarkan asap dan perlahan lenyap tanpa jejak sedikitpun.
"Andai aku tidak memiliki regenerasi, mungkin aku memerlukan waktu untuk hidup kembali." Fang Lin membatin ketika kepalanya telah tumbuh dengan sempurna.
Fang Lin kemudian kembali mendongakkan kepalanya ke langit dan senyum tipis terukir jelas di wajahnya, "Seharusnya kita tidak memiliki masalah lagi bukan?" Tanya Fang Lin dengan nada yang sedikit mengejek, ia yakin kalau Dewa Kera tidak menyangka jika dirinya mempunyai tubuh yang dapat beregenerasi.
"Bagus... Bagus... Aku tidak menyangka kalau kau memiliki tubuh spesial yang dapat melakukan regenerasi." Sebuah suara muncul di langit.
"Kalau begitu masalah yang anak buahmu perbuat di Kerajaan Hezuo sudah kumaafkan..."
"Bai Huan?" Alis Fang Lin mengerut ketika mendengarnya, dan tak lama setelahnya matanya melebar tak percaya.
"Kau... Apa yang kau lakukan pada bawahanku yang berada di Kerajaan Qiyen?" Tanya Fang Lin dengan raut wajah yang begitu serius..l
"Hahahaha... Pikir saja sendiri." Tawa mengejek menggema di langit Kerajaan Hezuo.
Fang Lin mengepalkan tangannya hingga mengeluarkan urat-urat hijau, "Cepat katakan... Aku sama sekali tidak ingin bermain-main." Ucap Fang Lin dengan suara pelan, ia sebisa mungkin untuk tidak mengeluarkan aura membunuhnya.
"Hoo... Kau tampaknya sangat marah."
Fang Lin menggerakkan giginya dan beberapa saat kemudian ia menghela nafas pelan, "Dewa Kera... Jika kau membunuh para bawahaku, tidak peduli siapa dirimu... Aku akan membunuhmu." Ucap Fang Lin sambil tersenyum.
"....."
"Hahahaha... Menarik, menarik! Aku suka dengan sifatmu." Suara tawa kembali menggema di seluruh Kerajaan Hezuo.
Tak lama setelah itu, Seorang manusia setengah kera muncul di atas langit, ukurannya sangat normal seperti manusia pada umumnya.
Dengan senyum lebar manusia setengah kera itu terbang turun dari langit dan mendekati Supreme Barrier milik Fang Lin.
"Kau.. Dewa Kera?" Fang Lin bertanya dengan nada memastikan, ia sama sekali tidak dapat melihat tingkat kultivasi dari manusia setengah kera itu.
"Menurutmu?" Sun Wukong memegang Supreme Barrier yang ada di hadapannya usai mengatakan itu.
Fang Lin menahan nafasnya ketika mendengar jawaban dari manusia setengah kera yang ada di luar Supreme Barrier, "Apa yang ingin anda lakukan sekarang?" Fang Lin bertanya dengan kata-kata formal.
Sun Wukong tidak menjawab melainkan memejamkan matanya sambil memegang Supreme Barrier dengan satu tangannya. Beberapa saat kemudian, senyuman di wajahnya memudar dan kerutan terukir jelas di alisnya.
"Ini... Sihir penghalang bukan?" Sun Wukong bertanya ketika ia sudah membuka matanya kembali.
Fang Lin terdiam sesaat ketika mendengarnya lalumenganggukkan kepalanyak, "Ya, Itu adalah Sihir." Jawab Fang Lin cepat.
"Dari mana kau mempelajari sihir sekuat ini?" Sun Wukong kembali bertanya dengan raut wajah serius.
"Sebelum saya menjawabnya. Jawablah pertanyaan saya terlebih dahulu." Ucap Fang Lin lalu menimpalinya dengan cepat, "Bagaimana keadaan seluruh bawahan saya yang ada di wilayah Kerajaan Qiyen?"
Sun Wukong terdiam ketika mendengarnya, ia sebenarnya tidak memiliki niat untuk memberitahu hal itu kepada Fang Lin, akan tetapi ia sangat penasaran tentang bagaimana pria berjubah hitam mewah di depannya dapat mempelajari sihir kuat semacam Supreme Barrier.
"Haah... Baiklah. Keadaan para anak buahmu yang ada di Kerajaan Qiyen, mereka semua baik-baik saja, aku sama sekali tidak melukai mereka bahkan segorespun." Sun Wukong menghela nafas panjang lalu memberitahu.
"Buktikan perkataan anda..." Fang Lin tentu saja tidak akan mempercayai perkataan Dewa Kera di depannya begitu saja, ia memerlukan bukti nyata mengenai para bawahannya itu.
Sun Wukong mendegus pelan ketika mendengarnya, dan tidak sampai satu detik muncul sebuah kaca berukuran sedang.
Dalam pantulan kaca tersebut, terlihat puluhan ribu makhluk hidup sedang berdiam diri di dimensi putih tanpa ujung. Mereka semua adalah bawahan Fang Lin yang kini sedang menunggu kabar dari tuan mereka.
"Bagaimana... Mereka semua baik-baik saja bukan?" Sun Wukong bertanya sambil menatap wajah Fang Lin.
Fang Lin sendiri menganggukkan kepalanya ketika mendengar itu, "Baiklah... Tetapi saya memiliki satu permintaan lagi." Fang Lin mengangkat jari telunjuknya ketika mengatakan itu.
"Aku tau... Kau ingin aku membebaskan seluruh anak buahmu bukan? Tenang saja, aku berjanji akan melakukannya." Sun Wukong berkata dengan nada santai, ia jelas mengetahui isi pikiran dari pria berjubah mewah di depannya.
Fang Lin tersenyum puas ketika mendengar itu, ia kemudian menjelaskan tentang dirinya yang mempelajari sihir Supreme Barrier.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RAYE 5 >> COMMENT.