
[Ding! Berhasil memindahkan tuan]
Mendengar apa yang dikatakan system, Fang Lin perlahan mulai membuka matanya.
"Dimana ini system?" Tanya Fang Lin sambil mengedarkan pandangannya namun sia-sia karena disekitarnya sangat gelap.
Fang Lin saat ini seperti berada di ruangan yang gelap dan tidak memiliki ventilasi sedikitpun.
[Ding! Mohon tunggu sebentar]
"Tuan!!! Anda dimana?" Teriak Guo Ren dan Yang Jian menggema.
Fang Lin langsung bereaksi ketika mendengar suara bawahannya.
"Yang Jian, Guo Ren? Mereka juga ikut masuk?" Ucap Fang Lin dalam batin.
"Aku disini!" Ucap Fang Lin dengan teriakan kecil.
Para bawahan yang mendengar itu langsung melesat ke arah Fang Lin, Mereka juga mengedarkan kesadaran untuk mengetahui dimana mereka.
"Tuan... Sekarang kita berada dimana?" Tanya Yang Jian setelah sampai di dekat tuannya.
"Entahlah, Aku juga tidak tau" Jawab Fang Lin.
[Ding! Tuan saat ini berada di sebuah dunia kecil yang di ciptakan oleh seorang dewa]
"Dunia kecil? Siapa dewa itu?" Tanya Fang Lin ke system.
[Dewa Perang, Dia adalah salah satu dewa kuno yang terkuat]
"Hmm? Untuk apa dewa perang membuat dunia kecil di alam rendah seperti ini?" Batin Fang Lin terkejut sekaligus penasaran dan mengerutkan alisnya sambil berpikir.
"Tunggu, Bukankah ini terlalu kecil untuk dibilang dunia kecil?" Tanya Fang Lin ke system.
Dia sendiri sudah mengedarkan kesadarannya, Mereka bertiga saat ini seperti berada di ruangan yang cukup kecil yang mungkin hampir sama luasnya dengan kamar penginapan.
[Ding! Ruangan ini sudah dipasang ilusi oleh dewa perang, Jadi sekuat apapun orang yang mengedarkan kesadarannya, Hanya akan merasakan seperti berada diruangan kecil]
"Jadi aku harus bagaimana?" Tanyanya lagi ke system.
[Ding! Tuan hanya perlu berjalan lurus hingga ujung dan disana seperti ada sebuah tombol untuk membuka sebuah gerbang dunia kecil]
Fang Lin mendengar itu hanya mengangguk dan berkata kepada bawahannya "Ikuti aku, Kita pergi dari sini"
Yang Jian mendengar itu hanya mengangguk dan mengikuti Fang Lin, Sedangkan Guo Ren kebingungan dan bertanya "Maksud tuan muda... Kita bisa pergi dari ruangan kecil ini?"
"Iya" Jawab Fang Lin singkat.
Guo Ren hanya mengelus janggutnya ketika mendengar jawaban dari Fang Lin.
...
Tak lama setelah berjalan, Fang Lin saat ini sudah sampai di ujung ruangan dan meraba-raba tembok untuk mencari tombol yang dimaksud oleh system.
Dalam beberapa helaan nafas Fang Lin sudah menemukan tombol yang system maksud, Tanpa basa basi dirinya langsung memencet tombol tersebut dan berjalan menjauh.
...
Beberapa saat kemudian, Tembok yang tadi Fang Lin sentuh kini perlahan terbuka dan sinar matahari yang keluar dari pintu batu tersebut mulai menyentuh tubuh Fang Lin.
Fang Lin langsung berjalan maju karena tidak sabar memasuki dunia kecil yang dibuat oleh seorang dewa.
***
Di Alam Dewa, Kediaman dewa perang.
Seorang pria tampan dengan rambut hitam kini sedang bermeditasi dan tidak lama kemudian dia membuka matanya.
Dewa Perang tersebut bernama Yuan Zhong, Dirinya dinobatkan sebagai dewa perang oleh kaisar dewa saat membawakan kemenangan melawan aliansi istana kegelapan miliyaran tahun yang lalu.
Yuan Zhong langsung melambaikan tangannya, Dalam sekejap keluar cermin yang cukup besar dan disana memperlihatkan 3 orang makhluk hidup.
"Hmm? Bagaimana mungkin seorang tahap fana menembus ilusi ku? Apakah mereka tidak sengaja? Atau mereka semua memiliki hati yang suci?" Ucap Yuan Zhong sedikit heran, Walaupun dirinya membuat dunia kecil di alam rendah akan tetapi ia membuat ilusinya hanya akan bisa dimasuki oleh manusia yang memiliki hati yang bersih.
Karena penasaran Yuan Zhong menjentikkan jarinya dan keluar sebuah bola kristal putih dari ruang hampa.
"Perlihatkan apa yang terjadi sebelumnya" Ucap Yuan Zhong ke kristal putih tersebut.
Kristal putih tersebut langsung menayangkan apa yang terjadi sebelumnya.
...
Beberapa setelah melihat kejadian yang ditayangkan oleh kristal putih tersebut, Yuan Zhong terdiam sesaat.
"Anak itu sungguh aneh" Gumam Yuan Zhong sedikit bingung.
"Dan juga dia memiliki 1 anak buah immortal dan Kaisar Surgawi, Apakah dia dari klan besar?" Lanjutnya bergumam.
"Tidak, Aku membuat dunia kecil itu di alam yang rendah bahkan disana tahap immortal sangat dihormati, Jadi tidak mungkin ada klan besar yang menyuruh seorang immortal untuk mengawal anak kecil" Ucapnya yang kali ini dalam hati.
Tak lama berdiam, Yuan Zhong tersenyum tipis melihat arah kristal putih tersebut, Ia lalu berkata "Sungguh bocah yang menarik, Dirinya juga mencapai tahap raja *8 di alam rendah seperti itu? Mungkin jika alam yang lebih tinggi aku memakluminya"
"Baiklah sudah kuputuskan, Dia akan menjadi pewaris ku dan aku akan memperhatikannya" Ucap Yuan Zhong seraya menghilang kristal putih dan menengok ke arah cermin.
***
Ditempat Fang Lin.
Kini dirinya berjalan ke arah pintu masuk dunia kecil itu dan diikuti oleh bawahannya, Fang Lin langsung menahan nafas setelah melihat pemandangan didepannya begitu juga dengan Yang Jian dan Guo Ren.
"Sungguh ciri khas dewa perang" Batin Fang Lin sambil menggelengkan kepalanya pelan.
"Tempat yang sangat mengerikan" Ucap Yang Jian dan Guo Ren bersamaan.
Fang Lin dan bawahannya melihat sebuah tanah yang luas dan terdapat banyak mayat yang mati dengan mengenaskan, Baik itu manusia atau hewan semuanya disajikan oleh pemandangan tersebut.
"Tempat yang cocok untuk dijadikan medan perang hahaha" Ucap Fang Lin sambil tertawa kecil saat melihat lagi pandangan didepannya.
"Tuan apakah anda tau dimana ini? Ini... Sungguh tempat mengerikan" Ucap Yang Jian sedikit gelisah karena takut ada lawan yang kuat datang menyergap mereka.
Yang Jian bukan takut kehilangan nyawanya akan tetapi dirinya lebih takut kehilangan nyawa tuannya.
"Ini hanya dunia kecil, Dan yang kalian berdua lihat itu hanyalah sebuah benda mati" Ucap Fang Lin dengan tenang.
"Tapi ini semua terlihat sangat nyata" Balas Guo Ren sedikit terkejut dengan ucapan tuannya.
"Entahlah, Mungkin yang membuat dunia ini adalah dewa" Ucap Fang Lin tersenyum dan mulai berjalan ke arah depan.
...
Akhirnya mereka bertiga berlari ke arah utara agar tidak membuang waktu, Fang Lin menggunakan PancaIndra naganya untuk melihat sekitar dan menemukan sebuah rumah yang kecil tidak jauh dari sana.
tidak sampai 10 menit Fang Lin dan bawahannya sampai ke rumah kecil yang dimaksudnya, Rumah tersebut cukup bagus menurut Fang Lin jika dijadikan tempat untuk bersantai dan menikmati hidup.
Fang Lin lalu menyuruh Yang Jian dan Guo Ren untuk didepan rumah dengan alibi berjaga-jaga, Karena sebelumnya ia mendapatkan pemberitahuan dari system jika didalam rumah tersebut adalah tempat ujian untuk menjadi pewaris dewa perang.
Sebenarnya Fang Lin sedikit terkejut dengan apa yang diberitahukan system, Namun dirinya tetap tenang walaupun hatinya sangat bahagia saat ini.
BERSAMBUNG...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
Baca doang tapi gk like sama vote :v