System Sang Immortal

System Sang Immortal
Rencana Pembangunan Sekte


Naga Putih itu menatap manusia tersebut dengan tatapan ngeri, Selama dirinya hidup, Dia sama sekali belum pernah bertemu dengan manusia sekuat ini.


"Manusia... Apa kita berdua mempunyai masalah satu sama lain?" Tanya Naga Putih memastikan. Dia berkata seperti itu karna tidak ingin kalau manusia dibawahnya ini menjadi musuhnya.


Karena jika manusia itu ingin menjadi musuhnya, Dia tidak tau akan berakhir menjadi sekarat atau mati.


Di sisi lain, Fang Lin yang mendengar ucapan dari Naga Putih itu hanya tersenyum tipis, Ia sedikit mendongak-kan kepalanya keatas untuk melihat Naga Putih tersebut, "Aku memang tidak pernah punya masalah dengan-mu, Akan tetapi saat ini aku sedang merasa bosan dan aku ingin menghilangkan kebosanan-ku dengan cara bertarung melawan dirimu" Ucap Fang Lin sambil tersenyum lebar.


Naga Putih yang mendengar itu hanya berdecak pelan, "Sial, Hanya karena dia itu kuat, Dia ingin melakukan seenaknya sendiri?!" Batin Naga Putih dengan nada kesal.


"Manusia, Tidak bisakah kau menghancurkan gunung atau yang lain untuk menghilangkan rasa bosan-mu? Aku tidak ingin tempat tinggal-ku menjadi hancur hanya karena kebosanan-mu" Ucap Naga Putih mencoba menyarankan.


Fang Lin yang mendengar saran dari Naga Putih hanya menggelengkan kepalanya pelan, "Tenanglah... Aku tarik kata-kataku tadi" Ucap Fang Lin sambil melambaikan tangannya seolah untuk melupakan hal tadi.


Mendengar perkataan dari manusia tersebut tentu membuat Naga Putih terkejut, Dia terdiam sebentar untuk mencerna perkataan manusia itu.


"Jadi kau hanya mempermainkan aku?" Tanya Naga Putih dengan nada heran.


Fang Lin menganggukkan kepalanya pelan untuk membenarkan perkataan dari Naga Putih.


Naga Putih yang mendengar itu langsung menghela nafasnya panjang, Ia memang tidak suka jika dipermainkan oleh orang lain, Akan tetapi dia mencoba untuk bersabar karena nyawanya saat ini masih berharga.


"Lalu tujuan-mu kesini untuk apa?" Tanya Naga Putih penasaran. Jika tebakannya benar, Ada kemungkinan kalau manusia ini ingin sesuatu dari-ku ataupun lembah ini, Karna jika tujuannya hanya ingin mempermainkan diriku saja, Itu tidak masuk akal sama sekali.


Sedangkan Fang Lin yang mendengar pertanyaan itu langsung berkata, "Kecilkan tubuhmu terlebih dahulu dan melayang lah tepat didepan-ku" Ucap Fang Lin sambil melihat ke Naga Putih.


Naga Putih hanya menganggukkan patuh mendengar itu, Ia tidak akan ragu-ragu karena dirinya tau manusia tersebut tidak akan membunuhnya.


Sesaat setelah dia menganggukkan kepalanya, Naga Putih langsung mengecilkan tubuhnya hingga panjangnya menjadi 2 meter.


Setelah tubuhnya sudah mengecil, Naga Putih langsung menghampiri manusia tersebut dan beberapa saat kemudian dia sudah sampai tepat didepan manusia itu.


"Sebelumnya maafkan aku karena telah mempermainkan dirimu, Aku hanya ingin salam perkenalan saja" Ucap Fang Lin meminta maaf.


"Lalu aku ingin kau menjadi bawahan-ku" Lanjut Fang Lin tanpa basa-basi.


Naga Putih yang mendengar itu tentu terkejut, Meski dirinya tau kalau manusia didepannya ini menginginkan sesuatu, Tetapi dia tidak mengira kalau manusia tersebut ingin dirinya menjadi bawahannya.


"Memangnya manusia kuat seperti-mu membutuhkan bawahan lemah sepertiku ini?" Tanya Naga Putih heran.


"Aku menjadikan dirimu sebagai bawahan-ku karena aku ingin membangun sebuah sekte disini" Jawab Fang Lin dengan cepat.


"Sebuah sekte? Maksudmu sebuah tempat yang digunakan untuk belajar bela diri? Tanya Naga Putih dengan nada heran.


Fang Lin menganggukkan kepalanya sekali ketika mendengar itu, "Benar, Aku memilih tempat ini karena lembah ini sangatlah luas, Terlebih lagi lembah ini dikelilingi oleh hutan yang luasnya tidak main-main" Jelas Fang Lin sambil melihat sekitarnya.


"Sepertinya menjadikan dia tuan-ku bukanlah pilihan yang buruk" Lanjut Naga Putih membatin.


Melihat Naga Putih sedang berpikir, Fang Lin hanya menggelengkan kepalanya pelan, "Bahkan dia harus berpikir matang-matang untuk menjadi bawahan-ku" Batin Fang Lin tersenyum tipis.


Di sisi lain, Naga Putih kini sudah memutuskan keputusannya, Ia akan menjadi bawahan manusia dihadapan-nya ini karena menurutnya tidak ada ruginya jika dia melakukan hal itu.


Naga Putih langsung menganggukkan kepalanya pelan dan berkata, "Sudah ku-putuskan, Aku Naga Putih akan menjadi bawahan anda" Ucap Naga Putih dengan sopan sambil menundukkan kepalanya kebawah.


"Kemari-lah... Biarkan aku menyentuh dirimu" Ucap Fang Lin sambil menatap Naga putih.


Naga Putih sedikit kebingungan ketika mendengar ucapan dari tuan barunya, Akan tetapi dia tetap mendekati manusia tersebut.


Di saat Naga Putih sudah mendekatinya, Fang Lin langsung mengangkat tangan kanannya, Ia menggunakan jari telunjuknya untuk menyentuh kepala Naga Putih


Beberapa saat setelah Fang Lin menyentuh kepala Naga Putih menggunakan jari telunjuknya, Tiba-tiba tubuh Naga Putih diselimuti oleh aura biru dan membuat Naga Putih terkejut.


Naga Putih mencoba menggerakkan tubuhnya akan tetapi dia tidak dapat melakukan hal tersebut, Naga Putih langsung menghela nafasnya secara kasar ketika mengetahui dirinya terjebak oleh aura biru misterius ini, Dia hanya bisa pasrah dengan situasi dan memejamkan matanya.


Di saat yang sama, Fang Lin yang melihat tubuh Naga Putih sudah diselimuti aura biru hanya tersenyum, "Sangat mudah untuk mendapatkan bawahan yang kuat" Ucap Fang Lin penuh bangga.


Fang Lin kemudian terbang ke langit untuk mencari tempat yang cocok untuk dijadikan sekte, Ia melakukan itu sembari menunggu Naga Putih selesai melakukan proses tuan budak dari array dewa-nya.


Saat di langit, Fang Lin sedikit menyipitkan matanya sambil melihat ke seluruh penjuru arah, Ia kini dapat menemukan banyak tempat-tempat yang cukup berbahaya bagi ranah Fana dan To God.


Meskipun begitu Fang Lin sedang merencanakan untuk menggunakan bawahannya sebagai pengawas dari tempat-tempat berbahaya tersebut.


Fang Lin tidak ingin jika murid-muridnya nanti akan terbunuh secara tidak sengaja ditempat berbahaya tersebut, Walaupun kematian hal yang biasa bagi kultivator, Namun dia tetap tidak ingin karena di masa depan nanti, Setiap murid dari sekte-nya akan menjadi orang kuat di semesta ini.


Beberapa menit kemudian, Fang Lin saat ini sudah mendapatkan banyak tempat-tempat berbahaya, Meski dia hanya diam ditempat tetapi dirinya menggunakan mata dewa agar dapat mencari tempat berbahaya dengan mudah.


Di saat yang bersamaan, Tiba-tiba Naga Putih datang menghampirinya, Fang Lin yang menyadari hal tersebut hanya diam, Dia tetap fokus mencari tempat-tempat yang berbahaya di sekitarnya.


"Bawahan rendah ini menghadap ke tuan" Ucap Naga Putih penuh hormat sambil menundukkan kepalanya.


Fang Lin menganggukkan kepalanya pelan dan berkata, "Karna kau penghuni wilayah ini, Aku minta tolong untuk mencarikan tempat-tempat yang berbahaya dan cocok untuk dijadikan sebuah ujian" Ucap Fang Lin menatap Naga Putih sambil menon-aktifkan mata dewa-nya.


Mendengar perintah tuannya, Naga Putih hanya menganggukkan kepalanya patuh, "Sesuai keinginan tuan" Ucap Naga Putih hormat lalu melesat cepat ke arah belakang Fang Lin.


Bersambung...


LIKE >> VOTE 5 >> RATE >> COMMENT.


NOTE: Mudah-mudahan up 2 lagi, Jangan lupa gift sama vote!