
Melihat Dian Qi mengangguk-kan kepala-nya, Fang Lin langsung melambaikan tangan kanan-nya ke samping.
~Whoooshhhhh~
Dalam sekejap sepuruh Artefak, Senjata dan Kitab Dewa milik Alam Agung hilang tanpa jejak di tanah.
"Kalau begitu, Sebutkan 3 permasalahan-mu... Aku akan menyelesaikan-nya dengan cepat" Ucap Fang Lin dengan suara tenang.
Dian Qi yang mendengar itu mulai menjelaskan satu permasalahan Alam Agung. Di sisi lain, Fang Lin tersenyum tipis ketika mengetahui kalau permasalahan Alam Agung saat ini di sebabkan oleh diri-nya sendiri.
Jauh sebelum perang antara Alam Agung dan Alam 100 Pelangi dimulai. Alam Agung telah melakukan perjanjian kepada Alam sembilan surga.
Perjanjian-nya adalah pihak Alam Sembilan Surga akan membantu pihak Alam Agung dalam peperangan melawan Alam 100 Pelangi nanti, Namun sebagai ganti-nya Alam Agung harus merelakan dantian spesial milik Dian Wei, Seorang pangeran ke-2 di Istana Surgawi.
"Sepertinya mereka tidak sadar sama sekali, Kalau aku adalah orang yang mengambil dantian milik Dian Wei" Batin Fang Lin sambil tersenyum tipis.
"Baik-lah, Apakah ada lagi?" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran.
Mendengar itu Dian Qi langsung menggelengkan kepala-nya cepat, "Sudah tidak ada lagi tuan..." Jawab Dian Qi dengan nada yang masih ketakutan.
Fang Lin mengangguk-kan kepala-nya ketika mendengar jawaban Dian Qi, Ia dengan segera pergi dari sana tanpa mengeluarkan satu patah kata-pun.
~Whooooshh~
Melihat Fang Lin hilang dalam sekejap membuat Dian Qi dan yang lain-nya terlejut, "D-dia melesat atau menghilang?" Tanya Dian Wu dengan nada terkejut.
Dian Qi yang mendengar-nya langsung menggelengkan kepala-nya cepat, "Entah-lah... Bahkan ayah sendiri sampai tidak menyadari kalau dia telah menghilang dari hadapan ayah" Jawab Dian Qi pelan lalu berjalan ke arah para petinggi Alam Agung yang berada di belakang-nya.
Dian Qi mengintruksikan kepada mereka semua kalau kejadian di tempat ini tidak boleh diberitahu oleh orang lain, Bahkan kepada keluarga sendiri.
Setelah mengatakan itu semua, Dian Qi, Dian Wu dan para petinggi Alam Agung langsung terbang pergi dari sana.
***
Di Atas Langit, Area Medan Tempur.
Saat ini Fang Lin sedang melayang di atas langit, Tepat di bawah-nya adalah zona sementara milik Alam Agung.
"Sepertinya mereka berdua adalah Liu Bei dan Zhao Yun..." Ucap Fang Lin saat melihat dua orang yang mengeluarkan aura kuat sedang melayang di udara sambil mengawasi pasukan Alam Agung.
~Whooooshhhh~
Fang Lin tiba-tiba saja menghilang dari tempat-nya dan tak lama kemudian muncul di belakang dua orang yang mengeluarkan aura kuat itu.
"Sepertinya mereka sedang mengobrol..." Batin Fang Lin saat melihat kedua orang didepan-nya saling berbicara satu sama lain.
"Hey kalian, Sepertinya sedang santai ya..." Ucap Fang Lin sambil tersenyum tipis.
Mendengar suara asing dari belakang mereka berdua, Zhao Yun dan Liu Bei langsung mengeluarkan senjata masing-masing dan menyerang ke arah belakang.
~BOOOM~
Suara yang cukup keras terjadi disaat Zhao Yun dan Liu Bei menyerang ke arah belakang secara bersamaan.
"Siapa kau?" Tanya Liu Bei dengan tatapan tajam. Ia sebenar-nya cukup terkejut ketika mengetahui serangan-nya tidak mengenaik pria bertopeng hitam di depan-nya.
Sedangkan Zhao Yun saat ini hanya diam dan mengamati, Ia melirik ke arah tangan kanan-nya yang memegang senjata, "Serangan-ku tadi mengenai-nya atau tidak?" Gumam Zhao Yun dengan nada ragu. Sekilas ia melihat kalau serangan mendadak-nya tidak mengenai pria bertopeng hitam di depan-nya.
"Siapa aku? Hahaha.... Seseorang yang akan jadi mayat nanti-nya, Tidak perlu mengetahui hal itu" Ucap Fang Lin sambil tertawa pelan.
Mendengar itu raut wajau Liu Bei beruh menjadi sinis, "Bukan-kah sebalik-nya? Kau akan menjadi mayat di hadapan-ku!" Ucap Liu Bei dan dengan segera melesat ke arah Fang Lin dengan kecepatan tinggi.
Liu Bei langsung melapisi kedua belati-nya menggunakan elemen angin dan tidak lupa ia menggunakan energi terkuat-nya untuk melapisi tubuh-nya.
~BOOOOM~
Disaat Liu Bei menyerang Fang Lin, Bunyi keras terjadi dan membuat seluruh pasukan Alam Agung yang berada di daratan terkejut akan hal itu.
Para pasukan Alam Agung langsung mendongak-kan kepala mereka ke atas dan mendapati sosok Liu Bei yang sedang bertarung dengan pria misterius bertopeng hitam.
"Siapa yang bertarung dengan tuan Liu Bei saat ini?"
"Jangan bilang dia adalah orang dari Alam 100 Pelangi?!"
"Aku tidak menyangka, Kalau kekuatan orang itu sebanding dengan tuan Liu Bei!!!"
Berbagai bisikan-bisikan terdengar dan membuat suasana di daratan menjadi bergemuruh.
Di sisi lain, Zhao Yun yang sedang mengamati pertarungan kedua orang tersebut hanya diam, Ia melirik ke arah bawah dan mendapati pasukan Alam Agung yang sudah berhenti melesat.
"Harus-kah aku meminta para pasukan yang berada di ranah To God untuk bertarung melawan orang itu juga?" Gumam Zhao Yun bertanya-tanya. Ia terdiam sesaat untuk memutus hal itu.
Hingga beberapa saat kemudian, Zhao Yun memutuskan untuk meminta bantuan kepada pasukan Alam Agung, Ia langsung terbang turun ke daratan untuk mengatakan hal itu.
Namun baru beberapa meter Zhao Yun terbang turun, Tiba-tiba saja sebuah Domain Es tercipta dan membuat Zhao Yun serta Liu Bei terkejut.
"A-apa-apaan ini?!" Ucap Zhao Yun dengan nada terkejut sambil melebarkan mata-nya. Ia langsung membalik-kan badan-nya dan mendapati Liu Bei yang sedang terpental jauh.
"Tuan Liu!!!" Teriak Zhao Yun dan langsung terbang mendekati Liu Bei.
~BOOOOM~
Liu Bei terpental hingga menabrak dinding domain dan langsung memutahkan seteguk darah segar dari mulut-nya.
"Khughh... Bagaimana mungkin aku terpental sejauh ini hanya karna aura?!" Jerit pelan Liu Bei dengan raut wajah yang mulai ketakutan.
Di sisi lain, Zhao Yun yang sudah sampai ke dekat Liu Bei langsung memeriksa kondisi-nya, "Tuan Liu, Telan ini..." Ucap Zhao Yun sambil mengulurkan tangan kanan-nya yang sedang memegang pil hijau.
Liu Bei yang mendengar itu langsung meraih pil hijau tersebut, Ia dengan segera menelan pil itu dan tak lama kemudian luka dalam yang di alami-nya perlahan pulih.
"Terima kasih tuan Yun..." Ucap Liu Bei sembari beranjak berdiri.
Zhao Yun yang mendengar-nya langsung mengangguk-kan kepala-nya cepat, "Sepertinya kita harus berkerja sama, Tubuh orang itu di lapisi oleh aura yang tak kasat mata, Kemungkinan serangan fisik tidak akan berguna melawan orang itu" Ucap Zhao Yun menjelaskan.
Mendengar itu Liu Bei langsung mengerutkan kedua alis-nya, "Bagaimana kau mengetahui hal itu?" Tanya Liu Bei dengan nada penasaran.
Zhao Yun menghela nafas-nya pelan dan mulai menceritakan serangan pertama yang di lancarkan mereka secara bersamaan.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.