System Sang Immortal

System Sang Immortal
Membantu Xie Xian


Xie Xian yang menemukan keberadaan Fang Lin langsung melotot padanya, raut wajahnya tampak kesal karena pemuda tampan itu tidak mengikuti perkataannya.


Fang Lin sendiri bersikap acuh tak acuh saat mendapati tatapan tersebut dari Xie Xian, sementara kedua Supreme Being dari kelompok Setan Kuno langsung mengetahui kalau Fang Lin dan Xie Xian berada di sisi yang sama.


Tidak ada pertukaran kata sedikitpun, kedua Supreme Being dari kelompok Setan Kuno langsung menyerang Fang Lin secara bersamaan.


Mereka berdua tetap membagi penglihatan yang dilapisi oleh Qi Semesta karena takutnya pemuda itu mengaktifkan teknik sebelumnya di sela-sela pertarungan.


Fang Lin langsung mendengus kecil ketika mengetahui kalau mereka berniat untuk menghabisi yang terlemah dahulu.


"Aku akan memberikan fakta pahit pada kalian berdua..." Fang Lin bergumam kecil, lalu menciptakan domain Penjara Es Suci dan pada saat yang bersamaan pedang Raja Surgawi dilapisi oleh bara Api Hitam.


Whoooosh!


Tanpa banyak bicara Fang Lin mengeksekusi jurus Penghunus Surga, peristiwa itu berlangsung dengan sangat cepat dan membuat kedua Supreme Being tingkat tinggi yang mendekat ke arahnya terkejut bukan main.


Seorang Supreme Being menciptakan lapisan pelindung yang tak terhitung jumlahnya, tetapi ketika Penghunus Surgawi membenturnya-- semua penghalang tersebut dapat dihancurkan dengan mudah.


Mengetahui hal itu, kedua Supreme Being itu sangat terkejut lalu mau tak mau harus mengeksekusi jurus mereka dalam waktu kurang dari satu detik untuk memperkecil dampak yang diterima.


Bam!


"Kuaghhh...!"


Air mancur darah keluar dari mulut kedua Supreme Being itu ketika menerima serangan dari Fang Lin, meskipun telah memperkecil dampak yang diterima tetapi hasilnya masih benar-benar mengerikan.


Fang Lin sendiri langsung mengeksekusi jurusnya yang lain dengan Api Hitam yang membara di bilah pedangnya.


"Jangan terkena api itu!" salah seorang Supreme Being yang sudah memulihkan diri dalam waktu beberapa detik saja langsung mengingatkan temannya.


Mereka berdua kemudian menghindari serangan Fang Lin sebisa mungkin karena tidak ingin api hitam tersebut merambat ke tubuh mereka.


Di sisi lain, Xie Xian yang menyaksikan itu sejauh ini hanya bisa memasang ekspresi terkejur. Dia sama sekali tidak menyangka kalau Fang Lin bisa bertahan dengan dua Supreme Being tingkat tinggi sekaligus.


"Untuk apa aku melamun sekarang?!" Xie Xian menggelengkan kepalanya, lalu segera mengkonsumsi beberapa pil penyembuh untuk memulihkan luka luar dan dalamnya.


Pil tersebut bekerja dengan sangat cepat dan dalam waktu kurang dari satu menit saja, Xie Xian sudah pulih kembali dari semua luka yang dia terima saat pertarungan sebelumnya.


Tanpa banyak berpikir lagi, Xie Xian langsung masuk ke dalam pertarungan dan membantu Fang Lin yang mulai dalam posisi bertahan.


Kedatangan Xie Xian yang tampak sehat membuat kedua Supreme Being tersebut menjadi gelisah, kalau begini terus maka cepat atau lambat mereka yang akan berada di posisi kalah.


"Kita harus bekerja sama! Bunuh pemuda itu telebih dahulu!" Supreme Being dari kelompok Setan Kuno berkata lewat telepati.


"Aku tau, tapi api hitam itu benar-benar berbahaya. Kecepatannya juga hampir sebanding dengan kita dan dia mempunyai Qi Semesta dalam jumlah banyak..." ucap temannya, lalu melanjutinya, "Memang memalukan jika mengatakan ini, tapi menurutku wanita itu lebih mudah ditangani daripada dia."


Kedua Supreme Being itu berdebat selama beberapa waktu untuk memutuskan siapa yang harus diincar pertama kali, sampai akhirnya mereka berdua sepakat untuk mengincar Xie Xian terlebih dahulu.


Di sela-sela pertarungan, kedua Supreme Being itu membangun rencana untuk membunuh Xie Xian lewat telepati


Kemudian, salah satu dari mereka menciptakan ledakan untuk memperlebar jarak sementara satunya lagi mengeluarkan sebuah Artefak yang mirip seperti pintu lalu meletakkannya di lantai es.


Pintu tersebut perlahan membesar sampai ukurannya di atas seratus meter, tidak lama setelah itu belasan Golem yang terbuat dari Giok Perak keluar dari pintu tersebut.


Masing-masing dari mereka mempunyai basis kultivasi di ranah Supreme Being tingkat rendah, dan tampaknya ada kesadaran dalam diri mereka.


Fang Lin yang menemukan belasan Golem tersebut bergerak ke tempatnya berada diam-diam tersenyum mengejek, tanpa banyak bicara ia langsung menciptakan rantai es yang jumlahnya sama dengan golem tersebut dan melilitkannya pada masing-masing dari mereka.


"Apa-apaan itu...? Bagaimana rantai esnya tidak bergerak?!"


Ketika mereka berdua dalam kondisi terkejut, Xie Xian langsung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengeksekusi jurus serangan terkuatnya.


Kedua Supreme Being itu tersentak saat merasakan fluktuasi energi dari arah Xie Xian, ketika melihat perempuan cantik itu sedang melancarkan sebuah serangan, mereka dengan tergesa-gesa menciptakan lapisan pelindung yang sangat banyak.


Sementara itu, Fang Lin tidak tinggal diam dan kembali mengeksekusi jurus Penghunus Surga sehingga semua lapisan pelindung yang diciptakan kedua orang tersebut hancur sebelum serangan Xie Xian datang.


Peristiwa itu berlangsung dengan begitu cepat, dua Supreme Being itu tidak sempat bereaksi banyak ketika lapisan pelindung mereka dihancurkan oleh Fang Lin.


Booooom!


Ledakan besar seketika terjadi usai serangan yang dilancarkan Xie Xian diterima oleh kedua musuhnya itu.


Satu dari kedua Supreme Being itu terbunuh dalam sekejap, sementara seorang lainnya terluka parah dan tidak bisa bergerak sedikitpun.


Xie Xian dan Fang Lin langsung menghampiri Supreme Being tersebut dalam diam.


"Aku akan membunuhnya." Fang Lin meletakkan ujung bilah pedang Raja Surgawi di leher orang itu, tetapi Xie Xian langsung menahan tangannya untuk bergerak.


"Tunggu sampai aku mengambil ingatannya." ucap Xie Xian, lalu berjongkok dan memperlihatkan belahan dadanya yang ukurannya sama persis seperti Shui Ru.


Setelah Xie Xian mengambil paksa ingatan milik Supreme Being itu, Fang Lin langsung memenggal leher orang tersebut sekaligus dengan rohnya.


Tidak hanya dia seorang, Fang Lin juga melenyapkan roh orang yang sudah terbunuh lebih dulu.


Xie Xian tentu saja mengetahui tindakan yang Fang Lin lakukan tetapi dirinya hanya diam.


"Terima kasih karena telah menyelamatkanku." Xie Xian yang sudah melihat beberapa hal dari ingatan Supreme Being dari kelompok Setan Kuno langsung menangkupkan tangannya pada Fang Lin, "Tak kusangka, kamu mampu mengulur waktu sebanyak itu sampai aku bisa memulihkan diri."


"Ya, itu tidak masalah..." Fang Lin membalas dengan santai sembari menghilangkan domain Penjara Es Sucinya.


Suasana hening selama beberapa waktu sampai akhirnya tiga Heavenly God sebelumnya yang meminta bantuan pada Fang Lin datang menghampiri.


"Nona Xie~!"


Mereka bertiga adalah seorang pemuda dan senyum bahagia terpancar di wajah ketiganya, jelas mereka sangat senang ketika menemukan wanita yang mereka kagumi dalam kondisi baik-baik saja.


Xie Xian sedikit memperlihatkan ekspresi terkejut, lalu menyimpulkan dengan cepat bahwa mereka tiga adalah orang yang memanggil Fang Lin ke sini.


Melihat mereka bertukar kata satu sama lain, Fang Lin menangkupkan tangannya pada Xie Xian dan berkata, "Kalau begitu, aku akan pergi dari sini."


"Ah, tunggu... Aku akan memberikanmu sejumlah sumber daya sebagai bentuk terima kasih." Xie Xian menahan Fang Lin yang hendak pergi, rasanya tidak enak jika berterima kasih hanya sebatas kata-kata saja.


"Sayangnya, aku tidak membutuhkan sumber daya." ucap Fang Lin sembari menggeleng kecil, lalu melanjutinya, "Simpan saja rasa terima kasihmu untuk nanti, mungkin aku akan membutuhkan bantuanmu nantinya."


Xie Xian terdiam sejenak sebelum tersenyum lembut, "Baiklah, aku akan menunggunya."


Fang Lin tidak mengatakan apapun lagi dan menghilang dari sana dalam sekejap.


Sementara ketiga Heavenly God yang ada di sana tampak terkejut ketika melihat nona mereka memasang senyum lembut pada seorang pria.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.