
"Jangan ada yang lengah, mereka semua cukup kuat." Fang Lin memberi peringatan melalui telepati pada semua anggota kelompok.
Jumlah Iblis itu ada tujuh, dan beberapa di antara mereka mengeluarkan aura Iblis yang begitu kental dan murni. Salah satu di antara mereka adalah Iblis dengan wujud Manusia.
"Meskipun ini berada dalam variabel yang sudah dipikirkan, tapi tak kusangka yang datang malah segerombolan." Cassiel memijat keningnya yang terasa sedikit sakit, lalu melanjutinya, "Fang Lin, Childe... Mereka bukan lawan yang bisa kita hadapi, kecuali jika kita bergabung dengan tim penyerang. Kesempatan untuk melarikan diri juga sedikit, aku rasa mundur bukanlah pilihan yang tepat."
"Jadi intinya, kita harus bergabung dengan tim penyerang dan melawan mereka semua?" tanya Fang Lin memastikan.
Cassiel terdiam sejenak untuk mengambil keputusan sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya, "Ya, kita harus mengambil resiko pada situasi ini."
"Kita akan melawan dua kelompok sekaligus, apa kalian pikir kita bisa menghadapi mereka semua sekaligus?" Childe mengerutkan alisnya, setelah sekian lama dia akhirnya membuka mulut.
"Apa kau punya solusi yang menguntungkan saat ini? Kalau hukum Ruang tidak dilarang, maka iya saja rencana melarikan diri adalah yang terbaik." balas Fang Lin dengan cepat.
Childe memasang ekspresi marah sebelum berdecak kesal dan berkata, "Terserahlah, aku tidak peduli lagi."
Fang Lin menghela nafas panjang, lalu mengalihkan pandangannya pada Cassiel, "Ayo kita bergabung."
Cassiel sendiri mengangguk patuh, kemudian mereka bertiga pergi dari sana dan memasuki area pertempuran.
Sekelompok Iblis itu mengejar Cassiel, Fang Lin dan Childe yang pergi ke area pertempuran.
Pertempuran perlahan mulai mereda dengan kemunculan segerombolan Iblis, mereka tampaknya tidak melakukan apapun dan memperhatikan kelompok Naga yang juga mulai berkumpul di satu tempat.
"Kekekeke... Kita beruntung karena menemukan dua Raja sekaligus." salah satu Iblis tertawa cekikikan, dia mempunyai wujud seram yang bisa membuat setiap makhluk Fana menahan nafas ketika melihatnya.
"Menarik sekali, mereka adalah orang-orang yang kuat." Iblis lainnya berkata dengan nada berat, wujudnya juga tidak kalah seram dengan iblis sebelumnya.
"Kita akan fokus menghabisi para Naga, setelah itu Manusia. Jangan biarkan satu makhluk pun lolos, mengerti?" Iblis yang mempunyai wujud seperti Manusia bertanya memastikan.
"Santai saja Mazore, mereka tidak akan bisa lepas dari jangkauan kami semua."
Tidak lama setelah Iblis itu berkata demikian, sebuah kubah energi dalam radius satu juta kilometer tercipta.
Kubah energi itu bukanlah kubah energi pada umumnya, berbagai teknik milik beberapa Absolute Iblis dijadikan satu sehingga kubah tersebut menjadi sangat kuat tetapi tidak bisa dikendalikan setelah diaktifkan.
Bisa dibilang para Absolute Iblis yang menciptakannya tidak memiliki kendali atas kubah energi, dan satu-satunya cara untuk keluar dari sana adalah menunggu sampai kubah energi menghilang dengan sendirinya.
Itu memang kubah energi yang aneh tetapi sangat efektif untuk mengurung musuh yang kuat.
Ketika kubah energi tercipta, semua makhluk kecuali mereka yang beras dari kelompok Iblis memasang sikap waspada.
"Kubah energi yang kuat..." Kirisan bisa merasakan itu hanya dengan melihatnya saja.
Mereka yang telah berkumpul di satu tempat mengangguk setuju, dan Cassiel berkata, "Untuk sekarang, kita perhatikan situasinya lebih lanjut. Sepertinya mereka akan mengincar kelompok Naga terlebih dahulu dan baru kita."
"Aku setuju, kita lebih baik mengawasi dari kejauhan dan mengukur kekuatan tempur mereka." Shanzi menimpali dengan ekspresi yang serius.
"Dasar bajingan, mereka pasti mengincar kita terlebih dahulu." Raja dari kelompok Naga mengumpat kesal ketika mengetahui kelompok Iblis diam saja melihat para Manusia itu menjauh dari area pertempuran, "Semuanya, bersiap! Jangan ragu untuk mengeluarkan kekuatan penuh kalian!"
Keempat Naga yang tersisa mengangguk paham, berbagai macam aura yang melimpah keluar dari tubuh mereka dan kemudian menyerang para Iblis itu.
Pertempuran yang dahsyat kembali terjadi, sementara Fang Lin serta yang lainnya menjauh sampai ujung kubah energi dan beberapa dari mereka mulai mencari cara untuk keluar dari sana.
"Kenapa kita tidak membantu mereka saja?" Marak bertanya, alisnya sedikit mengerut saat mengatakan itu.
"Membantu mereka memang akan menjadi keuntungan bagi kita, tapi apakah mereka juga berniat melakukan apa yang kita lakukan?" Nalimi membalas, kemudian melanjutinya, "Lebih baik kita menunggu sampai pertempuran di antara kedua kubu itu berakhir, kalau kubah energi ini tidak bisa ditembus dan kita dipaksa untuk melawan mereka maka kita berada di posisi yang menguntungkan karena kekuatan tempur mereka sudah menurun setelah berhasil menghabisi para Naga itu."
Marak membuka mulutnya dan ingin mengatakan sesuatu, tetapi dia mengurungkan niat dan menggunakan Kesadaran Spiritualnya untuk mengawasi pertempuran tersebut.
Sementara itu, Fang Lin dan Childe memeriksa kubah energi tersebut. Dalam beberapa saat mereka bisa mengetahui kalau kubah energi ini memiliki daya tahan yang luar biasa.
"Kecil kemungkinan untuk menghancurkan kubah energi ini, bahkan presentasenya tidak sampai sepuluh persen." Childe berkata, nadanya terdengar serius.
"Yah, kau benar... Kalau memaksa menghancurkan kubah energi ini, kita bisa dirugikan karena tidak tau akan berhasil atau tidak." balas Fang Lin cepat, kemudian memberitahukan kabar ini pada Cassiel.
Cassiel dan orang-orang di sekitar sana yang mendengar kabar tersebut dari Fang Lin langsung memasang ekspresi serius.
"Sepertinya tidak opsi yang lain lagi, ya?" Cassiel menghela nafas panjang.
"Kita hanya perlu menghabisi mereka, jangan berpikir terlalu banyak." ucap Marak dengan santai, di antara mereka semua dia adalah orang yang paling tenang.
"Mereka bukan lawan yang mudah karena aku sendiri pernah menghadapi beberapa dari mereka, apalagi Iblis itu yang mempunyai wujud seperti Manusia." ucap Fang Lin, lalu melanjutinya, "Tidak menutup kemungkinan kalau ada yang akan mati kali ini, tapi kuharap kita semua tetap menjaga Cassiel karena dia berperan sebagai Raja di sini. Jika saja dia mati, kita semua akan didiskualifikasi."
"Kalau begitu, kenapa tidak bunuh Raja mereka saja lebih dulu?" Childe menatap Fang Lin, lalu mengangkat sudut bibirnya, "Gunakan matamu yang bisa membunuh Absolute secara instan."
"Huh...?" Fang Lin sedikit mengerutkan alisnya, lalu bertanya, "Kenapa kau malah menyinggung itu?"
"Bukankah itu adalah opsi terbaik dalam mengeliminasi kelompok lawan?" Childe sedikit memiringkan kepalanya, ia diam-diam tersenyum mengejek.
"Aku tidak akan memakainya karena itu mempunyai dampak yang buruk padaku." balas Fang Lin acuh tak acuh.
"Heee~ Apa itu artinya kau tidak peduli pada nyawa kita semua? Seegois itukan dirimu?"
"Kau ini naif atau apa? Status kita di sini adalah rekan sementara, di Pertempuran Kelompok ini aku akan memprioritaskan nyawa Cassiel daripada kalian semua." Fang Lin tanpa ragu menjawab demikian.
Ekspresi Childe sedikit berubah ketika mendengar itu, ia mendengus kencang dan tidak mengejar topik tersebut lebih jauh lagi.
Bersambung......
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.