System Sang Immortal

System Sang Immortal
Fang Lin Vs Ah Shui II


"Tidak masuk akal! Bajingan itu benar-benar tidak masuk akal!" Ah Shui berteriak, raut wajahnya terlihat sangat putus asa.


Hal serupa juga terjadi pada kelima Heavenly God yang tersisa, mereka ikut pasrah setelah menyaksikan apa yang telah dilakukan oleh Fang Lin.


Meskipun Ah Shui dilanda oleh keputusasaan akan tetapi ia tidak mau tinggal diam menunggu kematiannya.


"Kalian, mati sekarang tanpa rasa sakit atau dibunuh oleh orang itu?" Ah Shui bertanya pada kelima Heavenly God di dekatnya, dan hal itu jelas mengejutkan mereka.


"Apa maksudnya, ketua?!" salah seorang Heavenly God bertanya dengan nada kebingungan, tidak hanya dia tetapi yang lainnya juga menanyakan hal serupa.


Ah Shui menarik nafasnya dalam-dalam kemudian menjelaskan rencana terakhir yang telah ia persiapkan di dalam otaknya.


"Apa...?!"


Kelima Heavenly God itu begitu terkejut ketika mendengar kalau Ah Shui berniat menyerap energi yang ada di tubuh mereka, tidak terkecuali energi kehidupan.


Ah Shui sebenarnya bisa saja langsung melakukan tindakan keji seperti mengambil energi mereka tanpa harus memberi peringatan sedikitpun, namun kelima Heavenly God ini sudah bersamanya semenjak dirinya masih berada di tingkat Golden Soul.


"Aku tidak akan memaksa kalian, yang kuharapkan adalah persetujuan." ucap Ah Shui tanpa memudarkan raut wajah seriusnya.


Mereka berlima memasang ekspresi rumit, hingga akhirnya salah seorang dari mereka mendekati Ah Shui lalu menganggukkan kepalanya, "Daripada harus mati olehnya, aku merasa lebih baik mati di tanganmu, Ketua."


Sesaat setelah orang itu berkata demikian, Heavenly God lainnya mulai mendekati Ah Shui dan mengatakan hal yang hampir serupa.


"Itu benar. Ketua bahkan siap menanggung resiko dari menyerap energi kami berlima, aku yakin tidak hanya kita saja yang mati di sini melainkan bersama orang itu juga."


"Jangan sampai gagal, Ketua."


"Kami percayakan seluruh energi kami padamu, Ketua. Tolong jangan sia-siakan itu."


Kelima Heavenly God itu berkata dengan nada sangat siap, meskipun di hati kecil mereka terus berteriak ingin hidup tetapi sudah tidak ada kesempatan lagi.


Perasaan Ah Shui menjadi campur aduk ketika mendengar ucapan dari kelima Heavenly God itu, ia hanya tersenyum pahit sebelum mengangkat tangannya ke atas dan menciptakan bola energi yang mencakup mereka.


Whoooosh!


Fluktuasi energi yang begitu melimpah seketika mengelilingi Ah Shui, dan pada saat yang bersamaan kelima Heavenly God tersebut perlahan semakin menua sampai menjadi tengkorak.


Tidak sampai di situ, tengkorak tersebut berubah menjadi serpihan energi dan melayang masuk ke dalam tubuh Ah Shui.


Booom!


Gelombang energi langsung meledak dan membunuh monster yang berada di sekitar Ah Shui.


Ah Shui yang tadinya berada di ranah Heavenly God 11 kini telah meningkat sampai tingkat 14.


"Belum cukup." Ah Shui menatap kedua telapak tangannya sebelum berbalik ke belakang dan menatap Gurita Iblis Penghisap, "Maafkan aku."


Gurita Iblis Penghisap memang tidak terlalu mengerti bahasa Manusia akan tetapi dia sudah mengetahui situasinya sekarang ini.


"Hrufff... Hrufff..."


Ah Shui hampir tidak bisa menahan air matanya, ia tidak banyak bicara dan langsung menciptakan bola energi yang mencakup Gurita Iblis Penghisap lalu menyerap seluruh energinya sama seperti kelima Heavenly God sebelumnya.


Boooom!


Gelombang energi kembali terjadi dan kali ini jauh lebih besar dari sebelumnya, keberadaan Gurita Iblis Penghisap lenyap seperti ditelan bumi lalu pada saat yang bersamaan ranah Ah Shui yang tadinya berada di Heavenly God tingkat 14 kini menjadi seorang Supreme Being yang hampir mencapai tingkat menengah.


Meskipun ranah Ah Shui meningkat pesat sampai ke Supreme Being akan tetapi ada resiko fatal di balik itu semua, pondasi tubuh Ah Shui tak akan mampu menopang energi melimpah di tubuhnya dan dia akan meledak dalam jangka waktu tertentu jika tidak diatasi dengan penanganan yang tepat.


Namun karena Ah Shui berniat menggunakan semua energi di tubuhnya itu untuk membunuh Fang Lin, tubuhnya akan meleleh dan roh-nya menjadi rusak yang memungkinkan dia tidak bisa dilahirkan kembali atau bisa disebut sebagai reinkarnasi.


Di sisi lain, Fang Lin menyaksikan semua tindakan yang dilakukan Ah Shui lewat Kesadaran Spiritualnya.


"Kalau aku menceritakan kejadian ini pada istri-istriku pasti mereka akan langsung memarahiku." Fang Lin diam-diam tersenyum pahit di saat dirinya sedang membantai monster, "Tapi itulah sifat Dunia, yang kuat akan memakan sementara yang lemah akan dimakan."


Fang Lin kemudian melihat Ah Shui yang basis kultivasinya menjadi lebih tinggi darinya, ia sama sekali tidak memperlihatkan raut wajah gelisah atau semacamnya karena kakek tua itu sekarang bisa dibilang seseorang yang sudah cacat.


"Meskipun basis kultivasinya meningkat, namun seiring berjalannya waktu kondisi tubuhnya akan menurun dan ketika sudah mencapai batasnya dia akan meledak." Fang Lin bergumam, lalu menambahkan, "Rohnya bahkan bisa saja rusak, dan mungkin dia akan dilenyapkan oleh eksistensi yang bernama Dao di Multiverse ini."


Multiverse yang Fang Lin tinggali saat ini tidak mempunyai sosok seperti Dewa yang bertanggung jawab atas keseimbangan Alam Semesta, Dao adalah penanggungjawab sekaligus eksistensi yang mengurus semua hal di Multiverse ini.


Pada saat Fang Lin sedang memikirkan dampak dari tindakan Ah Shui, orang tua itu melesat dengan sangat cepat di udara dan mulai melakukan serangan beruntun menggunakan dua pedang yang terbuat dari Qi.


Fang Lin sendiri langsung menghindari serangan tersebut dengan kewaspadaan yang tinggi, kecepatan serangan itu melampaui kecepatan cahaya sehingga membuatnya tidak bisa bermain-main lagi.


"Cepat... Sangat cepat." Fang Lin memuji di sela-sela serangan sepihak tersebut.


Alis Ah Shui perlahan mengerut dan kecepatan serangannya semakin di tingkatkan sehingga membuat Fang Lin terpaksa menggunakan Mata Dewa-nya.


Setelah pupil mata Fang Lin berubah menjadi emas barulah dia menghadapi serangan Ah Shui dan tidak lagi menghindarinya.


Setiap pedang mereka bertemu akan menghasilkan bunyi ledakan dan gelombang energi yang besar, tidak seorangpun dari mereka menunjukkan celah untuk diserang.


"Pengalaman bertarungmu sepertinya benar-benar luar biasa, ya?" Fang Lin sebenarnya cukup terkejut kalau Ah Shui bisa mengimbanginya dalam permainan pedang.


Ah Shui sendiri juga sama terkejutnya kalau Fang Lin bisa mengimbangi permainan pedangnya, padahal Dao of The Sword-nya berada di level lima yang di mana itu 3 level di bawah untuk mencapai tahap sempurna.


Pertukaran serangan maupun jurus membuat suasana di Domain Penjara Es menjadi ricuh, tetapi semakin lama jalannya pertarungan keunggulan di antara mereka berdua mulai terlihat.


"Sialan... Tubuhku melemah lebih cepat dari perkiraanku." Ah Shui menggertakkan gigi, lalu melanjutinya, "Kalau begini terus, aku harus mengeluarkan jurusku lebih cepat agar semua energinya terpakai."


Ah Shui beberapa kali melebarkan jarak dengan lawannya dan melepaskan berbagai jurus yang dirinya miliki.


Sementara Fang Lin menghadapi semua jurus yang dilancarkan Ah Shui menggunakan jurusnya miliknya sendiri, ia tentu saja tidak bermain-main karena serangan yang dilancarkan kakek tua itu mampu melukainya.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.