
Ling Ning Qian menghela nafas panjang, ia kemudian menatap Weng Hao lalu memberikan isyarat padanya untuk bersiap menyerang musuh.
Weng Hao mengangguk, ia melakukan Transmisi Suara kepada High Pilar yang tersisa dan memberitahu kepada mereka untuk menyerang Fang Lin secara bersamaan.
Para High Pilar langsung mengangguk paham, sesaat setelah itu mereka menghilang dari sana dan kembali muncul tidak jauh dari tempat Fang Lin berada.
Fang Lin sendiri mengangkat tipis sudut bibirnya, matanya yang berwarna merah cerah berganti menjadi biru safir lalu orang-orang yang hendak menyerangnya langsung terpental ke belakang.
Bam!
Mereka semua menabrak dinding dengan sangat keras dan air mancur darah keluar dari mulut mereka. Meskipun mereka sudah melapisi tubuh dengan pelindung, tetapi serangan energi yang mereka terima memberikan dampak yang luar biasa.
"Lemah sekali. Padahal kalian ini setara dengan Dewa Inti, tapi serangan yang kalian lancarkan benar-benar membuatku kecewa." Ucap Fang Lin sambil menggelengkan kepalanya pelan.
Sebenarnya kekuatan mereka setara dengan para bawahan intinya, kecuali Diablo. Tapi, yang sedang dilawan oleh mereka adalah Fang Lin. Perbedaan kekuatan mereka sekarang bagai langit dan bumi.
"Apa-apaan energinya itu!" Long Yu sangat tak menyangka kalau dirinya bisa terluka hanya dengan serangan energi biasa.
Perlu diketahui, ketahanan tubuh Long Yu setara dengan sebuah bintang besar atau mungkin jauh lebih kuat, tetapi tubuhnya ini dapat dengan mudah dilukai oleh lawannya dan itu benar-benar membuatnya syok.
"Aku tidak langsung membunuh kalian karena ingin menanyakan sesuatu. Menjawab atau tidak itu adalah hak kalian, tapi jangan pernah berharap jiwa kalian dapat tenang setelah dibunuh." Ucap Fang Lin dengan suara pelan, dan kata-katanya terdengar jelas di telinga mereka.
Ling Ning Qian dan para pilar bangkit berdiri sembari menyembuhkan luka yang diterima. Mereka saling melakukan transmisi suara dan sepakat untuk mendengar pertanyaan dari Fang Lin.
Fang Lin yang melihat mereka berdiam diri tanpa melakukan pergerakan langsung tersenyum tipis, "Pertanyaanku hanya satu saja." Ucap Fang Lin dan dengan segera menimpali, "Siapa 'guru' Xu Yuan?"
Suasana hening setelah itu, tidak ada satupun dari mereka yang membuka mulut.
Fang Lin mengangkat alisnya, pupil matanya berubah menjadi merah kembali dan salah satu dari enam pilar yang tersisa meledak menjadi potongan daging.
Tentu saja itu membuat Ling Ning Qian dan kelima pilar terkejut bukan main, satu pilar menatap Fang Lin dengan sorot mata yang penuh dendam, "Dasar bajingan! Apa kau tidak bisa memberi kami sedikit wakt-"
Duar!
Pilar yang baru saja berbicara itu meledak dan seluruh sisa dagingnya mengotori lantai ruangan tersebut.
"Selain menjawab pertanyaanku, kalian tidak punya hak untuk berbicara..." Fang Lin berkata dengan raut wajah dingin.
Ling Ning Qian menggertakkan gigi, "Nama dia adalah Razor, dijuluki sebagai 'King of Nothingness'. Selain itu, aku sudah tidak mengetahui apa-apa lagi." Jawabnya dengan perasaan marah.
Fang Lin melihat wanita cantik itu dengan seksama dan ingin memastikan, apakah dia berbohong atau tidak.
Beberapa saat kemudian, Fang Lin menghela nafas pendek, "Baiklah, terima kasih atas informasinya. Sekarang kalian ingin mati dengan perlawanan atau tidak?" Tanya Fang Lin dengan raut wajah serius.
"Memangnya kau tidak bisa membiarkan kami hidup? Yuan Gege sudah mati, dan kau seharusnya tidak mempunyai urusan dengan kami lagi bukan?" Ling Ning Qian bertanya. Tentu mengatakan itu melukai harga dirinya, tapi setidaknya dia harus mempertahankan nyawa dari keempat pilar yang tersisa.
Fang Lin terdiam sejenak sebelum tertawa pelan, "Lucu sekali. Membiarkan hidup bawahan dari musuhku? Kau sudah sinting sampai bertanya seperti itu?"
Ling Ning Qian benar-benar marah dan sudah tidak ada jalan lagi selain melawan, aura kultivasinya merembes keluar dari tubuhnya dan menciptakan seluruh pertahanan yang bisa dia lancarkan.
Tidak hanya wanita cantik itu saja, tetapi keempat pilar juga melakukan hal yang sama.
Fang Lin yang melihat semua usaha yang mereka lakukan kembali tertawa, "Aku takjub dengan tekad kalian. Tapi sayangnya, di hadapan Mata Kehancuranku, seluruh pertahanan yang kalian miliki bagaikan selembaran kertas di kolam api..."
"Hancurkan..."
Duar!
Setelah semua itu, Fang Lin menghela nafas panjang dan domain Penjara Es Suci lenyap tak tersisa, "Akhirnya selesai..." Gumamnya lalu menatap langit yang cerah, "Sebaiknya aku akhiri perang sekarang juga."
Fang Lin langsung menghilang dari tempatnya ysai mengatakan itu.
***
Area medan perang.
Di langit dan bumi, peperangan antara pasukan Iblis dan kubu Fang Lin masih terus berlangsung. Meskipun Xu Yuan sudah tiada, mereka tidak menghilang karena mereka adalah makhluk yang dipanggil dari alam lain.
Fang Lin tiba-tiba saja muncul di tengah-tengah pertempuran, kemunculannya mengejutkan semua orang karena dia mengeluarkan Aura Naga yang begitu mendominasi.
"Peperangan sudah berakhir. Aku akan mengembalikan kalian ke dunia jiwa..." Fang Lin berkata ke kubu pihaknya lewat transmisi suara.
Sesaat setelah mengatakan itu, para pasukan bayangan dan juga bawahan inti Fang Lin menghilang dari Dunia Abyss, hal yang sama juga terjadi pada Yue dan Shui Ru.
Para iblis yang mengetahui itu langsung merasa gelisah, mereka mulai berpikir kalau 'Xu Yuan' sudah dikalahkan.
"Sial. Ayo pergi dari tempat ini!" Salah satu Iblis berteriak lantang, suaranya memenuhi seluruh area medan perang.
Whoosh!
Puluhan ribu Iblis lolos dari Dunia Abyss, dan yang tersisa hanya kurang dari 20 ribu saja. Tentu saja mereka tidak bisa teleportasi, karena Fang Lin sudah lebih dulu menciptakan domain Penjara Es Suci yang begitu luas.
"Ah, ternyata aku terlambat..." Fang Lin sedikit menyangkan, namun tidak menyesal.
"Kalian setingkat Raja Dewa, ya." Suara Fang Lin terdengar jelas di telinga para Iblis, "Darimana kalian berasal?"
Suasana hening untuk sementara waktu, sebelum salah satu Iblis menjawab dengan lantang, "Kami berasal dari Alam Semesta yang berbeda!"
Fang Lin mengerutkan alisnya, "Alam Semesta lain? Bagaimana orang itu bisa memanggil mereka kemari?" Gumamnya penasaran.
Fang Lin terdiam sejenak dan memutar otaknya, "Siapa pemimpin kalian sekarang?" Fang Lin kembali bertanya, dan suaranya dapat didengar jelas oleh seluruh Iblis yang ada di domainnya.
Suasana hening, tidak ada jawaban.
Fang Lin cukup lama menunggu, namun tidak ada satupun Iblis yang menjawab pertanyaannya. Dia menghela nafas pendek dan berpikir kalau mereka adalah bawahan dari 'Razor', guru Xu Yuan.
"Jika memang begitu, maka aku harus memusnahkan kalian..." Fang Lin bergumam, matanya terpejam dan mencari tau lokasi dari semua Iblis di domainnya.
Beberapa saat kemudian, Fang Lin perlahan membuka mata dan pupil matanya mengeluarkan cahaya merah yang begitu terang selama beberapa detik.
Disaat yang bersamaan, puluhan ribu Iblis yang berada dalam domain Penjara Es Suci hancur lebur menjadi potongan daging.
Cahaya merah yang keluar dari pupil mata Fang Lin perlahan meredup, dan tiba-tiba saja darah turun dari pelupuk matanya. Kini dia terlihat seperti sedang menangis darah.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.