
Setelah lapisan penghalang dilenyapkan, berbagai notifikasi muncul tepat di wajah Fang Lin. Mereka adalah para Petinggi Turnamen Semesta yang kebingungan karena keberadaan Fang Lin dan Yue seolah lenyap dari Dunia Abyss setelah dilindungi oleh lapisan pelindung tersebut.
Tentu saja Fang Lin hanya mengabaikannya, ia menggenggam Yue dan menatap istrinya itu dengan berbagai macam tatapan.
"Ayo pergi..." ucap Fang Lin, dan Yue mengangguk untuk menanggapi itu.
Sebelum keluar dari istana, Fang Lin memerintah seluruh bawahan intinya di ranah Absolute dan juga mereka yang mengabdi pada Celestial Absolute untuk menarik Kesadaran Spiritual mereka.
Alasan Fang Lin melakukannya karena ia tidak mau diawasi oleh mereka melalui Kesadaran Spiritual.
Setelah mereka mematuhi perintah Fang Lin, ia bersama istrinya keluar dari istana serta pemukiman lalu mencari tempat yang masih belum hancur akibat pertempuran melawan Malaikat dua tahun lalu.
Ketika melesat di udara, Fang Lin menanyakan banyak hal kepada Yue, meskipun suasana awalnya cukup suram tetapi seiring berjalannya waktu sudah seperti biasanya.
Yue sendiri diam-diam melakukan teknik pada dirinya sendiri dan suaminya sehingga membuat suara ataupun gerakan mulut mereka tidak terlihat oleh para Petinggi Absolute yang mengawasi dari mana saja.
"Meskipun Yihua adalah anak dari darah dagingku sendiri tetapi dia tidak akan ikut menerima penghapusan karena pada dasarnya aku adalah jiwa yang sudah ditentukan dalam kesepakatan, aku juga sebelumnya sudah menyampaikan pada High Absolute kalau semisalnya aku mempunyai keturunan maka dia tidak akan dihilangkan." Yue menjelaskan, "Nantinya, seluruh DNA-ku akan digantikan oleh salah satu Saudari yang lain, dan aku memilih Qiao Yu sebagai gantinya."
"Begitu, ya? Jadi, Yihua akan menjadi anak dariku dan Qiao Yu?" tanya Fang Lin sambil tersenyum pahit.
"Ya, itulah mengapa aku membiarkanmu mempunyai banyak istri. Dikarenakan ini alasannya, bukan hal yang lain..." Yue mengangguk kecil.
Jujur saja, semenjak reinkarnasi pertama sampai ketiga Fang Lin tidak mempunyai istri lain selain dirinya, bisa dibilang reinkarnasi keempat adalah pertama kalinya bagi Fang Lin mempunyai lima istri sekaligus.
Yue sebenarnya cemburu ketika Fang Lin menikah dan bermesraan dengan saudari yang lain, tapi ia tidak mempunyai pilihan lain karena dirinya harus menerima takdir semacam ini.
"Apa di reinkarnasi sebelumnya kita berdua tidak memiliki anak?" tanya Fang Lin penasaran.
"Tidak, karena di ketiga reinkarnasi itu aku memberitahu ingatan tentang masa depan, tidak ada niat bagimu untuk mempunyai ikatan spesial lainnya selain diriku." Yue menjawab dengan tenang, "Kamu juga memutuskan untuk memutuskan hubungan dengan semua keluargamu dari setiap reinkarnasi setelah memastikan mereka telah hidup aman di Dunia sana."
"Yah, mungkin aku juga melakukan hal yang sama di reinkarnasi ini..." Fang Lin mengangguk beberapa kali, "Tapi, ada sesuatu yang mengganjal di sini."
"Apa...?"
"Kalau aku bereinkarnasi untuk yang keempat kalinya, bagaimana dengan kehidupan pertamaku sebelum menemukan Cawan Suci?"
"Aku tidak menghitungnya sebagai reinkarnasi karena aku sendiri yang mengembalikan waktu, bukan dirimu ataupun High Absolute."
"Maksudnya...?"
"Setelah kesepakatan dengan High Absolute dibuat dan dia menggunakan kekuasaannya untuk mengembalikan waktu, aku membiarkan kamu menjalani kehidupan tanpa adanya campur tangan dariku. Itu kulakukan supaya kamu bisa beradaptasi dengan System yang baru kuciptakan di reinkarnasi keempat."
"Memangnya kamu bisa mengembalikan waktu? Bukankah hanya aku dan High Absolute saja yang mampu melakukannya?"
"Hehehe... Jangan remehkan aku, tau!" Yue tersenyum lebar, "Aku bisa meniru teknikmu sampai batas tertentu, dan pencapaian terbesarku adalah memutar balikkan waktu dalam skala ruang lingkup satu Alam."
"Jadi, begitu? Kuakui kamu memang jenius, hahahaha..."
Mereka berdua kemudian mengganti topik dan membicarakan hal-hal remeh sampai mendarat di pinggir pantai yang sangat indah. Keduanya terus bercanda dan tertawa, suasana tidak lagi suram dan terlihat bahagia seolah kabar tentang pelenyapan jiwa Yue tidak ada sama sekali.
Waktu terus berlalu, dan sekarang telah sore hari sekaligus sepuluh menit sebelum Turnamen Semesta berakhir.
Suasana yang tadinya ceria sekarang kembali menjadi hening karena waktu sudah semakin menipis.
"Apa takdir seperti ini harus kuterima begitu saja?" Fang Lin yang sedang duduk santai di hamparan pasir santai menghembuskan nafasnya melalui mulut sembari menatap langit senja.
"Kita tidak bisa memilihnya, sayang. Bahkan untuk seorang Absolute dan Celestial Absolute saja tidak bisa berbuat apa-apa jika mendapatkan takdir yang sudah menjadi kehendak High Absolute."
"Dia itu... Kenapa tidak muncul sebelum aku memutar balikkan waktu untuk pertama kalinya? Apakah dia sengaja melakukan itu supaya aku dan kamu berjalan sesuai dengan apa yang dia kehendaki?"
"Tidak ada yang tau apa yang dipikirkannya, kita hanya mengikuti alur saja..." Yue membalas dengan senyum pahit.
Fang Lin terdiam sejenak kemudian menggenggam tangan kanan istrinya itu, ia menoleh lalu berkata, "Aku... Tidak mau kamu meninggalkanku. Aku benar-benar tidak ingin..."
"Sayang... Aku memahami kesedihan yang kamu rasakan, tapi tidak ada cara lain yang bisa kita lakukan." Yue mencoba memberikan hiburan, "Aku juga sudah mengatakan padamu untuk tidak mencintai sesuatu terlalu dalam, bukan? Jalani saja hidupmu..."
"Jaga semua orang, berhati-hatilah pada setiap Celestial Absolute yang kamu temui, dan pastikan semua orang yang ada di sekitarmu mencapai ranah Absolute. Itu adalah pesan-pesan terakhirku, aku harap kamu bisa melakukannya dengan baik sampai kembali menjadi Celestial Absolute terkuat di seluruh Alam Semesta."
Fang Lin merapatkan giginya, ia menundukkan kepalanya sambil menggenggam tangan tangan kanan Yue dengan kedua tangannya.
Fang Lin hanya bisa menangis dalam diam, perasaan sedihnya sama sekali tidak diungkapkan melalui kata-kata.
Sementara Yue yang menyaksikan itu hanya bisa diam, hatinya sekarang ini juga sangat hancur karena dirinya tidak akan lagi bisa bersama suaminya untuk selamanya.
Ketika itu berlangsung, sepuluh menit telah berlalu dan layar muncul yang menandakan kalau Turnamen Semesta sudah berakhir.
Di detik setelah kemunculan layar tersebut, waktu dalam sekejap saja berhenti dan hanya Fang Lin serta Yue saja yang masih bisa bergerak.
"Haisss... Kau mempunyai bawahan yang mempunyai tubuh spesial merepotkan."
Tiba-tiba saja muncul makhluk yang mempunyai bentuk seperti Manusia tetapi tidak memiliki wajah ataupun rupa pada umumnya, tubuhnya hanya mengeluarkan cahaya putih yang terang namun entah bagaimana bisa dilihat oleh mata biasa.
"Kau..." Fang Lin berdiri, begitu juga dengan Yue.
"Yoo~ Fang Lin, sang pemeran utama..." High Absolute menyapa sambil mengangkat tangan kanannya ke atas, "Sudah lama tidak bertemu, bagaimana kabarmu?"
"Apa aku terlihat baik-baik saja?" ekspresi Fang Lin menjadi dingin.
"Padahal kau baru saja menangis, kenapa sekarang jadi galak begitu?" High Absolute tertawa kecil, "Omong-omong, aku kemari karena kesepakatan. Jadi jangan mengeluh, ya..."
"Kenapa aku harus menerima takdir seperti ini? Apakah itu menyenangkan untuk dilihat?" tanya Fang Lin dingin.
"Kenapa, ya? Entahlah... Aku tidak tau, aku hanya ingin melakukannya." High Absolute mengangkat pundaknya, "Lagipula, perjalananmu sejauh ini sama sekali tidak menyenangkan untuk dilihat. Yah, karena pada dasarnya aku bukanlah makhluk berperasaan..."
"Apakah kesepakatan ini harus dilakukan? Memangnya tidak ada cara lain, huh?"
"Sayangnya tidak, nanti aku yang akan kerepotan kalau membiarkannya jiwanya terus ada, tau?"
Fang Lin mengepalkan kedua tangannya dengan erat ketika mendengar itu, ia menggertakkan giginya karena marah.
"Tidak perlu seperti itu, nanti kau juga akan lupa." High Absolute berkata dengan acuh tak acuh.
"Mana bisa begitu, brengsek! Kau menghilangkan sesuatu yang berharga untukku! Memangnya ada yang tidak marah dan sedih kalau orang yang dicintainya dilenyapkan secara paksa, huh?!"
"Kalau sedih itu adalah rekasi wajar tetapi marah? Tidak semua makhluk akan marah jika seseorang yang dicintainya dilenyapkan secara paksa, mereka lebih memilih untuk ikhlas karena tau kalau peristiwa yang menimpa mereka adalah sebuah Takdir yang tidak bisa dihindari." High Absolute menjawab dengan cepat.
Fang Lin membisu ketika mendengar itu, mengingat lawan bicaranya adalah seorang High Absolute jadi dia cukup yakin kalau ucapannya barusan bukanlah sekadar bualan.
Melihat Fang Lin diam membisu membuat High Absolute menggelengkan kepalanya, "Kupikir sudah waktunya untuk perpisahan, bukan?"
Setelah High Absolute menyelesaikan ucapannya, Yue mengeluarkan suara tersentak dan membuat Fang Lin menoleh ke arahnya.
"S-sayang...?" suara Fang Lin terbata melihat tubuh Yue mengeluarkan cahaya yang cukup terang.
Yue melihat tubuhnya yang perlahan mulai menghilang, dia menatap suaminya dan tersenyum penuh kesedihan.
Yue mengulang kembali pesan terakhirnya kepada Fang Lin, dan sampai akhirnya suaranya mulai menghilang begitupula dengan wujudnya yang bercahaya.
"Sampai jumpa... Tolong jangan lupakan pesan terakhirku, ya, sayang."
Fang Lin berusaha untuk memeluknya tetapi itu terlambat.
Whoooosh!
Setelah keberadaan Yue menghilang tanpa jejak, Niat Membunuh merembes keluar dari tubuh Fang Lin. Namun itu tidak berlangsung lama, pandangannya tiba-tiba saja berubah menjadi gelap dan dia langsung tergeletak pingsan di tempat.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.