System Sang Immortal

System Sang Immortal
Alam Agung Vs Alam 100 Pelangi IV


Di Benteng Alam 100 Pelangi, Ao Zhang yang sedang menatap area medan tempur sedikit menyipitkan mata-nya, "Hei Yun Fu... Perintah-kan pasukan kalian untuk bersiaga di depan benteng. Alam Agung benar-benar ingin melanggar perang" Ucap Ao Zhang dengan nada serius.


Melihat keseriusan dari nada Ao Zhang membuat Yun Fu keheranan dan melihat ke arah yang Ao Zhang lihat, Ia menggaruk-kan kepala-nya yang tidak gatal ketika diri-nya tidak melihat apa-apa di depan, "Seperti-nya aku perlu menyebarkan kesadaran-ku..." Batin Yun Fu dan seketika ia menyebarkan kesadaran-nya.


Beberapa saat setelah menyebarkan kesadaran-nya, Mata Yun Fu melebar ketika melihat puluhan juta kultivator Alam Agung yang sedang melesat ke tempat-nya berada.


Yun Fu menggertak-kan gigi-nya karna kesal, "Bajingan... Mereka sudah keterlaluan!" Umpat Yun Fu dengan nada marah dan tanpa sadar aura membunuh-nya merembes keluar dari tubuh-nya.


Ao Zhang yang mengetahui hal itu langsung menepuk pundak kiri Yun Fu, "Hei, Sekarang bukan waktu yang tepat untuk marah... Kau lakukan dulu apa yang ku-minta" Ucap Ao Zhang dengan nada tenang.


Mendapat tepukan dari Ao Zhang membuat Yun Fu tersentak, Ia langsung menghela nafas panjang lalu menarik aura membunuh-nya kembali, "Maafkan aku..." Ucap Yun Fu meminta maaf kemudian membalik-kan badan-nya.


"Perintah-kan ke seluruh pasukan untuk bersiaga di depan benteng, Kita akan memulai perang habis-habisan melawan Alam Agung" Ucap Yun Fu memberi perintah.


Puluhan pria paruh baya yang sedang melayang itu langsung mengangguk-kan kepala patuh, Mereka dengan segera pamit kepada Yun Fu dan melesat pergi dari sana.


Yun Fu sendiri yang melihat kepergian mereka hanya diam, Ia kembali membalik-kan badan-nya untuk melihat area medan tempur, "Harus-kah aku membunuh pasukan Alam Agung yang masih menyerang pasukan kita?" Tanya Yun Fu dengan nada penasaran.


Ao Zhang yang mendengar-nya langsung mengangguk-kan kepala-nya pelan, "Ya... Bunuh saja, Ini termasuk kesempatan emas untuk mengurangi kekuatan dari pihak Alam Agung" Jawab Ao Zhang dengan nada tenang.


"Baik-lah... Aku akan membunuh mereka sekarang" Balas Yun Fu dan langsung bergegas pergi dari sana.


Ao Zhang yang melihat Yun Fu sedang terbang ke area medan tempur langsung menahan-nya, "Tunggu dulu. Aku berubah pikiran, Biar aku saja yang membunuh mereka" Ucap Ao Zhang dan melesat pergi dari sana tanpa menunggu jawaban Yun Fu.


Yun Fu sendiri hanya bisa terdiam ketika melihat hal itu, Ia menggelengkan kepala-nya pelan dan berkata, "Dia masih saja tidak sopan kepada-ku... Padahal aku ini adalah seorang raja" Ucap Yun Fu dengan nada sedikit kesal. Meskipun ia tidak suka dengan tingkat laku Ao Zhang, Namun ia mau tak mau harus menahan rasa tidak suka-nya karena ia masih membutuhkan kekuatan Ao Zhang untuk pepeerangan ini.


Di sisi lain, Ao Zhang yang sedang melesat di udara langsung berhenti ketika sudah sampai di dekat pasukan Alam Agung yang masih menyerang pasukan Alam 100 Pelangi.


"Hmm... Ada yang aneh" Gumam Ao Zhang saat memerhatikan peperangan berlangsung.


"Seorang ranah Immortal, Namun dapat membunuh 3 Immortal lain-nya dengan mudah? Hmm.... Itu cukup mustahil" Gumam Ao Zhang curiga sembari mengeluskan dagu-nya. Ia terdiam sesaat untuk berpikir segala kemungkinan yang ada.


Tak lama kemudian Ao Zhang sedikit melebarkan mata-nya, "Jangan bilang mereka memakai sebuah Artefak penyamaran?" Ucap Ao Zhang bertanya-tanya.


"Dari semua alasan yang ada, Alasan ini-lah yang paling masuk akal, Terlebih lagi di jari beberapa kultivator Alam Agung terdapat cincin yang sama. Ada kemungkinan kalau cincin itu-lah Artefak penyamaran-nya" Ucap Ao Zhang saat melihat beberapa kultivator dari Alam Agung memakai cincin berwarna hitam polos.


"Kalau begitu membantai mereka akan sedikit sulit, Karna aku tidak tau mereka berada di ranah apa saja" Timpal Ao Zhang dan seketika sebuah busur berwarna merah terang muncul di udara.


Ao Zhang langsung meraih busur tersebut dengan tangan kiri-nya, Ia kemudian mengangkat tangan kanan-nya dan muncul sebuah anak panah berwarna perak, "Ayo kita membantai para semut itu" Ucap Ao Zhang sambil tersenyum lebar.


"Apa ini? Kau berada di peperangan?" Sebuah suara terdengar di telinga Ao Zhang.


"Hoo... Bagus-lah. Gunakan jurus terkuat-mu untuk membantai mereka sekaligus" Balas suara roh busur dengan nada tenang.


"Tentu" Jawab Ao Zhang singkat dan seketika ia menarik anak panah-nya saat sudah berada di tali busur, Ia mengarahkan busur-nya ke arah pasukan Alam Agung dan menghela nafas panjang.


Ao Zhang menutup mata-nya dan dalam sekejap energi langit dan bumi berkumpul di sekitar anak panah milik-nya, "Teknik busur penghancur wilayah" Ucap Ao Zhang dengan nada tenang sembari melepaskan anak panah-nya ke arah pasukan Alam Agung.


~Whooshhhh~


Anak panah yang baru saja di lepaskan Ao Zhang langsung melesat ke arah pasukan Alam Agung dengan kecepatan yang tidak bisa di-lihat oleh manusia biasa.


Para pasukan Alam Agung yang berada di ranah Immortal sama sekali tidak menyadari keberadaan anak panah yang sedang melesat ke arah mereka, Sedangkan para kultivator yang menyamar langsung menyadari keberadaan anak panah tersebut ketika sudah berada di dekat mereka.


Mereka para kultivator yang sudah menyadari keberadaan anak panah itu langsung mengeluarkan artefak pertahanan yang mereka miliki.


~BOOOOMM~


Sesaat setelah mereka mengeluarkan artefak pertahanan mereka, Sebuah ledakan terjadi dan membuat semua orang yang ada di sana terkejut.


Para pasukan Alam 100 Pelangi yang sedang melesat ke arah benteng langsung menghentikan langkah mereka.


Mereka semua langsung membalik-kan badan dan mendapati sebuah kawah yang begitu besar di depan mata mereka.


"Apa-apaan ini?!"


"Sejak kapan ada kawah sebesar ini?"


"Siapa yang menyerang pasukan Alam Agung?"


Semua orang yang berasal dari Alam 100 Pelangi langsung bertanya-tanya mengenai kawah besar di dekat mereka.


Di sisi lain, Ao Zhang yang sedang melayang di atas awan langsung terbang turun ke bawah.


Para pasukan Alam 100 Pelangi yang melihat kedatangan Ao Zhang dari langit tentu terkejut. Mereka semua mengenal Ao Zhang tetapi tidak terlalu kenal dengan dekat.


Ao Zhang sendiri langsung berhenti di udara ketika diri-nya sudah bisa di lihat oleh para pasukan Alam 100 Pelangi, Ia mengangkat tangan kanan-nya ke arah benteng sambil melihat orang-orang yang berada di daratan, "Kalian pergi ke benteng dan bergabung dengan pasukan lain-nya, Kita akan berperang habis-habisan melawan Alam Agung" Ucap Ao Zhang dengan nada tenang.


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.