System Sang Immortal

System Sang Immortal
Jutaan Pasukan Bayangan


Jung Xi yang mendengar cibiran Dong Zhu hanya mendengus kesal, Ia membalik-kan badan-nya dan terbang ke arah benteng 100 Pelangi.


Melihat kepergian Jung Xi membuat Dong Zhu memutar bola mata-nya malas, "Dasar naif..." Gumam Dong Zhu sinis lalu menatap ke arah ribuan kultivator yang kini sedang melesat mundur ke benteng.


Dong Zhu menarik nafas-nya cukup dalam lalu mengeluarkan-nya secara perlahan, Ia kemudian terbang ke benteng untuk melaporkan situasi-nya pada raja.


Di sisi lain, Fang Lin yang melihat kedua kubu telah berhenti berperang langsung berdiri di udara, "Sekarang giliran-ku" Gumam Fang Lin kemudian menyebarkan kesadaran-nya ke seluruh area medan tempur.


Di dalam kesadaran-nya, Fang Lin dapat melihat pasukan dari kedua kubu yang kini masih mundur ke zona masing-masing, "Ku-pikir beberapa hari lagi, Aku baru bisa melakukan-nya" Gumam Fang Lin sambil duduk kembali di kursi es-nya.


Fang Lin sedari awal sudah berencana untuk membangkitkan mayat-mayat yang berserakan di medan tempur, Namun hal itu ia lakukan disaat pasukan kedua kubu telah kembali ke zona mereka.


Beberapa hari kemudian, Fang Lin yang sedang memejam-kan mata-nya langsung membuka-nya secara perlahan, Ia berdiri dari duduk-nya lalu menarik nafas cukup panjang, "Teknik Array Dewa, Ke-5: Pertahanan Mutlak" Ucap Fang Lin sambil menepuk kedua tangan-nya ke depan dada.


~Whoooop~


Tiba-tiba sebuah bola hitam ber-ukuran kecil muncul di depan Fang Lin. Bola hitam tersebut perlahan membesar dan terus membesar sampai menelan Fang Lin yang ada disana.


Bola hitam yang telah menjadi raksasa itu masih terus membesar dengan cepat.


Di sisi lain, Kedua kubu yang mulai melihat bola hitam raksasa tersebut langsung terkejut, Mereka semua langsung memerhatikan bola hitam aneh tersebut dari zona mereka masing-masing.


Kubu Alam Agung, Saat ini Dian Qi, Dua anak-nya, Liu Bei, Zhou Yun sedang memerhatikan fenomena bola hitam tersebut di udara dekat tenda mereka.


"Bola hitam itu.... Apakah sebuah array?" Gumam Zhou Yun menebak sambil mengerutkan sedikit alis-nya.


"Iya... Kau benar. Itu adalah Array level 9, Yang artinya itu adalah array tingkat Dewa" Balas Liu Bei dengan nada serius.


Mendengar hal itu tentu membuat Dian Qi serta dua anak-nya terkejut, Bahkan Zhou Yun juga ikut tersentak mendengar-nya, "Array level 9?! Astaga... Apakah orang yang membuat array itu berasal dari Alam Tinggi?" Tanya Zhou Yun penasaran.


"Aku tidak tau" Jawab Liu Bei sambil menggelengkan kepala-nya pelan.


Mendengar jawaban singkat Liu Bei, Zhou Yun hanya diam dan tidak bertanya lebih lanjut tentang itu, Sedangkan Dian Qi dan juga dua anak-nya hanya bisa melongo ketika mendengar pembicaraan dari kedua orang itu.


Di Kubu Alam 100 Pelangi, Seorang pria paruh baya berjubah emas kini sedang melayang di udara dan memerhatikan bola hitam tersebut, "Haah... Bola hitam aneh apa itu?" Gumam pria berjubah emas bertanya-tanya sambil menghela nafas panjang.


"Hmm... Seperti-nya itu adalah Array Tingkat Dewa. Aku tidak tau jelas-nya tetapi bola hitam itu adalah Array Pertahanan" Balas seorang pria tampan berjubah hitam polos yang tiba-tiba muncul di samping pria berjubah emas tersebut.


"Tuan Ao Zhang, Jika perkataan anda benar artinya ada seorang ahli array yang mengawasi perang ini?" Tanya pria paruh baya berjubah emas penasaran.


Pria berjubah hitam yang dipanggil Ao Zhang langsung mengangkat bahu-nya tidak tau, "Entah-lah....." Jawab Ao Zhang lalu menimpali-nya dengan cepat, "Yun Fu, Perintah-kan pasukan-mu untuk bersiaga. Kita tidak tau apa yang akan terjadi setelah ini" Timpal Ao Zhang lalu pergi dari sana tanpa menunggu jawaban Yun Fu.


Yun Fu sendiri hanya mengangguk-kan kepala-nya, Meskipun Ao Zhang telau pergi. Ia kemudian membalik-kan badan-nya dan mendapati Dong Zhu yang sedang terbang ke arah-nya.


"Salam raja..." Ucap Dong Zhu menangkupkan tangan-nya.


Yun Fu yang di panggil raja tersebut hanya mengangguk-kan kepala-nya pelan, "Perintah-kan para pasukan untuk bersiaga, Tuan Ao Zhang sendiri yang meminta kita melakukan itu" Ucap Yun Fu dengan nada tenang.


Dong Zhu yang mendengar-nya langsung mengangguk-kan kepala-nya, Ia kembali menangkupkan tangan-nya dan berkata, "Saya akan melakukan-nya raja..." Ucap Dong Zhu dan diangguki oleu Yun Fu.


Di sisi lain, Fang Lin yang berada di dalam bola hitam tersebut kini sedang menyebarkan kesadaran-nya, Ia saat ini sedang mengamati array pertahanan-nya yang terus membesar, "Ku-rasa Orang-orang di luar sana sedang heboh dengan array yang ku-buat ini" Gumam Fang Lin sambil tersenyum tipis. Ia saat ini sedang menunggu array yang dibuat-nya memakan seluruh area medan tempur Alam 100 Pelangi.


Butuh waktu sekitar 1 hari untuk array milik Fang Lin berhenti membesar, Kini bola hitam milik-nya telah menelan seluruh area medan tempur.


Fang Lin sendiri yang mengetahui itu hanya diam, Ia mengangkat telapak tangan-nya ke atas dan seketika muncul sebuah bola Api yang cukup besar.


Melihat bola Api tersebut muncul di telapak tangan-nya, Fang Lin langsung melemparkan-nya ke atas.


Tak butuh waktu lama, Bola api tersebut berhenti di ujung array dan melayang di sana seperti sebuah matahari.


Fang Lin lalu mengalihkan pandangan-nya ke bawah dan mendapati jutaan mayat yang mengeluarkan bau amis dan juga busuk.


Melihat itu Fang Lin hanya diam, Ia mengangkat kembali tangan kanan-nya ke atas dan disaat yang berasamaan mata biru safir-nya sedikit bersinar terang, "Bangkit-lah....." Ucap Fang Lin dengan nada suara yang sedikit di tekan.


~Whooooshhhh~


Dalam sekejap aura hitam menyelimuti daratan yang di penuhi mayat-mayat tersebut. Fang Lin sendiri yang melihat-nya langsung menarik nafas dingin, "Membangkitkan jutaan mayat ini membuat-ku sedikit lelah..." Gumam Fang Lin sambil menghela nafas panjang.


Cukup lama aura hitam tersebut memenuhi daratan, Kini aura hitam itu perlahan menghilang dan menampil-kan jutaan bayangan yang memiliki sosok manusia.


Jutaan bayangan tersebut kini sedang berlutut sambil menunduk-kan kepala mereka ke arah Fang Lin, "Kami bawahan yang rendah ini, Menghadapi Dewa Kematian" Ucap jutaan bayangan secara serempak dan membuat suara mereka bergema di dalam bola hitam raksasa tersebut.


Fang Lin sendiri hanya mengangguk-kan kepala-nya sambil tersenyum, "Mungkin dengan jutaan pasukan bayangan-ku, Sudah cukup untuk berperang melawan orang itu" Ucap Fang Lin pelan saat melihat kultivasi mereka yang berada di ranah Grand Dao.


"Masuk-lah ke dalam bayangan-ku" Ucap Fang Lin memberi perintah.


"Baik Dewa..." Ucap mereka serempak lalu melesat ke arah Fang Lin dan memasuki bayangan-nya.


Bersambung....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


NOTE: Tingkat pekerjaan Array.


- Pemula: 1


- Murid: Level 1-2


- Guru: Level 1-3


- Ahli: 1-5


- Master: 1-7


- Dewa: 1-9