
Mendengar itu Ju Lao Zi hanya mengangguk paham, Sedangkan Xiao Meng dan Xiao Jung hanya diam dengan ekspresi wajah terkejut.
Mereka berdua sebenar-nya tidak menyangka kalau raja mereka dapat menghapus ingatan seseorang, Namun mereka tidak terlalu terkejut akan hal itu sebab mengetahui kalau Xiao Chen adalah orang terkuat yang pernah mereka temui.
"Kalau begitu aku dan guru-ku pergi dulu" Ucap Xiao Chen tenang dan di angguki oleh Xiao Meng dan Xiao Jung.
Melihat angguk-kan mereka berdua, Xiao Chen dan Ju Lao Zi langsung terbang pergi dari sana, Mereka berdua kini melesat kembali ke arah istana.
***
Di Istana Xiao Chen.
Xiao Chen dan guru-nya kini sudah duduk di singgasana istana, Mereka berdua saat ini sedang mengobrol bersama.
"Guru, Sebelum-nya apa yang ingin guru katakan?" Tanya Xiao Chen dengan nada penasaran saat mengingat ucapan guru-nya terpotong.
Ju Lao Zi yang mendengar itu sedikit mengangkat alis-nya, "Ah... Iya, Sebelum-nya aku hanya ingin menyampaikan kalau orang itu akan kembali untuk melatih-mu lagi" Jawab Ju Lao Zi sambil tersenyum tipis.
"Hmm? Apakah dia sudah menyelesaikan urusan-nya?" Tanya Xiao Chen kembali dengan nada penasaran.
Ju Lao Zi mengangguk-kan kepala-nya dan berkata, "Ya, Urusan-nya di Alam Rahasia sudah selesai dan mungkin beberapa hari lagi dia akan kemari" Jawab Ju Lao Zi cepat.
Xiao Chen hanya mengangguk-kan kepala-nya mengerti ketika mendengar itu, Ia menjadi sedikit tidak sabar untuk bertemu orang itu karena di setiap ia di latih orang itu, Kekuatan milik-nya pasti akan meningkat pesat.
Xiao Chen kemudian mengganti topik pembicaraan yang lain bersama guru-nya dan mengobrol hingga larut malam.
***
Di Daratan Huimu, Padang Gersang.
Terlihat puluhan kultivator kuat dengan jubah berbeda-beda sedang melayang di atas udara, Di hadapan kumpulan kultivator tersebut terdapat seorang pria berjubah hitam yang mengenakan topeng hitam polos.
"Ayah... Aku sama sekali tidak bisa melihat ranah orang itu" Bisik Dian Wu pada ayah-nya.
Dian Qi yang mendengar itu hanya mengangguk-kan kepala-nya dengan raut wajah serius, "Kau benar, Bahkan ayah sekalipun tidak dapat melihat ranah kultivasi-nya" Balas Dian Qi menelepati.
Beberapa hari yang lalu, Dian Qi, Dian Wu beserta para petinggi Alam Agung sepakat untuk menerima tawaran dari Fang Lin, Meskipun saat rapat terdapat konflik karena beberapa petinggi tidak setuju, Namun itu semua berhasil di lalui dengan kepala dingin.
Di sisi lain, Fang Lin yang saat ini berada di hadapan para orang penting dari Alam Agung langsung membuka mulut-nya setelah hening beberapa saat, "Apakah kalian ingin menerima kesepakatan-ku?" Tanya Fang Lin dengan suara yang tenang.
Semua orang yang berasal dari Alam Agung hanya diam ketika mendengar perkataan Fang Lin, Hingga beberapa saat kemudian Dian Qi melayang maju ke depan, "Aku adalah Raja dari Alam Agung dan aku disini ingin menyampaikan kalau pihak Alam Agung memutuskan untuk menerima tawaran-mu" Jawab Dian Qi disaat diri-nya sudah sampai di paling depan.
Fang Lin yang mendengar-nya langsung tersenyum tipis, Ia mengangkat tangan kanan-nya dan berkata, "Baik-lah... Kalau begitu, Serahkan seluruh barang tingkat Dewa milik Alam Agung sekarang juga" Ucap Fang Lin dengan suara tenang.
Mendengar itu Dian Qi langsung membalas-nya dengan cepat, "Pihak Alam Agung akan memberikan seluruh barang tingkat Dewa milik kami setelah kau selesai menyelesaikan tiga permintaan kami" Balas Dian Qi dengan tatapan serius.
~Whoooshhhhh~
Para kultivator yang berada di pihak Alam Agung langsung berjatuhan dari udara ketika mereka semua menerima tekanan yang begitu kuat.
~Bruughhh~
Dian Qi dan Dian Wu terjatuh ke tanah begitu keras, Mereka berdua saat ini sedang melebarkan mata tidak percaya dengan kejadian yang menimpa mereka sekarang.
"B-bagaimana m-mungkin?!! Kami semua di jatuhkan oleh-nya hanya dengan aura saja?!" Batin Dian Qi dengan perasaan ngeri.
"Gila!! Dalam seumur hidup-ku, Aku tidak pernah merasakan aura sekuat ini" Batin Dian Wu dengan raut wajah yang tidak sedap dipandang.
Tidak hanya Dian Qi dan Dian Wu saja yang terjatuh dari udara, Tetapi seluruh petinggi Alam Agung juga ikut terjatuh.
"Hey, Apakah kalian ingin bermain-main dengan penawaran yang ku-buat?" Tanya Fang Lin dengan tatapan tajam. Sebenar-nya ia tidak tersinggung sama sekali dengan itu, Namun hal ini ia lakukan agar orang-orang dari pihak Alam Agung merubah pikiran mereka.
Dian Qi, Dian Wu dan petinggi Alam Agung mendongakan kepala mereka ke atas dan mendapati Fang Lin melayang di udara dengan tatapan dingin.
"M-maafkan k-kami tuan, Kami akan memberikan barang-nya sekarang" Ucap Dian Qi terbata-bata dengan keringat dingin yang memenuhi tubuh-nya. Ia mau tak mau harus memberikan seluruh Artefak, Senjata dan Kitab Dewa milik Alam Agung, Dari pada ia dan seluruh orang-orangnya harus mati sia-sia disini.
Fang Lin yang mendengar ucapan Dian Qi langsung tersenyum tipis, Ia dengan segera menarik aura-nya kembali dan membuat semua orang yang berada di pihak Alam Agung tergeletak lemas di tanah.
Melihat itu Fang Lin hanya diam dan menunggu, Ia paham kalau mereka memerlukan istirahat setelah menahan aura-nya yang begitu kuat.
Beberapa menit kemudian, Dian Qi dan Dian Wu mulai berdiri dari posisi tergeletak-nya dan selang beberapa waktu para petinggi yang dibelakang mereka juga ikut berdiri.
Mereka semua saat ini sedang menunduk-kan kepala, Tidak ada satupun dari mereka yang mendongak-kan kepala mereka ke arah Fang Lin kecuali Dian Qi.
"Keluar-kan..." Ucap Fang Lin pelan sambil turun dari udara.
Mendengar itu Dian Qi buru-buru membuka gerbang jiwa-nya dam dengan segera mengeluarkan seluruh Artefak, Senjata dan Kitab Dewa milik Alam Agung.
Di sisi lain, Fang Lin yang melihat Dian Qi mengeluarkan satu persatu barang dari gerbang jiwa hanya diam, Ia berjalan mendekati Dian Qi dan mengambil sebuah perisai mewah berbentuk kotak.
"Perisai ini sangat bagus, Namun ini tidak ada guna-nya untuk-ku karena aku mempunyai Supreme Barrier" Gumam Fang Lin pelan lalu menyimpan perisai tersebut ke dalam inventory-nya.
Fang Lin kemudian menatap ke arah bawah dan mendapati banyak barang yang ada di tanah, Ia melirik ke arah Dian Qi yang ada di dekat-nya dan berkata, "Apakah ini sudah semua-nya?" Tanya Fang Lin dengan suara datar.
Dian Qi yang mendengar-nya langsung mengangguk-kan kepala-nya berkali-kali, Tubuh-nya sedikit bergetar ketika diri-nya secara tidak sengaja menatap mata Fang Lin.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.