
Mendengar pria bertopeng itu tertawa membuat pelayan tersebut mengerutkan keningnya, "Bagaimana tuan? Apakah anda ingin berada di lantai 1 saja?" Tanya Pelayan Wanita itu yang masih mencoba ramah.
Fang Lin yang mendengar itu mengangkat tangan-nya dan mengeluarkan 3 jari-nya, "Aku ingin berada di lantai 3" Ucap Fang Lin dan tentu membuat pelayan wanita terkejut.
"Tuan... Berhenti-lah bermain-main, Masih banyak tamu yang harus aku urus" Jawab pelayan wanita itu saat melihat tamu yang semakin ramai berdatangan. Tentu saja pelayan tersebut tidak percaya dengan perkataan pria bertopeng hitam didepan-nya, Karena rata-rata orang yang memilih lantai 3 hanyalah seorang pembual, Terlebih lagi dia melihat kalau orang tersebut masih sangatlah muda, Jadi tidak mungkin pria bertopeng itu berada di ranah Kaisar Surgawi.
Fang Lin yang mendengar itu hanya menghela nafasnya pelan, "Panggil-kan manajermu atau kau akan menyesal nantinya?" Ucap Fang Lin pelan.
Pelayan wanita itu hanya mendengus kesal, "Baiklah... Jika kau bukan berada di ranah Kaisar Surgawi keatas, Kau akan merasakan akibatnya" Jawab pelayan wanita dengan nada kesal lalu membalik-kan badan-nya. Ia mau tak mau harus ke ruang manajer untuk memenuhi permintaan pria bertopeng itu.
Fang Lin yang melihat kepergian pelayan wanita itu hanya menggelengkan kepalanya pelan, Ia lalu mengalihkan pandangan-nya ke arah Li Fan yang sedang menatap tamu yang sedang makan.
"Apakah kau sebegitu lapar-nya?" Tanya Fang Lin menggelengkan kepalanya sambil berdecak pelan.
Li Fan langsung tersadar dan mendongak ke arah gurunya, "Hehehe... Maaf guru, Tetapi aku sudah hampir tidak makan selama 1 minggu" Jawab Li Fan tertawa bodoh sambil menggaruk-kan kepalanya yang tidak gatal.
"Setelah ini selesai, Pesan semua makanan yang kau inginkan, Tidak perlu ragu untuk memesan-nya" Ucap Fang Lin dan dengan segera diangguki oleh Li Fan.
Saat sedang mengobrol bersama murid-nya, Tiba-tiba datang pelayan wanita yang sebelumnya bersama dengan wanita cantik yang mengenakan gaun terbuka.
"Woahh... Siapa wanita cantik itu?"
"Bukankah itu manajer dari restoran ini? Untuk apa dia keluar dari kantornya?
"Benarkah? Tubuh wanita itu bagus sekali"
Para tamu pria yang sedang makan disana langsung bergemuruh sambil menatap wanita cantik itu dengan tatapan yang berbeda-beda.
Di sisi lain, Fang Lin yang menyadari kedatangan wanita seksi itu hanya diam dan memerhatikan, Sedangkan Li Fan yang melihat wanita seksi itu langsung mengalihkan pandangan-nya dengan wajah yang memerah.
Mau bagaimana-pun Li Fan masih berumur 11 tahun, Ia masih merasa malu jika melihat wanita berpakaian terbuka seperti itu.
Wanita seksi itu langsung menghadapi Fang Lin bersamaan dengan pelayan sebelumya, "Perkenalkan... Aku adalah Zhuyan Ni, Manajer dari restoran Raja Masak ini" Ucap Zhuyan Ni memperkenalkan diri sambil menunduk-kan kepalanya sedikit.
Fang Lin hanya menganggukkan kepalanya pelan, "Fang Lin" Jawab singkat Fang Lin memperkenalkan diri.
Zhuyan Ni yang mendengar jawaban cuek dari Fang Lin hanya menghela nafas pelan, "Maafkan perlakuan bawahan-ku buruk adik-ku ini tuan, Tetapi apakah tuan benar ingin makan di lantai 3?" Tanya Zhuyan Ni dengan sopan. Ia melakukan sikap ramah dikarenakan dirinya tidak dapat menebak tngkat kultivasi Fang Lin, Padahal dirinya berada di ranah Raja *3.
Zhuyan Ni mengalihkan pandangan-nya ke anak kecil di samping pria bernama Fang Lin tersebut, Ia sedikit terkejut ketika melihat anak kecil tersebut, "Bukan-kah dia anak dari Li Mubai dan Ning Zu'er?" Batin Zhuyan Ni dengan nada sedikit terkejut. Ia tentu mengenal Li Fan, Karena ayah dan ibu-nya Li Fan adalah teman dekat dari Zhuyan Ni.
Namun beberapa waktu yang lalu, Ia mendengar kabar kematian Li Mubai dan Ning Zu'er, Tentu hal itu membuatnya sangat marah, Akan tetapi apa daya dirinya saat tau kalau yang membunuh mereka berdua adalah Keluarga mereka sendiri, Ia tidak dapat membalaskan dendam-nya karena Keluarga Li mempunyai hubungan dekat dengan Kaisar Tang.
Saat mengetahui kalau anaknya Li Fan masih hidup, Tentu membuat Zhuyan Ni senang, Akan tetapi sekali lagi keluarga Li memberikan sebuah pengumuman ancaman kepada seluruh penduduk kota Tang Zhuwan yaitu 'Siapa saja yang membantu anak dari Li Mubai dan Ning Zu'er, Maka akan ada kehancuran yang menanti-nya'.
Zhuyan Ni yang mendengar pengumuman itu hanya menghela nafas pasrah, Bukan-nya dia pengecut atau apa tetapi dirinya hanyalah seorang manajer dari sebuah restoran, Tidak mungkin dirinya menyatakan perang dengan keluarga Li yang jelas mempunyai hubungan erat dengan Kekaisaran Tang.
Di sisi lain, Fang Lin mengerutkan alisnya ketika melihat Zhuyan Ni menatap murid-nya dengan tatapan sedih, "Apa yang kau tatap? Bukankah seharusnya kau menyiapkan meja untuk-ku?" Tanya Fang Lin dan membuat sadar Zhuyan Ni.
Zhuyan Ni langsung tersadar dan kembali menatap Fang Lin, "Maaf tuan... Tetapi bisakah anda menunjuk-kan tingkat kultivasi anda?" Tanya Zhuyan Ni dengan nada sopan.
Fang Lin yang mendengar itu langsung mengeluarkan aura Ranah Immortal-nya dan tentu hal tersebut membuat semua orang tersedak nafas-nya karena terkejut termasuk Zhuyan Ni dan pelayan sebelum-nya.
Semua orang yang disana langsung menganga ketika melihat itu, Sedangkan Zhuyan Ni langsung menunduk-kan kepalanya hingga badan bersamaan dengan adik-nya, "M-maafkan ketidaksopanan saya dan adik saya" Ucap Zhuyan Ni terbata-bata. Ia takut kalau perbuatan adik-nya telah menyinggung Fang Lin.
Li Fan yang melihat aura ranah Immortal gurunya juga ikut terkejut, Ia hanya bisa berdecak kagum karena bangga memiliki guru yang kuat.
Fang Lin yang melihat reaksi semua orang hanya tersenyum tipis lalu menarik aura-nya kembali, "Baru saja kutekan hingga ranah Immortal kalian sudah bereaksi seperti itu, Bagaiman jika aku mengeluarkan ranah asliku?" Batin Fang Lin dan diam-diam tertawa pelan saat membayangkan hal tersebut.
"Itu tidak penting, Sekarang siapkan meja untuk diriku dan murid-ku ini" Jawab Fang Lin dan dengan segera diangguki oleh Zhuyan Ni.
Zhuyan Ni langsung memanggil beberapa pelayan termasuk adik-nya dan menyuruh mereka semua untuk menyiapkan meja yang spesial di lantai 3.
Para pelayan yang menerima perintah itu dengan segera berlari menuju ke lantai 3, Mereka semua langsung menyiapkan apa yang diperintahkan manajer mereka.
Zhuyan Ni lalu menatap Fang Lin dengan tatapan ramah dan sedikit takut, "Mari tuan... Biar saya antarkan anda ke meja yang telah di siapkan" Ucap Zhuyan Ni sambol mempersilahkan Fang Lin.
Fang Lin hanya menganggukkan pelan, Ia langsung menggandeng Li Fan dan mulai mengikuti Zhuyan Ni dari belakang.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.