System Sang Immortal

System Sang Immortal
Teknik Pemanggil Roh


"Apa yang tuan lakukan?" Tanya Yang Jian ke Guo Ren, Mereka saat ini masih ada diantara pepohonan dan belum turun ke tempat Fang Lin.


Mendengar perkataan Yang Jian, Guo Ren hanya mengangkat bahunya seolah tidak tau, "Entahlah, Kau pikir aku peramal?" Ucap Guo Ren lalu memposisikan dirinya menjadi tidur di batang pohon.


"Saudara Ren apakah kau tidak khawatir jika tuan diserang mendadak?" Tanya Yang Jian yang melihat Guo Ren sudah memejamkan matanya.


Guo Ren mendengar perkataan Yang Jian membuka satu matanya, "Kau tau? Bahkan jika naga hitam itu menyerang tuan dengan kekuatan penuhnya, Tuan tidak akan terluka sedikitpun" Ucap Guo Ren seraya menunjuk Naga Hitam.


"Darimana kau tau? Apakah saudara Ren hanya menebak?" Tanya Yang Jian sambil mengerutkan alisnya.


Guo Ren menghela nafasnya pelan, "Apakah kau tidak ingat saat tuan diserang oleh pria berambut merah? Aku yakin dia seorang dewa berelemen api, Dan saat dia menyerang tuan, Apakah tuan terluka? Tidak sama sekali" Ucap Guo Ren menjelaskan.


"Dari mana kau tau tuan tidak terluka? Bukankah dia tidak menceritakan itu?" Tanya Yang Jian heran.


"Haah... Saat tuan sadar dari pingsannya, Dia mengatakan hanya pusing bukan? Itu artinya dia sama sekali tidak terluka" Jawab Guo Ren lalu menutup kembali matanya.


Yang Jian mengangguk paham mendengar itu, Akan tetapi dirinya tetap waspada dan terus melihat ke arah tempat tuannya berada.


...


1 Jam berlalu.


~Whooshh~


Fang Lin perlahan membuka matanya dan membatin, "Teknik ini sungguh hebat dan praktis, Hanya perlu mengingat wajah dan nama roh yang ingin dipanggil, Lalu dapat memanggil nya, Akan tetapi jika rohnya hancur aku tidak dapat memanggil nya dan juga aku hanya bisa memanggil roh yang kekuatannya hanya dibawah ku"


"Saat ini kekuatanku sudah bisa menghadapi Spiritual God tingkat berlian sekalipun, Ini semua berkat Qi Dewa dan ingatan Dewa Perang serta tubuh baruku" Gumam Fang Lin yang jantungnya berdetak kencang.


"Tapi semua itu berkat Yue, Jika tidak ada Yue mungkin aku tidak sekuat ini" Batin Fang Lin bersyukur karena jatuh dari Jurang Kematian.


"Baik... Saatnya keluar" Ucap Fang Lin lalu beranjak berdiri.


Fang Lin keluar dari rumah kecil buatannya, Seluruh monster yang tadinya mengobrol langsung berhenti ketika melihat Fang Lin keluar dari rumah kecilnya.


"Apa yang kau lakukan didalam?" Tanya Naga Hitam yang sedang melingkar ditanah.


"Hanya sedang belajar" Jawab Fang Lin tersenyum.


Naga Hitam heran ketika mendengar jawaban dari Fang Lin, Namun dia mulai terbiasa dengan itu karena dirinya tau jika Fang Lin adalah manusia paling aneh dan kuat diumur yang baru menginjak ribuan tahun.


Jika saja para kultivator kuat dari alam yang tinggi mengetahui keberadaan dan kekuatan Fang Lin, Ia yakin Fang Lin langsung diburu dan direkrut oleh mereka bahkan mereka tidak akan segan-segan mengancam Fang Lin dengan kekuatan mereka.


Naga Hitam tidak tau saja, Jika Fang Lin memiliki 100 prajurit bayangan yang tidak bisa mati dan sudah berada ditingkat Menuju Dewa, Kalau saja Naga Hitam tau mungkin dia merasa bersyukur menjadi hewan kontrak Fang Lin.


Saat ini Fang Lin sedang membuat garis ditanah dengan bentuk persegi panjang, Setelah itu dia mengalirkan Qinya ke jari telunjuknya dan mulai menulis tulisan kuno di dalam persegi panjang yang dia buat tadi.


Fang Lin memejamkan matanya lalu mengucapkan nama-nama roh yang ingin dia panggil.


"Teknik Roh Ke-1: Pemanggil Roh, Go Si, Go Xo, Go Pin datang!" Ucap Fang Lin dengan lantang.


~Sinnngggg~


Cahaya putih bersinar di tulisan kuno dan persegi panjang yang Fang Lin buat, Hingga beberapa saat kemudian cahaya tersebut mulai meredup dan terlihat 3 roh kera api yang sedang celingak-celinguk.


"Dimana ini?"


"Apa yang baru saja terjadi"


"Ibu?"


"Sayang?" Terdengar suara serak dari Go Men.


"Eh? Sayang? Dimana ini?" Tanya Go Si.


Go Men langsung menunduk dan menangis dihadapan istrinya dan tak berapa lama kemudian, Dia menjelaskan apa yang terjadi disini, Di sisi lain Fang Lin juga menjelaskan apa yang terjadi.


Istri dari Go Men yang mendengar kejadian itu sebenarnya ingin marah ke Fang Lin karena telah membunuh anak tertuanya, Namun dia tidak bisa marah karena berkat Fang Lin, Go Si dapat bertemu dengan suami dan anak pertamanya.


...


"Kalian semua sudah selesai berbicara?" Tanya Fang Lin ke Go Men dan yang lainnya.


"Ya, Kurasa ini sudah cukup, Terima kasih sudah memberikan ku kesempatan untuk bertemu keluargaku dan aku sudah memaafkan mu yang sudah membunuh anakku" Ucap Go Men dan diangguki oleh seluruh ras kera api.


Fang Lin hanya mengangguk dan tersenyum, "Baiklah, Terima kasih sudah memaafkan ku" Ucap Fang Lin.


Fang Lin lalu menepuk kedua tangannya tepat di depan dada dan berkata "Batalkan!"


~Whusshh~


Cahaya putih mulai muncul di garis persegi panjang dan tulisan kuno yang tadi Fang Lin buat dan perlahan 3 roh kera api itu mulai menghilang.


"Terima kasih manusia" Ucap Roh 3 kera api ke Fang Lin dan perlahan menghilang.


Fang Lin hanya mengangguk hingga 3 roh kera api tersebut menghilang dari sana. Ia lalu menatap langit dengan sedikit kebencian "Haah, Pavilliun Gagak Emas kau terus berulah dari ratusan lalu hingga sekarang" Gumam Fang Lin yang menebak pihak yang membantai Kera Api ratusan tahun lalu, Sebelumnya dia diberitahu oleh Go Si ciri-ciri manusia yang telah membantai mereka, Yaitu memakai baju serba hitam disertai topeng hitam polos layaknya assassin dan di baju mereka bagian dada terdapat pin bercorak gagak emas.


"Sudah cukup lama aku disini" Lanjut Fang Lin bergumam yang melihat langit mulai malam.


"Kalian semua sudah siap untuk pindah?" Tanya Fang Lin kepada semua monster.


"Kami siap!" Ucap semua monster lantang.


Fang Lin hanya mengangguk lalu melirik Yun Feng dan Naga Hitam, "Kalian berdua maju kesini" Ucap Fang Lin menunjuk mereka berdua.


Yun Feng dan Naga Hitam langsung maju tanpa menjawab perkataan Fang Lin.


Saat mereka sudah dihadapan Fang Lin, Fang Lin memegang kepala mereka berdua dengan kedua tangannya.


Fang Lin langsung mengikat jiwa mereka ke jiwanya agar dapat menjadi hewan kontrak, Selain monster memberikan inti darah mereka agar dapat melakukan kontrak, Manusia juga dapat melakukan kontrak dengan cara yang berbeda dan tanpa teknik namun dengan persyaratan harus berada di tingkat Supreme Being ke atas, Dirinya tau cara mengikat kontrak seperti ini dari ingatan Dewa Perang.


"Sekarang kalian berdua sudah resmi menjadi hewan kontrakku" Ucap Fang Lin melewati telepati, Yun Feng dan Naga Hitam terkejut ketika mereka sudah menjadi hewan kontrak Fang Lin, Biasanya setelah melakukan kontrak para monster akan kelelahan akan tetapi mereka tidak lelah sedikit pun bahkan tidak merasakan apa-apa saat melakukan kontrak.


"Tuan sangat hebat mengetahui teknik kontrak seperti ini" Puji Yun Feng lewat telepati.


"Em, Kau benar, Bahkan aku terkejut ketika aku sudah melakukan kontrak dengan tuan" Ucap Naga Hitam ikut memuji.


"Hahahaha, Ini belum seberapa, Di masa depan kau akan tau sehebat apa aku ini" Ucap Fang Lin tersenyum.


Yun Feng dan Naga Hitam mengangguk paham karena mereka berdua yakin di masa depan tuan mereka akan menjadi yang terkuat di alam semesta ini.


Fang Lin mengakhiri percakapannya dan terbang ke atas langit, Ia lalu berkata dengan lantang "Jika kalian ingin memasuki dunia kecilku, Kalian harus terkena kutukanku! Apakah kalian masih ingin mengikuti ku?".


"Kutukan apa maksudmu?" Tanya seekor rubah putih, Dia adalah salah satu raja dari 10 monster terkuat.


"Sama seperti kontrak hewan, Jika kalian sudah terkena kutukan itu dan nanti melakukan pengkhianatan, Kalian akan langsung mati" Jawab Fang Lin dengan lantang.


Para monster yang mendengar itu menjadi terkejut, Hingga beberapa saat tidak ada monster yang keluar dari hutan.


Fang Lin tersenyum tipis melihat itu dan membeli 4 bendera array di shop system, Ia lalu melemparkan satu per satu bendera ke setiap sisi tempat monster.


Note: Kalian tau pas para hokage buat teknik array disaat pd4 buat kurung juubi? Nah bayangin aja bendera yang Fang Lin lempar sama kek posisi para hokage buat array.


"Yang Jian, Guo Ren, Yun Feng dan Naga Hitam, Kalian semua keluar dari jangkauan bendera itu dan para monster kalian masuk ke jangkauan bendera" Ucap Fang Lin lantang.


Mereka semua yang mendengar perkataan Fang Lin langsung melakukan apa yang disuruhnya.


Melihat semua monster sudah dijangkauan bendera, Fang Lin langsung menepuk kedua tangannya tepat didepan dada lalu berkata dengan lantang "Teknik Array Dewa Ke-2: Array Kutukan Budak"


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.