
Saat ini mereka bertiga sedang berpikir nama yang cocok untuk Naga Hitam. Di sisi lain, Naga Hitam yang mengetahui itu hanya diam dan memerhatikan tuannya.
Mue Lin yang sedang menutup matanya tiba-tiba membuka matanya, "Bagaimana kalau namanya adalah Hu Jiazhen?" Tanya Mue Lian sambil menatap Fang Lin.
Fang Lin yang mendengar saran dari Mue Lian sedikit menaikkan alisnya, Ia lalu menatap Mue Lian sebentar kemudian menganggukkan kepalanya pelan.
Fang Lin langsung menatap Naga Hitam yang sedang berada di meja didekatnya, "Bagaimana? Apakah nama itu cocok untukmu?" Tanya Fang Lin.
"Em, Nama itu cocok tuan" Ucap Naga Hitam menganggukkan kepalanya sekali.
Fang Lin langsung tersenyum mendengar itu, "Baiklah... Mulai sekarang nama-mu adalah Hu Jiazhen" Ucap Fang Lin dengan nada sedikit tinggi.
"Terimakasih tuan... Saya Hu Jiazhen akan terus mengabdi ke tuan" Ucap Hua Jiazhen sambil menundukkan kepala kecilnya.
Fang Lin hanya tersenyum mendengar itu lalu mengalihkan pandangannya ke kasur. Tak lama setelah itu, Fang Lin melihat kalau Harimau Putih saat ini sudah membuka matanya dan langsung bangun dari tidurnya.
Harimau Putih langsung memegang kepalanya yang sakit dan melihat ke arah sekitarnya, "Apakah itu kau tuan?" Tanya Harimau Putih sambil menyipitkan matanya. Pandangannya saat ini masih sedikit kabur dan belum bisa melihat jelas apa yang kini dia lihat.
Fang Lin tersenyum lalu berkata, "Bagaimana? Merasa baikan?"
Harimau Putih langsung tersenyum mendengar suara tuannya, Ia lalu mencoba berdiri dari kasur, "Ya tuan, Tubuh-ku sepertinya sudah memb- Eh?!!!" Ucapan Harimau Putih terhenti ketika dia melihat kakinya kini seperti seorang manusia.
Dalam keadaan terkejut Harimau Putih mencoba memastikan lagi dengan cara meraba-raba wajah.
Saat meraba-raba wajahnya Harimau Putih langsung melebarkan matanya, "W-wujudku t-telah kembali menjadi manusia?!" Tanya Harimau Putih dengan nada terkejut.
Fang Lin hanya tertawa pelan ketika melihat raut wajah terkejut Harimau Putih, "Benar... Setelah dirimu menjadi salah satu makhluk ilahi yaitu Dewa Harimau Putih, Kau kini dapat merubah wujud sesuka hatimu" Jawab Fang Lin menjelaskan.
Mendengar penjelasan dari tuannya, Harimau Putih langsung tersenyum lebar. Ia saat ini sedang dalam suasana hati yang sangat bahagia, Bagaimana tidak? Kini dirinya sudah menjadi penerus ayahnya dan lagi dia tambah senang karena telah kembali ke wujud manusianya.
Fang Lin melihat raut wajah gembira Harimau Putih hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, "Kemari dan duduk disini, Aku ingin memberikan sebuah nama untukmu" Ucap Fang Lin sambil menepuk kursi kayu yang ada disebelahnya.
Harimau Putih sedikit keheranan ketika mendengar itu, Namun dirinya tetap berjalan ke arah tuannya dan duduk disamping tuannya.
"Apakah tuan ingin memberikan-ku sebuah nama?" Tanya Harimau Putih penasaran.
"Benar, Apakah kau keberatan?" Tanya Fang Lin sambil tersenyum.
Harimau Putih langsung menggarukkan kepalanya yang tidak gatal, "Itu... Sebenarnya saya sudah mempunyai nama tuan" Jawab Harimau Putih dengan nada sedikit tidak enak.
Fang Lin sedikit terkejut ketika mendengar itu, "Lalu kenapa kau tidak memberi tau namamu?" Tanya Fang Lin dengan nada heran.
"Saya tidak bermaksud untuk tidak memberi tau tuan, Tapi... " Ucapan Harimau Putih terhenti dan raut wajahnya berubah menjadi jelek.
"Tapi? Katakan" Ucap Fang Lin pelan.
"S-saat saya dan tuan telah terkontrak, Saya pikir tuan tidak pantas untuk mengetahui nama saya karena tuan masih sangatlah lemah" Lanjut Harimau Putih dengan nada sedikit terbata-bata.
Fang Lin langsung tertawa pelan ketika mendengar ucapan dari Harimau Putih, "Hahaha... Kupikir apa ternyata hanya itu" Ucap Fang Lin sambil menggelengkan kepalanya pelan.
Harimau Putih dengan raut wajah takutnya mengatakan, "Apakah tuan tidak marah?" Tanya Harimau Putih dengan nada heran.
"Tentu tidak... Aku tidak akan marah hanya karna itu" Jawab Fang Lin tersenyum sambil menatap Harimau Putih di sampingnya.
Fang Lin mendengar itu hanya tertawa pelan dan diikuti oleh Mue Lian, Shui Ru dan Hu Jiazhen yang sedari tadi mendengar percakapan mereka berdua.
Hu Jiazhen lalh mendengus pelan saat melihat raut wajah lega Harimau Putih, "Untung saja kepala-mu tidak lepas hari ini karena tuan masih memiliki hati nurani" Ucap Hu Jiazhen sinis.
Harimau Putih langsung melirik ke arah Naga Hitam dan berkata, "Hmph... Berhentilah memancing-ku dasar cacing tanah" Balas Harimau Putih sambil mendengus kesal.
"Cacing tanah kepala-mu, Aku ini sudah memiliki nama tau!" Ucap Hu Jiazhen yang tidak terima dengan ejekan Harimau Putih.
Harimau Putih yang mendengar itu langsung berkata dengan sinis, "Hee... Meskipun kau memiiki nama, Tetapi wujud-mu saat ini sama seperti cacing tanah" Jawab Harimau Putih mengejek Naga Hitam lagi.
Raut wajah Hu Jiazhen langsung memerah marah ketika mendengar itu, Ia langsung membalas ejekan Harimau Putih dan membuat mereka saling mengejek satu sama lain.
Fang Lin yang melihat keributan mereka hanya menghela nafas pelan, "Bisakah kalian berhenti?" Tanya Fang Lin pelan.
Hu Jiazhen dan Harimau Putih langsung terdiam ketika mendengar itu, Mereka langsung menunduk meminta maaf karena telah memperlihatkan hal kekanak-kanakan merela didepan Fang Lin.
Fang Lin hanya menganggukkan kepalanya ketika mendengar permintaan maaf mereka berdua lalu menatap Harimau Putih, "Sekarang siapa nama-mu?" Tanya Fang Lin.
"Nama saya adalah Bai Hu tuan" Ucap Bai Hu dengan cepat.
"Bai Hu? Hmm... Nama yang bagus" Ucap Fang Lin sambil tersenyum.
"Terima kasih tuan" Jawab Bai Hu sambil tersenyum balik ke tuannya.
....
Setelah memberikan nama dan mengetahui nama dari dua bawahannya, Fang Lin langsung mengobrol bersama calon istri dan bawahannya.
***
Di Alam Dewa, Di sebuah istana yang sangat megah.
Di ruang tahta, Tempat Kaisar Dewa dan seluruh anggota kerajaan berkumpul. Saat ini Kaisar Dewa sangat terkejut ketika mendapatkan kabar bahwa bola kuno milik Dewa Harimau Putih kembali bersinar.
"Bagiamana mungkin?! Apakah menantuku telah hidup kembali?" Batin Kaisar Dewa dengan nada terkejut. Meskipun dirinya terkejut akan tetapi raut wajahnya sangatlah datar seperti tidak terjadi apa-apa.
"Ou Xi, Kau benar-benar yakin dengan perkataan-mu barusan?" Tanya Kaisar Dewa lewat telepati.
"Hamba tidak berani membohongi kaisar, Hamba berani bersumpah dengan apa yang hamba liat ini adalah kenyataan" Jawab suara berat yang dipanggil Ou Xi tersebut.
Kaisar Dewa diam-diam menghela nafasnya, Ia kemudian melirik ke arah samping kiri dan kanannya, Lalu melihat anak-anaknya yang masih menatap ke arah depan dengan wajah datar.
Setelah mendapat kabar kematian dari menantu dan putri bungsunya tentu membuat Kaisar Dewa marah besar.
Dia langsung memerintahkan pasukan dewa elit untuk mencari tau siapa dalang dibalik semua ini, Akan tetapi dirinya tidak mendapatkan satu petunjuk sedikitpun dan tentu membuatnya frustasi
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
Votenya sepi amat, Bikin sedih aja.