System Sang Immortal

System Sang Immortal
Perang, Fang Lin Vs Xiao Chen III


BOOMM!!!


Suara ledakan yang begitu besar terjadi ketika laser pembunuh tersebut menabrak dinding es milik Fang Lin.


Sinar pembunuh tersebut terpencar ke berbagai arah dan membuat area sekitarnya hancur parah.


Fang Lin yang melihat sinar pembunuh yang terbuat dari Qi semesta itu tidak dapat menembus dinding es miliknya langsung tersenyum tipis.


Di sisi lain, Xiao Chen yang beberapa puluh kilometer dari Fang Lin hanya bisa melebarkan matanya ketika melihat laser pembunuh yang ia keluarkan dapat di tahan oleh bongkahan es.


"A-apa?! Bagaimana mungkin?" Xiao Chen tidak bisa menahan rasa terkejutnya ketika melihat hal itu, seumur hidupnya baru pertama kali Qi semesta miliknya dapat di tahan oleh seseorang.


"Bahkan orang yang memberikan aku berkah tidak dapat menahan laser pembunuh yang terbuat dari Qi semesta, tetapi kenapa orang itu dapat menahannya?!" Perasaan gelisah mulai muncul di hati Xiao Chen, rasa ragu untuk memenangkan perang ini juga ikut muncul di hatinya.


"Ck, persetan dengan itu semua... Aku akan membunuhnya bagaimanapun caranya" Xiao Chen berkata dengan nada marah dan seketika sebuah pedang panjang berwarna biru muncul di tangannya.


Wushhh!


Xiao Chen langsung melesat ke arah Fang Lin dengan cepat, tak lama setelah dia melesat bilah pedang miliknya mengeluarkan api biru yang begitu panas.


"MATI!!!!" Xiao Chen melesat secara membabi buta ke arah Fang Lin dalam kondisi yang penuh amarah, kekuatan serangannya sangat kuat dan membuat area sekitarnya bergetar cukup hebat.


Fang Lin sendiri menahan seluruh serangan Xiao Chen dengan dua pedang miliknya, ia tidak menyangka kalau ilmu berpedang Xiao Chen sudah meningkat drastis bahkan hampir menyamai dirinya.


BOOOMMM!


BOOOMMM!


Ledakan terus terjadi ketika pedang Fang Lin dan Xiao Chen bertemu. Orang-orang yang berada di daratan bahkan hanya bisa menahan nafas mereka ketika melihat pertarungan keduanya.


Tidak ada satupun dari mereka yang berani untuk ikut campur dalam pertarungan keduanya, mereka tidak lebih dari semut di mata Fang Lin dan juga Xiao Chen.


"Fang Lin!!! Kau bajingan sialan!!" Xiao Chen berteriak di sela-sela pertarungannya. Ia tidak bisa untuk tidak mengumpat karena rasa amarahnya yang sudah melebihi puncak.


"Kau terlihat begitu marah... Apa karena aku sudah membunuh orang-orang mu?" Fang Lin bertanya dengan senyum tipis di wajahnya.


Xiao Chen yang mendengar itu semakin marah, aura membunuh yang begitu pekat merembes keluar dari tubuhnya, ia mulai mengeksekusi satu persatu jurus miliknya menggunakan energi semesta.


Melihat Xiao Chen terus menyerangnya menggunakan jurus, Fang Lin hanya berdecak pelan, ia sedikit kesal karena jurus yang dikeluarkan Xiao Chen memberikan skala yang cukup besar dan membuat pasukan bayangan yang ada di bawahnya terluka.


"Sepertinya aku harus menghancurkan kubah penghalang ini... Dan menjebaknya di Domain Wilayah ku..." Gumam Fang Lin pelan lalu memutar otaknya untuk mencari cara menghancurkan kubah penghalang yang dibuat oleh Xiao Chen.


Beberapa menit berpikir, Fang Lin tersenyum tipis ketika sudah menemukan caranya, Ia yang saat ini dalam posisi bertahan langsung bertarung dengan serius dan membuat keadaan menjadi terbalik hanya dalam kurun waktu beberapa detik.


Xiao Chen terus-terusan berdecak kesal ketika mengetahui dirinya sekarang berada di dalam posisi bertahan, terlebih lagi ia baru menyadari kalau sebelumnya Fang Lin tidak serius bertarung dengannya.


Usai membuat Xiao Chen dalam posisi bertahan, Fang Lin langsung menyimpan pedang Raja Nerakanya dan kini ia hanya menggunakan pedang Raja Surgawi saja.


Fang Lin mengangkat tangan kirinya yang kosong di sela-sela pertarungan dan seketika sebuah tombak es yang begitu besar serta panjang muncul di atas tangannya.


"Apakah dia berniat untuk menghancurkan penghalang ku dengan tombak es itu?" Batin Xiao Chen bertanya-tanya saat melihat tombak es yang kini melesat ke arah atas.


BOOOOMM!!


Suara ledakan yang begitu besar dan juga menggema muncul ketika tombak es milik Fang Lin menabrak atap kubah penghalang tersebut, tidak hanya itu daratan juga ikut bergetar hebat dan membuat peperangan berhenti sementara.


Mereka yang berada di daratan langsung mendongakkan kepala mereka dan mendapati kedua orang tersebut yang masih bertarung.


"Apakah raja yang telah membuat ledakan barusan?" Salah satu Spiritual God bertanya dengan nada penasaran. Dia adalah orang yang berasal dari kubu Xiao Chen.


"Bukan raja yang melakukannya, tetapi tombak es yang sedang melayang di udara itu yang melakukannya" Jawab temannya yang juga berada di ranah Spiritual God.


"Apa maksudmu?" Dengan nada heran Spiritual God tersebut kembali bertanya kepada temannya itu.


"Tombak es itu telah menghancurkan kubah penghalang milik raja dan menghasilkan ledakan yang sekeras barusan."


"Ah... Kau benar, kubah penghalang milik raja telah hancur disaat ledakan besar tersebut terjadi."


Suara gemuruh terus datang dari daratan, banyak dari mereka yang bertanya-tanya mengenai ledakan tadi dan juga banyak yang sudah mengetahui dari mana asal ledakan itu terjadi.


Namun suara gemuruh tersebut tidak bertahan lama karena mereka yang berasal dari kubu Xiao Chen harus menghadapi makhluk bayangan yang menyerang mereka secara membabi buta.


Di sisi lain, Xiao Chen diam-diam mengutuk keras Fang Lin ketika dia menghancurkan kubah penghalang miliknya dengan mudah.


"Elemen Es miliknya sangat mengerikan! Sampai-sampai dia menghancurkan kubah penghalang yang ku buat dengan mudah" Gumam Xiao Chen dan ia mulai mencari cara yang lain untuk mengalahkan Fang Lin.


Sedangkan Fang Lin yang tidak sengaja mendengar gumaman Xiao Chen hanya tersenyum tipis, Ia benar-benar yakin kalau elemen es miliknya memiliki eksistensi lebih tinggi dari Qi semesta.


"Lebih baik aku mengaktifkan domainku sekarang..." Fang Lin membatin dan saat dia ingin menciptakan domain esnya, tiba-tiba saja sebuah domain yang berbeda tercipta.


"Domain Wilayah: Api Neraka" Xiao Chen mengaktifkan domain wilayahnya lebih dulu dari Fang Lin.


Fang Lin sendiri hanya diam dan mengedarkan pandangannya, Ia dapat melihat api dimana-mana dan juga beberapa alat panas yang seolah-olah diperlihatkan untuk menambah kengerian domain tersebut.


"Domain miliknya sangat berbanding terbalik dengan domain milikku..." Gumam Fang Lin pelan. Ia bisa saja menghancurkan domain Xiao Chen sekarang juga, akan tetapi ia tidak melakukannya karena ingin melihat apa yang dilakukan pria berjubah biru itu selanjutnya.


Xiao Chen yang melihat Fang Lin berdiam diri hanya tersenyum lebar, Ia yakin saat ini Fang Lin merasa sangat gelisah dan juga ketakutan melihat domain neraka miliknya, "Kau hanya sedikit lebih kuat dariku, namun bukan berarti aku tidak dapat membunuhmu..." Xiao Chen berkata dengan nada sinis disertai senyuman percaya dirinya.


"Kau terlihat sangat percaya diri... Apakah kau yakin domain milikmu dapat membunuhku?" Tanya Fang Lin dengan nada sinis.


Senyuman di wajah Xiao Chen sedikit memudar ketika mendengar itu, namun ia dengan segera menggelengkan kepalanya dan berkata, "Apakah kau berniat untuk membuatku ragu dan menyerang diriku di kondisi itu? Hahahaha.... Rencana mu sangat basi!" Xiao Chen tidak akan tertipu dengan niat busuk Fang Lin, Ia sudah melewati puluhan ribu pertempuran dan tentu pengalaman miliknya sudah sangat banyak.


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.