System Sang Immortal

System Sang Immortal
Kompetisi Penghancuran Kristal


Saat ini kelompok 1 dan kelompok 2 sedang berbaris rapi, tepat dihadapan mereka terdapat seorang remaja wanita cantik sedang menatap kedua kelompok tersebut dengan kedua tangan yang melipat di depan dada.


"Satu hari telah berlalu... Apakah kalian semua sudah siap melakukan kompetisi menghancurkan kristal?" Tanya Yue dengan suara lantang.


"Kami siap, nona Yue~!" Jawab mereka secara serempak.


Yue tersenyum tipis, ia melambaikan tangannya ke samping dan dalam sekejap muncul 2 kristal biru berukuran batu raksasa melayang di atas barisan masing-masing kelompok.


"Di dalam kompetisi ini tidak ada yang namanya peraturan, kalian boleh menggunakan cara apapun untuk menang. Tetapi Hukum Dunia Jiwa akan ditiadakan! Jadi kalian harus mempersiapkan diri sebelum masuk ke dalam kubah..." Yue memberikan pemberitahuan tambahan.


"Nona Yue! Bolehkah saya bertanya?" Yang Jian yang berasal dari kelompok 2 mengangkat satu tangannya.


Yue menganggukkan kepalanya sekali sebagai tanda untuk mempersilahkannya bertanya.


"Bisakah kami menggunakan dimensi lain dan juga teleportasi?" Tanya Yang Jian penasaran.


"Tentu saja kalian bisa melakukannya. Kalian bisa menciptakan dimensi dan menyembunyikan kristal dimana saja... Namun dengan syarat aku akan membatasinya, masing-masing dari kelompok hanya bisa menciptakan dimensi kurang dari 10 saja, karena jika aku membiarkan kalian membuat dimensi sebanyak yang kalian bisa akan membuat kompetisi ini berlangsung lama." Jawab Yue menjelaskan.


Kedua kelompok tersebut cukup terkejut ketika mendengarnya, mereka saling melakukan telepati satu sama lain untuk membicarakan hal ini.


"Apakah sudah tidak ada lagi yang ingin ditanyakan?" Yue bertanya sambil mengedarkan pandangannya ke masing-masing kelompok.


"Nona Yue, bagaimana dengan peserta yang terluka parah? Apakah akan langsung dipindahkan seperti biasanya?" Bai Hu yang berasal dari kelompok 1 bertanya dengan nada penasaran.


"Yup, benar. Dan aku sarankan kepada kalian untuk tidak tereliminasi terlalu cepat, karena kehilangan 1 anggota di suatu kelompok akan membawa pengaruh yang sangat besar.


"Kakak Yue! Apakah pemenang dari kompetisi ini akan mendapatkan hadiah?" Li Fan kali ini yang bertanya.


Yue tersenyum dan menganggukkan kepalanya pelan, "Tentu saja! Kelompok yang memenangkan kompetisi ini akan mendapatkan hadiah! Begitu juga dengan Kelompok yang kalah, hanya saja hadiahnya tidak lebih bagus dari kelompok pemenang." Jawab Yue santai.


Kedua kelompok yang mendengarnya langsung merasa senang, semangat mereka untuk memenangkan kompetisi ini semakin membara.


"Baiklah. Apakah kalian semua sudah siap untuk memulai kompetisi?!" Yue bertanya dengan suara lantang.


"Kami siap~!" Mereka menjawab secara serempak.


"Bagus! Kalau begitu mari mulai!" Yue dengan segera menjentikkan jarinya dan dalam sekejap kedua kelompok tersebut berpindah tempat ke dalam kubah arena pertempuran.


***


Di dalam kubah array yang luasnya jutaan kilometer, masing-masing dari kelompok dipindahkan ke ujung array bersamaan dengan kristal biru.


Kedua kelompok langsung membuat pertahanan mereka masing-masing.


Di Kelompok 1.


Sesampainya mereka di dalam kubah, Khatz langsung menciptakan satu portal menuju dimensi yang berbeda, "Aku dan Hu Jiazhen akan pergi ke dimensi yang berbeda untuk melindungi kristal. Sesuai rencana, Yun Feng akan berjaga 100 kilometer dari sini sedangkan yang lainnya akan pergi menyerang kelompok lawan." Ucap Khatz panjang lebar.


Bai Hu menganggukkan kepalanya begitu juga dengan yang lainnya, kecuali Hu Jiazhen.


"Semoga kalian beruntung. Ayo, Hu Jiazhen..." Ajak Khatz sembari berjalan memasuki portal dimensi.


"Kau juga..." Bai Hu membalas dan menunggu mereka berdua selesai memasuki portal.


Portal tersebut menghilang ketika Khatz dan Hu Jiazhen berhasil memasukinya.


Melihat itu, Bai Hu menghela nafas panjang, "Yun Feng jika ada musuh yang datang dan kau kesulitan untuk menghadapinya, tolong kabari aku..."


Yun Feng menganggukkan kepalanya sekali, "Baiklah, kau tenang saja..."


Bai Hu tersenyum tipis, ia kemudian mengajak Ji Xi, Guo Ren dan Zhong Li untuk pergi menyerang pertahanan musuh.


Setelah mereka berempat pergi, Yun Feng ikut melesat dan pergi ke posisi yang sudah ditentukan.


Setelah berada 100 kilometer dari titik perkumpulan kelompok 1, Yun Feng langsung menyebarkan kesadarannya sampai batas yang dirinya bisa.


Disaat yang bersamaan Serigala Bintang itu meningkatkan kewaspadaannya dan menyiapkan jurus beberapa jurus miliknya.


***


Di Area Kelompok 2.


Mereka berdua menganggukkan kepalanya secara bersamaan, "Baik, paman! Kau tenang saja... Aku akan melindungi kristal semampuku!" Li Fan berkata dengan penuh semangat.


"Begitu juga dengan saya..." Sylvia menimpali dengan senyum di bibirnya.


"Bocah, jika ada lawan yang berada di dimensimu langsung kabari aku atau yang lain... Kami akan segera ke tempatmu." Ucap Pi Yu mengingatkan.


Li Fan menganggukkan kepalanya sambil tersenyum lebar, ia berbalik dan berjalan memasuki portal di depannya.


Melihat Li Fan masuk ke dalam, Sylvia langsung mengikutinya dari belakang.


Yang Jian sendiri langsung menghilang portal dimensi setelah mereka berdua memasukinya, "Ayo pergi..." Yang Jian berkata dan langsung melesat pergi dari sana.


Pi Yu, Fang Ji, Nie Li dan Naga Putih yang melihat kepergian Yang Jian langsung mengikutinya dari belakang. Saat melesat, mereka membuat jarak untuk berjaga-jaga jika ada serangan kejutan yang datang.


***


Di Luar Kubah.


Yue mengawasi kedua kelompok tersebut lewat Kesadaran Spiritual miliknya, ia tersenyum tersenyum tipis dan berkata dengan suara pelan, "Masing-masing dari kelompok mempunyai strategi yang bagus, meskipun begitu ada beberapa celah yang bisa menjadi alasan bagi kekalahan mereka."


***


Di Dalam Kubah.


6 jam telah berlalu, Bai Hu terus melesat dengan kecepatan yang dirinya bisa, "Jurus Dewa Harimau Putih, Insting Raja Binatang..." Suara pelan keluar dari mulut pria tampan berjubah putih itu.


Seketika pupil matanya berubah menjadi seperti taring putih, dan beberapa detik selanjutnya sebuah bola api berukuran raksasa datang ke arahnya.


Whoosh!


Bai Hu langsung teleportasi ke tempat yang berbeda, ia kembali muncul di belakang seorang pria berjubah merah.


Tanpa banyak bicara Bai Hu mengaliri Qi di tangan kanannya lalu melayangkan tinjunya itu.


Namun siapa sangka kalau pria berjubah merah tersebut dapat menghindarinya dengan mudah, "Kau sungguh agresif, Bai Hu..." Fang Ji tersenyum tipis ketika dirinya sudah menjauh beberapa puluh meter.


Bai Hu berdecak pelan, ia mengeluarkan sebuah pedang di sarung kirinya, pedang tersebut cukup panjang dan berwarna putih, terdapat motif harimau putih yang sedang berlari di ujung pedang tersebut.


Ketika keduanya saling berhadap-hadapan, sebuah ledakan yang begitu besar terjadi. Bola api yang sebelumnya dilancarkan oleh Fang Ji menabrak hamparan padang rumput dan menciptakan kawah besar dan juga dalam.


Sedetik setelah ledakan tersebut terjadi, Fang Ji langsung melapisi tubuhnya dengan api, ia merentangkan kedua tangannya dan memunculkan cincin api tangan kiri serta kanannya.


"Jurus Raja Phoenix, Cincin Matahari..." Gumam Fang Ji pelan dan dia melemparkan kedua cincin tersebut ke arah Bai Hu.


Bai Hu sendiri langsung menghindarinya, namun betapa terkejutnya dia ketika melihat cincin api tersebut membesar dan meledak.


Bai Hu terpental ke daratan, ia sedikit terluka di beberapa bagian tubuhnya.


Melihat itu Fang Ji tidak tinggal diam, ia sekali lagi menciptakan bola api raksasa dan melemparkannya ke arah Bai Hu.


Bai Hu yang sudah menabrak daratan hanya terbatuk pelan, "Elemen Angin sangat tidak cocok melawan Elemen Api..." Bai Hu bergumam, ia kemudian mendongakkan kepalanya ke atas dan mendapati bola raksasa sedang mengarah ke dirinya.


Bai Hu bangkit berdiri, ia mengangkat satu tangannya ke atas dan menciptakan pusaran angin yang memindahkan bola api tersebut.


Booom!


Suara ledakan terjadi ketika bola api tersebut menabrak daratan berjarak puluhan kilometer dari posisi Bai Hu.


"Jurus Dewa Harimau Putih, Kecepatan Raja Binatang." Seketika kedua kaki Bai Hu dialiri aura putih.


Bai Hu melesat ke arah Fang Ji dan dalam sekejap dia sudah berada dihadapan pria berjubah merah itu.


Bai Hu langsung menghunuskan pedangnya tetapi Fang Ji menghindarinya dengan cepat.


Fang Ji terus menghindari serangan beruntun yang dilancarkan oleh Bai Hu, ia sesekali melancarkan serangan dari elemen api untuk membuat jarak dengannya.


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.