System Sang Immortal

System Sang Immortal
Bertemunya Ayah Dan Ibu


Selesai Xia Mei mempersiapkan barang-barang-nya, Ia langsung berjalan menuju lantai bawah.


Saat sampai di lantai bawah, Ia berjalan ke arah Xia Jun dan memeluk-nya, "Selamat tinggal, Ayah..." Ucap Xia Mei pelan.


Xia Jun yang mendengar-nya hanya mengangguk-kan kepala-nya pelan, "Tentu... Jaga diri-mu baik-baik nak..." Balas Xia Jun sambil mengelus rambut Xia Mei.


Xia Mei hanya diam dan memeluk ayah-nya lebih erat. Beberapa saat kemudian, Xia Jun melepaskan pelukan itu dan memegang kedua pundak Xia Mei, "Kalau begitu, Pergi-lah..." Ucap Xia Jun sambil tersenyum lembut.


Xia Mei mengangguk-kan kepala-nya cepat dan menatap Fang Lin yang berada di samping-nya, "Ayo nak... Kita pergi dari sini" Ucap Xia Mei sambil meraih lengan anak-nya.


Fang Lin hanya diam sambil tersenyum, Ia menatap Xia Jun sesaat dan berjalan menuju pintu keluar.


Sedangkan Xia Jun sendiri mengikuti mereka berdua dari belakang.


Sesampai-nya di luar pintu, Tiba-tiba saja Fang Lin dan Xia Mei menghilang dari sana tanpa jejak, Tentu hal itu membuat jantung Xia Jun berhenti sesaat.


Xia Jun berlari ke arah tempat putri-nya menghilang lalu mulai menyebarkan kesadaran-nya ke seluruh penjuru arah.


Di saat Xia Jun menyebarkan kesadaran-nya, Tiba-tiba saja sebuah suara terdengar jelas di telinga-nya.


"Jangan khawatir-kan ibu, Dia masih bersama dengan-ku" Ucap Fang Lin yang menyimpan suara-nya di mansion tersebut.


Xia Jun menarik nafas panjang dan menghela nafas-nya secara perlahan, "Aku tidak menyangka kalau cucu-ku akan sekuat ini" Gumam Xia Jun menggelengkan kepala-nya pelan lalu menutup pintu mansion dan kembali ke ruang kerja-nya.


***


Dunia Abyss, Kota Fang.


Fang Lin dan Xia Mei tiba-tiba saja muncul di depan mansion milik Fang Qin. Xia Mei sendiri langsung terkejut ketika diri-nya sudah berada di tempat yang berbeda, "Eh... Dimana ini Fang'er?" Tanya Xia Mei dengan nada heran sambil melihat ke arah sekitar-nya.


Fang Lin hanya tersenyum mendengar-nya, "Nanti akan ku-jelaskan bu... Sekarang kita masuk ke dalam mansion dulu" Ucap Fang Lin dengan suara yang tenang.


Xia Mei yang mendengar-nya langsung mengangguk-kan kepala-nya, Jantung-nya kini berdetak cukup kencang karna sebentar lagi akan bertemu suami-nya.


Di saat Fang Lin dan Xia Mei memasuki mansion Fang Qin, Mereka berdua langsung duduk di sofa ruang tamu, "Dimana ayah-mu nak?" Tanya Xia Mei yang sedikit tidak sabar.


Mendengar itu Fang Lin kembali tersenyum, "Tunggu bu, Aku akan mencari-nya" Ucap Fang Lin lalu menyebarkan kesadaran-nya ke seluruh mansion.


~Whoooshhhh~


Fang Lin sedikit mengerut-kan alis-nya ketika tidak mendapati ayah dan juga Li Fan di dalam atau sekitar mansion, "Hmm? Apakah ayah sekarang sedang berada di ruang cincin dimensi?" Gumam Fang Lin bertanya-tanya. Ia dengan segera melakukan telepati pada ayah-nya.


"Ayah, Kau ada dimana?" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran.


"Oh, Fang'er... Ayah saat ini sedang bersama Fan'er di cincin dimensi, Kita berdua saat ini sedang berlatih tanding bersama"


"Ohh... Bagaimana kabar Fan'er? Apakah dia sudah dewasa?" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran.


"Hmmm... Bagus-lah, Oh ya ayah, Cepat kembali ke mansion-mu, Karna disini ada seseorang yang sedang mencari-mu" Ucap Fang Lin dan membuat Fang Qin keheranan.


"Siapa di-" Ucapan Fang Qin langsung terhenti ketika anak-nya memutuskan telepati.


Fang Qin yang berada di ruang cincin dimensi hanya bisa berdecak kesal ketika telepati-nya di putuskan oleh anak-nya, "Dasar anak tidak sopan, Akan ku-hajar setelah ini" Ucap Fang Qin dengan nada kesal.


Li Fan yang mendengar ucapan Fang Qin menjadi heran, "Siapa yang menghubungi-mu kakek? Apakah dia guru?" Tanya Li Fan sambil berjalan mendekati Fang Qin.


Fang Qin sendiri hanya mengangguk-kan kepala-nya pelan, "Ya... Dia menelepati-ku untuk menyuruh kembali" Ucap Fang Qin pelan dan memuncul-kan sebuah portal hitam di depan-nya.


"Kita kembali dulu... Siapa tau ada yang penting" Ucap Fang Qin dan diangguki segera oleh Li Fan.


Li Fan langsung berjalan memasuki portal hitam itu dan di-ikuti oleh Fang Qin di belakang-nya.


Di sisi lain, Fang Lin dan Xia Mei langsung berdiri ketika sebuah portal muncul di lorong dekat ruang tamu.


Beberapa saat kemudian, Portal hitam itu memunculkan seorang pria tampan berambut hitam pendek. Dia adalah Li Fan yang kini sedang mengedarkan pandangan-nya, "Oh, Guru! Sudah lama tidak bertemu" Ucap Li Fan tersenyum lebar sambil mendekati guru-nya


Fang Lin yang mendengar-nya hanya tersenyum tipis, "Astaga... Kau sudah tumbuh besar, Berapa sekarang umur-mu?" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran.


Li Fan yang mendengar itu langsung memunculkan kedua tangan-nya, Ia menghitung satu persatu jari-nya seperti seorang anak kecil, "Hehehe... Aku tidak tau guru" Ucap Li Fan sambil tertawa bodoh.


Fang Lin yang mendengar-nya hanya menggelengkan kepala-nya pelan, Ia kemudian menatap portal hitam di dekat-nya dan bertanya, "Dimana ayah? Kenapa dia belum muncul juga?" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran.


Li Fan yang mendengar-nya langsung menatap portal hitam, Baru saja ingin mengeluarkan suara, Tiba-tiba sebuah suara familiar terdengar di telinga mereka bertiga, "Bocah sial, Kenapa kau memutus-kan tiba-tiba telepati- eh? Kau..." Ucapan Fang Qin terhenti ketika melihat sosok familiar di dekat anak-nya.


Xia Mei tersenyum lembut ketika melihat Fang Qin keluar dari portal hitam tersebut, Ia berjalan pelan dan langsung memeluk Fang Qin dengan erat, "Sayang... Sudah lama kita tidak bertemu" Ucap Xia Mei dengan nada suara yang penuh rindu.


Fang Qin yang mendengar itu langsung menahan nafas-nya, Mata-nya mulai berkaca-kaca dan perlahan mengeluarkan air mata, "M-mei'er? I-itu kau?" Tanya Fang Qin memastikan.


Xia Mei sendiri tersenyum dan mengangguk-kan kepala-nya cepat, "Benar... Jangan bilang kau sudah melupakan-ku?" Ucap Xia Mei sedikit bergurau.


Fang Qin tertawa pelan dan membalas pelukan Xia Mei, "Hahaha... Tidak mungkin aku melupakan diri-mu" Ucap Fang Qin sambil mengelus rambut Xia Mei.


Di sisi lain, Li Fan yang melihat kakek-nya sedang berpelukan dengan seorang wanita menjadi keheranan, "Guru? Apakah dia ibu-mu?" Tanya Li Fan berbisik.


Fang Lin yang mendengar itu langsung menoleh ke arah Li Fan, "Ya, Dia ibu-ku... Apakah kau akan memanggil-nya dengan sebutan 'nenek'?" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran.


Li Fan mengangkat bahu-nya tidak tau, "Mungkin iya, Karna aku memanggil kakek dengan sebutan kakek" Jawab Li Fan polos.


Fang Lin yang mendengar-nya hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala-nya pelan, "Meskipun saat ini Li Fan sudah tumbuh dewasa, Tetapi pemikiran-nya masih sama seperti anak kecil" Batin Fang Lin sambil mengacak-acak rambut murid-nya itu.


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.