System Sang Immortal

System Sang Immortal
Pilihan Zhong Li


Fang Lin mengangkat satu tangan-nya dan menunjuk-kan 1 jari-nya, "Pilihan pertama, Aku akan mengambil budak wanita itu dan kau ikut bersama-ku" Ucap Fang Lin dan langsung menimpali-nya, "Pilihan kedua, Kau pergi dari sini tanpa membawa budak wanita itu, Tetapi sebagai ganti-nya aku akan memberikan-mu Senjata, Artefak atau teknik tingkat langit" Timpal Fang Lin sambil mengangkat dua jari-nya.


Zhong Li menunduk-kan kepala-nya mendengar ucapan Fang Lin, Ia lalu menatap kembali Fang Lin dan bertanya, "Apa untung-nya aku mengikuti-mu?" Tanya Zhong Li dengan nada heran.


Fang Lin tersenyum tipis dan mengatakan, "Tentu kau akan menjadi bawahan-ku dan kita akan bertarung bersama melawan musuh-musuh yang kuat nanti-nya"


Zhong Li mengerutkan kening-nya mendengar hal itu, Ia kembali menunduk-kan kepala-nya dan kali ini diri-nya mengelus-elus dagu-nya seperti sedang berpikir.


.....


1 Menit Kemudian.


Zhong Li mengangkat kepala-nya, Ia menatap pria bertopeng hitam itu dengan tatapan serius, "Aku akan memilih pilihan pertama, Tetapi sebelum itu tolong buka topeng-mu dan perkenal-kan diri-mu" Ucap Zhong Li dengan nada serius.


Fang Lin sedikit menaik-kan alis-nya ketika mendengar Zhong Li, Ia mengangguk-kan kepala-nya mengerti kemudian membuka topeng-nya, "Kalau begitu... Perkenal-kan aku adalah Fang Lin" Ucap Fang Lin sambil tersenyum.


Melihat wajah Fang Lin, Zhong Li sedikit terkejut-nya dan dengan segera dia menunduk-kan kepala-nya hingga badan, "Mulai sekarang, Saya Zhong Li seseorang yang dijuluki 'Tombak Kematian' merendahkan diri saya ke hadapan tuan pertama saya" Ucap Zhong Li dengan nada penuh hormat, Ia lalu dengan segera menimpali perkataan-nya, "Kini hidup dan mati saya sudah berada di tangan tuan" Ucap Zhong Li bersumpah.


Fang Lin menaik-kan alis-nya karena terkejut ketika melihat Zhong Li tiba-tiba bersumpah ke diri-nya, "Dia begitu cepat dalam mengambil keputusan, Terlebih lagi dia bersumpah tanpa terlihat ragu sedikitpun" Batin Fang Lin lalu mengangguk-kan kepala-nya pelan.


"Ku-terima sumpah-mu" Ucap Fang Lin sambil tersenyum dan membuat Zhong Li mendongak ke arah Fang Lin.


"Terima kasih tuan" Jawab Zhong Li sambil tersenyum lebar, Ia lalu mengalihkan pandangan-nya ke arah penjara besi lalu kembali menatap tuan-nya.


"Tuan, Bisa-kah saya melepaskan Sylvia? Saya takut dia kedinginan, Karena sebelum-nya saya melihat dia mengenakan pakaian yang tipis" Ucap Zhong Li memohon.


Fang Lin mengangguk-kan kepala-nya paham, "Ya. Bawa dia kemari, Aku akan memberi-nya sebuah pakaian" Ucap Fang Lin dan diangguki cepat oleh Zhong Li.


Zhong Li langsung ke penjara besi yang didekat-nya, Ia membuka kain hitam yang menutupi penjara besi dan menampilkan seorang wanita cantik yang sedang duduk sambil memeluk kedua lutut-nya.


Di sisi lain, Sylvia menatap tajam ke arah Zhong Li yang sedang membuka gembok pintu penjara besi, Ia sudah bersiap-siap menyerang pria paruh baya tersebut menggunakan pisau yang dia sembunyikan di antara paha.


Fang Lin yang menyadari hal tersebut hanya diam, Ia yakin kalau Zhong Li sudah mengetahui hal tersebut.


Zhong Li saat ini selesai membuka gembok pagar penjara besi, Ia langsung membuang gembok tersebut ke samping dan membuka pintu yang terkunci.


~Krrrieeet~


Pintu penjara besi terbuka dan Zhong Li menatap Sylvia sambil tersenyum lembut, "Keluar-lah, Aku tidak akan menyakiti-mu" Ucap Zhong Li dengan nada ramah.


Sylvia hanya diam ketika mendengar ucapan pria paruh baya tersebut, Ia perlahan mengambil pisau yang di jepit oleh kedua paha-nya.


Di saat diri-nya sudah meraih pisau tersebut, Ia langsung bagun dan berjalan ke arah pintu keluar penjara besi.


Tak butuh waktu lama, Sylvia sudah berada di dekat pintu keluar penjara besi, Ia dapat melihat pria paruh baya yang berada di luar penjara sedang tersenyum ke arah-nya.


~Slassshh~


Menggunakan tangan kanan, Sylvia langsung mengarahkan pisau-nya ke arah pria paruh baya tersebut dengan sekuat tenaga-nya.


~Traangggg~


~Brughhhh~


Tiba-tiba Sylvia terjatuh saat mencoba untuk berlari, Ia tentu terkejut akan hal itu dan merasa-kan kalau kedua kaki-nya sedang di-ikat oleh sesuatu.


Sylvia bagun dari posisi jatuh-nya, Ia lalu melihat ke-arah kaki-nya yang kini sedang di-ikat oleh sebuah donat es, "Kalian! Jangan dekati aku!!" Teriak Sylvia sambil mencoba mundur menggunakan tangan-nya.


Fang Lin dan Zhong Li sedari tadi diam dan tidak bergerak sedikitpun. Fang Lin kemudian berjalan mendekati Sylvia yang sedang ketakutan.


"Hey, Kau tida-" Ucapan Fang Lin terpotong, Bahkan langkah-nya terhenti ketika melihat pupil mata kiri Sylvia berubah menjadi ungu dan tajam seperti hewan buas.


~Whoooshhh~


Sebuah energi yang sedikit familiar bagi Fang Lin keluar dari tubuh Sylvia, Energi tersebut adalah Mana yang kini sedang merembes keluar dari tubuh Sylvia.


"Manusia, Kusaran-kan untuk tidak mengganggu bocah ini atau kau akan menerima akibat-nya" Ucap suara berat keluar dari mulut Sylvia.


Fang Lin tersenyum tipis mendengar-nya, Ia dapat menebak kalau setengah kesadaran Sylvia sedang di ambil alih oleh Khatz, Seekor hewan bencana primodial dari dunia Evangellion.


"Hoo... Kalau begitu lakukan-lah karena aku ingin mengganggu bocah itu, Tetapi sebelum itu...." Fang Lin tidak melanjutkan kata-katanya dan tersenyum tipis, Tiba-tiba energi Mana merembes keluar dari tubuh-nya.


~Whoooshhh~


"Ayo kita lakukan, Aku juga ingin mencoba Mana yang ada dalam tubuh-ku" Ucap Fang Lin lalu melebarkan senyuman-nya.


Mata kiri Sylvia langsung melebar saat melihat energi yang dikeluarkan dari pemuda tampan didepan-nya.


Reaksi mata kanan Sylvia juga tidak jauh berbeda dari mata kiri, Mata kanan-nya terbuka lebar seakan melihat sesuatu yang mustahil dilihat di dunia ini.


Sylvia dan Khatz terkejut dengan apa yang pemuda tampan itu tunjuk-kan. Khatz yang menyadari kalau manusia tersebut sangat berbahaya langsung meminta Sylvia untuk kabur dari sana.


Namun Sylvia menggelengkan kepala-nya dengan cepat, Ia berkata kalau kaki-nya tidak bisa berlari karena ada sebuah donat es yang mengikat kedua kaki-nya.


Khatz langsung mencoba menghancurkan ikatan es tersebut menggunakan Mana, Namun usaha-nya sia-sia karena ikatan tersebut tidak dapat hancur sama sekali.


Memang Khatz terkejut melihat hal itu, Namun diri-nya menepis keterkejutan-nya sementara lalu mencoba menggunakan sihir yang berpotensi untuk melepaskan donat es tersebut.


.....


5 Menit Kemudian.


Khatz menyerah dengan donat es yang mengikat kaki Sylvia, Ia lalu menatap tajam ke arah pemuda tampan yang masih berdiri didepan-nya, "Apa yang kau rencanakan?!" Tanya Khatz dengan suara berat yang tinggi.


Fang Lin kembali tersenyum tipis mendengar ucapan Khatz, "Tidak ada. Apakah kalian berdua sudah selesai bermain-mainnya?" Tanya Fang Lin dengan nada mengejek.


Khatz yang mendengar-nya hanya bisa mengumpat dalam hati, Ia terus menatap tajam Fang Lin dan mencoba cari cara untuk lolos dari sini.


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT