System Sang Immortal

System Sang Immortal
Pindah


Keempat bendera yang Fang Lin pasang mulai membentuk sebuah dinding hingga beberapa saat terbentuk sebuah kubus berwarna biru. Para monster yang sedang berada di dalam array biru tersebut menjadi ketakutan.


"Kalian tenang lah, Ini hanya memakan satu menit" Ucap Fang Lin dengan lantang.


10 detik


20 detik


30 detik, Seluruh pupil mata para monster kini menjadi biru, Warna mata yang sama dengan Fang Lin.


45 detik, Kini di otak mereka terdapat sebuah perintah, Seperti 'Patuhi Tuan Kalian', Suara itu terus berulang kali dimata mereka dan membuat mereka semua mengangguk paham.


60 detik kemudian, Perlahan array yang Fang Lin buat mulai menghilang dan pupil para monster kembali seperti sebelumnya, Suara perintah yang ada di otak mereka tadi sudah menghilang. Para monster sedikit kebingungan saat array yang Fang Lin buat menghilang.


"Hmm? Apa yang terjadi?"


"Sepertinya tidak ada yang terjadi, Mungkin kutukan tuan Fang Lin gagal"


"Kukira akan menyakitkan hahahaha"


Para monster mulai mengobrol tentang apa yang terjadi di dalam array tadi, Sedangkan Fang Lin hanya menatap mereka dalam diam.


"Apa itu berhasil?" Batin Fang Lin heran, Dia sama sekali tidak melihat perubahan yang terjadi pada para monster.


"Kalian diam" Gumam Fang Lin pelan yang tidak didengar oleh siapa pun.


Para monster yang sedang mengobrol langsung terdiam, Mereka sama sekali tidak bisa mengeluarkan suara mereka, Seperti ada yang menahan tenggorokan mereka untuk tidak bersuara.


"Pffft" Tawa kecil Fang Lin.


"Jadi cara kerjanya seperti itu, Jika aku memerintahkan salah satu dari mereka walaupun hanya gumaman, Mereka akan langsung menurut" Ucap Fang Lin tersenyum lebar.


"Aku bisa saja mengendalikan kekaisaran jika ingin hahahaha" Tawa jahat Fang Lin ketika membayangkan itu.


Di sisi lain para monster dan bawahan Fang Lin yang melihat tuan mereka tertawa keras di atas langit menjadi kebingungan.


Di atas langit, Fang Lin yang sedang tertawa seketika diam ketika melihat bawahan dan para monster menatapnya dengan tatapan aneh


Fang Lin langsung terbatuk pelan, "Ekhm... Baiklah, Pertama-tama aturan yang ku buat ini adalah mutlak! Dan berlaku untuk seluruh bawahanku, Kedua kalian semua dilarang menyakiti atau membunuh manusia yang aku kenal! Kalian hanya boleh membunuh manusia jika aku suruh, Ketiga dilarang yang namanya perang di dunia kecilku! Apalagi hanya untuk berebut wilayah! Jika kalian melanggar kalian akan dihukum oleh Naga Hitam" Ucap Fang Lin menjelaskan peraturan.


"Apakah kalian mengerti?" Tanya Fang Lin.


Para bawahan Fang Lin mengangguk paham dan berkata dengan lantang "KAMI MENGERTI!!!"


Fang Lin tersenyum puas ketika mendengar jawaban mereka, Lalu ia menghubungi Yue "Pindahkan seluruh hutan ini dan ganti dengan sebuah lautan yang sangat dingin"


[Dimengerti, Mengurangi 200 Juta Poin]


"Eh? Bukannya 100 Juta Poin saja?"


[Memulai pemindahan 5... 4... 3... 2... 1...]


~Whoosshh~


Seluruh hutan beserta seluruh makhluk hidup disana langsung menghilang dan digantikan oleh sebuah lautan yang biru.


***


Dunia Kecil Fang Lin, Di padang rumput luas.


~BOOM~


Ledakan keras terjadi ditempat itu dan membuat para monster yang sedang berada disekitar sana lari ketakutan.


Tiba-tiba saja, Tempat yang tadinya padang rumput terganti menjadi sebuah hutan yang luas dan lebat, Di sisi lain para monster yang didalam hutan menjadi kebingungan.


"Eh, Apakah kalian merasa ada guncangan?"


"Kenapa aku merasa kita ditempat berbeda?"


"Benar, Qi alam disini sangat padat bahkan 1000x lipat dari beberapa detik yang lalu"


"Kita dihutan yang sama, Akan tetapi ditempat yang berbeda"


"Kamu ngomong apa sih bodoh"


"Eh? Aku juga ikut terpindah ya" Gumam Fang Lin sambil melihat sekitarnya.


"Tunggu dulu... Kenapa disini ada Qi Dewa?!!" Tanya Fang Lin dengan nada terkejut.


[Itu karena inventory/Dunia kecil tuan menyesuaikan dengan Qi yang tuan miliki saat ini]


"Em, Aku mengerti, Terlebih lagi Qi Dewa disini hampir sama dengan Aula Ruang dan Waktu" Gumam Fang Lin terkejut sekali lagi.


[Hehehehe, Yue gitu loh]


Mendengar itu Fang Lin hanya tersenyum seraya menggelengkan kepalanya, Baru kali dirinya melihat Yue seperti ini, Fang Lin lalu mulai menatap bawahannya yang baru.


"Baiklah, Perintah pertamaku untuk kalian! Buat wilayah kalian masing-masing dan jadilah kuat serta sering berburu monster yang ada di dunia ini, Kedua jangan menyerang manusia di dunia ini! Jika kalian menyerang degan sengaja, Kalian akan mendapatkan konsekuensinya" Ucap Fang Lin memerintah.


"SIAPP" Serempak seluruh monster.


Para monster langsung membubarkan diri bersama kelompok mereka ataupun sendiri dan kini hanya tersisa Yang Jian, Guo Ren, Yun Feng dan Naga Hitam.


"Ayo ikuti aku" Ucap Fang Lin lalu melesat ke arah selatan.


Mereka hanya mengangguk patuh dan ikut melesat.


Di sisi lain, 3 Wanita cantik sedang bermeditasi di danau yang jernih, Hingga beberapa saat salah satu dari mereka membuka matanya.


"Yang Jian dan Guo Ren? Untuk apa mereka kesini? Dan terlebih lagi siapa 3 orang itu" Gumam Mue Lian dan tiba-tiba muncul seekor harimau didekatnya.


"Kau merasakannya bukan? Ada bawahan tuan sedang mendekat kesini dengan kecepatan tinggi" Ucap Raja Harimau Putih.


"Benar, Mereka adalah Yang Jian dan Guo Ren dan mereka membawa 3 orang yang tidak kukenal" Ucap Mue Lian lalu beranjak berdiri.


"Ayo kita kesana" Ucap Mue Lian dan diangguki oleh Raja Harimau Putih.


~Whosh~


Mereka langsung menghilang dari sana dan meninggalkan Qiao Yu dan Xue Hua disana.


Di tempat Fang Lin, Dirinya merasakan Mue Lian dan Harimau Putih sedang melesat menghampiri mereka.


"Sepertinya mereka sudah sadar" Batin Fang Lin dan beberapa saat kemudian dikejauhan muncul Mue Lian dan Harimau Putih yang sedang menghadang mereka.


Fang Lin dan para bawahan langsung berhenti ketika sudah beberapa langkah dari Mue Lian dan Harimau Putih.


Mue Lian yang melihat wajah Fang Lin sedikit tertegun dengan ketampanan pemuda berjubah biru didepannya, Namun beberapa saat kemudia ia menepis pikiran seperti itu karena dia tidak ingin menikah dengan orang lain dan fokus menjadi bawahan tuan mudanya.


"Tunggu?!!... Kau!! Naga Hitam?!" Teriak Harimau Putih dengan nada terkejut, Ia baru menyadari kehadiran Naga Hitam didepannya.


"Hahahaha, Macam bodoh lama tidak berjumpa" Tawa lantang Naga Hitam.


"Kalian mengenal satu sama lain? Tanya Mue Lian keheranan.


"Ya... Kita berdua dijuluki 7 Hewan Suci oleh manusia" Ucap Harimau Putih kemudian melirik kembali ke Naga Hitam.


"Ohh... Tuan kau punya istri yang cantik hahahaha" Tawa lantang Naga Hitam ketika melihat Mue Lian.


"Tuan?" Ucap Mue Lian dan Harimau Putih yang kebingungan dengan perkataan Naga Hitam.


Sedangkan Fang Lin matanya berkedut mendengar itu, "Sudahlah, Sana kau lakukan reuni dengan kawan lamamu" Ucap Fang Lin pelan.


"Ehhh??!! Tuan muda?!!" Serempak Mue Lian dan Harimau Putih dan mengeluarkan ekspresi terkejut yang jelek.


Yang Jian dan Guo Ren yang melihat raut terkejut mereka berdua langsung tertawa, "Hahahaha, Lihatlah muka terkejut mereka, Bahkan lebih buruk dari wujud iblismu" Tawa Guo Ren menengok ke Yang Jian sambil menunjuk Mue Lian dan Harimau Putih.


"Pfft, Maafkan aku saudari Lian, Harimau Putih tapi apa yang dikatakan Saudara Ren benar, Hahahaha" Ucap Yang Jian ikut tertawa.


Sedangkan Mue Lian yang mendengar itu menjadi kesal dan melesat ke arah Yang Jian dan Guo Ren tanpa mereka sadari, Mue Lian langsung menotok tenggorokan mereka berdua agar suara mereka terkunci.


"Hmph!! Awas saja jika kalian menertawakan ku lagi! Mungkin aku akan menghukum kalian lebih parah dari ini!" Ucap Mue Lian mendengus kesal lalu berbalik sambil menghentakkan kakinya.


melihat Mue Lian yang sudah pergi, Yang Jian dan Guo Ren langsung menotok kembali tenggorokan mereka masing-masing agar bisa bersuara lagi, "Keughh... Wanita memang mengerikan" Batin mereka berdua sambil mengelus tenggorokan mereka yang sedikit sakit.


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.