
Mendengar pertanyaan tuan-nya, Naga Putih langsung menggelengkan kepala-nya dengan cepat, "Saya tidak tau tuan, Tetapi seingat saya dia terakhir kali bersama dengan saudara Bai Hu" Jawab Naga Putih sambil melirik Bai Hu di sebelah-nya.
Fang Lin yang mendengar jawaban Naga Putih langsung mengalihkan pandangan-nya ke arah Bai Hu dan menatap-nya seolah meminta sebuah penjelasan.
Menyadari tatapan tuan-nya, Bai Hu mengangguk-kan kepala-nya pelan, Ia lalu menceritakan saat diri-nya bersama dengan Hu Jiazhen.
......................
Usai mendengar cerita Bai Hu, Fang Lin dengan segera menelepati Hu Jiazhen, Ia ingin menyuruh-nya kembali karena sekarang bukan waktu yang tepat untuk berpergian jauh.
Fang Lin berdecak pelan ketika telepati-nya tidak di jawab oleh Hu Jiazhen, "Kalian kembali-lah dan lakukan tugas masing-masing" Ucap Fang Lin sambil melirik kedua bawahan-nya.
Bai Hu dan Naga Putih mengangguk-kan kepala patuh, Mereka langsung izin pamit dan segera pergi dari sana.
Fang Lin yang melihat kepergian kedua bawahan-nya hanya menghela nafas pelan, "Aku akan menunggu-nya disini, Jika saja dia belum kembali 1 hari lagi maka aku yang akan mencari-nya sendiri" Gumam Fang Lin memutuskan dan dengan segera menghilang dari sana tanpa jejak.
***
Dunia Abyss, Padang Pasir Tanpa Ujung.
Xiao Chen saat ini sedang melesat dengan kecepatan cahaya, Tepat di belakang-nya terdapat Naga Hitam yang sedang melesat mengikuti-nya.
Xiao Chen tidak berniat menyembuh-kan luka yang di derita Naga Hitam tersebut, Karena dia yakin kalau naga itu akan cepat sadar jika dia menyembuhkan-nya.
"Jika dengan kecepatan seperti ini, Mungkin aku akan sampai ke istana sekitar satu minggu?" Guman Xiao Chen sedikit ragu. Ia lalu teringat ketika diri-nya mengikuti makhluk bayangan sebelum-nya.
Saat itu Xiao Chen sama sekali tidak menyadari kalau diri-nya telah di ajak berputar-putar oleh makhluk bayangan tersebut, "Ku-pikir mereka hanya melesat lurus tanpa berbelok sedikit-pun, Ternyata aku salah..." Ucap Xiao Chen sedikit kesal. Dia yakin kalau salah satu dari mereka sudah menyadari keberadaan-nya waktu itu dan diri-nya sengaja di ajak berputar-putar oleh makhluk bayangan tersebut, Karena mereka tidak ingin diri-nya mengetahui markas mereka.
"Apa mungkin di dalam area yang di putari oleh mereka terdapat markas peserta dari turnamen semesta?" Guman Xiao Chen mencoba menebak.
Xiao Chen menggelengkan kepala-nya untuk menepis pikiran-nya itu, "Kesampingkan masalah itu terlebih dahulu, Sekarang aku perlu melepaskan ikatan kontrak yang mengikat jiwa Naga Hitam itu" Gumam Xiao Chen dan langsung berhenti melesat.
Xiao Chen lalu membalik-kan badan-nya dan mendekati Naga Hitam yang ikut berhenti itu. Ia sebelum-nya sudah menyadari kalau Naga Hitam yang dia tangkap sudah terikat kontrak dengan seseorang.
Meskipun begitu Xiao Chen tidak takut jika pemilik-nya akan datang pada-nya ketika dia melepaskan ikatan kontrak mereka. Xiao Chen begitu percaya diri karena dia sudah memikirkan seluruh rencana jika ada sesuatu yang di luar dugaan-nya.
Ikatan kontrak adalah pernjanjian tuan dan budak. Jika tuan dan budak sedang berpisah lalu kontrak sang budak terputus secara paksa, Maka lokasi terakhir budak akan diketahui oleh tuan-nya dan itu juga berlaku untuk sebalik-nya.
Walaupun tuan dan budak sedang terhubung, Mereka tidak dapat mengetahui lokasi satu sama lain, Kecuali saat salah satu dari mereka terbunuh atau kontrak-nya di batalkan secara paksa.
Xiao Chen dan Naga Hitam saat ini sudah berada di daratan. Xiao Chen sendiri langsung mendekati kepala Naga Hitam lalu memegang kepala-nya dengan satu tangan-nya.
Sebelum Xiao Chen melepaskan kontrak secara paksa, Ia memuncul-kan gerbang dunia jiwa-nya dulu di dekat-nya, Hal itu dilakukan karena dia ingin berjaga-jaga jika pemilik-nya lebih kuat dari-nya.
Tangan kanan Xiao Chen yang memegang kepala Naga Hitam tiba-tiba mengeluarkan cahaya berwarna putih, Di saat yang bersamaan ikatan kontrak Naga Hitam dengan tuan-nya perlahan menipis hingga akhir-nya terputus.
***
Fang Lin yang sedang memejamkan mata-nya sambil menyenderkan badan-nya di tembok batu tiba-tiba membuka mata-nya, Mata-nya memancarkan niat membunuh ketika merasakan sesuatu terjadi kepada Naga Hitam.
"Bajingan mana yang berani memutuskan ikatan kontrak-ku dengan Hu Jiazhen" Ucap Fang Lin dingin dan segera teleportasi ke lokasi terakhir Hu Jiazhen.
***
Dunia Abyss, Padang Pasir Tanpa Ujung.
Xiao Chen yang sudah memutuskan ikatan kontrak Naga Hitam itu dengan paksa langsung memasang penghalang di sekitar-nya.
~BOOOOMMM~
Baru saja Xiao Chen membuat pelindung yang melindungi-nya, Tiba-tiba saja pelindung tersebut hancur oleh sebuah aura dan membuat-nya berwaspada.
Xiao Chen langsung mengedarkan kesadaran-nya ke seluruh penjuru arah dan seketika mendongak-kan kepala-nya ke atas.
~Glekk~
Xiao Chen menelan ludah-nya dengan kasar ketika melihat sosok pria tampan berjubah hitam sedang memancarkan niat membunuh yang sangat pekat, Namun sosok tersebut tampak sangat tenang sambil melihat Naga Hitam yang sedang tergeletak lemas di pasir.
Buru-buru Xiao Chen melemparkan Naga Hitam di dekat-nya ke gerbang jiwa yang sudah dia buat sebelum-nya menggunakan Qi dan di saat Naga Hitam tersebut sudah masuk ke dalam gerbang dunia jiwa-nya, Dia langsung melesat untuk memasuki ke dalam gerbang tersebut.
"Hoo... Jadi kau orang-nya?" Tanya Fang Lin dan seketika tubuh Xiao Chen tidak bisa bergerak sama sekali.
~Whoooshhh~
Seluruh pasukan bayangan Fang Lin keluar dari bayangan-nya dan mengelilingi Xiao Chen, Termasuk para boneka bayang yang kini mereka sudah berada di ranah Dewa Merah Level 3.
Xiao Chen yang melihat 997 bayangan dalam bentuk manusia itu berada di ranah Dewa Merah langsung melebar-kan mata-nya, "Sialan... Ratusan prajurit berada di ranah Dewa Merah?!" Gumam Xiao Chen dengan nada terkejut.
Sedangkan Fang Lin hanya tersenyum puas ketika melihat para boneka bayangan-nya berada di ranah Dewa Merah level 3, "Salah satu keuntungan-ku naik tingkat adalah para boneka prajurit-ku juga ikut naik tingkat tanpa perlu sumber daya dan melewati kesengsaraan petir" Batin Fang Lin dengan wajah senang.
Namun dengan segera Fang Lin menggelengkan kepala-nya pelan dan menepis kesenangan-nya dulu, Ia saat ini harus fokus pada pria berjubah putih yang tidak dapat bergerak itu, "Kembalikan Naga Hitam yang sudah kau masuk-kan ke dalam dunia jiwa-mu dan aku akan membebaskan-mu setelah itu" Ucap Fang Lin sambil turun perlahan dari langit.
Mendengar perkataan Fang Lin, Xiao Chen hanya tersenyum tipis, "Kau pikir hanya dengan tekanan aura, Kau sudah bisa mengalahkan-ku?" Tanya Xiao Chen dengan nada sinis.
~Whoooshhhh~
Dalam sekejap aura putih langsung menutupi tubuh Xiao Chen dan tak lama kemudian tubuh-nya dapat bergerak dengan mudah di dalam area tekanan aura Fang Lin.
Fang Lin melebarkan mata-nya ketika melihat Xiao Chen dapat bergerak di area tekanan aura naga-nya, Ia langsung memperkuat tekanan-nya namun hal itu tidak berguna saat Xiao Chen melesat terbang ke langit.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.