System Sang Immortal

System Sang Immortal
Kesepakatan


"Jadi kau ingin bilang bahwa kau bisa mengatasi dua masalah tersebut jika aku memberikanmu seperempat wilayah kota Patron?" kepala keluarga Melric bertanya untuk memastikan.


"Yap, tapi bukan memberikan melainkan meminjamkan." Fang Lin sedikit memperbaiki perkataan pak tua itu.


"Begitu, ya. Tapi... Bagaimana bisa aku mempercayaimu? Masalah gelombang monster, aku sudah pernah menyelidikinya dan tidak ada satupun cara yang bisa kutemukan untuk mencegah peristiwa itu selain berperang dengan mereka." ucap kepala keluarga Melric, lalu melanjutinya, "Dan bagaimana caramu menemukan sihir jahat yang dimaksud? Bahkan seorang Priest tingkat tinggi saja tidak sanggup menemukannya.'


"Yah, kau butuh pembuktian sepertinya..." Fang Lin tidak terlalu terkejut, "Apakah aku harus membereskan kedua masalah itu sekarang?"


Tentu saja mendengar apa yang dikatakan oleh Fang Lin membuat semua orang yang berada di sana terkejut.


"Apa...? Kau bisa mengatasinya sekarang juga?" tanya kepala keluarga Melric dengan raut wajah tak percaya.


"Ya, bisa saja. Namun, kalian semua harus menepati kesepakatan yang ada karena..." Fang Lin terdiam sejenak sebelum melanjutkannya perkataannya diikuti dengan aura Naga yang menekan mereka semua sampai berlutut, "Akan ada konsekuensinya jika kalian melanggar."


Brugggh!


Pada waktu yang bersamaan semua orang di sekitar Fang Lin langsung dipaksa berlutut karena aura Naga tersebut.


"Kuharap kalian bisa mengerti, ini bukan ancaman melainkan sebuah peringatan." ucap Fang Lin dan di saat yang bersamaan ia menarik aura Naganya kembali, "Omong-omong, berikan aku waktu satu menit."


Sesaat setelah berkata demikian, Fang Lin menghilang dari tempatnya dalam sekejap mata. Sementara itu, semua orang termasuk kepala keluarga Melric sedang dilanda keterkejutan yang membuat jantung mereka berdebar dengan sangat cepat.


Tidak ada yang mengucapkan satu patah katapun, dan ketika Fang Lin kembali mereka semua langsung menatapnya dengan tatapan terkejut sekaligus takut.


Fang Lin hanya diam meskipun sudah mengetahui hal tersebut, ia kemudian mengangkat telapak tangan kanannya ke atas lalu berkata, "Masalah gelombang monster dan sihir jahat yang bersembunyi di kota ini sudah kubereskan, aku akan memberikan kalian waktu satu jam dari sekarang untuk menyelidikinya."


Sesaat setelah Fang Lin berkata demikian, keberadaannya langsung menghilang di antara mereka tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.


"Apa... Aku tidak salah dengar?" kepala keluarga Melric bertanya-tanya usai mendapatkan kembali ketenangannya.


"S-siapa dia sebenarnya? A-apakah dia salah satu dari sembilan Sage?'


"Kalau dia salah seorang dari sembilan Sage, kemungkinan besar dia adalah Wolf Sage."


"Wajah tampan, kulit bersih dan mempunyai aura yang mendominasi. Memang ada kemungkinan kalau dia Wolf Sage, tetapi Wolf Sage tidak mempunyai siapapun di belakangnya... Itu tidak sesuai dengan perkataan orang tadi."


Belasan orang yang ada di sana kembali mendapatkan ketenangan masing-masing, lalu mulai membicarakan identitas Fang Lin.


"Sayang, bagaimana dengan kesepakatannya jika dua masalah utama itu memang sudah dibereskan?' perempuan yang tidak lain adalah istri dari kepala keluarga Melric bertanya dengan nada penasaran sekaligus gelisah.


Mengingat aura Naga yang dikeluarkan oleh Fang Lin jelas membuat semua orang yang ada di sana bergidik ngeri


"Kepala keluarga, kita tidak boleh melawan orang sepertinya..."


"Itu benar, kepala keluarga. Meskipun kesepakatan itu belum jelas, tapi aku tidak menyarankan untuk menolaknya."


Beberapa orang yang ada di sana merasa sangat khawatir dengan kejadian ini.


Kepala keluarga Melric menganggukkan kepalanya pelan, ia tidak akan berpikir lebih lama lagi dan memutuskan untuk sepakat dalam kesepakatan itu, "Kalian benar, tapi sebelum itu... Pastikan dua masalah utama kota ini sudah diselesaikan olehnya."


"Kami mengerti, kepala keluarga!"


Mereka menjawab secara serempak, lalu sebagian besar langsung pergi dari sana untuk melaksanakan perintah kepala keluarga.


***


Dunia jiwa, halaman Istana Es.


Puluhan orang yang tidak lain adalah keluarga dan bawahan Fang Lin sedang berkumpul di satu tempat.


Mereka saling mengobrol satu sama lain untuk mengisi waktu sampai Fang Lin tiba di sini.


"Kalian sepertinya bersemangat, ya?"


"Woah, apakah kamu ayah?!"


Seorang anak perempuan berusia 12 tahun bertanya dengan suara lantang.


"Tentu saja, memangnya kamu pikir siapa, Mi Lian?" Fang Lin menjawabnya seraya turun dari langit, ia kemudian membopong putrinya tersebut lalu bertanya, "Bagaimana dengan latihanmu? Apakah lancar?"


"Ayah, kamu sangat tampan..." Qiao Mi Lian tidak menjawan pertanyaan ayahnya, ia terlalu kagum kalau perbedaan model dan warna rambut akan memberikan pengaruh besar pada penampilan laki-laki, "Aku semakin yakin untuk menikahimu, ayah."


"Hahahaha... Sayangnya, kamu tidak bisa menikah dengan ayah." Fang Lin tertawa kecil.


"Tidak! Aku hanya mau nikah dengan ayah!" Qiao Mi Lian langsung cemberut, ia mengembungkan pipi dan membuatnya terlihat sangat imut.


Fang Lin tadinya ingin mengatakan sesuatu tetapi Mue Lian menghampirinya dan berkata, "Ayah adalah milik ibu, kamu tidak bisa merebutnya, anak nakal."


Mue Lian mengambil putrinya dan hendak menggantikan suaminya.


"T-tidak! Ibu... Jangan pisahkan aku dari ayah!" Qiao Mi Lian enggan melepaskan pelukannya.


"Ayah sedang sibuk, kamu bisa melakukannya nanti." ucap Mue Lian mencoba membujuk.


"Tidak~ Huuuaa.... Aku tidak mau!" Qiao Mi Lian mulai menangis, dan tangisannya semakin keras ketika Mue Lian menambah kekuatannya.


"Tidak apa, sayang. Biarkan dia bersamaku..." Fang Lin meminta istrinya itu untuk berhenti.


"Apa tidak masalah?" Mue Lian sedikit memiringkan kepalanya.


"Ya, lagipula aku hanya akan memindahkan kalian ke tempat yang sudah kutentukan." sahut Fang Lin sembari tersenyum.


"Baiklah."


Mue Lian langsung berdiri di samping suaminya tanpa berbicara sedikitpun, sementara Qiao Mi Lian mendekapkan wajahnya di dada ayahnya karena ia malu untuk menunjukkan wajahnya apalagi di sekitarnya ada banyak sekali orang.


"Adik Mi Lian, kamu cengeng sekali." Fang Li Dao tersenyum mengejek, dia datang bersama ketiga saudaranya yang lain.


"Berisik! Jangan bicara denganku!" Qiao Mi Lian berkata dengan nada ketus.


Fang Lin tersenyum tipis, lalu melakukan beberapa pertukaran kata dengan anak-anaknya.


Setelah itu, Fang Lin mengalihkan pandangannya ke arah para bawahannya yang sedang memperhatikan dirinya dalam diam.


"Apakah kalian semua ingin pergi ke Dunia Evangellion?" tanya Fang Lin untuk memastikan.


Semua bawahannya secara serempak langsung menjawab iya.


Fang Lin mengangguk sekali, lalu ia menatap Yue dan bertanya lewat telepati, "Aku tidak melihat ayah dan ibu, mereka berdua tidak ikut?"


"Aku sudah bertanya beberapa kali dan mereka berdua menolak untuk pergi." Yue menjawab dengan cepat.


"Apa alasannya?"


"Aku juga tidak tau."


"Baiklah."


Fang Lin memutuskan telepatinya kemudian dia mengumumkan kalau mereka akan pergi dalam satu jam lagi.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.