System Sang Immortal

System Sang Immortal
Arthur Vs Tony


"Tidak bisa, dia sangat diuntungkan dalam pertarungan ini!" Keisha mulai merasa putus asa.


Setelah pertukaran serangan selama beberapa saat, Keisha terpental ke dinding arena dan menciptakan benturan yang cukup keras.


Finn tidak mengatakan apa-apa ketika itu terjadi dan melihat situasi lawannya lebih lanjut.


Sementara Instruktur Argon menggunakan Kesadaran Mana-nya untuk memeriksa keadaan Keisha.


Perempuan cantik itu perlahan bangkit berdiri, ia mendapat beberapa luka ringan dari serangan barusan.


"Apakah kau masih ingin melanjutinya?" Instruktur Argon bertanya.


"Tidak, itu akan sia-sia." Keisha menggeleng pelan sembari menyimpan Busur-nya di soul Storage.


Instruktur Argon mengangguk sekali sebelum mengumumkan kalau Finn adalah pemenangnya, ia kemudian menghilangkan Arena transparannya lalu mulai memanggil nama murid selanjutnya.


......................


Setelah melewati sebagian besar pertandingan, akhirnya nama Arthur dan lawannya dipanggil.


"Ternyata lawanku adalah seorang pecundang." Tony menyeringai kecil sembari mengeluarkan Tombak dari Soul Storage.


Arthur sedikit menyipitkan mata tetapi dirinya tidak berniat menghiraukannya.


Ketika Arena tercipta, Instruktur Argon mengamati kedua peserta lalu bertanya, "Apakah kalian berdua sudah siap?"


"Kami siap, Instruktur!"


Mereka berdua menjawab pada waktu yang hampir bersamaan.


"Kalau begitu, mulai!"


Setelah Instruktur Argon berkata demikian, Tony bergerak maju dengan kecepatan yang tinggi. Sementara Arthur hanya diam di tempatnya sembari mempererat telapak tangan kanannya yang menggenggam sebilah pedang panjang.


"Hehehe! Apakah kau takut?!"


Ketika Tony sudah berjarak belasan meter, dia bertanya sembari mengayunkan tombaknya.


Arthur tetap tenang, dan ia menangkis serangan yang dilancarkan oleh lawannya lalu menendang ulu hati Tony menggunakan kaki kirinya.


Bam!


Tony terpental ke samping tetapi itu tidak sampai membuatnya terjatuh, ia menyeimbangkan tubuhnya dengan ekspresi yang tak percaya.


Tidak hanya Tony saja yang mengalami keterkejutan itu, tetapi murid lainnya juga sama.


Bagaimana mungkin seorang murid dari peringkat terakhir di kelas bisa memberikan serangan pada Tony yang mempunyai kemampuan rata-rata? Pertanyaan itu jelas tertulis di sebagian besar wajah para murid.


Instruktur Argon sendiri sedikit terkejut karena ia berpikir kalau Tony bisa mengakhiri lawannya dalam beberapa serangan saja.


"Sepertinya keputusanku sudah tepat, data-data itu tidak selalu benar." Instruktur Argon bergumam.


"Bagaimana bisa? Apakah kau curang?!" Tony jelas tidak menerimanya, mustahil dirinya bisa mendapatkan serangan dari Arthur apalagi serangan tersebut memberikan luka dalam padanya, "Bahkan keberuntungan sekalipun tidak akan sampai seperti ini."


"Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, apakah kau berpikir kalau aku akan terus diam setelah mendapatkan peringkat akhir?" Arthur bertanya, nadanya terdengar mengejek saat ini.


Tony menggertakkan giginya lalu kembali bergerak maju dengan kecepatan yang lebih cepat dari sebelumnya, "Jangan sombong!"


Aliran energi menyelimuti tombak Tony, ia kemudian mengayunkannya dari bawah sampai ke atas dan menciptakan siluet tombak yang melesat dengan kecepatan yang sulit dilihat oleh mata.


Tidak sampai di sana, Tony kembali melancarkan serangan yang sama di tempat berbeda dan itu ia langsung secara berulang kali menggunakan kecepatan penuhnya.


Arthur sedikit gugup melihat belasan serangan siluet itu sedang melesat ke tempatnya berada, ia kemudian mengalirkan Mana yang cukup banyak di pedangnya lalu melakukan Gerakan Pertama dari Lima Gerakan Bintang.


"Bintang Menari!"


Selain bisa untuk menyerang, Gerakan Pertama juga dapat dimanfaatkan untuk bertahan dari serangan tipe fisik.


Trang!


Trang!


"Apaaaa?!"


Sekali lagi keterkejutan menimpa Tony dan para murid lainnya, mereka sama sekali tak menyangka kalau Arthur bisa menangkis seluruh serangan itu.


Kali ini, Instruktur Argon juga sama terkejutnya. Bukan karena Arthur berhasil menangkis semua serangan Tony, akan tetapi dirinya terkejut dengan teknik pedang yang digunakannya.


"Teknik pedang itu sangat mengerikan... Setidaknya ada di tingkat Spesial atau bahkan epik." raut wajah Instruktur Argon menjadi serius, "Darimana bocah sepertinya bisa mempelajari teknik pedang yang luar biasa seperti itu?"


Ketika Instruktur Argon sedang memikirkan hal tersebut, Arthur yang berhasil menghindari semua serangan lawannya langsung melesat maju.


Tony sendiri yang masih dalam keadaan mencerna kejadian barusan seketika tersentak saat menemukan Arthur sudah berada di dekatnya.


"Sialan!"


Tony mengumpat ketika Arthur mulai menyerangnya, mereka berdua kemudian bertukar serangan dan dalam waktu yang cukup singkat-- pemuda dengan pedang panjang itu berhasil mendominasi pertarungan.


Tony merapatkan giginya ketika ia dibuat dalam posisi bertahan, kemarahan secara bertahap mengamuk di dalam hatinya dan aura membunuh perlahan merembes keluar dari tubuhnya.


Arthur bergidik ngeri ketika merasakan aura membunuh yang keluar dari tubuh Tony, karena ini adalah pertarungan pertamanya-- ia belum terlalu siap menghadapi aura semacam itu.


"Jangan biarkan aura itu mempengaruhimu. Aura membunuh dengan level seperti itu hanya akan menggoyahkan mentalmu saja, kau harus memperkuatnya dengan cara mempercayai diri sendiri. Lawanmu itu sangat mudah, kau seharusnya sudah mengetahui kalau dirimu bisa mengalahkan dia jika menggunakan seluruh kemampuanmu."


Fang Lin yang mengamati pertarungan muridnya itu langsung memberikan kata-kata pendukung.


Arthur yang mendapatkan telepati tersebut langsung memasang senyum lebar, secara bertahap ia mulai menjadi tenang sehingga bisa memaksimalkan gerakannya.


Setelah beberapa menit berlalu, Tony menyerah ketika dirinya dibuat menabrak ke dinding arena dan membuatnya menderita luka dalam.


"Luar biasa, dia bisa mengalahkan Tony! Apakah selama ini dia menyembunyikan kekuatannya?"


"Padahal dia hanya berada di Mana Circle tingkat dua, tetapi jumlah Mana yang dikeluarkannya sangat tidak masuk akal."


"Apakah dia juga menyembunyikan tingkat Mana Circle-nya?!"


Arthur langsung menjadi perbincangan hangat ketika pertandingan selesai, seluruh perhatian langsung teralih padanya setelah Instruktur Argon menghilangkan arenanya.


"Fang Lin dan William! Silahkan maju."


Instruktur Argon tidak membuang banyak waktu setelah pertandingan tersebut selesai, dia memang penasaran dengan teknik berpedang Arthur tetapi sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk mencari tahunya.


Ketika nama Fang Lin dipanggil, sebagian besar siswa perempuan langsung menoleh padanya yang sedang melangkah maju mendekati Instruktur.


"Karena kau adalah murid baru, belum ada data yang pasti mengenaimu. Tetapi Guru Rena mempunyai ekspektasi tinggi terhadapmu..." ucap Instruktur Argon, lalu menambahkan, "Maka dari itu, aku akan memberikan William sebagai lawanmu. Dia adalah peringkat delapan di kelas dan seorang pengguna pedang, apakah kau tidak keberatan?"


"Hm, bagaimana jika aku menolak?" tanya Fang Lin penasaran.


"Aku akan memberikanmu lawan yang mudah, dan tentu saja itu akan mempengaruhi peringkatmu di masa depan nanti." jawab Instruktur Argon memberitahu.


Fang Lin terdiam sejenak, ia sebenarnya sama sekali tidak peduli terhadap peringkatnya di kelas tetapi karena sebelumnya William mempunyai niat buruk pada dirinya dan juga Yue maka tidak ada salahnya untuk memberikan dia sebuah pelajaran.


"Yah, aku tak masalah. Tetapi, apakah Instruktur tidak bertanya hal yang sama pada dia?" Fang Lin bertanya sembari menatap William.


Instruktur Argon sedikit mengangkat alisnya sebelum mengalihkan pandangannya pada William, "Bagaimana denganmu?"


"Aku juga tidak masalah." sahut William tanpa beban.


"Kalau begitu, sudah diputuskan."


Instruktur Argon menciptakan arena untuk kesekian kalinya dan membawa Fang Lin beserta William ke dalamnya.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.