
Saat ini Fang Lin sedang menatap mayat Beruang Hitam didepannya dengan tatapan iba, "Haah... Maafkan aku, Setidaknya setelah kau dibangkitkan, Kau akan menjadi abadi" Ucap Fang Lin menghela pelan dan seketika kedua matanya yang berwarna biru menjadi sedikit terang.
"Bangkitlah..."
~Whooosshhh~
Tiba-tiba aura hitam keluar dari mayat beruang hitam dan tak lama kemudian bayangan tersebut membentuk seekor beruang yang Fang Lin sudah bunuh sebelumnya.
Di sisi lain, Mayat beruang hitam tadi perlahan menghilang saat aura hitam tersebut terbentuk menjadi sebuah bayangan beruang.
Fang Lin yang sedari melihat itu langsung berdecak kagum, "Ini sungguh keren!" Ucap Fang Lin dengan nada senang.
Beruang tersebut langsung berlutut ke Fang Lin dan menundukkan kepalanya, "Berikan saya nama, Tuan..." Ucap beruang tersebut dengan nada berat.
Fang Lin sedikit menaikkan alisnya ketika mendengar itu, "Nama? Yue... Kenapa beruang ini meminta nama?" Tanya Fang Lin dengan nada heran.
[Itu karna dia memang membutuhkan nama tuan, Jika tuan memberikannya nama maka kekuatan beruang tersebut akan meningkat]
[Tetapi Qi tuan akan terserap sebagai ganti kekuatan yang didapatkan oleh bawahan yang tuan berikan nama]
Fang Lin yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya pelan, "Jadi begitu... Baiklah, Mulai sekarang namamu adalah Zu" Ucap Fang Lin tenang sambil menatap Zu didepannya.
~Whooshhh~
Seketika Zu diselimuti oleh aura hitam pekat. Tak lama kemudian aura hitam yang menyelimuti Zu perlahan menghilang dan memperlihatkan seekor beruang yang memiliki tinggi 7 meter.
"Terima kasih tuan... Saya Zu akan terus mengabdi kepada tuan hingga jiwa saya hancur" Ucap Zu pelan namun suaranya berat.
Fang Lin yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya pelan dan melihat Zu dengan teliti, "Sebelum kuberikan nama, Zu masih berada di tingkat Spiritual God Perak bertanda putih, Tetapi setelah kuberikan nama dia sudah berada di tingkat Spiritual God Emas bertanda putih" Ucap Fang Lin sambil mengeluskan dagunya. Walaupun hanya naik satu tingkat, Kekuatan Zu sangatlah berguna bagiku untuk peperangan di masa depan nanti.
"Masuklah kedalam bayanganku dan pimpin mereka semua" Ucap Fang Lin dan diangguki oleh Zu.
"Baik tuan" Setelah mengatakan itu, Zu seketika berubah menjadi bayangan dan memasuki bayangan Fang Lin.
Di sisi lain, Fang Lin yang sudah melihat Zu masuk kedalam bayangannya langsung menanyakan sesuatu ke Yue, " Yue, Bagaimana Zu bisa berkembang? Jika aku naik tingkat nanti, Pasukan bonekaku juga naik tingkat dan membuat Zu menjadi terlemah diantara 1.000 pasukan bonekaku" Tanya Fang Lin dengan nada heran.
[Tuan hanya perlu membiarkan dia bertarung melawan apa saja dan dia akan berkembang terus menerus tanpa adanya batasan yang memengaruhi perkembangannya]
Fang Lin yang mendengar penjelasan Yue mau tak mau menjadi terkejut, "Terus berkembang tanpa adanya batasan? Itu gila!" Ucap Fang Lin dengan nada tidak percaya. Tentu saja dirinya terkejut, Bagaimana tidak? Jikalau dirinya sudah berada di ranah tertinggi, Zu dan pasukan bayangannya nanti masih bisa berkembang dan bukan hal yang tidak mungkin mereka akan melampaui dirinya.
Walaupun itu menguntungkan dirinya tetapi dia akan merasa malu jika mempunyai bawahan yang lebih kuat dari dirinya.
[Bukan seperti itu tuan, Mungkin tuan terlalu dini untuk mengetahui ini tetapi mau tak mau Yue harus memberi tahu tuan tentang ini agar tidak terjadi kesalahpahaman]
[Ranah absolute bukanlah ranah tertinggi. Di seluruh semesta ini kekuatan yang kita punya tidak akan ada ujungnya, Kekuatan masih akan terus berkembang tanpa adanya batasan, Tetapi hanya beberapa sosok saja yang mempunyai bakat tanpa batas itu]
[Salah satunya adalah tuan, Para pasukan bayangan memang tidak ada batasan tetapi itu semua tergantung kepada pemiliknya, Jika pemiliknya memiliki batasan berada di absolute maka kekuatan yang bisa dicapai para pasukan bayangan hanya dibawah absolute saja]
Ia berpikir jika tidak ada seseorang yang lebih kuat dari seorang absolute, Nyatanya dia salah besar mengenai hal itu.
Setelah larut dari keterkejutan, Fang Lin kembali bertanya ke Yue, "Lalu siapa yang lebih kuat dari seorang absolute?" Tanya Fang Lin penasaran.
[Yue tidak bisa memberi tau tuan tentang itu, Akan tetapi makhluk yang lebih kuat dari absolute lebih banyak dari jumlah absolute saat ini]
Fang Lin mengangkat satu alisnya ketika mendengar itu, "Maksudmu... Sosok yang lebih kuat dari absolute, Jumlahnya lebih banyak dari absolute saat ini?" Tanya Fang Lin mencoba mempermudah perkataan Yue.
[Itu benar tuan]
Fang Lin hanya bisa menahan nafasnya ketika mendengar itu, "Ini gila... Aku memiliki kesempatan untuk menjadi salah satu dari makhluk terkuat?" Gumam Fang Lin dengan nada tidak percaya.
Namun pemikirannya langsung ditepis,"Aku tidak boleh tergila-gila dengan kekuatan, Kekuatan yang kumiliki sekarang sudah lebih dari cukup untuk melindungi orang-orang yang kusayangi" Ucap Fang Lin sambil menggelengkan kepalanya pelan. Ia takut jika semakin kuat dirinya maka musuhnya di masa depan juga semakin kuat dan bahkan dirinya bisa mempunyai musuh setara dengan absolute.
"Petualangan ku menjelajahi semesta ini harus tertunda dulu, Mungkin beberapa tahun aku harus menemani seluruh calon istriku" Ucap Fang Lin lalu menatap ke arah langit yang cerah.
"Aku hanya mempunyai waktu 250 tahun untuk menjelajahi semesta dan setelah itu turnamen antar DemiGod akan dimulai..."
"Haah... Semoga saja hal yang tidak diinginkan berimbas ke diriku dan keluarga ku" Ucap Fang Lin dan dalam sekejap menghilang dari sana.
~Whoosshhh~
***
Di danau indah tempat Qiao Yu dan Xue Hua berlatih.
Mue Lian dan Ji Xi saat ini sedang mengamati Qiao Yu dan Xue Hua yang sedang berlatih. Sebelumnya Mue Lian sudah memperkenalkan dirinya kepada Ji Xi begitu juga sebaliknya.
"Haah... Fang Gege kapan kamu pulang" Ucap Mue Lian dengan nada sedih sambil menghela nafas panjang.
Ji Xi yang mendengar itu langsung melihat ke arah Mue Lian yang sedang duduk di dahan pohon sebelahnya, "Hahahaha... Kenapa nona ingin cepat-cepat bertemu tuan? Apakah nona sangat ingin bersama tuan?" Goda Ji Xi sambil tersenyum tipis.
Mendengar perkataan Ji Xi membuat wajah Mue Lian memerah, "Kau diam saja... Jangan membuatku malu " Balas Mue Lian sambil menutup wajahnya yang memerah dan langsung menghilang dari sana.
Di sisi lain, Ji Xi yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya pelan, "Mungkin nona Lian adalah calon istri tuan yang paling setia diantara yang lainnya" Ucap Ji Xi lalu berdecak pelan, Ia sedikit iri dengan tuannya yang memiliki banyak calon istri seperti malaikat.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
Ilustrasi Bayangan by Solo Leveling: