
"Dunia Jiwa ini sangatlah luas, Aku tidak menyangka... Tempat yang dulunya adalah inventory, Sekarang menjadi tempat yang cocok untuk berkultivasi" Batin Fang Lin berdecak kagum.
"Kami juga sudah merekrut banyak hewan buas yang ada di dunia ini, Dari tingkat Fana hingga To God" Timpal Harimau Putih.
Fang Lin hanya menganggukkan kepalanya berkali-kali ketika mendengar itu lalu menatap ayahnya.
Fang Lin segera membeli cincin penyimpanan yang sudah diisi sumberdaya yang banyak dan langsung mengeluarkan dari inventory, "Ini cincin penyimpanan untuk ayah, Disana sudah ada banyak sumber daya, Ayah bisa memakai sumber daya itu sepuasnya" Ucap Fang Lin sambil mengulurkan tangannya ke ayahnya
Fang Qin sedikit terkejut dengan perkataan anaknya, Ia mengambil cincin tersebut dari tangan anaknya dan langsung memakai cincin yang berwarna silver polos itu ke jari tengah di tangan kanannya, Fang Qin dengan segera menggigit jempol kirinya hingga berdarah dan mengarahkan darahnya ke cincin penyimpanan.
Seketika Fang Qin melihat begitu banyak sumber daya yang bertumpuk-tumpuk seperti gunung di cincin penyimpanan yang Fang Lin berikan, "N-nak apakah kau tidak salah memberi cincin penyimpanan?" Tanya Fang Qin memastikan, Mulutnya kini sudah terbuka lebar ketika melihat tumpukan-tumpukan sumber daya yang bahkan sekte-sekte besar belum tentu mempunyai sebanyak ini.
Fang Lin yang melihat keterkejutan ayahnya hanya tersenyum, "Tentu saja... Sumber daya itu dapat membuat ayah menuju To God atau bahkan bisa membuat ayah menjadi Spiritual God jika beruntung" Ucap Fang Lin sambil tersenyum lembut.
Fang Qin yang menerima pemberian seperti ini sudah tidak bisa berkata kata lagi, "Nak... Aku tidak tau harus berbicara apa... Tapi terima kasih" Ucap Fang Qin dengan tulus sambil tersenyum.
"Tidak perlu berterima kasih ayah... Ini sudah menjadi kewajiban ku sebagai anak" Jawab Fang Lin disertai senyuman lembut, Ia lalu melihat ke arah Naga Hitam dan Harimau Putih.
"Kalian berdua jaga ayahku, Kenalkan mereka ke semua penghuni yang telah kau rekrut" Ucap Fang Lin memerintah.
Naga Hitam dan Harimau Putih mengangguk bersamaan ketika mendengar perintah dari tuan mereka, "Baik tuan! Kami akan melaksanakannya" Jawab mereka berdua dengan lantang.
Fang Lin hanya mengabaikannya kemudian melihat Pi Yu dan Ji Xi, "Kalian sementara juga berada disini dan kuasai beberapa wilayah yang ada di dunia ini, Bekerja samalah dengan mereka" Ucap Fang Lin sambil menunjuk Naga Hitam dan Harimau Putih.
Pi Yu dan Ji Xi hanya mengangguk patuh mendengar perintah dari tuannya, "Baik tuan" Serempak mereka berdua.
"Baiklah, Aku pergi dulu" Ucap Fang Lin kemudian menghilang dari sana.
Fang Qin yang melihat anaknya menghilang secara tiba-tiba menjadi terkejut, "Jangan bilang itu sebuah sihir teleportasi?!" Batin Fang Qin terkejut, Dia mengetahui sihir teleportasi dari perpustakaan kuno yang berada di alam agung, Sihir adalah sebuah eksistensi yang sangat langka di dunia kultivator terlebih lagi terlebih lagi sihir teleportasi termasuk sihir yang langka dan hampir mustahil untuk di pelajari.
Di sisi lain keempat bawahan Fang Lin yang sudah melihat tuannya pergi langsung mengobrol satu sama lain, "Tuan apakah anda ingin bersama saya? Saya akan menemani anda berkultivasi" Ucap Pi Yu sambil menghampiri Fang Qin.
"Bukan ide yang buruk, Mari kita cari tempat yang bagus untuk berkultivasi" Ucap Fang Qin dan diangguki oleh Pi Yu.
"Kakek tua itu cepat sekali mencari perhatian" Ucap Harimau Putih berdecak pelan.
"Kau tidak perlu iri, Lagipula aku merasakan dia yang paling kuat diantara kita, Jadi ayah tuan akan aman bersama dia" Balas Naga Hitam kembali melingkar di batu sebelumnya.
Harimau putih hanya mengabaikan perkataan Naga Hitam dan menatap Ji Xi dalam diam, "Kau anak buah baru tuan bukan?" Tanya harimau putih memastikan.
"Itu benar senior" Jawab Ji Xi dengan nada pelan.
"Tidak usah memanggilku senior, Panggil aku saudara... Sekarang mari kita berkenalan satu sama lain" Ucap Harimau putih dan diangguki pelan oleh Ji Xi.
Mereka bertiga langsung mengenalkan diri satu sama lain dan bercerita tentang tuan mereka.
Di danau tempat Qiao Yu dan Xue Hua berlatih.
Terlihat Mue Lian yang sedang mengawasi Qiao Yu dan Xue Hua yang sedang bertarung menggunakan pedang kayu yang cukup besar.
"Suadari Yu pergerakan mu masih terlalu kaku, Gunakan insting mu jika tidak bisa melihat pergerakan lawan" Ucap Xue Hua sambil menangkis serangan Qiao Yu.
"Ugh... Seranganmu saja terlalu cepat" Ucap Qiao Yu pelan.
~Trakkk~
Pedang kayu antara Qiao Yu dan Xue Hua terus berlanjut, Saat ini Xue Hua paling unggul dalam bertarung menggunakan pedang karena dia yang paling duluan belajar berpedang, Di sisi lain Mue Lian yang sedang berdiri di atas dahan pohon hanya tersenyum tipis melihat perkembangan keduanya, Qiao Yu dan Xue Hua.
Namun senyumannya tidak bertahan lama ketika mengingat tuannya, "Sudah hampir dua tahun tapi tuan belum juga kembali, Bahkan mereka berdua sudah sangat marah karena tuan tidak mengunjungi mereka sama sekali" Ucap Mue Lian pelan.
"Benarkah?" Tanya suara disamping kanan Mue Lian.
Mue Lian yang mendengar suara itu menjadi terkejut, Dengan cepat dia langsung membuat pedang Qi di tangan kanannya dan mengayunkan ke sumber suara tersebut.
~Whooshh~
Di sisi lain Fang Lin yang menerima serangan mendadak hanya tersenyum tipis, Dia langsung menahan serangan dari Mue Lian, "Kau sungguh waspada" Ucap Fang Lin tersenyum.
Mue Lian terkejut ketika melihat sosok familiar di samping kanannya, "Tuan? Sudah berapa lama anda disini?" Tanya Mue Lian dengan nada terkejut namun pelan.
"Baru saja" Balas Fang Lin singkat lalu melihat kedua anak kecil yang sangat cantik sedang bertarung.
Mue Lian hanya mengangguk pelan dan ikut melihat pertarungan antar Qiao Yu dan Xue Hua. Fang Lin dan Mue Lian hanya menatap mereka berdua bertarung dalam diam sehingga suasana menjadi canggung.
"Ohh... Sepertinya mereka berdua sudah berada di tingkat Jendral Elite *2 dan *8, Aku sudah berjanji mengajakmu berpetualang bukan?" Tanya Fang Lin mencairkan suasana sambil melihat Mue Lian.
"I-itu benar tuan" Balas Mue Lian terbata-bata sambil memalingkan mukanya
"Baiklah... Setelah ini kau ikut aku" Ucap Fang Lin kemudian langsung menghilang dari sana.
Hati Mue Lian langsung berbunga-bunga saat mengetahui dirinya akan berpetualang dengan tuannya sebentar lagi, Lalu setelah memikirkan itu, Mue Lian melihat kembali pertarungan antara Qiao Yu dan Xue Hua namun disana dia melihat tuannya Fang Lin sedang berada di sana.
"Sepertinya tuan sudah bertambah kuat, Bahkan aku tidak merasakan kehadirannya" Gumam Mue Lian berdecak kagum.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.