
Hanya dengan energi spiritual yang tersisa kurang dari 10 persen, Fang Li Dao jelas kalah melawan hantu perempuan itu. Ia terpental ke belakang dan menabrak tembok sampai hancur, banyak luka di tubuhnya dan beberapa tulangnya ada yang patah.
"Ternyata aku memang membuat sebuah kesalahan karena mengejek roh jahat itu..." Fang Li Dao tersenyum pahit, ia berusaha bangkit berdiri sambil memegang tulang rusuknya yang patah, "Kalau terus begini, aku akan mati."
Fang Li Dao bisa melihat kalau hantu perempuan itu sedang melesat ke tempatnya berada, ia sebenarnya tidak ingin tinggal diam saja tetapi pergerakannya sekarang benar-benar terbatas.
Bam!
Serangan roh perempuan itu berhasil mengenai Fang Li Dao dan membuatnya terpental sampai menembus ke luar rumah.
Para warga yang berada tidak jauh dari rumah Ming Hao begitu terkejut ketika melihat ada sesuatu keluar dari sana.
"Apa itu?!"
"Itu seperti manusia!"
Jarak pandang para warga menjadi terbatas karena suasana malam dan penerangan yang kurang.
"Jangan bilang itu, Tuan muda!" Jun berkata dengan suara lantang.
Ming Hao yang tidak jauh dari anak laki-lakinya itu melebarkan mata, dirinya berniat untuk menghampiri tempat Fang Li Dao berada namun kedua anaknya langsung memegang lengan sambil menggelengkan kepala.
"Tidak ada yang bisa kita lakukan, ayah."
"Benar, kita hanya seorang manusia biasa... Keberadaan kita sama sekali tidak membantu Tuan muda."
Ming Hao yang mendengar itu langsung berdecak kesal, niatnya untuk menghampiri Fang Li Dao langsung diurungkan olehnya, "Aku yakin kamu bisa menang, nak Li Dao."
Di sisi lain, Fang Li Dao menabrak sebuah batu besar sampai hancur, muntahan darah keluar dari mulutnya dan kali ini ia benar-benar tidak bisa bergerak.
"Keugh..." pandangan Fang Li Dao mulai menjadi gelap seiring berjalannya waktu, ketika ia benar-benar tidak bisa mempertahankan kesadarannya ia sempat melihat ada sebuah sosok yang berdiri di depannya.
"Jenius dari mana kau berasal, bocah? Mempunyai ranah Transformasi, dan bisa melawan seorang roh jahat di ranah Jendral?" seorang pria paruh baya bertanya-tanya, namun dengan tatapan yang mengarah ke depan, "Untung saja aku mempunyai beberapa keperluan di sini..."
Pria paruh baya tersebut hanya mempunyai satu tangan dan sebilah pedang yang tersarung di pinggangnya, "Roh jahat... Pergilah ke Neraka, tempatmu berada." aliran Qi melapisi tangan kanannya, dan ia langsung mengayunkan tangannya ke samping.
Roh perempuan yang tadinya sedang melesat ke arah pria paruh baya itu langsung mematung ketika merasakan ada serangan tak kasat mata yang datang kepadanya, ia berniat untuk menghindari serangan tersebut akan tetapi dirinya sudah terlambat.
Tubuh roh perempuan itu terbelah menjadi dua lalu mengeluarkan sebuah cahaya putih terang, dan di detik selanjutnya tubuhnya meledak menjadi pecahan-pecahan energi.
Melihat roh perempuan itu musnah oleh serangannya, pria paruh baya tidak mengatakan apa-apa dan kemudian berbalik. Ia terdiam sejenak menatap Fang Li Dao, lalu berjalan mendekatinya sembari mengeluarkan sebuah pil penyembuh.
"Pil ini tidak bisa menyembuhkanmu seutuhnya, tetapi setidaknya kau akan bertahan hidup dengan ini."
Pria paruh baya itu memasukkan pil tereebut ke dalam Fang Li Dao, ia kemudian mengalirkan Qi-nya untuk membantu anak laki-laki itu menyerap esensi dari pil yang ia berikan.
Beberapa saat kemudian, setelah selesai membantunya menyerap esensi dari pil penyembuh-- pria paruh baya itu membopong Fang Li Dao dan ia berjalan pergi ke rumah Ming Hao berada.
Para warga yang melihat ada sosok bayangan hitam dari kejauhan menjadi waspada, ketika sosok tersebut mendekat-- kewaspadaan mereka menurun saat mengetahui kalau dia adalah seorang manusia.
"Dia... Sepertinya sedang menggendong seseorang." salah satu warga berkata.
Ming Hao tersentak dan ia pertama kali yang menyadari kalau Fang Li Dao sedang digendong oleh seorang pria paruh baya. Tanpa banyak berpikir lagi, ia langsung mendekatinya dan diikuti oleh kedua anaknya beserta para warga lainnya.
"Ya, begitulah... Dia cukup beruntung masih bisa hidup setelah menerima serangan yang cukup fatal." jawab pria paruh baya dengan suara tenang.
"Siapa dirimu, Tuan? Apakah kamu juga seorang kultivator?" seorang warga bertanya penasaran.
"Namaku adalah Chu Fengyin, dan aku adalah seorang kultivator."
Para warga hanya terdiam mendengar itu, Ming Hao sendiri langsung berkata, "Tuan, ayo mampir ke rumahku. Sepertinya nak Li Dao membutuhkan tempat untuk beristirahat..."
Chu Fengyin menatap Fang Li Dao sejenak setelah mendengar itu, ia mengangguk pelan dan menjawab, "Baiklah..."
Hao Ming dengan segera menuntun pria paruh baya itu ke dalam rumahnya, sementara kedua anaknya meminta maaf pada warga karena telah menciptakan keributan.
***
"Jadi, nama anak itu adalah Fang Li Dao dan dia adalah bocah yang baru mengembara?" Chu Fengyin bertanya memastikan, ia cukup terkejut kalau saat mengetahui sedikit fakta tentang anak laki-laki itu.
Ming Hao menganggukkan kepalanya, "Itu benar, Tuan."
Suasana menjadi hening selama beberapa waktu sebelum Chu Fengyin berdiri dari tempat duduknya, "Baiklah kalau begitu, aku izin pergi dari sini..."
"Eh, Tuan sudah ingin pergi? Apa anda tidak mau menunggu sampai nak Li Dao bangun dan mengucapkan terima kasih?" tanya Hao Ming ikut berdiri.
Chu Fengyin menggeleng pelan dan menjawab, "Tidak, aku mempunyai urusan yang belum diselesaikan... Lagipula, bocah itu mungkin akan bangun beberapa hari lagi."
"Ah, begitu ya..." Hao Ming mengangguk paham, dia tidak bertanya lebih jauh lagi dan mengantar Chu Fengyin ke luar rumahnya.
***
Di kekosongan tanpa batas.
Fang Lin yang memerhatikan pertarungan putranya dari awal sampai akhir hanya diam, ia kini menatap Chu Fengyin dengan tatapan keheranan.
"Wajahnya terlihat familiar... Sepertinya aku pernah bertemu dengannya di suatu tempat." Fang Lin bergumam, dan ia tidak memikirkan hal itu lebih jauh lagi, "Setelah mengembara di Alam itu, mereka berlima mendapatkan pengalaman yang belum pernah mereka temukan sejak lahir. Aku harap dengan ini, mereka mempunyai pemikiran yang lebih dewasa dari sebelumnya." Fang Lin tersenyum tipis, mungkin setelah semua ini selesai ia akan langsung pergi ke Dunia Evangellion.
***
Satu tahun berlalu.
Fang Lin menyaksikan seluruh petualangan anak-anaknya di alam Tanah Kultivator, dan mereka semua sudah melalui banyak sekali rintangan.
Menurut Fang Lin, Fang Hai adalah anaknya yang paling banyak melewati pertarungan hidup dan mati-- setiap kali dia menyelesaikan masalahnya maka ada masalah-masalah lainnya yang datang padanya.
Berbeda dengan Fang Hai, Qiao Mi Lian adalah anaknya yang paling jarang mendapatkan masalah, tetapi di antara semua anaknya dia adalah yang paling kaya dalam hal keuangan-- pasalnya Qiao Mi Lian membangun beberapa bisnis di Kekaisaran Shu dan membuat namanya mulai terkenal hanya dalam waktu kurang dari satu tahun saja.
Sedangkan ketiga anaknya Fang Li Dao, Shui Ling Fang dan Qixuan Yihuan. Mereka bertiga hanya berpetualang dan sesekali berkultivasi, meskipun tidak seperti Fang Hai dan Qiao Mi Lian-- mereka bertiga sudah mendapatkan cukup banyak pengalaman.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.