System Sang Immortal

System Sang Immortal
Pelelangan Budak


Saat Fang Lin ingin memasuki pintu masuk tersebut, Tiba-tiba diri-nya di halangi oleh 1 bartender lain-nya yang bermata sipit.


Fang Lin menaik-kan alis-nya dan bertanya, "Apa yang kau lakukan? Jangan halangi aku masuk" Ucap Fang Lin sambil melambai-kan tangan-nya seolah kode untuk pergi.


Bartender yang mendengar-nya hanya diam, Ia lalu melirik pria bertopeng hitam didepan-nya dari atas hingga bawah dan menghela nafas pelan, "Pergilah tuan, Aku tau anda tidak pernah kesini" Ucap bartender dengan sopan. Ia mengira jika pria bertopeng didepan-nya hanya-lah seorang pemuda bangsawan biasa, Dia mengatakan hal tersebut karena dia tidak dapat merasakan aura yang keluar dari pemuda itu.


"Tidak bisa-kah aku membeli budak?" Tanya Fang Lin dengan nada heran. Tentu diri-nya heran karena tempat budak yang didatangi-nya selalu memakai kode dan itu membuat-nya sedikit kesal.


Bartender yang mendapatkan pertanyaan itu langsung menggelengkan kepala-nya pelan, "Tidak bisa tuan... Peraturan tetap-lah peraturan, Jika ada tidak mengetahui kode maka jangan berharap untuk masuk" Jawab bartender yang masih menggunakan nada sopan.


"Haah... Baik-lah kalau begitu" Ucap Fang Lin sambil menghela nafas panjang, Mau tak mau diri-nya harus membeku-kan mereka semua agar dapat memasuki tempat penjualan budak, Akan tetapi aksi-nya langsung terhenti ketika sebuah suara terdengar di telinga-nya.


"Ah... Tuan, Maafkan ketidaksopanan pegawai saya" Ucap seorang pria gendut kecil yang keluar dari ruangan yang ingin dimasuki Fang Lin.


Fang Lin sendiri hanya diam, Ia membatal-kan serangan-nya dan mencoba untuk melihat situasi terlebih dahulu, "Tentu, Lagipula ini juga salah-ku" Ucap Fang Lin sambil tersenyum.


Pria gendut kecil itu hanya mengangguk-kan kepala-nya untuk menanggapi perkataan Fang Lin, Ia lalu mengamati baju yang di kenakan Fang Lin dari atas hingga bawah.


Mewah! Hanya itu yang bisa dipikiran-nya saat ini, Pria gendut kecil tersebut mendongak ke atas untuk melihat ke arah wajah pria bertopeng hitam tersebut.


"Perkenal-kan... Saya adalah Manajer Z, Seseorang yang mengelola tempat ini" Ucap Manajer Z sambil menunduk-kan kepala-nya sedikit.


Fang Lin yang mendengar nama orang itu sedikit menaik-kan alis-nya, "Manajer Z? Nama samaran yang unik" Batin Fang Lin lalu mulai memperkenal-kan diri juga.


"Salam kenal Manajer Z, Saya adalah Fang Lin, Seseorang yang mencapai puncak nanti-nya" Balas Fang Lin memperkenal-kan diri.


Manajer Z sedikit heran dengan kata puncak yang dikeluarkan oleh Fang Lin, "Puncak? Apakah dia akan menjadi seorang kaisar? Atau menjadi kultivator yang kuat?" Batin Manajer Z mencoba menebak dan diam-diam tersenyum lebar.


Jika saja salah satu yang dipikirkan-nya benar, Maka diri-nya harus sebisa mungkin untuk membangun koneksi bersama Fang Lin.


"Apakah tuan muda Fang Lin baru memasuki bar ini?" Tanya Manajer Z dengan nada sopan.


Fang Lin yang mendengar-nya hanya mengangguk-kan kepala-nya pelan, "Benar... Aku tau tempat ini dari seorang pengemis jalanan, Meskipun begitu dia tidak memberiku sebuah kode untuk memasuki tenpat yang menjual budak" Jawab Fang Lin dengan penuh kebohongan.


Meski Fang Lin berbohong, Akan tetapi tidak ada seorang-pun yang menyadari kebohongan-nya. Sedangkan Manajer Z yang mendengar pernyataan Fang Lin menjadi sedikit kebingungan.


"Pengemis? Apakah dia seorang budak yang berhasil kabur?" Batin Manajer Z dengan nada penasaran.


Namun rasa penasaran-nya langsung dia tepis seketika, Ia saat ini harus melayani Fang Lin dengan baik agar koneksi dengan-nya bisa terjalin dengan erat.


"Lupakan itu tuan... Saat ini kita ingin melaksanakan pelelangan budak, Tuan dapat mengikuti pelelangan tersebut jika ingin" Ucap Manajer Z dengan sopan.


Fang Lin sedikit heran dengan pelelangan budak, Namun diri-nya mau tak mau harus ikut karena mungkin dia akan mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai acara tersebut, "Baik-lah.... Kalau begitu mari ke tempat pelelangan itu" Ucap Fang Lin dan langsung diangguki Manajer Z.


Manajer Z langsung menyuruh Fang Lin untuk mengikuti-nya dari belakang, Ia memasuki ruangan yang sebelum-nya dia masuki dan tak lama kemudian Fang Lin mulai mengikuti-nya dari belakang.


Beberapa Menit mereka berjalan, Fang Lin dan Manajer Z kini sudah sampai di lorong yang cukup panjang, Di kejauhan Fang Lin dapat melihat sebuah gerbang yang cukup besar.


Di sisi lain, Manajer Z saat ini tidak bisa untuk berhenti tersenyum, Ia merasa kalau dewi keberuntungan sedang berpihak kepada-nya, Karena diri-nya telah dipertemukan oleh sosok Fang Lin.


"Kita sudah hampir sampai tuan" Ucap Manajer Z mengingatkan.


Fang Lin hanya mengangguk-kan kepala-nya sambil melihat ke arah depan, "Keamanan disini begitu ketat" Batin Fang Lin saat merasakan banyak sekali assassin yang bersembunyi di balik bayang sekitar lorong.


.....


Tak lama kemudian, Fang Lin dan Manajer Z kini sudah sampai di depan gerbang. Mananjer Z melangkah sedikit agar tangan-nya dapat menyentuh gerbang.


~Kriiieeettt~


Gerbang tiba-tiba terbuka di saat Manajer Z menyentuh-nya, Ia lalu menatap ke arah pria bertopeng hitam dengan tatapan ramah, "Mari masuk tuan muda" Ucap Manajer Z sambil mempersilahkan Fang Lin masuk.


Fang Lin mengangguk-kan kepala-nya pelan mendengar itu, Ia mulai melangkah masuk dan melihat banyak sekali orang-orang yang sedang duduk di kursi.


Fang Lin mengedarkan pandangan-nya ke segala arah dan melihat kalau ruangan yang dia tempati saat ini telah di tutupi oleh sebuah array pelindung.


~Krriiieeettt~


Gerbang kembali tertutup setelah Manajer Z ikut masuk ke dalam ruangan, Ia lalu tersenyum ke arah Fang Lin dan mengatakan, "Tuan perlu membayar untuk duduk di tempat ini dan tempat untuk duduk memilili harga yang berbeda-beda.


"Jelaskan" Ucap Fang Lin pelan.


Manajer Z mengangguk-kan kepala-nya cepat, Ia dengan senang hati menjelaskan itu semua, "Tempat duduk paling belakang adalah yang termurah, Sedangkan yang terdepan adalah yang termahal" Ucap Manajer Z dan mulai menjelaskan harga-harga dari tempat duduk tersebut.


Note: Tempat duduk-nya kayak bioskop.


Beberapa saat setelah Manajer Z menjelaskan, Fang Lin langsung memesan kursi depan, Meskipun harga-nya cukup mahal namun fasilitas yang didapat tidak begitu mengecewakan.


Fang Lin langsung mengeluarkan kantung berisi 50 koin emas dan memberikan-nya kepada Manajer Z.


Di sisi lain, Manajer Z menerima kantung tersebut dengan baik, Ia lalu mengecek uang-nya.


"Pas..." Gumam Manajer Z sambil tersenyum lebar, Ia lalu mengangkat 1 jari-nya seolah memberi tanda untuk seseorang.


Benar saja, Tak lama kemudian seorang pria berpakaian pelayan datang menghampiri Manajer Z, "Kursi kelas 1" Ucap Manajer Z dan langsung diangguki paham oleh pelayan tersebut.


Pelayan itu menghampiri Fang Lin dan menyuruh-nya untuk mengikuti dia. Fang Lin hanya mengangguk-kan kepala-nya dan mulai mengikuti pelayan dari belakang.


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT