
Di Aula Lantai 1.
Fang Lin dan Diablo berjalan ke arah meja administrasi, kedatangan mereka berdua tentu menjadi pusat perhatian banyak orang namun itu semua hanya terjadi beberapa saat saja karena mereka tidak ingin bersinggungan dengan kaum harimau.
Di meja administrasi terdapat seorang wanita Demi-Human dari kaum rubah, raut wajah wanita itu berubah menjadi tegang ketika melihat dua orang yang berasal dari kaum harimau sedang berjalan ke arahnya.
"Maaf mengganggu, bisakah kami membuat tanda pengenal disini?" Tanya Fang Lin dengan nada sopan ketika sudah sampai di meja administrasi.
Demi-Human rubah itu langsung menganggukkan kepalanya cepat dan menjawab, "Bisa tuan... Apakah anda ingin membuat tanda pengenal sementara atau secara permanen?" Penjaga rubah bertanya.
"Hmm? Bisakah kau menjelaskan keduanya?" Tanya Fang Lin kembali dengan alis yang terangkat.
Penjaga rubah mengiyakan dan mulai menjelaskan perbedaan dari kedua tanda pengenal tersebut.
Tanda pengenal sementara, tanda ini bisa menjadi akses masuk kerajaan ini hanya dalam 1 kali saja, dan tentu hanya membutuhkan 1 koin perak untuk membuat tanda pengenal ini.
Sedangkan tanda pengenal permanen bisa mengakses seluruh kerajaan yang ada di alam ini tanpa batas waktu, namun harga yang dipatok cukup tinggi yakni 1.000 koin emas.
Fang Lin yang mendengar penjelasan kedua tanda pengenal tersebut dari Demi-Human rubah di depannya langsung menganggukkan kepalanya paham, Ia melambaikan tangannya dan seketika sebuah kantung berisi 2.000 koin emas muncul di meja administrasi.
"Aku ingin membuat tanda pengenal permanen untuk 2 orang." Ucap Fang Lin dengan suara tenang.
Demi-Human rubah tersebut mengangguk dan menghitung isi dari kantung tersebut. Setelah menghitungnya ia menyimpan kantung tersebut ke bawah meja dan di saat yang bersamaan mengeluarkan 2 buah kertas serta pena.
"Tuan-tuan, mohon isi formulir ini dengan data kalian. Setelah itu kalian bisa pergi ke arah ruangan yang di sebelah sana." Demi-Human rubah berkata sembari menunjuk ke arah barat yang dimana terdapat pintu yang dijaga oleh 2 prajurit.
Mendengar itu Fang Lin hanya diam dan memberikan satu kertas formulir serta pena ke Diablo, Ia kemudian mengisi formulir tersebut dengan data miliknya.
Beberapa saat kemudian, Fang Lin selesai mengisi kertas formulir tersebut begitu juga dengan Diablo, mereka berdua langsung menaruh pena masing-masing ke meja administrasi lalu berjalan pergi ke arah ruangan yang dimana pintu masuknya di jaga oleh dua prajurit Demi-Human.
kedua Demi-Human yang menjaga pintu masuk ruangan itu adalah kaum kucing, mereka berdua tentu mengetahui kedatangan Fang Lin dan Diablo.
"Permisi, kami berdua ingin melakukan pendaftaran untuk tanda pengenal permanen..." Fang Lin mengatakan ini sambil menunjukkan kertas formulir yang ada di tangannya.
Kedua penjaga kucing itu langsung mengkonfirmasi kertas formulir yang di pegang oleh Fang Lin dan Diablo, mereka berdua lalu mengembalikan kertas formulir tersebut setelah mengkonfirmasinya.
"Kalian berdua dapat masuk..." Salah satu dari penjaga kucing berkata sembari membukakan pintu ruangan yang ada di dekatnya.
Fang Lin dan Diablo menundukkan sedikit badan mereka lalu memasuki ruangan tersebut. Di dalam mereka dapat melihat ruangan sederhana yang tidak begitu luas.
Tepat di depan mereka terdapat Demi-Human anjing yang memiliki wajah berkeriput sedang membaca buku lusuh, kekuatan yang dimiliki oleh Demi-Human tersebut berada di ranah Dewa Biru Level 9.
"Hmm? Apakah kalian berdua ingin mendaftarkan tanda pengenal?" Demi-Human anjing bertanya sesaat setelah Fang Lin dan Diablo masuk ke dalam ruangan.
Fang Lin sendiri langsung maju beberapa langkah untuk mendekati meja Demi-Human anjing itu dan diikuti oleh Diablo dari belakang, Ia kemudian menaruh kertas formulir di atas meja dan menjawab, "Benar, bisakah anda membuatkannya untuk kami?" Fang Lin bertanya dengan nada sopan.
Demi-Human anjing langsung meraih kertas formulir Fang Lin dan membacanya, "Tentu bisa tuan..." Jawabnya lalu menimpali, "Bagaimana dengan anda?" Demi-Human anjing itu bertanya sembari melirik ke arah Diablo.
Diablo yang mendengarnya langsung memberikan kertas formulir yang ada di tangannya.
Demi-Human anjing langsung menerima kertas formulir Diablo dan membacanya. Beberapa saat kemudian, Ia berdiri lalu melambaikan tangannya.
Seketika dua buah kartu yang berisi data Fang Lin dan Diablo muncul di atas meja, "Ini adalah tanda pengenal kalian." Ucap Demi-Human anjing sembari memberikan kedua kartu tersebut kepada dua orang pria berjubah hitam di depannya.
Fang Lin dan Diablo langsung mengambil kartu tanda pengenal mereka masing-masing, mereka berdua mengkonfirmasi tanda pengenal tersebut lalu menyimpannya dibalik jubah.
"Terima kasih atas bantuannya." Fang Lin menundukkan badannya dan diikuti oleh Diablo.
Fang Lin terdiam sesaat ketika mendengar itu begitu juga dengan iblis yang ada di sebelahnya, "Baiklah. Saya pergi dulu." Fang Lin pamit lalu melangkah pergi ke luar ruangan tersebut.
Diablo yang melihat tuannya pergi langsung mengikutinya dari belakang.
Sedangkan Demi-Human anjing tersebut masih terus tersenyum sampai mereka berdua keluar dari ruangannya, "Jarang sekali ada orang-orang kuat yang berkunjung ke alam ini." Gumamnya lalu kembali duduk di kursinya.
***
Fang Lin dan Diablo kini telah berada di luar gedung bertingkat tersebut, "Hmm... Ayo kita cari sebuah tempat makan, aku ingin mencari tau tentang alam ini lebih detail." Fang Lin berkata pada Diablo dan ia berjalan ke jalanan yang ramai dilalui dengan Demi-Human.
"Kenapa anda tidak bertanya informasi tentang alam ini kepada Demi-Human anjing sebelumnya, tuan?" Diablo bertanya saat berjalan di belakang Fang Lin.
"Aku tidak mempercayainya... Dia sepertinya sudah tau kalau kita bukan penduduk asli dari alam ini." Jawab Fang Lin sambil melirik ke arah sekitarnya.
Diablo menganggukkan kepalanya ketika mendengar itu. Ketika mereka berdua sedang berjalan santai sembari melihat bangunan-bangunan yang menjual berbagai macam, tiba-tiba seorang perempuan kecil dari kaum serigala menabrak Fang Lin.
Bugh.
anak kecil tersebut berpakaian lusuh layaknya pengemis, tubuhnya begitu kurus seolah tidak makan berminggu-minggu.
Fang Lin sendiri langsung membantu anak kecil itu untuk bangun, Ia berjongkok dan bertanya, "Apakah kau baik-baik saja?"
Demi-Human serigala tersebut menganggukkan kepalanya dan setelah itu menundukkan badannya serendah mungkin, "M-maafkan s-saya tuan, saya benar-benar tidak sengaja." Ucap anak kecil tersebut dengan nada bergetar.
Fang Lin tersenyum lalu membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu, namun ia tidak jadi ketika mendengar sebuah teriakan yang cukup keras.
"HEY BOCAH SERIGALA! JANGAN KABUR!" Tentu teriakan tersebut membuat orang-orang yang ada di sana menghentikan aktivitas mereka dan menoleh ke arah sumber suara itu.
Mereka semua melihat sekelompok Demi-Human beruang sedang berlari ke arah Fang Lin dan juga Diablo, mereka kembali melakukan aktivitas mereka ketika mengetahui siapa kelompok tersebut.
Di sisi lain, perempuan kecil yang ada di hadapan Fang Lin bergetar ketakutan lalu bersiap untuk melarikan diri, namun Fang Lin memeganginya dan membuatnya tidak dapat kabur.
"Oh, terima kasih karena telah membantu kami." Salah satu dari keempat Demi-Human beruang tersebut berkata ketika mereka sudah sampai di dekat Fang Lin dan juga Diablo.
"Kenapa kalian mengejar anak kecil ini?" Fang Lin bertanya ketika ia sudah berdiri, Ia melirik ke bawah dan mendapati anak kecil yang dipegangnya mulai menangis dalam diam.
"Kau tidak perlu tau! Berikan saja anak kecil itu." Salah satu dari mereka berkata dengan nada sinis lalu meraih lengan anak kecil itu.
Mereka berempat nampaknya tidak takut dengan kehadiran Fang Lin dan Diablo, meskipun mereka sudah tau kalau keduanya berasal dari kaum harimau.
Diablo yang sedari tadi mengamati langsung menatap tidak senang ke arah Demi-Human beruang itu yang mengambil paksa anak kecil dari tuannya, "Hey! Kembalikan anak kecil itu, sebelum aku memotong tubuhmu menjadi beberapa bagian." Diablo mengatakan ini tanpa mengeluarkan aura membunuh sedikitpun.
Mendengarnya Demi-Human beruang yang baru saja mengambil paksa anak kecil itu langsung menatap Diablo dengan tatapan kesal, "Jangan angkuh, bajingan. Kau pikir aku akan takut meski kau berasal dari kaum harimau?" Demi-Human beruang itu berkata dengan aura membunuh yang keluar dari tubuhnya.
Diablo terdiam lalu menoleh ke arah tuannya, Ia menatap tuannya dengan tatapan penuh arti.
Fang Lin sendiri yang memahami tatapan iblis tersebut langsung menghela nafas panjang, "Jangan bunuh, buat mereka pingsan dalam sekali gerakan saja." Ucap Fang Lin pelan, Ia tidak ingin menarik perhatian banyak orang dengan membuat keributan yang lebih parah lagi.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
Note: Author pengen buat novel kultivasi system, tapi gak akan sekuat Fang Lin. Kalian ada saran gak untuk nama MC nya?