
Guru Rena menyapu pandangannya ke seluruh isi kelas, sejenak matanya berhenti ke meja Fang Lin sebelum kembali meluruskan pandangannya.
"Semester satu sebentar lagi berakhir dan pertandingan antar tahun ajaran akan dimulai dalam satu bulan lagi. Instruktur Argon adalah seorang pelatih dari Cabang Utama Akademi Bintang, selama dua minggu ini dia akan menjadi pengajar baru kalian."
Ketika Guru Rena berkata demikian, seruan dari murid laki-laki langsung terdengar. Mereka begitu semangat ketika mengetahui pria paruh baya dengan botak licin itu adalah pelatih dari Cabang Utama.
Sementara murid perempuan bereaksi biasa saja, bukannya mereka tidak senang setelah mendengar itu akan tetapi perasaan mereka sekarang sedang berada dalam situasi buruk.
Satu alis Guru Rena sedikit terangkat ketika tidak melihat reaksi senang dari murid perempuannya, ia melirik ke arah Instruktur Argon yang wajahnya masih datar seolah tidak peduli dengan itu.
"Kalau begitu, sampai jumpa di dua minggu ke depan."
Guru Rena melangkah keluar dari kelas, sementara Instruktur Argon masih diam di tempatnya dengan kedua tangan yang melipat di depan dada.
Setelah Guru Rena sudah tidak lagi berada di kelas, Instruktur Argon membuka mulutnya dan berkata dengan suara lantang, "Perkenalkan, namaku adalah Instruktur Argon. Aku adalah seorang pelatih yang mempunyai Mana Circle di tingkat sepuluh! Mulai dari hari ini sampai dua minggu ke depan, aku adalah pengajar kalian!"
Perkataan yang dikeluarkan oleh pria paruh baya itu hampir sama dengan ucapan Guru Rena sebelumnya.
"Woah... Mana Circle tingkat sepuluh?! Instruktur pasti sangat kuat, bukan?"
"Yosh~ Aku tidak akan membuang kesempatan ini begitu saja!"
Para murid laki-laki mulai bereaksi dengan semangat, sementara perempuan tidak terlalu mengekspresikan rasa semangat mereka.
"Pertama-tama, kita akan melakukan latih tanding di aula pelatihan! Meskipun aku sudah melihat data-data milik kalian, bukan berarti aku bisa menyimpulkannya tanpa menyaksikan secara langsung kemampuan kalian."
"Baik!"
Semua murid langsung membalas demikian ketika Instruktur Argon menyelesaikan kata-katanya.
Mereka kemudian pergi ke ruang pelatihan bersama Instruktur Argon yang menjadi pemimpinnya.
***
Seperti namanya, ruang pelatihan adalah tempat bagi para murid Akademi dari tahun ajaran yang sama untuk melatih kemampuan mereka.
Tempat ini sangat cocok dijadikan tempat untuk berlatih karena seluruh bagian dinding, lantai maupun plafon dibangun menggunakan material khusus sehingga tidak akan memberikan kerusakan parah pada semua serangan yang di bawah Mana Circle tingkat enam.
Di sana tidak hanya ada Instruktur Argon dan seluruh anak kelas 1-D, tetapi ada beberapa orang di sana dan mereka mengenakan pakaian yang sama.
Mereka tidak lain adalah anggota tim medis, yang mempunyai tugas untuk menolong murid terluka.
"Sekarang berbarislah menjadi dua barisan, lawan jenis dipisahkan." Instruktur Argon memberikan arahan, dan mereka mulai mengikutinya.
Kebetulan sekali Fang Lin berada di barisan paling belakang, dan tepat di depannya adalah Arthur Nelton, muridnya.
"Karena ini mengevaluasi kemampuan, kau boleh menggunakan sebagian kekuatanmu untuk menarik perhatian Instruktur." ucap Fang Lin lewat telepati.
Meskipun jarak di antara mereka berdua sangat berdekatan, Fang Lin tidak ceroboh dengan melakukan pembicaraan langsung karena itu bisa saja didengar oleh orang lain.
Apalagi di sebelah kanannya ada barisan murid pria lainnya.
"Tapi, kalau kau melawan orang-orang ini, jangan pernah berusaha untuk menang." Fang Lin menambahkan, dan kemudian menyebutkan nama dari murid kelas yang dirinya maksud.
Arthur mendengarkan itu dengan seksama tanpa mengalihkan pandangannya dari Instruktur.
"Eh, dia?"
Arthur tanpa sadar mengucapkan hal itu, untung saja tidak ada yang mendengarnya.
Peraturan Pertama, dilarang memberikan luka fatal yang mengakibatkan luka permanen.
Peraturan Kedua, tidak boleh ada dendam pribadi setelah latih tanding selesai.
Peraturan Ketiga, ketika keadaan lawan sudah tidak memungkinkan lagi maka pertandingan akan segera dihentikan.
Peraturan Keempat, boleh menyerang lawan dengan Niat Membunuh.
Peraturan terakhir memang mempunyai resiko yang cukup besar, tetapi Instruktur Argon mempunyai Arena-nya sendiri. Di dalam arena itu kecepatan geraknya akan meningkat sebanyak dua kali lipat, lalu ia bisa mengetahui pergerakan semua orang yang berada di sana.
Setelah selesai menjelaskan peraturan yang ada, Instruktur Argon mengeluarkan sebuah kertas daftar untuk latih tanding antara para murid.
Instruktur Argon sudah menetapkan lawan masing-masing setelah melihat data dari semua murid kelas 1-D.
"Finn dan Keisha, silahkan maju."
Ketika kedua nama murid itu dipanggil, seorang pemuda tampan dan perempuan cantik keluar dari barisan lalu melangkah maju mendekati Instruktur Argon.
"Kalian berdua akan memulai pertandingan yang pertama, aku harap peringkat satu dan dua bisa memberikan pertunjukkan yang bagus agar teman sekelas kalian bisa belajar dari kalian." ucap Instruktur Argon, nadanya terdengar tegas.
"Kami mengerti, Instruktur!"
Mereka berdua menjawab dengan lantang dalam waktu yang hampir bersamaan.
Instruktur Argon menganggukkan kepalanya, lalu menghentakkan kakinya dan menciptakan sebuah arena transparan berwarna merah cerah.
Saat ini, di dalam arena tersebut hanya ada Instruktur Argon dan dua murid yang akan bertarung pertama kali.
Sementara murid yang lain termasuk Fang Lin berada di luar arena itu, mereka sekarang akan mengamati pertarungan antara Finn si peringkat pertama dan Keisha sang peringkat kedua.
"Bertarunglah dengan mengikuti semua peraturan yang ada, lampau ekpetasiku terhadap kalian." ucap Instruktur Argon dan tanpa basa-basi lebih jauh lagi, ia memulai pertandingan.
Karena Finn adalah petarung jarak dekat, ia langsung bergerak dengan cepat ke arah lawannya sembari mengeluarkan sebilah pedang dari udara kosong.
Sedangkan Keisha adalah seorang pengguna panah, bisa dibilang kalau Finn adalah musuh alaminya.
"Tsk, tidak pemanasan dulu, ya?" Keisha diam-diam mendengus dingin, lalu melompat jauh ke belakang.
Di saat Keisha masih berada di atas udara, sebuah busur mewah muncul di tangan kanannya. Tanpa banyak bicara lagi, Keisha menciptakan beberapa anak panah yang terbuat dari Mana dan ia langsung melepaskannya pada Finn.
Finn sendiri menghindari semua anak panah tersebut dengan sangat baik, pedangnya kemudian mengeluarkan cahaya dan ketika dirinya mengayunkannya-- beberapa lekungan energi ke luar dari ssna lalu melesat cepat ke arah Keisha yang masih di udara.
Keisha tentu saja berdecak kesal ketika menyaksikan semua itu, ia menggunakan sihir pemadatan Mana dan membuat pijakan di udara sehingga dirinya bisa menghindari semua lekungan energi yang dilancarkan oleh lawannya.
"Aku tidak akan membiarkanmu menang!" Keisha mengeraskan wajahnya, ia melakukan beberapa sihir serangan lainnya untuk jarak dengan lawannya lebih jauh lagi.
Finn langsung menyadari niat Keisha ketika dia menciptakan serangan yang menghasilkan ledakan besar serta kepulan asap tebal.
"Aku tidak boleh lebih jauh dari ini." Finn bergumam, kemudian kedua kakinya diselimuti cahaya berwarna biru, "Lightning Step!"
Dalam sekejap saja, Finn sudah mempersempit jaraknya dengan Keisha. Dia langsung mengayunkan pedangnya dengan sangat cepat sehingga membuat lawannya berada dalam posisi bertahan.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.