
Kalajengking raksasa akhirnya tiba di hadapan Diablo dan Lian Qianchen, tanpa banyak basa-basi lagi Yang Ho langsung melakukan segel tangan dengan sangat cepat dan memunculkan lingkaran kuno di belakangnya.
"Bunuh mereka berdua..." Yang Ho mengangkat tangan kanannya ke depan, tiba-tiba saja serangga yang tak terhitung jumlahnya keluar dari lingkaran kuno itu dan melesat ke tempat Diablo serta Lian Qianchen berada.
"Serangga?" Diablo sedikit mengangkat alisnya, jika dilihat lebih jelas-- serangga-serangga itu adalah serangga racun yang sangat mematikan, "Sepertinya rumor yang kau katakan benar, dia adalah Raja Iblis terlemah." ucap Diablo pada perempuan bergaun merah di sampingnya.
Dalam sekali lihat saja, Diablo sudah mengetahui kekuatan pasti yang dimiliki Yang Ho-- setidaknya Raja Iblis itu beberapa kali lipat lebih lemah dari tiga Iblis Kekacauan yang ia bunuh beberapa waktu lalu.
Yang Ho sendiri yang tidak sengaja mendengar ucapan Diablo sedikit mengerutkan alisnya, "Kenapa akhir-akhir ini banyak musuh yang meremehkanku, sih?! Walaupun aku ini Raja Ib-" ucapan Yang Ho terhenti, kedua matanya melebar dengan sempurna saat melihat Diablo menciptakan sebuah bola api raksasa di atas telapak tangannya.
"Kau ini berisik sekali..." Diablo mendengus dingin, dan bola api raksasa di tangan kanannya itu melesat dengan cepat ke arah serangga yang ingin mendekatinya.
Serangga-serangga itu tentu saja tidak tinggal diam, mereka berusaha untuk menghindar bola api raksasa tersebut sebisa mungkin-- tetapi sayangnya usaha yang mereka lakukan sia-sia. Sebelum api raksasa itu mendekat, para serangga lebih dulu hangus terbakar menjadi abu karena hawa panas yang dikeluarkan bola api raksasa begitu mengerikan.
Yang Ho yang menyaksikan semua itu hanya bisa mematung, keterkejutannya kali ini membuatnya sampai sulit untuk bergerak. Pada saat bola api raksasa itu sudah berada di dekatnya, kalajengking raksasa yang ia tunggangi langsung bergerak dan berniat untuk menghindarinya.
Booom!
Ledakan besar terjadi ketika kalajengking raksasa telah gagal menghindari bola api tersebut. Yang Ho sendiri terpental jauh ke belakang, dan ia menabrak daratan sampai membentuk sebuah kawah yang cukup besar serta dalam.
Pufff~!
Air terjun darah keluar dari mulut Yang Ho, keadaannya saat ini bisa dibilang sangatlah buruk, sebagian besar tulang rusuknya hancur dan ia hampir tidak bisa menggerakkan tubuhnya, "Padahal aku hanya menerima dampak dari ledakannya saja, tapi kenapa aku bisa terluka sampai parah seperti ini?!" Yang Ho merasa tak percaya dengan apa yang terjadi pada dirinya sekarang, ia tanpa banyak bicara lagi langsung mengeluarkan sebuah pil penyembuh dari cincin penyimpanannya, lalu berusaha untuk mengkonsumsi pil tersebut, "Sialan! Sialan! Menggerakkan tanganku saja sudah sangat sulit..."
Yang Ho membutuhkan waktu lebih dari satu menit agar pil penyembuh itu berada di mulutnya, ketika ia ingin mengkonsumsi pil tersebut-- kedua matanya melebar secara sempurna saat ada sebuah serangan bola api yang datang memasuki kawah.
"Bajingan..."
Duar!
Ledakkan yang keras terjadi ketika bola api itu menabrak dasar kawah. Di sisi lain, Diablo dan Lian Qianchen melihat daratan hancur berkeping-keping dan membuat semuanya menjadi rata dengan tanah.
"Kau benar-benar mengerikan, Diablo." Lian Qianchen tidak bisa berhenti berdecak ngeri, "Kalau kekuatanmu sehebat ini, apakah kau bisa mengalahkan Dewa Iblis seorang diri?"
Diablo mengangguk dan ia menjawab secara singkat, "Aku bisa."
Lian Qianchen hanya diam mendengarnya, ia sebenarnya cukup terkejut dengan fakta tersebut tetapi dirinya lebih memilih untuk tidak mengekspresikannya.
Diablo sendiri menghadap ke atas, dan ia masih menemukan awan hitam yang menyelimuti langit, "Awan hitam ini... Sedikit membuatku gelisah." pikir Diablo dengan raut wajah serius, ia kemudian memejamkan mata dan dalam sekejap kesadaran spiritualnya langsung menyebar ke segala arah.
Lian Qianchen yang melihat Diablo memejamkan matanya hanya diam, ia tau kalau saat ini iblis itu sedang mengamati situasi di sekitar lewat kesadaran spiritual.
"Hehehehe... Tentu saja aku tidak akan membiarkan perjalanan kalian lancar begitu saja." Diablo diam-diam tertawa sinis, dan ternyata disadari oleh Lian Qianchen.
"Diablo, kau sungguh menyeramkan kalau tertawa seperti itu." ucap Lian Qianchen dengan mata yang sedikit menyipit.
Diablo terbatuk pelan mendengarnya, ia seringkali mendengar hal itu dari teman-temannya di Dunia Jiwa, "Ehm... Persiapkan dirimu, kita akan membunuh sekelompok orang yang jumlahnya cukup banyak." Diablo berkata dan belum sempat Lian Qianchen bereaksi, mereka berdua sudah menghilang dari sana dalam sekejap.
***
Saat ini puluhan ras yang jumlahnya lebih dari seratus ribu sedang melesat di udara dengan kecepatan yang cukup tinggi. Di barisan paling depan, ada beberapa perwakilan antar ras yang memimpin jalannya rombongan.
"Apakah kalian melihatnya?"
"Ya, ada dua orang jauh di depan kita."
"Apa mereka berniat menghalangi kita?"
"Entahlah, tapi yang pasti turunkan kecepatan kita terlebih dahulu."
Puluhan sosok yang menjadi perwakilan ras mereka mulai menyebar, dan menginformasikan pengikut mereka untuk menurunkan kecepatan.
Hanya dalam kurun waktu kurang dari sepuluh menit, semua pasukan sidah mendengar pemberitahuan yang diumumkan oleh para perwakilan ras. Mereka dengan sehera menurunkan kecepatan, dan itu dilakukan secara hati-hati agar rombongan tidak menjadi kacau.
"Aku dan Wei Li Shan akan menemui mereka berdua terlebih dahulu, kalian bersiaplah untuk segala kemungkinan-- bisa saja kedua orang itu hanyalah umpan." perwakilan dari ras Kuda Bumi berkata dengan suara yang cukup lantang, namanya adalah Qin Pian.
Para perwakilan yang mendengar berdiskusi selama beberapa waktu sebelum menyetujuinya. Qin Pian dan Wei Li Shan berkumpul di satu tempat, dan mereka berdua langsung melesat dengan kecepatan yang beberapa puluh kali lebih cepat dari sebelumnya.
Di sisi lain, Diablo dan Lian Qianchen sedang mengobrol mengenai pembantaian yang akan mereka lakukan nanti.
"Diablo, apa kau yakin kita bisa menang? Jumlah mereka ada ratusan ribu, meskipun kau kuat-- kurasa akan sulit untuk memenangkannya."
"Tidak perlu khawatir, membunuh kumpulan semut semacam itu adalah suatu hal yang mudah bagiku." Diablo menjawab dengan santai, lalu melirik wanita bergaun merah di sebelahnya, "Kalau kau takut, pergilah dan jangan saling bertemu lagi."
Lian Qianchen mendengus kesal mendengar itu, "Selama ada kau, aku tidak akan pernah mundur. Tapi kalau kau mati, aku pasti kabur." jawabnya, lalu mengeluarkan sebuah pedang di tangan kanannya.
Diablo menggelengkan kepalanya pelan dan ia kemudian melipat kedua tangannya di belakang punggung.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.