System Sang Immortal

System Sang Immortal
Wanita Jalang


Para budak yang melarikan diri kini sudah berada di luar bar, Mereka semua langsung berpencar ke berbagai arah untuk ke tempat yang mereka inginkan.


Di sisi lain, Salah satu budak wanita menghampiri prajurit yang sedang berjaga di dekat area bar tersebut.


"Penjaga tolong saya!" Teriak budak wanita tersebut sambil berlari mendekati prajurit yang sedang mengobrol dengan teman-nya.


Mendengar teriakan itu membuat kedua prajurit yang sedang mengobrol langsung terdiam dan mengalihkan pandangan mereka ke arah sumber suara tersebut.


"Hmm? Apakah dia pengemis?" Tanya salah satu prajurit saat melihat wanita berpakaian lusuh sedang berlari ke arah-nya.


"Entah-lah... Kita tanya saja tujuan-nya" Balas teman prajurit tersebut lalu berjalan mendekati wanita yang sedang berlari ke arah mereka.


"Ada apa?" Tanya prajurit saat wanita itu berada di dekat-nya.


Wanita itu dengan nafas terengah-engah langsung menunjuk ke arah bar dan berkata, "I-itu... A-ada orang yang membunuh di sana dan membawa para budak kabur" Ucap wanita tersebut sambil berpura-pura ketakutan.


Kedua prajurit yang mendengar hal itu seketika mengerut-kan kening mereka dan menatap satu sama lain, "Sepertinya orang itu yang dimaksud pemimpin kota" Ucap prajurit kepada teman-nya.


"Mungkin saja..." Jawab teman-nya dan membuat mereka berdua mengangguk-kan kepala secara bersama.


"Kau pergi-lah ke tempat aman, Karna disini akan menjadi tempat pertempuran" Ucap prajurit tersebut kemudian melesat pergi bersama teman-nya.


Wanita tersebut hanya mengangguk dan tersenyum jahat ketika melihat kepergian kedua prajurit itu, "Hahaha... Rencana-ku berhasil" Ucap wanita tersebut sambil tertawa lalu berlari ke arah gang kecil. Ia melakukan itu karna ingin para prajurit terfokus pada bar tersebut, Jadi diri-nya bisa keluar dari kota secara diam-diam tanpa sepengetahuan penjaga gerbang.


Wanita tersebut adalah seorang buronan di kota ini, Jika saja diri-nya di periksa oleh penjaga gerbang ketika ingin keluar dari kota, Maka ia akan di tangkap oleh mereka.


***


Di Dalam Bawah Tanah Bar.


Fang Lin yang sedang duduk di kursi es langsung mengerut-kan alis-nya ketika merasakan banyak prajurit kota yang sedang mengepung bar ini.


"Hmph... Jadi ada orang yang tidak tau di untung setelah aku melepaskan-nya dari tempat ini" Ucap Fang Lin mendengus dingin.


Fang Lin kemudian berdiri dari duduk-nya dan menghilang-kan kursi dari elemen es-nya, "Aku tinggal sebentar, Kalian yang bekum masuk tetap-lah antri dengan tenang" Ucap Fang Lin sambil berjalan pergi keluar ruangan-nya.


"Baik tuan!" Ucap mereka secara serempak.


Fang Lin tidak menanggapi hal itu dan berjalan keluar ruangan.


Saat ini Fang Lin sudah berada di bar, Ia memejamkan mata-nya dan mengedarkan kesadaran-nya hingga ke seluruh kota.


"Hmm... Aku tidak tau, Budak mana yang telah melaporkan prajurit tentang hal ini" Gumam Fang Lin menggelengkan kepala-nya pelan.


"Yue, Tolong ubah wujud-ku menjadi pemimpin kota" Ucap Fang Lin memberi perintah.


[Baik Tuan]


[Ding!, Mengurangi 10.000 Poin System]


~Whoooshhh~


Dalam sekejap wujud Fang Lin berubah menjadi Shi Li, Pemimpin Kota.


Fang Lin kemudian berjalan ke arah pintu keluar bar dan membuka-nya.


~Kriieett~


Baru saja membuka pintu-nya tiba-tiba sebuah bilang pedang melesat ke arah-nya.


~Slassshhh~


Serangan tersebut meleset karna Fang Lin menghindari-nya, "Kalian ingin membunuh pemimpin kalian?!!" Teriak Fang Lin berpura-pura marah.


"P-pemimpin?" Ucap ketua pasukan dengan nada terkejut. Ia dengan segera berlutut dan menunduk-kan kepala-nya, "M-maafkan saya pemimpin, Saya tidak sengaja melakukan-nya" Ucap ketua pasukan sedikit ketakutan.


"Tidak perlu pikirkan itu, Aku hanya ingin mencari orang yang telah melaporkan hal ini" Ucap Fang Lin dengan nada tenang.


Ketua pasukan yang mendengar-nya terdiam sesaat, Ia kemudian berdiri dan menyebarkan kesadaran-nya.


Tak butuh waktu lama, Ketua pasukan menemukan kedua prajurit yang melaporkan hal ini pada-nya, "Hey kalian! Yang berada di sana, Maju ke sini!" Ucap ketua pasukan sambil menunjuk ke salah satu arah.


Para prajurit yang melihat itu langsung melihat ke arah ketua pasukan menunjuk, Mereka semua dapat melihat dua orang prajurit yang sedang berjalan maju sambil ketakutan.


Kedua prajurit tersebut langsung bersujud dengan keringat dingin yang memenuhi tubuh mereka, "M-maafkan k-kami p-pemimpin, Kami hanya di beritahu oleh seorang wanita berpakaian lusuh kalau di dalam bar terjadi perampokan budak" Ucap salah satu prajurit dengan terbata-bata.


"Tidak perlu ketakutan seperti itu, Aku tidak akan menyalahkan kalian" Ucap Fang Lin dan dengan segera menimpali-nya, "Aku ingin kalian mendeskripsikan ciri-ciri wanita tersebut" Timpal Fang Lin dengan nada tenang.


Kedua prajurit yang mendengar-nya langsung menghela nafas lega, Mereka kemudian berlutut dan dengan segera memberikan ciri-ciri dari deskripsi wanita lusuh yang mereka temui sebelum-nya.


Fang Lin yang mendengar ciri-ciri wanita tersebut langsung tersenyum tipis, "Kalau begitu kalian pergi-lah, Tinggal-kan aku sendiri" Ucap Fang Lin memerintah.


Ketua pasukan dan para prajurit yang menerima perintah itu langsung mengangguk-kan kepala patuh, Mereka dengan segera membubarkan diri mereka.


Fang Lin yang melihat kepergian mereka langsung menghilang dari sana, Ia sudah mengetahui lokasi wanita jalang yang di deskripsikan oleh prajurit tadi.


***


Di Sebuah Gang Kecil Yang Gelap.


Terlihat seorang wanita berpakaian lusuh sedang berlari kencang, Dia adalah wanita yang telah menipu kedua prajurit sebelum-nya.


"Sekitar 5 menit lagi untuk sampai di depan gerbang" Gumam pelan wanita tersebut. Ia melewati gang-gang kecil karna memang tidak ingin terlihat oleh para prajurit yang masih berjaga di kota.


Baru saja bergumam seperti itu, Seorang pria bertopeng tiba-tiba muncul di dekat-nya dan langsung mencekik diri-nya.


"Arghhhhhh...." Wanita itu berteriak kesakitan disaat leher-nya tercekik.


"K-kau.... O-orang i-itu...." Ucap wanita tersebut dengan terbata-bata.


Fang Lin yang wujud-nya telah kembali ke semula hanya tersenyum tipis mendengar-nya, Ia memperkuat cengkraman-nya dan berkata dengan dingin, "Jalang sialan... Sudah ku-loloskan dari tempat perbudakan, Masih saja tidak tau terima kasih"


"Keeughhhh.... S-sakit, M-maafkan a-aku" Ucap wanita tersebut dengan terbata-bata sambil memukul-mukul tangan Fang Lin yang mencekik-nya.


Fang Lin yang mendengar ucapan wanita tersebut langsung mendengus kesal, "Kau memang pantas mendapatkan-nya" Ucap Fang Lin dan semakin memperkuat cengkraman-nya.


~Krekkkkk~


Seketika tulang leher wanita tersebut patah dan mengeluarkan darah dari mulut-nya.


Fang Lin yang melihat wanita yang ia cengkram mati dalam keadaan mata terbuka langsung membakar-nya dengan elemen api.


~Whoooshhhh~


Dalam sekejap wanita tersebut menjadi abu di tangan Fang Lin.


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


NOTE: Skip ngambil budak atau engga?


Kalo mau skip, Authoe bakal skip sampe Fang Lin mau nyelamatin ibu-nya di perang antar Alam Agung dan Alam 100 Pelangi.