System Sang Immortal

System Sang Immortal
Turnamen Semesta XI


"Sialan, ini sakit sekali... Benar-benar sangat sakit." Fang Lin memegang matanya dengan keras, rasa sakitnya seperti kedua bola matanya ditusuk oleh pedang secara berulang kali.


Meskipun telah menggunakan Api Emas dan juga Api Putih, Fang Lin tetap tidak bisa meredakan rasa sakitnya.


[Sebagian besar Petinggi Absolute merasa cukup tertarik dengan Mata yang Fang Lim gunakan untuk membunuh seorang Absolute dalam sekejap.]


[Mereka penasaran, mata jenis apa yang mampu melakukan hal itu.]


[The King of Adventure tertawa senang melihat peserta menderita, ia berkata dengan mengejek kalau itu adalah karma atas apa yang peserta lakukan pada senjata pemberiannya.]


[Absolute '?' memberikan sebuah botol Elixir pada peserta.]


[Absolute '?' berkata kalau rasa sakit milikmu akan menghilang seketika.]


Fang Lin yang melihat ada botol kecil melayang tepat di depannya sedikit mengerutkan alisnya, ia memeriksa botol tersebut dan mendapati cairan tak berwarna yang mengeluarkan aroma harum.


[Absolute '?' bersumpah kalau cairan itu tidak ada sesuatu yang akan merugikan peserta, karena hal itu melanggar peraturan Turnamen Semesta.]


"Tidak, brengsek..." Fang Lin mengumpat, lalu melanjutinya, "Aku sudah pernah melewati rasa sakit ini berkali-kali, apa kau pikir aku semanja itu?"


Fang Lin tidak menerima botol itu tetapi tidak membuangnya, ia menyimpannya di balik jubah dan melewati rasa sakit di matanya itu sembari melesat kembali ke wilayah kelompoknya berada.


Di sisi lain, Marak yang telah kembali ke wilayah aman kini sedang dipulihkan oleh Cassiel. Dia menceritakan peristiwa yang terjadi padanya dan juga bantuan yang diberikan oleh Fang Lin kepada wanita cantik itu.


Suasana menjadi hening setelah Marak selesai menceritakannya, kemudian Childe tertawa dan berkata dengan nada mengejek, "Kau beruntung karena masih bisa hidup, kalau aku berada di posisinya mana sudi untuk menyelamatkan orang yang tidak berguna sepertimu."


"Oi, brengsek... Apa kau tidak bisa diam sehari saja? Apa kau kurang kasih sayang dari ayah dan ibumu sampai-sampai ingin mencari perhatian dari orang lain?!" Marak bertanya, aura yang mendominasi merembes keluar dari tubuhnya.


"Hahahaha... Bajingan satu ini, tak kusangka mulutmu pedas juga." Childe tertawa, dan ikut mengeluarkan aura mendominasi dari tubuhnya, "Lalu mau bagaimana? Apa kau yakin bisa bertarung hanya dengan satu tangan saja?"


Aura yang dikeluarkan Childe jauh lebih hebat daripada Marak, itu karena dia masih berada dalam kondisi prima.


"Hentikan keributan ini, apa kalian berdua ingin kita semua kalah?" seorang pemuda tampan dengan pakaian hitam polos mendarat dari atas langit, dia adalah Kirisan.


"Jangan ikut campur, aku punya urusan dengan si cacat ini." Childe menatap Kirisan yang sedang menghampirinya, tatapannya itu terlihat dingin.


"Haruskah aku membunuhmu?" Kirisan bertanya setelah berhenti tepat di depan anak kecil berambut emas itu.


"Lucu sekali, apa kau mampu melakukannya?" Childe sama sekali tidak takut, ia malah menantang balik


"Hentikan, jangan perpanjangan keributan ini." Cassiel menatap Kirisan dengan serius, tapi pemuda tampan itu terlihat tidak terlalu peduli.


Whoooosh!


Trazh!


Kirisan mencekik leher Childe dan membuat anak kecil berambut emas itu melebarkan mata karena terkejut.


"Apa-apaan kecepatannya itu...?!" Childe menjerit dalam hati, lalu melanjutinya, "Dan dia dengan mudahnya menghancurkan pelindung yang melindungi diriku, siapa si brengsek ini sebenarnya?!"


"Kau memang berguna dalam kelompok ini, tapi melihat sifatmu itu membuatku cukup muak." Kirisan memperkuat cengkramannya.


Childe sendiri berusaha untuk melawan tetapi entah kenapa tenaga dan energi yang dimilikinya tidak bisa keluar sama sekali, seperti semuanya itu disegel oleh sesuatu yang kuat.


Cassiel yang melihat itu dari kejauhan sedikit mengerutkan alisnya, matanya bisa melihat kalau Childe dilapisi oleh sebuah aura yang sangat tipis. Aura tersebut sudah jelas melemahkan Childe, tenaga dan energinya sama sekali tidak bisa dipakai karena terhalang oleh aura itu.


Bisa dibilang Childe saat ini tidak lebih dari seorang anak kecil.


Ketika Liu Bei menyentuh pundak pemuda tampan itu, matanya langsung melebar dan ia dengan segera menarik tangan kanannya.


"Kuharap kau jangan ikut campur, dia lebih baik dibunuh daripada menjadi hama dalam kelompok ini." Kirisan melirik ke arah Liu Bei dengan dingin.


Liu Bei masih sedikit terkejut saat ini karena ketika dirinya menyentuh pundak Kirisan, tenaga dan energinya tiba-tiba saja ingin menghilang.


"Kalau saja aku terlambat menarik tanganku, mungkin aku sudah tersungkur ke tanah." Liu Bej mencoba membayangkan peristiwa itu sembari menatap telapak tangan kanannya.


"Hei, tunda kemarahanmu sampai Pertempuran Kelompok ini selesai."


Fang Lin tiba-tiba saja muncul di belakang Kirisan dan menyentuh pundaknya sama seperti Liu Bei sebelumnya.


"Tarik tanganmu, teman Fang!" Liu Bei yang menyadarinya langsung memberikan peringatan.


Namun bagi Liu Bei, peringatannya barusan sudah terlambat.


"Huh...?" Kirisan memasang ekspresi terkejut, bukan karena kemunculan Fang Lin yang secara tiba-tiba tetapi karena pemuda itu sama sekali tidak berpengaruh pada teknik 'Don't Touch' miliknya.


Tidak hanya pemilik teknik itu saja yang terkejut, namun orang-orang yang ada di sekitar sana juga sama terkejutnya karena mereka sudah mengetahui secara kasar teknik milik Kirisan.


"Kau... Fang Lin?" Kirisan menoleh ke belakang dengan tatapan mata yang terkejut.


"Aku senang karena kau mengingat namaku." ucap Fang Lin, lalu mengalihkan pandangannya pada Childe yang tampaknya terlihat sekarat, "Setiap Absolute di kelompok ini sangat berharga, kehilangan satu dari mereka akan menurunkan presentase kemenangan kita. Aku harap kau bisa menahan emosimu untuk sementara waktu..."


"Dia adalah Hama di kelompok ini, mulutnya tidak bisa diam dan itu bisa menciptakan perpecahan di antara kelompok kita. Dia bisa menjadi pedang bermata dua, kau serius ingin membiarkannya hidup?" Kirisan mengerutkan alisnya, nadanya terdengar serius soal ini.


"Aku akan mengawasinya, kalau dia terus-menerus melakukan tindakan yang bisa menciptakan perpecahan di antara kita maka aku sendiri yang akan membunuhnya." balas Fang Lin, dia juga memperlihatkan sikap serius.


Kirisan terdiam sejenak sebelum menghembuskan nafas panjang dari mulutnya, ia kembali menatap Childe dan berkata, "Kalau kau dendam padaku, lakukan di pertandingan selanjutnya. Aku akan meladenimu sampai kematian menjemputmu."


Setelah selesai mengatakan itu, Kirisan melempar Childe dan membuatnya terlempar sejauh ratusan kilometer.


Fang Lin yang menyaksikan itu hanya diam sembari menarik tangan kanannya yang menyentuh pundak Kirisan, untuk berjaga-jaga ia akan mengawasi perilaku Childe melalui Kesadaran Spiritualnya.


Sementara itu, Kirisan berjalan menghampiri Cassiel dan menyerahkan Orb yang berhasil ia dapatkan dari membunuh lawan.


Fang Lin memperhatikan sekitarnya dan ia bisa menemukan berbagai macam furnitur untuk beristirahat.


"Aku yang menciptakannya, hehehe..." Liu Bei berkata sembari mendekati Fang Lin, ia kemudian berbisik, "Omong-omong, bagaimana kau bisa tidak terpengaruh dengan teknik menyeramkannya itu?"


"Aku menggunakan pelindung di tubuhku, apa kau belum menyadarinya?" Fang Lin bertanya, dan Liu Bei langsung menyipitkan matanya.


"Ah, benar! Itu sangat tipis sampai aku sendiri sulit menyadarinya." Liu Bei mengakhiri kata-katanya dengan tertawa, lalu kembali bertanya, "Apa pelindung yang kau pakai sama seperti pelindung yang melindungi wilayah ini?"


"Ya, itu benar." Fang Lin menjawab dengan jujur, sementara Liu Bei mengangguk beberapa kali.


Liu Bei kemudian membicarakan cerita yang berasal dari mulut Marak, dan menanyakan secara detail apa yang dilakukan Fang Lin saat itu.


Fang Lin sendiri menceritakan semuanya tanpa ragu, ia sama sekali tidak peduli dengan niat Liu Bei menanyakan semua itu.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.