
Bai Hu dan Naga Putih diam beberapa saat setelah kedatangan makhluk bayangan tersebut, "Apakah kalian mempunyai hubungan dengan tuan Fang Lin?" Tanya Bai Hu dengan nada tenang. Dia berkata seperti itu karena diri-nya samar-samar merasakan aura tuan yang keluar dari makhluk bayangan tersebut.
Zu yang mendengar pertanyaan Bai Hu langsung mengangguk-kan kepala-nya pelan, "Benar... Kami adalah bawahan elit tuan dan kami di tugas-kan untuk menjaga kota Fang" Jawab Zu.
Mendengar jawaban beruang besar tersebut membuat Bai Hu mengerut-kan kedua alis-nya, "Pasukan elit? Hmm... Sebentar, Aku akan menghubungi tuan dulu" Ucap Bai Hu dan dengan segera menelepati tuan-nya.
Zu dan Zhao hanya diam mendengar-nya, Mereka sebenar-nya dapat memasuki kota Fang secara diam-diam tetapi mereka tidak melakukan itu karena Zu ingin menjaga kota Fang dari atas tembok.
***
Di Ruang Hampa Tanpa Batas.
Fang Lin menghembuskan nafas-nya cukup panjang, Ia membuat mata-nya secara perlahan dan langsung menerima telepati dari Bai Hu, "Apa ada sesuatu?" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran.
"Ya tuan, Di depan saya saat ini ada makhluk bayangan berbentuk beruang dan singa, Mereka mengaku kalau mereka adalah pasukan elit tuan"
Mendengar itu Fang Lin sedikit menaik-kan alis-nya, "Hmm? Ya, Itu benar... Suruh mereka masuk dan jaga kota Fang" Ucap Fang Lin dengan nada memerintah.
"Siap tuan" Jawab Bai Hu dan langsung memutuskan telepati-nya.
Mengetahui telepati-nya sudah putus, Fang Lin menatap ke arah depan dan diri-nya hanya dapat melihat ke-kosongan tanpa batas, Ia mengedarkan pandangan-nya dan tidak melihat wujud dari petir semesta, "Yue, Dimana wujud sosok petir semesta?" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran.
[Petir Semesta sudah kembali ke asal-nya sejak tuan bermeditasi]
Mendengar jawaban Yue, Fang Lin mengangguk-kan kepala-nya pelan, Ia lalu berdiri dan mengambil 2 pedang yang berada di dekat-nya.
Kedua pedang tersebut adalah pedang Raja Neraka dan pedang Raja Surgawi. Melihat kedua pedang tersebut Fang Lin hanya tersenyum tipis, Ia kemudian memasuk-kan kedua pedang itu ke dalam inventory-nya.
"Status"
STATUS
[Nama: Fang Lin
Umur: 10.096
Job: God Necromancer, Holy Ice, Alchemist
Tingkat Kultivasi: Dewa Petarung Level 3
Tingkat Tubuh: Dewa Level 2
Tipe Tubuh: 8 Akar Roh, Terlarang, Dewa Naga, Tak Terbatas, Racun
Akar Roh: Api, Air, Udara, Tanah, Petir, Es, Cahaya, Kegelapan
Budidaya: Pelahap Semesta
Teknik Tempur: 1000 Roh Pedang, Naga Emas Surgawi, 5 Segel Ashura, 3 Pedang Pembantai, 7 Tombak Dewa Perang, 2 Nyanyian Seruling Kematian, Busur Penghancur Jiwa Dan Raga, Tapak Pembelah Bumi, Ilusi Dewa Perang, 7 Tingkat Array Dewa, Teknik 5 Roh, 3 Api Surgawi, Kilatan Naga Emas, Raungan Dewa Naga, Dominasi Dewa Naga, Cakar Penghancur Langit, Pertahan Mutlak Dewa Naga, Penghunus Surga, Kemarahan Dewa Naga.
Teknik Non Tempur: Robekan Dimensi, Langkah Cahaya, Langit Dewa Perang (Terbang)
Teknik Sihir: Copy, Teleportasi, Supreme Barrier, Gravity Manipulation.
Total Pemahaman Teknik: 100%
Poin System: 57 Miliyar
Poin Pemahaman: 1.000.000
>> Shop
>> Inventory]
Melihat status-nya Fang Lin hanya menghela nafas panjang, "Haah... Aku sudah sangat kuat, Tetapi apakah dengan kekuatan-ku saat ini aku dapat melindungi orang-orang yang ingin ku-lindungi?" Gumam Fang Lin pelan dengan nada ragu. Meskipun diri-nya sudah terbilang kuat di antara para Dewa, Tetapi masih banyak mahluk selain dewa yang lebih lebih kuat dari-nya bahkan beratus-ratus kali lipat lebih kuat.
Fang Lin menggelengkan kepala-nya pelan untuk menepis pikiran itu, Ia seharusnya sudah bersyukur karena mendapat-kan kekuatan sebesar ini.
~Whoooshhh~
Seketika Fang Lin menghilang dari sana, Ia sudah tidak tau harus melakukan apa di ruang hampa ini.
***
Di Dunia Abyss, Depan Gerbang Kota Fang.
Usai memutuskan telepati dengan tuan-nya, Bai Hu mengalihkan pandangan-nya ke depan atau lebih tepat-nya melihat ke arah makhluk bayangan itu, "Kalian dapat memasuki kota Fang dan menjaga wilayah ini" Ucap Bai Hu sambil tersenyum.
Zu hanya mengangguk-kan kepala-nya pelan mendengar ucapan Bai Hu, "Kalau begitu permisi" Ucap Zu berjalan pelan memasuki gerbang kota.
Melihat Zu berjalan ke arah gerbang, Zhao langsung mengikuti-nya dari belakang dan di-ikut 100 singa lain-nya. Di saat Zu ingin melewati Bai Hu dan Naga Putih dia langsung menghentikan langkah-nya ketika di tanya sesuatu, "Hey, Bisa-kah aku bertanya sesuatu?" Tanya Bai Hu dengan nada sopan.
Zu menolehkan kepala-nya ke arah Bai Hu dan mengangguk-kan kepala-nya pelan, "Tentu" Jawab singkat Zu.
Mendengar itu Bai Hu langsung tersenyum, "Bisakah kau memberi tau kenapa diri-mu di tugaskan oleh tuan untuk menjaga kota ini?" Tanya Bai Hu dengan nada penasaran. Ia teringat dengan perkataan Hu Jiazhen sebelum-nya, Tentang perintah aneh tuan-nya.
Saat Zu membuka mulut-nya dan ingin mengatakan sesuatu, Dia terhenti ketika mendengar suara familiar dari atas langit.
"Bai Hu kenapa kau penasaran dengan hal itu?" Tanya Fang Lin sambil turun dari atas langit.
Kedatangan Fang Lin membuat para bawahan langsung berlutut sambil menunduk-kan kepala mereka, Sedangkan Fang Lin yang melihat itu hanya diam dan menapak-kan kaki-nya di tanah.
"Maaf tuan, Saya hanya penasaran saja" Ucap Bai Hu dengan cepat.
Fang Lin menggelengkan kepala-nya mendengar hal itu, Ia lalu mengalihkan pandangan-nya ke arah Zu, Zhao serta 100 singa lain-nya, "Ceritakan apa yang terjadi" Ucap Fang Lin dengan nada tenang.
Zu mengangguk-kan kepala-nya cepat ketika mendengar ucapan tuan-nya, Dia dengan segera menceritakan apa yang terjadi sebelum-nya.
......................
Fang Lin memejamkan mata-nya ketika mendengar cerita dari Zu, Beberapa saat kemudian ia menyebarkan kesadaran-nya hingga batas yang dia bisa dan berpikir kalau orang yang di maksud Zu berada di sekitar sini.
Namun Fang Lin tidak menemukan manusia di dalam kesadaran-nya kecuali orang-orang yang berada di kota Fang, Bahkan tidak ada satupun makhluk hidup yang lebih kuat dari-nya di dalam kesadaran-nya.
Fang Lin menarik kesadaran-nya kembali lalu menghela nafas-nya pelan, "Untuk saat ini kalian para pasukan bayangan-ku, Masuk-lah" Ucap Fang Lin dengan nada tenang.
Seketika seluruh makhluk bayangan yang ada di sana masuk ke dalam bayangan Fang Lin, Begitu juga yang sedang bersembunyi di balik bayang kota Fang.
Bai Hu sendiri terkejut ketika melihat 100 bayangan keluar dari kota Fang dan langsung memasuki bayangan tuan-nya, "Jangan bilang mereka masuk tanpa sepengetahuan-ku?" Gumam Bai Hu sedikit melebarkan mata-nya.
"Pantas saat di langit aku melihat bayangan bergerak di kota Fang, Ku-pikir itu hanya imajinasi-ku saja, Ternyata itu adalah makhluk bayangan tuan" Ucap Naga Putih saat mengingat kejadian sebelum-nya.
Melihat reaksi mereka berdua Fang Lin hanya tersenyum tipis, Ia lalu teringat akan sesuatu dan melihat ke arah Naga Putih, "Naga Putih, Apakah kamu mengetahui kemana Hu Jiazhen pergi? Saat aku menyebarkan kesadaran-ku, Aku sama sekali tidak melihat-nya" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran. Di dalam kesadaran-nya ia sama sekali tidak menemukan Hu Jiazhen dan tentu hal itu cukup membuat-nya terkejut, Karena kesadaran-nya dapat meluas hingga ratusan ribu Megameter.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
NOTE: 1 Megameter\= 1.000 Kilometer. 100 Megameter\= 100 ribu Kilometer. 1.000 Megameter\= 1 Juta Kilometer.
Kalo salah maapin, Karena liat di google