System Sang Immortal

System Sang Immortal
Kedatangan Aliansi Istana Iblis Ke Alam Iblis


Tian mu tersenyum tipis dan ia berjalan turun dari atas meja, "Pertama-tama, maafkan aku karena telah muncul secara tiba-tiba. Dan, aku kemari ingin mengajukan diri sebagai perwakilan Aliansi Lima Bintang Penjaga..."


Ucapan Tian Mu berhasil membuat keempat petinggi melebarkan mata, mereka terkejut bukan karena pengajuan diri itu tetapi tentang cara Tian Mu mengetahui pembicaraan mereka.


"Bagaimana kau-" Ucapan Leo Seok terhenti ketika Tian Mu memotongnya.


"Tidak ada yang perlu kalian herankan, sejak awal aku selalu menghadiri setiap rapat yang ada. Aku menyimpan True Soul-ku di ruangan ini, dan membuatku mengetahui apa yang kalian bicarakan selama ini..." Tian Mu tersenyum lebar ketika mengatakan itu.


Keempat petinggi ras langsung mengeluarkan ekspresi tak percaya usai mendengarnya. Bagaimana mungkin mereka tidak menyadari kehadiran True Soul Tian Mu? Itu tidak masuk akal, mengingat mereka semua mempunyai persepsi yang tinggi.


"Percaya atau tidak, itu hak kalian. Aku kemari hanya ingin mengatakan itu, ayo ambil suara..." Tian Mu tidak mau basa-basi lagi.


Keempat petinggi ras saling menatap satu sama lain sebelum menganggukkan kepala secara bersamaan, "Tidak perlu ambil suara, Tian Mu. Kami semua setuju, aku dan yang lainnya mengandalkanmu." Lukao berbicara dengan senyum tipis terukir di wajahnya.


"Oh! Baguslah! Kalau begitu, kakek tua ini izin undur diri terlebih dahulu..." Tian Mu tersenyum, dan keberadaannya tiba-tiba menghilang dari sana dalam sekejap.


"Kakek tua itu... Ternyata selama ini dia tidak pernah tidak hadir..." Gom Hayoung tertawa kecil, secara tidak langsung kakek tua itu menunjukkan perbandingan kekuatan mereka yang begitu jauh.


"Tapi... Kenapa di beberapa kesempatan dia hadir? Bukankah True Soul-nya selalu ada di setiap rapat yang kita lakukan?" Leo Seok bertanya-tanya, pertanyaan itu sedari tadi mengganjal di pikirannya.


"Tentu saja untuk menghargai kita, jika dia terus absen di setiap rapat yang diselenggarakan maka secara tidak langsung dia merendahkan kita." Jelas Lukao dengan suara pelan.


Leo Seok mengangguk paham dan tidak bertanya lebih jauh, keempatnya kemudian mengganti topik dan mulai membahas hal yang lainnya.


***


Lorong dimensi, kapal terbang Aliansi Istana Iblis.


Suara ketukan pintu terdengar ketika Zhou Fan dan Diablo sedang berkultivasi di ruangan yang padat akan Qi. Mereka berdua membuka mata bersamaan, dan saling menatap satu sama lain.


"Sepertinya sebentar lagi kita akan sampai. Mari bersiap-siap, Diablo." Zhou Fan bangkit berdiri ketika mengatakan itu.


Diablo sendiri tidak mengatakan apa-apa dan hanya melakukan hal yang sama, mereka berdua kemudian berjalan ke pintu keluar ruangan itu dan menemukan seorang wanita cantik yang tidak lain adalah Si Yuen.


"Beberapa jam lagi kita akan sampai ke Alam Iblis, Kaisar." Si Yuen menundukkan badannya.


"Ya, terima kasih, Yuen. Sekarang, kembalilah ke kapal terbangmu dan bersiap untuk melakukan perang."


"Saya mengerti. Kalau begitu, saya mohon pamit undur diri..." Si Yuen menundukkan badannya sekali lagi sebelum ia pergi dari sana.


Zhou Fan kemudian mengajak Diablo ke ruang pengendali kapal terbang, sembari menunggu-- mereka mengobrol bersama tentang masalah perang yang akan datang.


"Jadi, apa yang akan kau lakukan setelah sampai?" Diablo bertanya, tetapi pandangannya mengarah ke jendela kaca yang menampilkan lorong dimensi tak berujung.


"Aku akan melihat situasinya lebih jauh... Dia pasti sudah mempersiapkan kedatangan kita, apalagi dengan kehadiranmu-- dia pasti menyiapkan segala hal yang bisa dilakukannya." Jawab Zhou Fan dengan suara tenang.


"Begitu, ya..." Diablo beberapa kali mengangguk pelan.


"Bagaimana denganmu?" Zhou Fan tidak menyiapkan rencananya untuk Diablo, sebab Iblis itu berkata kalau dia mempunyai rencananya sendiri.


Zhou Fan sedikit merinding ketika melihat senyum Diablo, di matanya dia tidak tersenyum tipis melainkan menyeringai lebar dengan wajah yang menyeramkan.


***


Di sebuah lautan tanpa ujung, terjadi retakan ruang yang cukup besar. Tidak lama setelah itu, aura iblis yang begitu kental keluar dari sana dan di detik selanjutnya puluhan kapal terbang mulai bermunculan.


Kedatangan Aliansi Istana Iblis langsung diketahui oleh Dewa Iblis hanya dalam beberapa tarikan nafas saja. Wang Ling yang saat itu duduk di singgasananya langsung memerintahkan puluhan pilarnya untuk menyiapkan pasukan yang ada.


Puluhan ras yang sudah direkrut oleh Dewa Iblis mulai berkumpul di beberapa titik tempat yang sudah direncanakan.


Di sisi lain, Tian Mu muncul beberapa ratus kilometer dari tempat Aliansi Istana Iblis berada. Dia langsung tersenyum tipis saat merasakan ada beberapa orang kuat yang mengarah ke tempatnya sembari membawa senjata.


"Wah... Mereka sigap, ya." Tian Mu cukup terkesan, ia kemudian menciptakan beberapa lapisan pelindung untuk berjaga-jaga.


Ketika tiga orang yang berasal dari Aliansi Istana Iblis datang, mereka tanpa banyak bicara langsung menyerang Tian Mu. Tugas untuk mereka bertiga adalah melenyapkan musuh yang ada dalam jangkauan seribu kilometer.


"Aku datang untuk damai..." Tian Mu berkata dengan suara lantang yang mengandung Qi, seharusnya suaranya itu bisa terdengar sampai ke seluruh kapal terbang milik Aliansi Istana Iblis.


Ketiga orang yang menyerang pelindung Tian Mu sama sekali tidak mempedulikannya, mereka terus fokus menyerang lapisan pelindung yang melindungi kakek tua itu.


Beberapa saat kemudian, seorang pria paruh baya berjubah merah cerah datang dan menghentikan ketiga orang yang sedang berusaha menghancurkan pelindung Tian Mu.


"Pilar Mo! Selamat datang!" Ketiga orang itu langsung memberikan salam hormat.


"Biar aku yang mengurusnya, pergilah ke tempat lain..." Mo Fuli melambaikan tangannya seperti mengusir.


"Baik! Kalau begitu, kami pamit dulu!"


Dalam beberapa tarik nafas saja mereka bertiga sudah menjauh dari sana, sedangkan Mo Fuli menatap serius Tian Mu.


"Aku tidak yakin kalau Dewa Iblis langsung mengirim orang kuat kemari, siapa kau sebenarnya?" Mo Fuli bertanya dengan hati-hati, ia sudah siap mengeluarkan senjatanya jika ada sesuatu yang janggal.


Tian Mu tersenyum lalu menangkupkan tangannya, "Sepertinya anda adalah orang yang mudah diajak bicara. Perkenalkan, nama saya adalah Tian Mu. Saya tidak berada di pihak Dewa Iblis, dan saya adalah perwakilan dari Aliansi Lima Bintang Penjaga." Ucapnya, di saat yang bersamaan lapisan penghalang Qi yang melindunginya mulai menghilang.


Mo Fuli menyipitkan mata ketika mendengar itu, "Aliansi Lima Bintang Penjaga? Aku tidak pernah mendengarnya..."


"Wajar jika anda belum mendengarnya, kami baru membentuk aliansi ini satu bulan yang lalu. Apakah anda ingin mendengarkan penjelasannya?" Tanya Tian Mu tanpa memudarkan senyum di wajahnya.


Mo Fuli mengerutkan alisnya, "Apa yang membuatku harus mendengarkannya?"


"Singkatnya kami adalah perkumpulan dari kelompok-kelompok besar yang tidak mau direkrut oleh Dewa Iblis..." Jawab Tian Mu, dan dengan segera melanjutinya, "Kami ingin menawarkan bantuan untuk Aliansi Istana Iblis..."


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.