
Sesaat setelah mengatakan hal tersebut, seorang pria tampan berambut emas panjang datang mendekati Fang Lin tanpa mengeluarkan niat bertarung ataupun membunuh.
Fang Lin sendiri tidak bergerak sedikitpun dan membiarkan dia datang mendekatinya.
Ketika Li Xiang Zi sudah berada tepat di hadapan Fang Lin, ia menghela nafas panjang dan berkata, "Aku adalah perwakilan dari kubu Alam Dewa, dan aku akan menghentikan peperangan jika Kaisar Dewa dibebaskan dalam kondisi hidup."
Li Xiang Zi sebenarnya sangat tidak suka mengakui kekalahan seperti ini, sebagai calon penerus Kaisar Dewa harga dirinya sangat direndahkan karena harus menyatakan kekalahan kepada sosok manusia yang bahkan belum sepenuhnya menjadi dewa.
Fang Lin yang mendengarnya tersenyum tipis, "Tentu saja... Aku akan membebaskannya, namun sebelum itu terjadi aku akan membiarkan salah satu anak buahku mencari tau kebenaran tentang masa lalunya." Jawab Fang Lin santai namun suaranya terdengar jelas di telinga orang-orang yang berada dalam radius puluhan kilometer.
Li Xiang Zi menggertakkan giginya ketika mendengar itu, ia sebenarnya ingin meminta Fang Lin untuk membebaskan ayahnya secepat mungkin, tetapi mengingat kalau dia (Fang Lin) lebih kuat dari semua orang yang ada disini membuatnya tidak bisa berkata banyak.
"Sial, ini sungguh menyebalkan. Jika dia (Bai Hu) meminta ayah untuk menyelidiki kasus itu maka cepat atau lambat semuanya akan terbongkar, aku tidak bisa membiarkannya karena posisiku sebagai Kaisar Dewa selanjutnya akan terancam." Li Xiang Zi membatin lalu memutar otaknya untuk mencari cara agar dirinya tidak menjadi tersangka atas kematian kedua orang tua Bai Hu.
Fang Lin yang menyadari raut wajah Li Xiang Zi sedikit berubah hanya tersenyum tipis, ia memejamkan matanya tanpa takut sedikitpun jika pria di depannya menyerang dirinya.
***
Domain Penjara Es.
Li Zu Xing menceritakan kejadian setelah kematian kedua orang tua Bai Hu, ia sudah melakukan banyak cara untuk mencari keberadaan roh dari keduanya tetapi hasilnya selalu nihil.
Roh ayah dan ibu Bai Hu masih ada dan kemungkinan besar roh mereka berdua terkurung di suatu tempat, Li Zu Xing sudah mencoba untuk memanggil kedua roh tersebut namun apa yang dilakukannya sia-sia.
Kedua roh tersebut tidak dapat dipanggil bahkan menggunakan Artefak Dewa sekalipun, ia sebenarnya tidak menyerah untuk mencari kedua roh itu tetapi Shen Xiong selaku Absolute Universe melarangnya untuk mencari mereka.
Karena perintah tersebut, Li Zu Xing mau tak mau menghentikan pencarian kedua roh itu, ia hanya berharap jika ramalan yang Shen Xiong katakan benar-benar terjadi.
Bai Hu tersenyum tipis mendengarnya, ia jadi mengerti kenapa kakeknya tidak terus mencari pelaku yang membunuh kedua orang tuanya.
"Kakek tidak perlu minta maaf, sejal awal aku tidak menyalahkanmu atas kematian mereka." Bai Hu membantu pria paruh baya di depannya untuk berdiri setelah mengatakan itu.
"Sebenarnya aku sudah mengetahui, siapa dalang dari pembunuhan mereka berdua dan aku meminta kakek untuk tidak ikut campur dalam pembalasan dendamku." Timpal Bai Hu dengan raut wajah serius.
Li Zu Xing sedikit melebarkan matanya ketika mendengarnya, "Apakah pelakunya adalah paman dan bibimu?" Tanyanya memastikan.
Raut wajah Bai Hu berubah menjadi marah, "Mereka bukanlah paman dan bibiku, melainkan bajingan pembunuh yang tidak tau malu." Jawab Bai Hu dengan niat membunuh yang sedikit keluar dari tubuhnya.
Li Zu Xing tersenyum kecut mendengarnya, "Aku mohon untuk tidak membunuh mereka... Biarkan mereka hidup untuk menebus dosa mereka. Aku tau kalau mereka adalah dalang sebenarnya dari terbunuhnya kedua orang tuamu, tetapi mereka adalah keluargaku yang tersisa termasuk dirimu." Li Zu Xing menundukkan badannya serendah mungkin saat mengatakannya
Satu-satunya cara adalah memohon kepada cucunya untuk tidak membunuh mereka.
Bai Hu menatap tajam kakeknya, ia tentu mengetahui perasaannya tetapi dirinya tidak bisa membiarkan pelaku pembunuhan kedua orang tuanya bebas tanpa hukuman.
Bai Hu terdiam sejenak dan memikirkan keputusannya ke depan, salah satu kakinya mengetuk lantai berkali-kali dengan cepat.
Li Zu Xing yang mendengarnya tersenyum senang, ia kembali mengangkat badannya dan berterima kasih setulus-tulusnya.
Bai Hu yang melihat kakeknya senang hanya bisa tersenyum tipis, "Meskipun aku tidak membunuh mereka, setidaknya aku akan membalas perbuatan mereka." Batin Bai Hu lalu menimpalinya, "Ayah, ibu. Aku berjanji akan menyelamatkan kalian."
Bai Hu sepenuhnya yakin kalau roh kedua orang tuanya berada di tangan Raja Kegelapan yang kebetulan musuh tuannya.
Setelah itu, Bai Hu mengobrol dengan Li Zu Xing selama beberapa puluh menit, dan ketika obrolan tersebut berakhir Bai Hu langsung menelepati tuannya.
Di sisi lain, Fang Lin membuka matanya perlahan ketika mendapatkan telepati dari Bai Hu, ia tersenyum tipis dan menjentikkan jarinya sekali.
Klik.
Dalam sekejap Li Zu Xing dan Bai Hu muncul beberapa meter dibelakang Fang Lin.
Bai Hu sendiri langsung menatap tajam pria tampan berambut panjang yang beberapa puluh meter di hadapan tuannya, ia tentu mengetahui kalau dia adalah salah satu anak dari kakeknya.
Li Xiang Zi yang menyadari tatapan Bai Hu hanya bisa pasrah, pastinya dia (Bai Hu) sudah mengetahui siapa yang menyewa Raja Kegelapan untuk membunuh mereka.
Li Xiang Zi kemudian menyebarkan Kesadaran Spiritualnya dan mendapati raut wajah ketiga adiknya yang ketakutan, ia hanya bisa tersenyum kecut dan tidak tau harus berbuat apa lagi.
Fang Lin berbalik dan menatap Kaisar Dewa serta Bai Hu, "Jadi apa selanjutnya?" Tanya Fang Lin santai.
Bai Hu mengangguk pelan dan menjawab, "Aku tidak akan membunuh mereka, tetapi memberikan mereka hukuman yang setimpal."
Fang Lin sedikit mengangkat satu alisnya ketika mendengar itu, "Hukuman yang setimpal? Apa maksudmu?" Tanyanya penasaran.
"Entahlah tuan, saya belum memikirkannya." Jawab Bai Hu sambil tersenyum kecut.
Fang Lin tidak bertanya lebih lanjut lalu menyuruh Kaisar Dewa terbang ke sampingnya, ia kemudia berbalik begitu juga dengan pria paruh baya disebelahnya.
"Aku sudah membebaskan Kaisar Dewa... Tetapi sebelum semua ini berakhir, bawahanku Bai Hu yang tidak lain adalah anak dari Dewa Harimau Putih sebelumnya akan mengumumkan sesuatu." Fang Li berkata dengan suara lantang.
Tentu apa yang dikatakan oleh Fang Lin membuat semua Dewa yang ada di langit ataupun di daratan terkejut, mereka tidak menyangka kalau pria tampan berambut putih itu adalah anak dari Dewa Harimau Putih.
Setelah mengatakan itu Fang Lin langsung menelepati Bai Hu untuk maju agar sejajar dengan dirinya, ia meminta dia untuk memberitahu dalang utama dari pembunuhan kedua orang tuanya (Bai Hu).
Bai Hu sendiri mengangguk patuh dan langsung terbang beberapa meter ke depan untuk sejajar dengan tuannya, ia menarik nafas dalam-dalam lalu berkata dengan suara yang terbilang lantang.
Bersambung....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.