System Sang Immortal

System Sang Immortal
Dungeon Buatan


"Manaku hampir habis, sial..." Arthur menggertakkan giginya, sekarang ia mungkin hanya bisa mengandalkan kekuatan fisiknya saja.


Di sisi lain, ketika siluet meteor raksasa hancur setelah menerima serangan gabungan energi dari kelima boneka bayangan, mereka langsung bergerak maju ke tempat Arthur berada.


Arthur sendiri menenangkan dirinya sebisa mungkin, lalu bertukar serangan dengan kelima lawannya.


"Aku terpojok..." Arthur berdecak kesal beberapa kali, ia berada dalam posisi bertahan dan tidak bisa melakukan serangan balasan karena terlalu sibuk menangkis.


Arthur tidak bisa memakai Gerakan Kelima dari Lima Gerakan Bintang, sebab dirinya tidak mempunyai cukup Mana untuk mengeksekusi jurus itu.


Seiring berjalannya waktu, Mana Arthur perlahan mulai berkurang. Bukan karena dia memakainya untuk bertarung, tetapi setiap dirinya menerima serangan yang membuat dampak pada tubuhnya maka Gorilla Armor secara otomatis mengkonsumsi Mana-nya.


Jika Arthur membiarkan situasi sekarang ini terus berlanjut, Mana-nya akan habis cepat atau lambat dan kinerja tubuhnya sudah dipastikan akan berkurang secara signifikan karena efek samping dari kehabisan Mana.


"Kalau begitu, aku hanya bisa bertaruh." Arthur mempererat genggamannya menggunakan kedua tangan, lalu menggunakan sisa tenaganya untuk menciptakan situasi yang di mana kelima musuhnya berada tepat di hadapannya.


Butuh usaha keras bagi Arthur untuk menciptakan situasi tersebut. Setelah semua berjalan sesuai yang Arthur rencanakan, ia mengangkat pedangnya ke samping dan Mana yang tersisa keluar dari tubuhnya lalu mengalir hingga mengelilingi pedangnya.


"MATI~!"


Whooosh!


Arthur mengayunkan pedangnya ke arah berlawanan dan menciptakan siluet lekungan energi yang melesat di udara dengan kecepatan tinggi.


Kelima boneka bayangan tidak sempat bereaksi karena saking cepatnya lekungan energi tersebut, serangan itu mengenai mereka secara langsung dan membuat kelimanya terpental bersamaan ke arah belakang.


Sesaat setelah itu terjadi, pandangan Arthur perlahan menjadi gelap dan kemudian dia jatuh tergeletak diikuti kesadarannya yang menghilang.


Di sisi lain, Fang Lin yang mengamati pertarungan itu dari jauh hanya menghela nafas panjang. Tanpa berbicara, ia muncul di dekat Arthur dan melihat kelima boneka bayangan yang tiba-tiba saja muncul di dekatnya sembari berlutut.


"Kembali." ucap Fang Lin memberi perintah, dan dalam sekejap kelima boneka bayangan menghilang dari sana, "Yah, aku tidak terlalu terkejut kalau kau gagal dalam latih tanding ini."


Fang Lin cukup yakin kalau butuh keajaiban bagi Arthur untuk menang dari kelima boneka bayangannya.


"Tapi untuk sekarang kau sudah lebih dari cukup untuk memenuhi ekspektasiku." gumam Fang Lin sebelum menghilangkan domain Penjara Es Suci-nya.


Fang Lin menempatkan Arthur di atas tempat tidur, kemudian dirinya kembali ke kamar asramanya.


***


Keesokan harinya.


Fang Lin yang sedang memejamkan matanya perlahan terbuka, ia kemudian bangkit berdiri lalu mempersiapkan dirinya untuk pergi ke Akademi.


"Hm, sepertinya murid wanita yang berminat padaku mulai berkurang..." Fang Lin bergumam setelah menyebarkan Kesadaran Spritualnya sampai ke lantai dasar.


Tidak seperti sebelumnya, murid wanita yang berkumpul di lantai dasar berkurang hampir 40 persen. Fang Lin tidak mengetahui alasan mengenai itu, tetapi dirinya merasa cukup bersyukur.


Meskipun begitu, Fang Lin tetap melakukan cara yang sama untuk pergi ke Akademi, menggunakan sihir Stealth sekaligus Teleportasi.


***


Di tempat yang sama seperti kemarin, Fang Lin muncul di sana dalam sekejap mata. Setelah memastikan tidak ada seorangpun di sana, ia membatalkan sihir Stealth-nya dan kemudian berjalan ke kelasnya.


Sesampainya di kelas 1-D, ada beberapa anak murid yang sudah duduk di tempatnya berada. Di antara mereka ada Finn, William dan Albert.


Kedatangan Fang Lin menjadi perhatian semua murid di kelas tanpa terkecuali, bukan karena ketampanannya melainkan kemampuannya yang bisa menghajar peringkat Delapan dengan mudah.


Fang Lin tidak menghiraukan tatapan mereka dan duduk di kursinya, ia memandangi langit dari balik jendela lalu memikirkan variabel yang mungkin akan terjadi di masa depan setelah dirinya menjadi Absolute.


Perlahan kelas mulai terisi, seluruh murid perempuan yang sudah menunggu Fang Lin keluar dari kamar asramanya terkejut untuk kedua kalinya ketika menemukan pemuda itu sudah berada di dalam kelas.


"Apa sebenarnya dia tidak tinggal di asrama?"


Percakapan seperti kemarin kembali terjadi, dan murid yang tidak sengaja mendengarnya bergabung ke dalam percakapan.


"Memangnya kalian sudah menunggu dari jam berapa?"


"Aku dari jam lima pagi."


"Aku sendiri sudah menunggu sebelum matahari muncul, tetapi pintu asramanya sama sekali tidak bergerak."


"Apa dia keluar diam-diam? Tapi, bagaimana caranya?"


Ketika mereka sedang membicarakan hal itu, Instruktur Argon masuk ke dalam kelas sesuai dengan jadwalnya.


Pandangan Instruktur Argon menyapu seisi kelas sebelum berhenti di tengah-tengahnya, "Hari ini kita akan melakukan pertandingan di dungeon buatan." ucapnya, lalu menjelaskan secara rinci, "Aku sudah membentuk enam kelompok, yang di mana setiap kelompoknya berisi lima orang. Tetapi karena ada kehadiran murid baru, maka satu dari enam kelompok akan ada satu tambahan orang."


"Dungeon buatan yang dimasuki mempunyai kesulitan tingkat dua, pertandingan ini melihat kelompok mana yang akan menyelesaikan dungeon paling cepat." ucap Instruktur Argon, dan ia terdiam sejenak sebelum kembali menambahkan, "Karena ada satu kelompok yang berisi enam orang, kelompok itu akan terlambat sepuluh menit daripada lima kelompok lainnya."


"Ehhh~!"


Semua murid tentu merasa keberatan ketika mendengar itu, meskipun mereka belum mengetahui kelompok mana yang akan ditempati tetapi bukan berarti tidak ada kemungkinan bagi mereka untuk berada di kelompok yang berisi enam orang.


"Bukankah sepuluh menit adalah waktu yang sangat lama, Instruktur?! Dengan Dungeon tingkat dua, mungkin hanya membutuhkan waktu kurang dari setengah jam bagi lima kelompok itu untuk menyelesaikannya."


Salah seorang murid mengangkat tangan kanannya dan bertanya dengan suara lantang.


"Tapi dengan adanya satu tambahan murid, kalian mempunyai kesempatan untuk mendahului lima kelompok lainnya. Dan, karena aku sudah cukup mengetahui kemampuan kalian, aku sudah mengatur keenam kelompok seimbang dalam segi apapun." jawab Instruktur Argon dengan tenang.


Semua murid diam ketika mendengar hal itu, Instruktur Argon yang melihat kalau tidak ada murid lagi ingin bertanya langsung memberitahu anggota dari kelompok pertama sampai kelompok terakhir.


***


Ruang latihan.


Saat ini, Instruktur Argon bersama seorang pria paruh baya sedang berdiri di hadapan murid yang sudah terbagi menjadi enam kelompok.


"Aku berada di kelompok yang terdiri dari enam orang, ya." gumam Fang Lin sembari memandangi anggota kelompoknya.


Kelompok 6: Fang Lin, Keisha, Amber, Andrew, Goshu, dan Albert.


Sementara Arthur berada di kelompok dua bersama dengan William, Anna, Jack, dan Jun.


"Semoga saja kau tidak keceplosan atau semacamnya." Fang Lin berkata dalam hati dan diam-diam melirik ke arah Anna, "Dia adalah wanita yang tajam, untung saja aku bukan orang bodoh."


Kemarin malam, Anna berniat mencari tau apakah Fang Lin adalah alasan dibalik perkembangan Arthur atau tidak. Dia memberikan pernyataan mendadak yang mengejutkan sembari menatap langsung dirinya, tentu saja kalau Fang Lin memberikan sedikit reaksi yang mencurigakan itu bisa dibilang adalah kekalahannya.


"Sialan, bisa-bisanya aku berada di kelompok enam apalagi bersama denganmu." Albert berkata dengan mata yang menatap tajam ke arah Fang Lin.


Sepertinya Albert merasa kesal karena kemarin dirinya menghajar temannya itu sampai babak belur.


Fang Lin tidak menanggapinya, karena melakukan provokasi pada Albert bukanlah tindakan yang bijak di situasi seperti ini.


Sementara itu, anggota yang lain hanya diam mendengar ucapan Albert. Mereka tampaknya juga lebih memilih menghiraukan dan mendengarkan penjelasan yang sedang dilakukan oleh Instruktur Argon.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.