System Sang Immortal

System Sang Immortal
Memulai Pesta Pernikahan Li Fan dan Sylvia


Beberapa menit berlalu. Orang-orang yang sebelumnya pergi keluar ruangan telah datang kembali, masing-masing di tangan mereka terdapat berbagai macam barang.


Diablo yang melihatnya tersenyum tipis, "Jelaskan satu-persatu barang yang kalian bawa. Dimulai dari dirimu..." Ucapnya sambil menunjuk ke arah wanita cantik berumur 30 tahun-an.


"Saya membawa sepasang kalung yang memiliki nama, matahari dan bulan..." Ucapnya lalu mulai menjelaskan, "Kalung matahari, jika memakainya akan membuat seseorang kebal terhadap api. Sedangkan kalung bulan, dapat membuat tubuh kebal terhadap dingin. Meskipun keduanya memiliki efek yang bertolak belakang, tetapi jika sepasang kekasih yang memakainya akan membuat mereka berdua saling melengkapi."


"Menarik... Bungkus dengan baik kedua kalung itu." Ucap Diablo dan diangguki oleh wanita itu.


Diablo kemudian meminta satu persatu dari mereka menjelaskan barang yang mereka bawa. Tidak butuh waktu lama hingga hal tersebut selesai, Diablo cukup puas dengan apa yang mereka bawa.


"Kalau begitu bingkis semuanya dengan baik, dan sebentar lagi aku akan pergi. Jadi, jangan buat masalah yang tidak perlu selama aku tidak ada..." Ucap Diablo dengan suara tenang namun mengandung ancaman di dalamnya.


"Baik, tuan." Serempak mereka menjawab.


Beberapa saat kemudian, Fei Yulan kembali dengan mengenakan gaun mewah berwarna merah. Dia mengedarkan pandangannya lalu bertanya, "Apakah tuan belum datang?"


Diablo menggelengkan kepalanya pelan dengan kedua tangan yang melipat di depan dada, "Belum, kurasa tidak sampai lima menit lagi tuan akan datang..."


"Tuan? Jadi rumor itu benar, tuan Diablo memiliki atasan yang sangat dihormatinya." Kakek tua bergidik ngeri ketika membatin seperti itu.


Baginya sosok Diablo adalah yang terkuat, bahkan menurutnya setara dengan para Dewa. Tetapi sosok yang kuat tersebut memiliki atasan, sudah jelas jika 'Dia' memiliki kekuatan jauh di atas Diablo.


Tidak hanya kakek tua itu saja yang memikirkannya, tetapi begitu juga dengan orang-orang yang ada di ruangan tersebut. Beberapa dari mereka ada yang tidak sabar melihat sosoknya, sedangkan sebagian besar ketakutan karena tidak tau sifat apa yang dimiliki olehnya. Jika saja Diablo memiliki sifat yang kejam, bagaimana dengan tuannya? Memikirkan itu saja sudah membuat bulu kuduk mereka merinding.


Setelah mereka menempatkan hadiah mereka ke tempat yang mewah, mereka langsung memberikannya ke Diablo. Usai masing-masing dari mereka sudah memberikan hadiah, suasana menjadi hening.


Diablo sendiri langsung memasukkan semua hadiah tersebut ke dalam dimensinya, tatapannya kemudian menyapu semua orang yang ada di sana. Ketika Diablo ingin mengatakan sesuatu tiba-tiba saja seseorang muncul di sebelahnya.


"Tuan!" Diablo langsung menundukkan badannya dengan satu tangan di depan dada, begitu juga dengan Fei Yulan.


Mereka yang melihat itu semua tentu terkejut, lalu berlutut dengan seluruh tubuh yang gemetar. Meskipun mereka tidak merasakan aura sedikitpun keluar dari tubuh orang itu, namun mereka tau kalau dia adalah sosok tuan yang dimaksud oleh Diablo.


"Oh, apakah mereka orang-orang penting di Alam ini?"


Diablo kembali menegakkan badannya dan menjawab, "Benar tuan..."


Fang Lin tersenyum tipis dan berkata, "Berdirilah kalian..."


Mereka tidak mengatakan apa-apa dan langsung berdiri, tetapi kepala mereka menundukkan ke lantai karena takut bertatap-tatapan.


"Mereka terlihat ketakutan, apakah kamu mengatakan sesuatu yang membuat mereka bertingkah seperti itu?" Tanya Fang Lin penasaran.


Diablo menggelengkan kepalanya pelan, "Sama sekali tidak tuan. Saya sendiri bahkan tidak pernah menceritakan sedikitpun identitas anda kepada mereka..." Jawabnya cepat.


"Ah, iya. Omong-omong kau sudah menguasai berapa alam? Dan apakah ada tanda-tanda jejak mereka?"


"Kami berdua sudah menguasai 17 Alam Tingkat Tinggi, 31 Alam Menengah dan 84 Alam Rendah. Tetapi dari semua Alam itu, tidak ada satupun tanda-tanda keberadaan dari calon istri anda. Maafkan saya, tuan..."


Fang Lin menghela nafas panjang, "Tidak perlu meminta maaf, justru aku merasa bersalah karena merepotkan dirimu..." Ucapnya sambil tersenyum tipis, "Sudahi obrolan ini. Apakah kalian berdua sudah siap?"


"Kami siap, tuan." Jawab keduanya serempak.


Fang Lin mengangguk lalu menoleh ke arah orang-orang yang berada di dekatnya, "Apakah kalian ingin ikut juga? Aku sedang mengadakan pesta."


"Yang Mulia? Jangan panggil aku dengan sebutan semacam itu, panggil saja tuan."


"B-baik tuan..."


"Bagus... Aku meminjam Diablo dan Fei Yulan." Ucap Fang Lin dan seketika mereka bertiga menghilang dari sana.


Suasana menjadi hening selama beberapa saat, hingga salah satu dari mereka menghela nafas panjang, "Mengerikan... Tatapannya membuatku merinding."


"Kau benar, tetapi dia sangat tampan. Aku tidak percaya kalau ada pria tampan seperti itu..."


"Bajingan, kau masih memikirkan fisiknya? Jika saka tadi kita salah berkata, kepala kita mungkin sudah lepas..."


"Huh? Kenapa kau menjadi begitu sensitif. Dasar pria tua bodoh..."


Perempuan yang baru saja mengatakan hal tersebut langsung pergi keluar dari ruangan. Ketika itu terjadi, satu persatu dari mereka juga mulai keluar dan hanya menyisakan tiga orang saja.


"Sepertinya mustahil untuk mengambil alih Alam ini kembali. Mengingat tuan Diablo memiliki atasan yang mengerikan, aku rasa kita akan menggali kuburan sendiri jika mengkhianatinya..."


"Kau benar. Meskipun sosok 'orang itu' jauh lebih lebih mengerikan dari tuan Diablo, namun ada baiknya kita melihat situasi di masa depan nanti."


"Aku setuju. Mari kita bertindak netral untuk saat ini..."


Ketiganya mengangguk secara bersamaan dan pergi dari ruangan. Beberapa saat kemudian, Fang Lin, Diablo dan Fei Yulan muncul tiba-tiba.


"Diablo. Setelah pesta selesai, aku ingin dirimu membunuh mereka bertiga dan juga orang yang mereka maksud... Dan jika semua berakhir, aku ingin kalian berdua membantuku dalam peperangan yang nantinya akan datang."


"Kami berdua akan melakukan perintah anda, tuan." Jawab keduanya dengan badan yang sedikit menunduk.


Fang Lin tersenyum tipis, "Bagus. Mari pergi..." Ucapnya dan seketika mereka bertiga menghilang dari sana.


***


Dunia Jiwa.


Fang Lin, Diablo dan Fei Yulan muncul di halaman mansion yang begitu besar serta mewah. Terdapat cukup banyak orang di sana dan alunan musik yang sangat nyaman untuk didengar.


Kehadiran mereka bertiga langsung menjadi pusat perhatian orang-orang di sekitar. Para bawahan langsung menghampiri ketiganya dengan senyum terukir di wajah mereka.


"Diablo! Sudah lama tidak bertemu, bagaimana kabarmu?" Tanya Yang Jian penasaran.


"Aku baik-baik saja... Bagaimana kabar kalian? Hmm, sepertinya kalian sudah bertambah kuat." Diablo berkata dengan nada santai.


"Hohoho... Matamu sangat tajam, Diablo." Guo Ren berkata.


Mereka saling bertukar sapa cukup lama. Fang Lin yang melihat mereka hanya tersenyum, ia kemudian pergi dari sana dan berniat untuk memulai pestanya.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.