
Setelah memberikan latihan kepada Fang Ji, Fang Lin langsung mengalihkan pandangan-nya ke arah Yun Feng.
Yun Feng sendiri menelan ludah-nya dengan kasar ketika mendapati tuan-nya sedang menoleh ke arah-nya.
"Yun Feng mempunyai 4 akar elemen, Yaitu Api, Air, Udara dan Tanah... Jadi latihan apa yang cocok untuk-nya?" Batin Fang Lin berpikir.
[Tuan lebih baik anda melatih insting-nya terlebih dahulu, Karena menurut Yue Serigala Bintang memerlukan insting yang kuat untuk pertarungan]
Mendengar itu Fang Lin mengangguk-kan kepala-nya paham, Ia mengelus dagu-nya pelan dan berpikir latihan yang cocok untuk Yun Feng.
Beberapa saat kemudian, Fang Lin mengeluarkan salah satu boneka bayangan-nya, "Lakukan duel dengan serigala itu, Tahan kekuatan-mu hingga Supreme Being dan gunakan kecepatan cahaya" Ucap Fang Lin memberi perintah.
Bayangan manusia yang berada di hadapan Fang Lin langsung mengangguk-kan kepala-nya patuh, "Baik, Tuan..." Jawab Boneka Bayang.
Fang Lin lalu menatap ke arah Yun Feng dan tersenyum tipis, "Lawan manusia bayangan ini dengan kekuatan penuh-mu... Jangan meremehkan-nya, Karena aku memerintahkan-nya untuk bertarung serius melawan-mu" Ucap Fang Lin menjelaskan.
Yun Feng yang mendengar-nya sekali lagi menelan ludah-nya dengan kasar, Ia menarik nafas-nya cukup dalam lalu mengeluarkan-nya secara perlahan, "Baik, Tuan!" Balas Yun Feng dan seketika ia mengeluarkan aura Immortal King milik-nya.
Di sisi lain, Boneka bayang yang berada di hadapan Fang Lin langsung berdiri dari posisi berlutut-nya, Dia membalik-kan badan-nya dan membuat dua pedang Qi di kedua tangan-nya.
~Whoooshhh~
Boneka Bayang tersebut melesat ke arah Yun Feng dengan kecepatan cahaya, Dan tidak sampai satu detik dia sudah berada di belakang Yun Feng.
Boneka bayang langsung menyerang Yun Feng, Namun serigala tersebut dapat menghindari-nya, "Cepat!" Batin Yun Feng dengan nada terkejut.
Yun Feng mengeluarkan cakar di seluruh kaki-nya lalu mulai menyerang boneka bayang dengan kecepatan luar biasa.
Sedangkan Fang Lin yang melihat itu semua hanya diam dan memerhatikan, Ia membuat kursi es di belakang-nya dan duduk di sana, "Sepertinya ini akan berlangsung lama..." Gumam Fang Lin pelan. Ia berpikir untuk pergi sendirian saat rapat yang dilakukan esok hari.
"Oh, Ya... Aku belum mengabari para bawahan inti-ku, Kalau aku akan mengadakan rapat besok... " Ucap Fang Lin dan langsung menelepati Yang Jian
"Yang Jian, Dimana kau?"
"Tuan? Saya sedang berkultivasi di Kolam Suci..."
"Oh... Kalau begitu tunda sementara kultivasi-mu, Aku ingin meminta-mu untuk memberitahu semua orang yang ada di kota Fang kalau aku akan mengadakan rapat esok pagi"
"Besok? Hmm... Baik tuan, Saya akan melakukan-nya sekarang"
"Bagus..." Ucap Fang Lin dan langsung menutup telepati-nya dengan Yang Jian.
Fang Lin menghela nafas-nya pelan lalu kembali memerhatikan pertarungan antara Boneka Bayang dan Yun Feng.
***
Alam Kegelapan, Istana True Demon Emperor.
Saat ini Zhou Fan, Mo Fuli dan 15 Pilar sedang melakukan rapat di sebuah ruangan yang di lapisi oleh Qi Iblis.
Pada rapat ini, Zhou Fan memberitahu rencana yang ia dan tuan-nya buat sebelum-nya. Di sisi lain, Para pilar hanya bisa menahan nafas mereka ketika mendengar rencana dari kaisar mereka.
"Kaisar, Apakah anda yakin dengan rencana itu? Bukan-kah rencana yang anda jelaskan sudah termasuk melanggar peraturan semesta?" Tanya salah satu pilar dengan nada memastikan.
Mendengar itu Zhou Fan mengangguk-kan kepala-nya pelan, "Ya kau benar, Tetapi Rencana ini cukup sempurna... Karena kalau kita menyatakan perang secara langsung pada Dewa Iblis, Kita belum tentu bisa memenangkan perang ini..." Jawab Zhou Fan dengan nada serius.
Perlu diketahui kalau Dewa Iblis kemungkinan lebih kuat dari Fang Lin, Jadi untuk berjaga-jaga Zhou Fan memilih untuk menyerang Dewa Iblis secara mendadak daripada harus menyatakan perang terlebih dahulu.
Para pilar yang mendengar jawaban Zhou Fan hanya bisa diam dan menghela nafas pelan. Setengah dari para pilar yakin kalau mereka dapat memenangkan perang melawan Dewa Iblis sedangkan setengah-nya lagi tidak yakin kalau mereka bisa mengalahkan Wang Ling si Dewa Iblis.
Zhou Fan yang melihat keraguan di beberapa wajah para pilar langsung menghela nafas panjang, "Kalian dapat mengundurkan diri dari perang ini dan pergi dari tempat ini kapan-pun kalian mau... Tetapi dengan syarat, Aku akan menghilangkan ingatan kalian mengenai masalah ini" Ucap Zhou Fan pelan namun dapat di dengar oleh seluruh pilar.
Zhou Fan mengatakan hal itu karena ia tidak ingin salah satu dari mereka ada yang berkhianat dan melaporkan rencana-nya kepada Dewa Iblis.
Karena jika itu terjadi, Semua rencana-nya akan kacau dan tentu hal tersebut akan merepotkan tuan baru-nya.
Sedangkan para pilar yang mendengar itu hanya diam tak berbicara satu patah katapun. Sebagian pilar yang tidak yakin menang melawan Dewa Iblis, Karena mereka sudah melihat kekuatan asli Dewa Iblis. Mereka takut kalau mereka akan dibantai habis-habisan oleh Dewa Iblis.
"Kaisar... Bisakah saya bertanya sesuatu?" Tanya salah satu pilar sambil mengangkat satu tangan-nya.
"Katakan..." Balas Zhou Fan dengan nada tenang.
"Seberapa kuat tuan baru anda, Kaisar? Kenapa anda begitu menghormati-nya, Sedangkan anda belum melihat kekuatan asli milik-nya..." Tanya pilar tersebut dengan nada penasaran.
Mendapati pertanyaan itu, Zhou Fan menghela nafas panjang, "Jujur... Aku memang belum melihat kekuatan asli-nya, Akan tetapi aku dapat melihat potensi yang dimiliki oleh tuan Fang Lin" Jawab Zhou Fan dengan nada tenang.
Para pilar yang mendengar-nya langsung mengangguk-kan kepalanya, Mereka sudah tau kalau Kaisar mereka bisa melihat potensi seseorang.
"Lalu seberapa tinggi potensi yang dimiliki-nya sehingga membuat Kaisar hormat kepada-nya?" Tanya kembali pilar tersebut.
Zhou Fan terdiam sesaat dan menatap para pilar dengan tatapan serius, "Tak terbatas..." Jawab Zhou Fan dengan nada sedikit bergetar.
~Deg~
Jantung mereka semua seakan berhenti ketika mendengar itu, Para pilar hanya bisa melebarkan mata dan merasa tidak percaya tentang apa yang baru di dengar mereka barusan.
Tak terbatas? Itu... Gila! Bahkan Dewa Iblis saja hanya memiliki potensi untuk mencapai ranah Dewa Dunia saja, Tetapi tuan baru Kaisar mereka memiliki potensi yang tak terbatas? Astaga, Mereka tidak akan percaya bualan semacam itu kalau bukan Kaisar mereka sendiri yang mengatakan-nya.
Suasana menjadi hening sekaligus tegang usai Zhou Fan mengatakan hal tersebut. Di saat keheningan tersebut terjadi, Tiba-tiba suara keributan terjadi di luar ruangan.
"Bajingan! Biarkan aku masuk! Jangan halangi aku untuk bertemu dengan kakak-ku!" Teriak seseorang dengan suara yang cukup berat.
Di sisi lain, Zhou Fan yang mendengar hal itu sedikit mengerutkan alis-nya, "Zhou Ruli? Kenapa dia membuat keributan?" Gumam Zhou Fan heran lalu melirik ke arah Mo Fuli yang ada di dekat-nya.
Mo Fuli yang mengerti tatapan Kaisar-nya langsung mengangguk-kan kepala-nya paham, Ia menjentik-kan jari-nya dan seketika pintu masuk ruang rapat perlahan terbuka.
Di saat yang bersamaan, Suara gaduh yang berada di luar ruangan langsung hilang dan beberapa saat kemudian pintu keluar ruang rapat terbuka lebar lalu menampilkan sosok pria bertanduk yang memiliki pupil mata hijau terang.
"Apa maksud-mu? Kenapa kau membuat kegaduhan tepat di luar ruangan rapat?" Tanya Zhou Fan dengan nada yang sedikit di tekan.
Zhou Ruli yang berada di luar pintu rapat langsung menepis tangan penjaga yang memegang-nya dan masuk ke dalam ruang rapat, Ia berjalan mendekati Zhou Fan lalu menangkup-kan tangan-nya, "Maaf, Kakak... Aku disini ingin menanyakan sesuatu yang mendesak" Ucap Zhou Ruli dengan nada rendah.
"Katakan pertanyaan-mu... Dan jika pertanyaan itu tidak penting, Siap-siap saja kau menerima hukuman dari-ku" Balas Zhou Fan dengan nada yang di tekan.
Zhou Ruli yang mendengar-nya langsung mengangguk-kan kepala-nya paham, "Siapa tuan baru kakak? Dan kenapa kakak ingin berperang melawan Dewa Iblis dengan alasan dia telah membohongi kakak?" Tanya Zhou Ruli tanpa basa-basi.
Zhou Fan yang mendapati dua pertanyaan dari adik tiri-nya langsung menghela nafas panjang, "Pertama... Aku tidak mengetahui identitas jelas tuan baru-ku, Tetapi yang pasti dia adalah orang yang berasal dari Alam Kecil" Jawab Zhou Fan lalu menimpali-nya dengan cepat, "Lalu untuk pertanyaan-mu yang kedua, Bukan-kah itu sudah jelas alasan kenapa aku murka kepada-nya?" Timpal Zhou Fan dengan suara tenang.
Mendengar itu Zhou Ruli terdiam sesaat, "Tapi kak, Bukan-kah itu berlebihan? Dewa Iblis pasti mempunyai alasan sendiri mengenai dia yang menculik Zhou Liyan" Ucap Zhou Ruli dan seketika sebuah aura iblis menekan tubuh-nya sampai berlutut.
~Whoooshhh~
"Alasan?!! Apapun alasan-nya aku tidak peduli!! Zhou Liyan adalah anak-ku dan dia berani menjauhkan aku dari Zhou Liyan selama 250 tahun!!! Kau pikir aku akan diam saja?!" Ucap Zhou Fan dengan suara berat sambil mengeluarkan aura iblis-nya yang begitu kuat.
Para pilar termasuk Mo Fuli hanya bisa diam dengan tubuh yang sedikit bergetar, Mereka cukup takut dengan aura yang dikeluarkan oleh Kaisar mereka meskipun aura tersebut tidak di arahkan ke mereka.
Sedangkan Zhou Ruli hanya bisa menunduk-kan kepala-nya ke lantai dengan tubuh yang bergetar hebat, Ia tidak bisa menggerak-kan tubuh-nya lagi seakan tubuh-nya sudah terpotong-potong menjadi banyak bagian.
Zhou Fan yang melihat Zhou Ruli serta orang-orang yang di dalam ruang rapat ketakutan langsung menarik kembali aura iblis-nya, "Maafkan aku... Aku terlalu sensitif jika ada sesuatu yang menyangkut anak-ku" Ucap Zhou Fan menyesal.
Para pilar dan Mo Fuli hanya bisa diam dan menghela nafas lega ketika Kaisar mereka menarik aura iblis-nya kembali, Mereka lalu menatap ke arah Zhou Ruli yang kini sedang terduduk di lantai dan menatap ke arah bawah dengan tatapan kosong.
"Bawa dia ke ruangan-nya... Kita akan akhiri rapat untuk hari ini" Ucap Zhou Fan dan seketika dia menghilang dari tempat duduk-nya.
Melihat Kaisar mereka pergi suasana menjadi hening, Dan beberapa saat setelah itu Mo Fuli berdiri lalu melayangkan Zhou Ruli menggunakan Qi-nya, "Bereskan tempat ini..." Ucap Mo Fuli saat melihat banyak retakan di dinding.
Para pilar yang mendengar-nya langsung mengangguk-kan kepala mengerti. Di sisi lain, Mo Fuli yang melihat angguk-kan mereka langsung berjalan ke pintu keluar ruang rapat sambil. membawa Zhou Ruli.
***
Ruang Hampa, Keesokan Harinya.
Fang Lin saat ini masih melihat pertarungan Yun Feng dengan boneka bayangan-nya, Ia lalu menelepati Yang Jian untuk menanyakan tentang rapat hari ini.
"Apakah para penduduk kota Fang sudah berkumpul?" Tanya Fang Lin saat telepati-nya terhubung ke Yang Jian.
"Ya, Tuan... Semua orang termasuk keluarga tuan sudah berkumpul di lapangan kota Fang..."
"Bagus, Aku akan kesana..." Ucap Fang Lin dan langsung memutuskan telepati-nya.
~Whoooshhh~
Dalam sekejap Fang Lin menghilang dari sana dan meninggalkan orang-orang yang berada di ruang hampa.
***
Dunia Abyss, Langit Kota Fang.
Fang Lin tiba-tiba saja muncul di atas langit kota Fang, Ia menyebarkan kesadaran-nya untuk mencari lokasi berkumpul-nya para penduduk kota Fang.
Tak butuh waktu lama Fang Lin menemukan tempat tersebut, Ia menghilang dari tempat-nya dan muncul di atas batu besar. Saat ini dihadapan-nya terdapat ribuan penduduk kota Fang beserta keluarga dan bawahan inti-nya.
Fang Lin melompat turun dari batu tersebut lalu berjalan mendekati orang tua-nya, "Ayah, Ibu... Apakah kalian ingin tempat duduk?" Tanya Fang Lin saat berada di belakang orang tua-nya.
Fang Qin dan Xia Mei terkejut ketika mendengar suara Fang Lin di belakang mereka, "Fang'er, Kau mengagetkan ayah saja" Ucap Fang Qin dengan suara yang sedikit tinggi lalu menimpali-nya, "Tidak perlu, Kita berdiri saja..." Timpal Fang Qin dan di-angguki oleh Fang Lin
Para calon istri, Sylvia dan para bawahan inti langsung menoleh ke arah Fang Qin ketika mendengar itu, Mereka semua cukup terkejut ketika mendapati Fang Lin yang sudah berada di belakang mereka.
"Tuan..." Salam para bawahan inti sambil menunduk-kan badan mereka.
Fang Lin mengangguk-kan kepala-nya pelan, "Nie Li tidak datang ya?" Tanya Fang Lin sembari melihat ke arah sekitar-nya.
"Eee... Aku tidak memberitahu-nya tuan kalau hari ini akan ada rapat" Jawab Yang Jian sambil menggaruk-kan kepala-nya yang tidak gatal.
"Ya, Tak apa... Ini salah-ku juga karena hanya menyuruh-mu untuk memberitahu penduduk kota Fang saja" Balas Fang Lin lalu menelepati Nie Li yang berada di hutan luar lembah.
.....
Beberapa saat kemudian, Fang Lin memutuskan telepati-nya ke Nie Li ketika diri-nya sudah memerintahkan-nya untuk datang kemari, "Kalau begitu kita akan mulai rapat-nya..." Ucap Fang Lin pelan namun dapat di dengar oleh semua orang yang ada di sana.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
NOTE: Author setiap hari bakal up 1 chapter 2.000 kata.
Dan ini adalah list bawahan inti Fang Lin, Kalau ada yang kelupaan bisa di koreksi. Btw ranah mereka udah naik saat Fang Lin berada di Alam 100 Pelangi, Jadi jangan heran kalau ranah mereka beda dari sebelum-nya
Bawahan Inti:
- Yang Jian ( Manusia ) Ranah: Holy Monarch Level 3
- Guo Ren ( Manusia ) Ranah: Menuju Dewa Level 9
- Bai Hu ( Harimau Putih > Manusia ) Ranah: Spiritual God Emas Tanda Merah | Tingkat Tubuh: To God Level 6
- Hu Jiazhen ( Naga Hitam) Ranah: ???
- Pi Yu ( Manusia ) Ranah: Spiritual God Emas Tanda Hitam
- Ji Xi ( Iblis ) Ranah: True God
- Yun Feng ( Serigala Bintang ) Ranah: Immortal King Level 3
- Nie Li ( Roh Hutan ) Ranah: Dewa Pemula Level 2
- Naga Putih | Ranah: Spiritual God Berlian Tanda Putih
- Zhou Fan ( Iblis Sejati ) Ranah: Dewa Emas Level 18
- Fang Ji ( Phoenix Api ) Ranah: Kaisar Level 3