
Fang Lin mengeksekusi berbagai teknik pedangnya pada ketiga Naga itu, berkat pedang Pembunuh Absolute dan buff yang diberikan oleh Cassiel, dua dari tiga Naga tersebut mengalami luka yang tidak bisa dipulihkan.
Karena hal itu, Fang Lin mulai mengungguli pertarungan yang ada meskipun melawan tiga Absolute sekaligus.
Di sisi lain, Cassiel dan dua Absolute lainnya mengamati pertarungan yang dilakukan oleh Fang Lin melalui Kesadaran Spiritual. Mereka merasa kagum dengan kemampuannya sekaligus merasa ngeri dengan senjatanya.
"Pedang milik Tuan Razor memang sangat mengerikan, pantas saja banyak petinggi Absolute yang tidak mau bermusuhan dengannya ketika dia masih memiliki pedang itu." Cassiel bergumam kecil, lalu melanjutinya, "Dan juga kemampuan orang itu benar-benar hebat, kurasa dia tidak membual soal ucapan tadi meskipun bagiku itu masih sedikit berlebihan..."
Cassiel harus memasukkan Fang Lin ke dalam daftar lawan yang tidak boleh diremehkan. Karena setelah Pertempuran Kelompok selesai, mereka berdua akan kembali menjadi musuh yang saling berusaha menghabisi satu sama lain.
Tidak hanya Cassiel saja yang berpikiran demikian, tetapi Childe dan Nalimi uga memikirkan hal serupa.
Pertarungan antara Fang Lin dengan ketiga Absolute itu berlangsung setidaknya selama empat hari penuh, sampai akhirnya mereka bertiga memilih untuk mundur karena luka-luka yang diterima benar-benar merugikan mereka.
Fang Lin tetap mengambil sikap waspada meskipun melihat mereka kabur, ia kemudian kembali memasuki perisai setelah berdiam di sana selama beberapa jam.
"Kemampuanmu benar-benar hebat, Fang Lin." Childe memuji, dia masih berada di atas kasur dengan posisi miring ke kiri dengan kepala yang ditopang oleh telapak tangan kirinya.
"Senang mendengar itu, tapi sayangnya aku tidak berhasil mengambil Orb mereka." Fang Lin sebenarnya sedikit kecewa, tapi mau bagaimana lagi? Ia harus menghemat energi miliknya sampai Pertempuran Kelompok ini berakhir dan juga untuk kejadian yang tak terduga.
"Yah, membantumu tidak masuk ke dalam rencana, jadi mau bagaimana lagi..." Childe mengangkat sudut bibirnya sambil mengangkat kedua pundaknya.
Fang Lin kali ini tidak menanggapi, kemudian menciptakan singgasana sederhana yang terbuat dari elemen Es Suci dan duduk di sana.
"Kenapa kau menghemat energi selama pertarungan? Kalau kau serius, mungkin kau bisa menghabisi salah satu dari mereka." Nalimi yang masih berdiri tegak di tempatnya bertanya tanpa menoleh sedikitpun.
Fang Lin tidak menjawab itu bukan karena tidak mau, tetapi ia ingin melihat seberapa penasaran perempuan itu terhadap pertanyaan tersebut.
"Hei, kau tidak mau menjawab?" Nalimi kembali bertanya, dan dia sedikit menoleh ke arah Fang Lin.
"Kalau kau benar-benar penasaran, datang kemari dan bertanya tepat di depanku. Bukankah itu etika dasar terhadap orang lain?" Fang Lin berkata dengan acuh tak acuh.
Nalimi sedikit menyipitkan matanya, lalu menghilang dari tempatnya dalam sekejap dan kembali muncul beberapa belas meter di depan Fang Lin.
"Apa kau sudah puas?" Nalimi bertanya, nadanya terdengar sedikit malas.
Fang Lin tersenyum tipis, lalu menatap wajah Nalimi yang terlihat sangat imut di matanya, "Bukankah jawabannya mudah? Aku tidak ingin memperlihatkan diriku yang tak berdaya di hadapan kalian bertiga, karena tidak ada peraturan yang di mana kau tidak boleh membunuh rekan sendiri." Fang Lin menjawab dengan santai, ia sengaja memberikan jawaban berbeda dari apa yang dipikirkannya untuk melihat reaksi dari mereka bertiga.
Mereka bertiga tidak memperlihatkan ekspresi khusus setelah mendengar jawaban dari Fang Lin, tampaknya mereka juga memikirkan hal yang sama sehingga tidak terlalu terkejut mendengar itu.
"Sudah kuduga kau akan menjawab seperti itu." Nalimi mendengus kecil sebelum menghilang dari sana dan kembali muncul di tempat dirinya berdiri sebelumnya.
Suasana menjadi hening karena tidak ada serangan lainnya setelah tiga Naga Absolute itu.
......................
Beberapa hari berlalu, dan Liu Bei kembali dengan tiga Orb yang tertanam di jiwanya.
"Uwaaaah~ Menyenangkan sekali!" Liu Bei berkata demikian sesaat setelah dirinya muncul.
"Wah, kau berhasil membunuh dua Absolute sekaligus?" Cassiel bertanya, nadanya terdengar kagum sekaligus senang.
"Hehehe... Begitulah, kebetulan mereka adalah lawan yang mudah." Liu Bei menjawab sembari menyerahkan dua Orb di jiwanya.
Jumlah energi dalam Dantian Liu Bei saat ini sudah berkurang sebagian, dan itu adalah hal yang wajar mengingat dia membunuh dua Absolute sekaligus.
Liu Bei kemudian menoleh ke arah Fang Lin ketika Cassiel sedang berusaha memulihkan energinya, dia menyapanya dengan melambaikan tangan kanannya.
"Bagaimana kabarmu, apakah situasinya aman terkendali?" tanya Liu Bei dari kejauhan, dia tidak berteriak saat mengucapakan itu karena sudah mengalirkan energi ke dalam suaranya sehingga bisa didengar dengan jelas oleh Fang Lin
"Ya, tidak ada masalah yang merepotkanku." Fang Lin menanggapi, senyum tipis terukir di bibirnya.
"Syukurlah, aku senang mendengarnya." Liu Bei sembari tersenyum lebar, memperlihatkan giginya yang putih serta rapi.
Setelah Cassiel berhasil memulihkan beberapa persen energi milik Liu Bei, dia menatap sekitarnya dan bertanya, "Jadi, siapa yang akan menggantikan Liu Bei?"
"Aku malas, aku mau tidur saja." Childe segera menjawab, Nalimi juga memberikan jawaban yang hampir serupa karena dia masih belum berani untuk melakukan perebutan Orb.
Cassiel yang melihat kedua orang itu menolak langsung menghela nafas panjang, kemudian menoleh ke arah Fang Lin yang masih duduk di singgasana Es dengan santai.
"Ya, aku mengerti." Fang Lin menjawab dengan malas, kemudian bangkit berdiri dari singgasananya, "Setelah aku kembali, biarkan aku memulihkan energiku sampai pulih sepenuhnya."
"Tentu, aku paham." Cassiel mengangguk, dan Fang Lin langsung menghilang dari sana dalam sekejap setelah mendapat tanggapan itu.
Fang Lin melesat di udara dengan kecepatan yang sangat tinggi, ia menyebarkan Kesadaran Spiritualnya sampai batas tertentu untuk menghemat energinya.
Tidak lama setelah Fang Lin melesat di udara, ia menemukan kubah perisai yang menjadi penanda kalau itu adalah wilayah dari kelompok musuh.
Setelah berhenti di balik awan, Fang Lin menggunakan sihir Stealth dan menggunakan Mata Dewanya untuk melihat siapa saja yang ada dibalik sana.
"Hm?" Fang Lin bisa menemukan sekelompok makhluk yang berasal dari ras Vampir, ia kemudian bergumam, "Sepertinya pemikiranku sebelumnya tidak salah, setiap kelompok hanya terdapat satu ras saja."
"Jumlah mereka ada empat, masing-masing dari mereka mempunyai jumlah energi yang cukup banyak." Fang Lin bergumam, lalu melanjutinya, "Akan sulit bagiku untuk melawan mereka seorang diri."
Pada saat Fang Lin baru berkata demikian, Sazhin muncul beberapa ratus meter di dekatnya dan mengamati wilayah yang ditempati oleh para Vampir itu.
Sepertinya pemuda dengan pedang ganda di belakang punggungnya itu tidak menyadari keberadaan Fang Lin yang menggunakan sihir Stealth.
"Hei, ingin bertarung bersama?" Fang Lin berkata setelah sihir Stealthnya dibatalkan.
Whoooosh!
Tentu saja kehadiran tiba-tiba Fang Lin mengejutkan Shanzi sehingga membuatnya terbang menjauh dengan kedua tangan yang sudah menggenggam sebilah pedang.
"Apa-apaan itu...? Bagaimana kau bisa ada di sana?" Shanzi tidak bisa untuk tidak bertanya, kedua matanya masih melebar karena saking terkejutnya.
"Itu teknikku..." Fang Lin menjawab dengan kedua pundak yang terangkat, "Jadi, apa jawabanmu mengenai pertanyaanku barusan?"
Shanzi sebenarnya masih terkejut saat ini, jantungnya bahkan berdegup dengan kencang. Ia tidak langsung menjawab penawaran Fang Lin melainkan memikirkannya terlebih dahulu meskipun mereka berdua adalah rekan satu kelompok.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.