System Sang Immortal

System Sang Immortal
Fang Lin Vs Xu Yuan IV


"Tentu saja aku menyadarinya. Semenjak kau kubangkitkan, aku dapat mengetahui kalau dirimu sedikit lebih spesial dari yang lain..." Jawab Fang Lin dengan suara tenang.


Xiao Chen tersenyum tipis, dan ia mulai menceritakan kejadian mengenai dirinya saat diambil alih oleh Xu Yuan.


***


Pada saat itu, Xiao Chen sedang melesat di udara dengan kecepatan yang melebihi cahaya, namun tiba-tiba saja kegelapan tanpa batas muncul dan menelannya.


Xiao Chen sudah menghubungi tuannya, tetapi usahanya itu selalu gagal seakan ada sebuah penghalang yang menghalangi telepatinya.


Xu Yuam kemudian muncul tidak lama setelah itu terjadi, lalu rantai yang entah datang dari mana mengikat kedua tangan dan kakinya.


Rantai tersebut tidak bisa dihancurkan meskipun Xiao Chen sudah mengerahkan seluruh kekuatannya.


Xu Yuan sendiri memegang kepala Xiao Chen dengan tangan kanannya, lalu merapalkan sesuatu yang memunculkan cahaya biru gelap.


Sesaat setelah itu, rasa sakit yang luar biasa menyerang kepala Xiao Chen.


Rasa sakit itu berlangsung cukup lama hingga akhirnya mulai mereda setelah cahaya biru tua itu menghilang.


"Berlutut..."


Xu Yuan berkata dengan suara pelan dan disaat yang bersamaan Xiao Chen langsung berlutut sesuai yang dikatakan oleh orang itu.


"Mulai hari ini, aku adalah Tuan-mu yang baru. Panggil aku Dewa Semesta, mengerti?"


"Hamba mengerti, Dewa Semesta..." Jawab Xiao Chen dengan suara pelan.


Xu Yuan terdiam sejenak karena merasa ada sedikit kejanggalan pada Xiao Chen, tetapi ia menepisnya dan berpikir kalau itu hanya perasaan khawatirnya saja..


"Shadow Steal tidak mungkin gagal..."


***


Fang Lin terdiam cukup lama setelah mendengar cerita Xiao Chen, dan kemudian bergumam, "Shadow Steal, ya..."


"Yue, apa aku bisa melakukan hal yang sama seperti Xu Yuan? Teknik Shadow Steal itu terdengar menarik..."


"Hm? Sepertinya kamu juga berniat untuk mengambil alih kembali Xiao Chen, ya?"


"Ya, ada masalah?"


"Lupakan saja tentang itu. Lebih baik melenyapkan Xiao Chen sekarang daripada nanti..."


"Eh! Kenapa begitu?"


"Jiwa Xiao Chen masih terdaftar sebagai Turnamen Semesta, jika kamu membiarkan jiwanya terus hidup maka suatu saat nanti dia akan menjadi lawanmu. Lebih buruknya lagi, dia bisa menjadi lebih kuat dari yang sebelumnya bahkan dari musuh kamu sekarang ini..."


"Jadi maksudmu aku harus melenyapkan Xiao Chen, karena dia bisa jadi ancaman nantinya?"


"Yap, benar." Jawab Yue singkat.


Fang Lin terdiam sejenak sebelum menghela napas panjang, ia memutuskan telepatinya dan kemudian bertanya, "Kalau tidak salah, kau mempunyai istri bukan?"


Xiao Chen mengangguk pelan, "Ya. Namanya adalah Mei Yi..."


"Baiklah. Apa permintaan terakhirmu sebelum aku melenyapkan keberadaanmu?"


Xiao Chen sedikit melebar mata, "Ah, jadi begitu ya..." Gumamnya lalu menimpali, "Kalau begitu, hapus semua ingatan tentangku dan semua yang berhubungan denganku. Lalu, pastikan dia menikahi pria yang jauh lebih baik dari aku..."


Fang Lin memejamkan matanya ketika mendengar permintaan Xiao Chen, "Baiklah. Aku berjanji akan memenuhi permintaanmu..." Jawab Fang Lin sambil membuka matanya perlahan.


Pupil mata Fang Lin yang tadinya berwarna biru safir, kini sudah berubah menjadi warna merah dengan simbol yang unik.


"Lenyapkan..."


Xiao Chen mengangkat kedua tangannya dan menciptakan penghalang Qi, hal itu bukan atas kehendaknya tetapi perintah dari Xu Yuan langsung.


Boom!


Ledakan terjadi dan menghancurkan penghalang Qi tersebut. Wujud bayangan Xiao Chen langsung lenyap, dan Roh-nya yang mengeluarkan cahaya perlahan mulai pudar menjadi serpihan debu.


"Tepati janjimu, Fang Lin. Aku harap, kau dapat memenangkan kontes sialan ini..."


Suara Xiao Chen menggema di kepala Fang Lin sebelum Roh-nya menghilang tak tersisa.


Fang Lin tersenyum, "Pasti... Kau tidak perlu khawatir." Balas Fang Lin, dan pupil matanya kembali menjadi biru safir lagi.


***


Saat ini, Xu Yuan sedang memegang sebuah kristal seukuran telapak tangannya. Kristal tersebut menampilkan kejadian yang baru saja terjadi pada Xiao Chen.


"Meski sudah menjadi makhluk bayangan, dia masih dapat mempertahankan kesadarannya? Menarik, jadi itu perasaan yang mengganjal setelah mengambil alih dirinya..." Xu Yuan menyeringai tipis, "Sayang sekali dia sudah lenyap. Andai aku mengetahui ini lebih awal, mungkin memanipulasi ingatannya adalah suatu hal yang menguntungkan..."


***


Dunia Abyss.


Kini, pasukan bayangan dan pasukan Iblis masih bertempur dengan sengit. Selama tiga hari ini, mereka terus bertarung tanpa mengenal lelah sedikitpun dan saling melukai dengan niat membunuh.


Tetapi, jumlah pasukan iblis sudah berkurang secara signifikan karena sebagian besar dari mereka telah dilenyapkan oleh Fang Lin menggunakan Mata Kehancuran.


Selama tiga hari setelah Xiao Chen lenyap, Fang Lin terus mencari keberadaan Xu Yuan, namun dirinya sama sekali tidak menemukan jejak dari orang itu.


"Dimana sebenarnya dia bersembunyi?"


Fang Lin kemudian menciptakan beberapa klon dirinya, lalu memberikan perintah kepada mereka untuk menghabisi para iblis yang menjadi musuhnya.


Setelah itu dilakukan, Fang Lin menyebarkan Kesadaran Spiritual untuk mencari keberadaan Istana Hitam.


Beberapa detik selanjutnya, Fang Lin menemukan sebuah Istana melayang yang sedang dilindungi oleh penghalang tak kasat mata.


Whooosh!


Tanpa banyak berpikir lagi, Fang Lin langsung melesat ke sana dan disaat yang bersamaan ia mengepalkan tangan kanannya dengan erat.


Boom!


Bunyi keras terjadi ketika Fang Lin meninju penghalang tak kasat mata yang melindungi Istana Hitam, keretakan terjadi dan semakin lama mulai menyebar.


Crakkk!


Bam!


Penghalang tak kasat mata itu hancur dalam kurun waktu yang tidak sampai satu menit. Fang Lin sendiri langsung mengaktifkan kembali mata Kehancuran dan berniat untuk meluluhlantakkan Istana Hitam.


Tetapi, baru saja mengaktifkan mata Kehancuran. Tiba-tiba saja Kegelapan tanpa batas menelan Fang Lin.


Fang Lin sedikit mengangkat satu alisnya ketika mengetahui itu, tanpa banyak berpikir ia langsung menciptakan Domain Penjara Es Suci.


Ruang yang tadinya hanya ada Kegelapan saja, kini sudah digantikan dengan lapisan es tebal.


"Ada yang janggal..." Fang Lin bergumam sambil mengedarkan pandangannya.


Meskipun Fang Lin berada di dalam domainnya, namun entah kenapa perasaannya terasa sedikit tidak enak.


Crack!


Tiba-tiba saja ruang domain Penjara Es Suci retak, tentu melihat itu membuat Fang Lin terkejut bukan main.


Xu Yuan kemudian muncul beberapa puluh meter di depan Fang Lin, pedang merah terpegang erat di tangan kanan orang itu.


"Akhirnya muncul juga kau, Xu Yuan. Trik apa lagi yang sedang kau mainkan sekarang?"


Xu Yuan menyeringai tipis, "Pedang Pembunuh Absolute..." Ucapnya sambil mengangkat pedang merah itu ke depan, "Aku mendapatkannya dari seorang Guru, dia mengatakan kalau Pedang ini dapat menangkal seluruh tipe Keabadian. Itu artinya, kau bisa terluka karena pedang ini bahkan lebih buruknya Kematian akan menghampirimu..."


"Lalu... Kau berpikir aku akan takut?" Sorot mata Fang Lin langsung berubah menjadi dingin.


"Tentu saja. Kematian bukanlah hal yang mudah, kau tau hal itu bukan?" Jawab Xu Yuan sambil terkekeh pelan.


Fang Lin tersenyum tipis, "Aku mengerti. Karena kau sebegitu inginnya membunuhku, kenapa kau tidak datang kehadapanku dengan keberadaan yang asli?"


Bam!


Ruang disekitarnya langsung pecah berkeping-keping, dan kini Fang Lin berada di domain Penjara Es Suci yang asli.


Semenjak kegelapan itu menelan Fang Lin, dia sudah mengtahui kalau dirinya terjebak dalam ilusi yang mempunyai kemampuan nyata.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.